1,720,967 research outputs found
STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA SORI NA’E SANEO DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA SANEO KECAMATAN WOJA KABUPATEN DOMPU
Kabupaten Dompu menampakan beranekaragam situs pariwisata yang sangat potensial. Potensi-potensi tersebut tersebar pada delapan kecamatan mulai dari Kecamatan Dompu, Woja, Kilo, Hu’u, Pajo, Manggelewa, Pekat dan Kempo. Dompu merupakan daerah terbanyak pariwisata dari Kota dan Kabupaten Bima NTB. Sumber daya keindahan pariwisata memberikan pemandangan elok yang dapat dimanfaatkan sebagai jasa-jasa pariwisata untuk bangsa.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Pendeskripsian strategi pengembangan Pariwisata Sori Na’e Saneo Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Saneo Kecamatan Woja Kabupaten Dompu: (2) Pendeskripsian pengaruh penggunaan strategi pengembangan Pariwisata Sori Na’e Saneo untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Saneo Kecamatan Woja Kabupaten Dompu.
Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Desa Saneo Woja terhitung dari tanggal 26 Februari sampai 10 maret 2021. Jenis dan Sumber Data yaitu data prime, dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan tekni observasi,wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dan keabshan data yang digunakan yaitu teknik analisis data, teknik pemeriksaan keabsahan data.
Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa tiga strategi pemerintah dalam mengembangkan wisata Sori Na’e Saneo yaitu melakukan pengembangan pemasaran wisata, pengembangan destinasi wisata serta pengembangan kemitraan tiga strategi tersebut belum sepenunya berjalan efektif. Ini di karenakan masih sulitnya masyarakat luas memperoleh informasi tentang wisatawan yang ada di desa Saneo. Pemerintah desa Saneodalam mengembangkan pariwisata sori na’e melakukan kerjasama dengan beberapa macam lembaga pokdarwis, karang taruna, bumdes, pentugas parkir, dan dinas pariwisita di kabupaten dompu
Tingkat Penguasaan Pembelajaraan Tematik Guru SD Negeri NO. 84 Ganrang-Ganrang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto
Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif, dikemukakan bahwa 1). penerapan pembelajaran tematik di SD Negeri NO.84 Ganrang-Ganrang yang telah diterapkan pada kelas rendah yakni kelas I, II, dan III belum berjalan baik dan tepat. Hal ini dapat dilihat pada pengembangan SK,KD, indikator, penetapan jaringan tema,penyusunan silabus, penyusunan RPP, pengembangan media dan sumber belajar serta penilaian dalam pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik juga termasuk dalam program tahunan di SD Negeri NO.84 Ganrang-Ganrang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto. Secara keseluruhan aspek yang dinilai menunjukan bahwa tingkat penguasaan pembelajaran
tematik guru SD Negeri NO.84 Ganrang-Ganrang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto pada tahun ajaran 2016/2017 yakni: berdasarkan hasil observasi, dan wawancara yang telah dilakukan peneliti, maka tingkat penguasaan pembelajaran tematik masuk dalam kategori kurang baik. 2). Kendala yang dihadapi guru dalam penguasaan pembelajaran tematik di SD Negeri No. 84 Ganrang-Ganrang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto yaitu ketidaksiapan guru dalam memulai proses pembelajaran tematik dan kurangnya kemampuan guru dalam mengelola kelas dengan baik serta kurangnya kepercayaan diri guru dalam mengembangkan materi yang diajarkan. 3). Adapun faktor pendukung penguasaan pembelajaran tematik guru
di SD Negeri No.84 Ganrang-Ganrang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto adalah tersedianya sarana dan prasarana pembelajaran, tersedianya perangkat pembelajaran seperti RPP, buku siswa, buku pegangan guru serta adanya pelatihan yang diadakan dinas pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tematik guru disekolah
ANALISIS PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN SALAH TANGKAP DALAM PERADILAN PIDANA
Hukum pidana bertujuan untuk melindungi dan menyelamatkan individu atas adanya kejahatan dalam masyarakat, sehingga tujuan tersebut harus dijaga agar tidak dimungkinkan kejahatan lolos disebabkan kesalahan dalam penyidikan atau sebaliknya tidak ada kejahatan yang oleh karena cara penyidikan yang keliru menyebabkan orang yang tidak bersalah menderita dan di pidana tanpa berdasarkan undang-undang. Perlindungan hukum yang diberikan oleh negara terhadap korban salah tangkap yaitu ganti rugi merupakan hak seorang untuk mendapat pemenuhan atas tuntutannya yang berupa imbalan sejumlah uang karena ditangkap, ditahan, dituntut, ataupun diadili tanpa alasan yang berdasarkan
undang-undang atau karena kekeliruan mengenai orangnya atau hukum yang diterapkan menurut cara yang diatur dalam KUHAP.
