850 research outputs found

    Brief aan Filemon

    No full text
    Zes brieven aan FilemonIn de brief van Paulus aan Filemon vraagt de apostel zijn mede-werker Filemon om een gunst. Hij stuurt Onesimus naar hem toe.Onesimus is geen slaaf meer, maar een geliefde broeder en hijzou Filemon goede diensten kunnen bewijzen.Onderstaande brief is in dezelfde trant geschreven en bevat eensoortgelijke casus. Is het lesbische stel, dat zich binnenkort in degemeente zal aandienen welkom? Wat kan de gemeente voor henbetekenen en andersom? Zes pastores reageren

    RESENSI PPB SURAT FILEMON

    No full text
    Paulus menulis surat ini dari penjara,ia berharap agar segera dilepaskan karena ingin mengunjungi filemon, yang dituntut mempersiapkan pemondokan untuknya. Kita dihadapkan dengan kesulitan-kesulitan soal dimana filemon tinggal, dalam kolose disebutkan nama onesimus yang tinggal di kolose , tetapi mengingat banyaknya orang menggunkan nama-nama itu apakah orang yang filemon atau kolose

    Analisis Manajemen Konflik Paulus Dalam Rekonsiliasi Filemon dan Onesimus

    Get PDF
      Konflik interpesonal yang tersurat dalam surat Paulus ke pada Filemon, dengan jelas memperlihatkan hubungan Filemon dan Onesimus yang sedang tidak baik. Onesimus sebagai budak di rumah Filemon telah melarikan diri dan mencuri sebagian harta tuannya. Paulus mengambil tanggung jawab untuk merekonsilasi hubungan ke duanya. Tujuan penelitian ini untuk menemukan pendekatan manajemen konflik Rasul Paulus guna mendamaikan Filemon dan Onesimus yang sedang konflik. Penelitian menggunakan metode kajian pustaka dengan memperhatikan sumber- sumber teks Alkitabiah dan sumber sumber literatur terbaru. Temuan dari manajemen Paulus dalam penelitian ini dengan menggunakan dua (2) pola yakni pertama: Paulus mendorong Filemon untuk mengimplementasikan kasihnya kepada Onesimus dengan pertimbangan Kasih kepada Kristus, reputasi nama besar Filemon, dan hubungan personal Paulus dan Filemon sebagai anak dan orang tua (rohani); Kedua, melalui Pendekatan Komunikasi yang meliputi komunikasi Paulus kepada Tuhan melalui doa dan permohonan, komunikasi pastoral untuk  Onesimus, dan komunikasi bersifat  persuasif kepada Filemo

    Implisiete etiek in die brief aan Filemon

    No full text
    English: This brief letter written to Philemon by the apostle Paul contains various issues about which there is much uncertainty among interpreters. As a result the ethics of Philemon is described in many different ways. When researchers describe the ethics of Philemon an obvious ethical issue arises from the letter, namely the issue of slavery. Discussions on the theology (and ethics) of Philemon, with one or two exceptions, focus on the slavery issue – researchers follow the same underlying pattern in their description of the theology and ethics of Paul’s Letter to Philemon, namely that they reduce the ethics of the letter to Paul’s handling of the slavery issue. This study aims to investigate this tendency in the study of the ethics of the Philemon based upon the following hypothesis: If one follows another, more comprehensive approach to the ethics of Philemon – as apposed to one that only focuses on the slavery issue – a fuller/ better/ more comprehensive description of the ethics of the letter can be achieved. This hypothesis was tested by specifically making use of the more comprehensive approach to New Testament ethics prescribed by Ruben Zimmermann, namely the model of “implicit ethics”. The aim was, by applying the different phases of the model to the text of Philemon, to demonstrate how the ethical reach of the letter stretches much further than the slavery issue.Afrikaans: Hierdie kort briefie wat Paulus aan Filemon skryf, bevat ʼn aantal aspekte waaroor uitleggers nog nie duidelikheid het nie. Só word die etiek van Filemon ook op uiteenlopende maniere beskryf. Wanneer navorsers die etiek van Filemon beskryf, is daar ’n voor die hand liggende etiese kwessie wat vanuit die brief na vore kom, nl. die slawerny-kwessie. Besprekings oor die teologie (en etiek) van Filemon, met een of twee uitsonderings, fokus op die kwessie van slawerny – navorsers volg dieselfde onderliggende patroon in hulle beskrywing van die teologie en etiek van Paulus se Brief aan Filemon, naamlik dat hulle die etiek van die brief reduseer tot Paulus se hantering van die slawerny-kwessie. Hierdie studie wil hierdie verskynsel in die bestudering van die etiek van Filemon ondersoek met die volgende hipotese as vertrekpunt: Indien ’n ander, breër, benadering tot die etiek van Filemon gevolg word as een wat net op die slawerny-kwessie fokus, kan ’n meer omvangryke/beter/voller beskrywing van die etiek van die brief verkry word. Hierdie navorsingshipotese is getoets deur spesifiek van die breër benadering tot Nuwe-Testamentiese etiek wat deur Ruben Zimmermann voorgestel word, gebruik te maak –nl. die “implisiete etiek”-model. Deur die verskillende invalshoeke van die model op die teks van Filemon toe te pas, is daar gepoog aan te dui hoe die etiese reikwydte van die brief veel wyer strek as die slawerny-kwessie