Adapun rumusan masalahnya adalah bagaimana perlindungan hukum terhadap korban salah tangkap dan bagaiman bentuk ganti kerugian yang diberikan oleh negara kepada korban salah tangkap. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan hukum normatif. Jenis dan sumber bahan hukum yang digunakan yaitu, bahan hukum primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan adalah kualitatif, yang menguraikan data dalam bentuk kalimat yang
disusun secara sistematik
Strategi Produksi Usaha Gula Aren Perspektif Ekonomi Islam : Studi di Desa Meli Kecamatan Balaesang Kabupaten Donggala
Hasil penelitian ini menunjukkan: Proses produksi gula aren dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu dimulai dengan pembersihan tongkol bunga jantan pohon aren, kemudian pemukulan bunga jantan yang dilakukan secara teratur, penyadapan, pemasakan, pengadukan, pengemasan, dan yang terakhir adalah proses pemasaran gula aren. Dilihat dari peningkatan ekonomi rumah tangga Islam, masyarakat Desa Meli melakukan usaha produksi gula aren dengan memerhatikan nilai-nilai syariat Islam dalam melakukan aktivitas ekonominya untuk meningkatkan ekonomi rumah tangganya
Pengaruh Persepsi dan Pengetahuan Tentang Bank Syariah Terhadap Minat Menjadi Pegawai Bank Syariah pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Datokarama Palu
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat menjadi pegawai bank syariah dengan nilai thitung > ttabel yaitu 2,587>Ttabel 0,2108 dengan nilai probabilitas sebesar 0,012 lebih kecil dari a 0,05. Pengetahuan berpengaruh secara posistif dan signifikan terhadap minat menjadi pegawai bank syariah dengan nilai thitung > ttabel yaitu 2,928>Ttabel 0,2108 dengan nilai probabilitas sebesar 0,005<0.05. Berdasarkan hasil simultan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif secara bersama-sama antara variabel independen terhadap variabel dependen.Penelitian ini diharapkan bisa menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya dan lebih banyak menambahkan referensi untuk dapat memperluas penelitian sehingga dapat diperoleh informasi yang lengkap mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi minat menjadi pegawai bank syariah. Persepsi dan pengetahuan tentang bank syariah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat mahasiswa menjadi pegawai bank syariah pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu. Hal ini mengandung implikasi bahwa dari angka presentasi dari hasil penelitian yang telah dihitung menunjukkan bahwa persepsi dan pengetahuan mahasiswa tentang bank syariah memiliki nilai yang cenderung cukup baik. Namun, harus tetap ditingkatkan sehingga mahasiswa yang memiliki minat memasuki industri keuangan syariah dapat mendorong inovasi dan pengembangan produk yang lebih sesuai dengan prinsip-prinsip syariah
Romantisme, Ideologi, dan Perkawinan dalam Organisasi IMM Nusa Tenggara Barat
Artikel ini mengkaji praktik romantisme dan pernikahan dalam lingkungan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) NTB sebagai fenomena sosial yang sarat nilai ideologis. Melalui pendekatan deskriptif-kualitatif, untuk menjawab pertanyaan penelitian Pertama, bagaimana Ideologi antara kader IMM Nusa Tenggara barat membentuk relasi romantasisme, Kedua bagaimana tantangan hubungan romantisisme sama kader IMM di Nusa Tenggara Barat. Tulisan ini mengeksplorasi bagaimana relasi antar anggota, khususnya antara immawan dan immawati, dipandu oleh semangat dakwah, ideologi Islam berkemajuan, serta komitmen terhadap nilai-nilai keorganisasian Muhammadiyah. Romantisme dalam IMM NTB tidak dilihat sebagai relasi emosional bebas, melainkan sebagai alat untuk memperkuat solidaritas gerakan dan proses kaderisasi. Pernikahan diposisikan sebagai puncak kematangan ideologis, simbol regenerasi nilai, dan perwujudan dakwah dalam ruang domestik. Namun, dinamika ini juga menghadapi tantangan seperti benturan antara idealisme dan realita sosial, serta risiko eksklusivisme internal. Artikel ini menunjukkan bahwa relasi personal dalam IMM NTB merupakan refleksi dari dialektika antara ideologi, budaya, dan pengalaman individu, serta menjadi medan penting pembentukan identitas kader sebagai agen perubahan sosial.
Kata Kunci: IMM, Dakwah, Ideologi, Kaderisasi, Pernikahan, Romantisme.