    Antti Filemon Puukko Suomalainen Vanhan Testamentin tutkija ja tulkitsija

    No full text
    Abstract: Antti Filemon Puukko : Finnish Old Testament researcher and interpreter

    IMPLEMENTASI KOMUNIKASI PAULUS DALAM MENYELESAIKAN MASALAH BERDASARKAN SURAT FILEMON

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi komunikasi yang digunakan oleh Paulus ketika menyelesaikan masalah antara Filemon dan Onesimus. Hal ini dilakukan untuk dapat diimplementasikan dalam setiap pelayanan hamba Tuhan atau pun juga guru Pendidikan Agama Kristen. Untuk dapat memperoleh sebuah pemahaman yang baik dan alkitabiah maka peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam hal ini, secara spesifik adalah kajian pustaka dengan menganalisis data-data kualitatif dari beberapa buku tafsiran, pengantar Surat Filemon hingga artikel-artikel terbaru yang telah meneliti hal-hal seputar hubungan Filemon dan Onesimus. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka ditemukan ada tiga jenis komunikasi yang digunakan oleh Paulus, yakni: komunikasi kepada Tuhan, komunikasi kepada Filemon, dan komuniksi kepada Onesimus.This research was conducted to determine the communication strategy used by Paulus when solving problems between Philemon and Onesimus. This is done to be implemented in every ministry of God's servant or Christian Religious Education teacher. To be able to get a good and biblical understanding, the researcher uses a qualitative approach. In this case, specifically the literature review by analyzing qualitative data from several commentaries, introductions to Philemon's letter to the latest articles that have examined matters surrounding the relationship between Philemon and Onesimus. Based on the results of this study, it was found that there were three types of communication used by Paul, namely: communication to God, communication to Philemon, and communication to Onesimus

    Peran Kekristenan dalam Pendamaian : Refleksi dari Surat Filemon tentang Kekerasan Tersistem

    Get PDF
    Dalam artikel ini, saya ingin menguraikan peran kekristenan dalam menciptakan kedamaian dalam suatu kekerasan yang tersistem. Peran kekristenan dalam situasi ini tampak melalui usaha Paulus mendamaikan Onesimus dengan Filemon (lapisan luar), di mana keduanya ada dalam suatu hubungan kekerasan tersistem yaitu: perbudakan (lapisan dalam). Oleh sebab itu, saya akan membuktikan bahwa pendamaian yang dilakukan Paulus adalah pendamaian yang bukan saja dalam konteks hubungan pribadi antara Filemon dengan Onesimus, tetapi juga pendamaian dalam konteks perbudakan masyarakat Greco-Roman waktu itu. Karena itu, tugas pertama adalah memperlihatkan bahwa perbudakan adalah sebuah kekerasan tersistem. Untuk ini metode yang dipakai adalah dengan menganalisis data di luar Alkitab mengenai perbudakan. Ini disebabkan karnea minimnya data dari Paulus tentang perbudakan selain dari surat Filemon, sedangkan data dari para penulis PB lainnya tidak relevan dalam bahasan ini karena tidak memberitahu apa pandangan Paulus tentang itu. Lebih lanjut, dalam surat Filemon, Paulus tidak memberikan satu pernyataan pun tentang apakah ia menerima, mendiamkan atau menolak perbudakan. Data di luar Alkitab yang paling diperhatikan adalah sosial ekonomi masyarakat Greco-Roman pada awal kekristenan dalam hubungannya dengan perbudakan. Lalu, tugas kedua yang perlu ialah memperlihatkan bahwa usaha pendamaian Paulus itu dimulai dari sistemnya, lalu keluar—ditransformasi—yang tampak dalam retorika Paulus untuk akhirnya Filemon dapat berbaik kembali dengan Onesimus. Karena itu, saya akan menggunakan analisis sastra-retoris terhadap surat Filemon. Dari analisis ini pula, saya akan menyediakan hal-hal praktis yang dapat dilakukan dalam proses pendamaian masa kini. Saya berharap melalui uraian ini, kita bisa menemukan identitas keinjilian kita sebagai “pembawa damai” (pada lapisan dalam dan luar) sebagaimana yang dikehendaki Tuhan Yesus terjadi pada anak-anak Kerajaan Allah
    corecore