Romanticism, Ideology, and Marriage within the IMM Organization of West Nusa Tenggara
Abstract
This article examines the practices of romantic relationships and marriage within the Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) of West Nusa Tenggara (NTB) as a social phenomenon imbued with ideological values. Using a descriptive qualitative approach, this study seeks to address two main research questions: first, how the ideology embraced by IMM cadres in West Nusa Tenggara shapes romantic relationships; and second, what challenges are encountered in romantic relationships among IMM cadres in the region. The article explores how interpersonal relations among members particularly between immawan and immawati are guided by the spirit of dakwah, the ideology of Progressive Islam (Islam Berkemajuan), and a commitment to Muhammadiyah’s organizational values. Romantic relationships within IMM NTB are not perceived as free or purely emotional engagements but rather as instruments for strengthening movement solidarity and the cadre formation process. Marriage is positioned as the culmination of ideological maturity, a symbol of value regeneration, and the manifestation of dakwah within the domestic sphere. However, these dynamics also face challenges, including tensions between ideological idealism and social realities, as well as the risk of internal exclusivism. This article demonstrates that personal relationships within IMM NTB reflect a dialectical interaction between ideology, organizational culture, and individual experience, and constitute an important arena for shaping cadres’ identities as agents of social change.
Abstrak
Artikel ini mengkaji praktik romantisme dan pernikahan dalam lingkungan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) NTB sebagai fenomena sosial yang sarat nilai ideologis. Melalui pendekatan deskriptif-kualitatif, tulisan ini mengeksplorasi bagaimana relasi antar anggota, khususnya antara immawan dan immawati, dipandu oleh semangat dakwah, ideologi Islam berkemajuan, serta komitmen terhadap nilai-nilai keorganisasian Muhammadiyah. Romantisme dalam IMM NTB tidak dilihat sebagai relasi emosional bebas, melainkan sebagai alat untuk memperkuat solidaritas gerakan dan proses kaderisasi. Pernikahan diposisikan sebagai puncak kematangan ideologis, simbol regenerasi nilai, dan perwujudan dakwah dalam ruang domestik. Namun, dinamika ini juga menghadapi tantangan seperti benturan antara idealisme dan realita sosial, serta risiko eksklusivisme internal. Artikel ini menunjukkan bahwa relasi personal dalam IMM NTB merupakan refleksi dari dialektika antara ideologi, budaya, dan pengalaman individu, serta menjadi medan penting pembentukan identitas kader sebagai agen perubahan sosial.
Kata Kunci: IMM, Dakwah, Ideologi, Kaderisasi, Pernikahan, Romantisme
The Influence of Cooling Techniques on The Performance of Pack Carburized Low Carbon Steel Using Cypress Charcoal
This study investigated the impact of different cooling media on low-carbon steel's hardness and wear characteristics after pack carburizing using cypress charcoal. This research method involves conducting an experimental process known as pack carburizing. It utilizes cypress charcoal as an energizer and sodium carbonate as a catalyst for heat treatment. The cypress charcoal and sodium carbonate volume comprise 90% ACR and 10% NaCO3. The mixture is heated in a furnace at a temperature of 925 C for 3 hours and then cooled using different media, including air, SAE 20 oil, salt water, and water. Material testing uses mechanical tests, specifically hardness and wear tests. According to the study findings, the hardness value exhibited a noticeable rise, reaching a peak of 277.694 HV in the air-cooling medium. In contrast, the lowest value of 198.417 HV was observed in the same medium. In addition, the wear rate is affected by the cooling medium. The wear rate is highest at 0.0657 grams/sec in air cooling media, while it is lowest at 0.0347 grams/sec in air cooling media. This indicates that the hardness value and wear rate value are inversely related. In other words, materials with higher hardness have smaller wear rates, and vice versa. The variation in cooling rates is primarily due to the differences in viscosity among the cooling mediums
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Comparison of The Pull Strength of Sisal Lamina Matrix Polymer Fiber Composite Materials (Agave Sisalana)
Composites are one of the material engineering technologies developed today because composites can combine several material properties that differ in characteristics into new properties by the planned design. The purpose of this study was to determine the mechanical properties of the influence of the combined arrangement of lamina angle variations and the composition of fiber and matrix mixtures. This study uses polyester resin, catalyst, and sisal fiber as materials in the manufacture of composite materials. In specimen manufacturing refers to ASTM D 638-02 type 3 test standard for tensile tests. The tensile test results of sisal fiber lamina composite materials assuming a composition ratio of 5% fiber and 95% resin produce maximum tensile stress of m = 16.9854 N/mm2 and a maximum strain of É› = 4.5232% while assuming a composition ratio of 15% fiber 85% resin produces maximum tensile stress of sm = 40.1422 N/mm2 and maximum strain of É› = 8.9744 %, Based on the test results, the addition of fiber mixture composition increases the tensile strength and toughness of the material. The composition of 5% fiber 95% and 15% fiber 85% resin (15S-85R)produces a maximum tensile stress of sm = Â 45.1823 N/mm2 and a maximum strain of É› = 9.6849 % with a maximum load Fm = 10902.4996 N. The more fiber contained in the sisal fiber lamina composite material, the higher the tensile stress produced, this shows the tension is directly proportional to the number of fibers contained in the composite
- …
