1,720,965 research outputs found

    Perencanaan strategik pengembangan rumah bersalin dharma husada parepare (th.2010-2014)

    Get PDF
    Rumah Bersalin Dharma Husada merupakan salah satu Rumah Bersalin di Parepare. Rumah Bersalin Dharma Husada dalam tiga tahun terakhir berdasarkan data jumlah pengunjung menunjukkan penurunan yaitu pada tahun 2006 jumlah pasien 762 kemudian jumlah pasien tahun 2007 adalah 719 atau penurunan sekitar 3%, dan tahun 2008 jumlah pasien sangat turun sekitar 24% yaitu 437 pasien. Kondisi keuangan belum berada pada titik optimal yang stabil sesuai target perusahaan yaitu mendapat laba bersih minimal 50% dari pendapatan bersih perusahaan. Ketidakadaan visi dan misi perusahaan merupakan salah satu indikator penghambat peningkatan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk merancang strategik pengembangan Rumah Bersalin Dharma Husada, sedangkan secara spesifik penelitian ini bertujuan untuk (1) menyusun visi dan misi Rumah Bersalin Dharma Husada serta mensosialisasikannya kepada seluruh karyawan, sehingga semua karyawan memiliki kesamaan persepsi terhadap tujuan dan sasaran perusahaan yang ingin dicapai saat ini maupun di masa yang akan datang; (2) mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang berpengaruh pada kinerja perusahaan; (3) merumuskan tujuan dan sasaran Rumah Bersalin Dharma Husada sejalan dengan visi dan misinya; (4) merekomendasikan program yang tepat yang sebaiknya diterapkan oleh Rumah Bersalin Dharma Husada untuk mencapai sasaran yang ditetapkan. Penelitian ini dilaksanakan di Kota parepare dengan obyek penelitian adalah Rumah Bersalin Dharma Husada yang terletak di Jalan A. Sulolipu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Juli 2009. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan studi kasus. Data yang diperlukan dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis, yaitu data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara, observasi langsung dan pengisian kuesioner yang dibagikan kepada responden. Data sekunder diperoleh melalui studi pustaka (litetarur) dari perusahaan dan lembaga lainnya serta data-data yang bersumber dari laporan, jurnal dan dokumen lain yang terkait dengan materi penelitian. Penentuan responden untuk analisis internal dan eksternal dilakukan dengan purposive sampling (dipilih secara disengaja). Penyusunan visi dan misi perusahaan dilakukan dengan menguraikan seluruh komponen dalam worksheet visi dan misi, dengan lingkup produk, geografis, pasar, pelanggan, dan keunggulan bersaing. Penyusunan tujuan dan sasaran didasarkan dari visi dan misi perusahaan yang merupakan titik tolak dan sumber serta pedoman dalam perumusan tujuan perusahaan, karena tujuan pada hakekatnya merupakan konkretisasi dari apa yang harus dicapai demi terwujudnya visi dan misi perusahaan. Analisis data pada penelitian ini diawali dengan tahap audit, merupakan tahap identifikasi dan analisis faktor internal dan eksternal Rumah Bersalin Dharma Husada. Kemudian evaluasi faktor-faktor strategis internal dan eksternal dengan menggunakan matriks IFE-EFE. Selanjutnya menggunakan matriks IE untuk memetakan posisi perusahaan dan matriks SWOT untuk menciptakan alternatif strategi. Tahap selanjutnya memformulasikan strategi prioritas bagi perusahaan, dilakukan dengan menggunakan Matriks QSPM. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan bantuan program Microsoft Excel. Berdasarkan hasil perumusan visi dan misi dihasilkan visi Rumah Bersalin Dharma Husada adalah “Terdepan Dalam Pelayanan Keselamatan dan Kesehatan Ibu dan Anak”. Sedangkan misi Rumah Bersalin,yaitu: 1. Mengutamakan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan ibu dan anak 2. Mengintegrasikan program kesehatan dan keselamatan ibu dan anak dengan pemerintah daerah 3. Mengurangi angka kematian bayi 4. Meningkatkan kapasitas bidan dan perawat 5. Meningkatkan pendapatan perusahaan dan kesejahteraan karyawan Faktor internal yang menjadi kekuatan utama adalah perusahaan memiliki bidan senior yang berpengalaman. Faktor kelemahan utama adalah perusahaan belum memiliki visi dan misi secara tertulis. Faktor eksternal yang sangat kuat mempengaruhi strategi yang akan dijalankan Rumah Bersalin Dharma Husada yaitu dokter ahli di Parepare masih kurang dan kebijakan pemerintah tentang Jamkesda (Jaminan Kesehatan daerah). Berdasarkan Analisis IE diketahui Rumah Bersalin Dharma Husada berada pada kuadran V. Hal ini menunjukkan bahwa Rumah Bersalin Dharma Husada berada pada posisi internal menunjukkan kinerja sedang. Strategi yang dihasilkan yaitu strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Dari hasil analisis SWOT diketahui strategi yang diciptakan yaitu: (1) meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui penerapan pelayanan prima; (2) melakukan kerja sama dengan ASKES dan perusahaan swasta/BUMN lainnya; (3) meningkatkan sistem informasi; (4) melengkapi peralatan medis dan sarana prasarana; (5) peningkatan promosi melalui program pendidikan kesehatan wanita; (6) meningkatkan teknologi dan memberikan pelatihan untuk meningkatkan penguasaan teknologi; (7) melakukan inovasi; (8) meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. Berdasarkan hasil QSPM, prioritas strategik yang direkomendasikan adalah meningkatkan kualitas pelayanan melalui penerapan pelayanan prima. Adapun tujuan dan sasaran yang ingin dicapai oleh perusahaan yaitu: (1) meningkatkan pendapatan finansial perusahaan, dengan sasaran yaitu: perusahaan dapat bekerjasama dengan perusahaan BUMN ataupun swasta dan peningkatan jumlah pasien setiap tahun; (2) meningkatkan kualitas sumberdaya manusia perusahaan, dengan sasaran yaitu bidan dan perawat menjadi lebih terampil mengoperasikan peralatan medis dan semua karyawan memiliki jiwa kepemimpinan dan mampu berkomunikasi secara efektif; (3) meningkatkan pelayanan medik/non medik yang berkualitas, dengan sasaran yaitu tercipta feedback control melalui program briefing, memiliki dokter ahli dan karyawan baru, dan mendapatkan surat izin rumah sakit bersalin; (4) menciptakan citra perusahaan sebagai Rumah Bersalin yang inovatif, dengan sasaran yaitu meningkatkan kepuasan pelanggan sehingga menciptakan loyalitas pelanggan; (5) melengkapi peralatan dan sarana prasarana perusahaan, dengan sasaran yaitu data invetarisasi peralatan dan sarana prasarana akurat, ketersediaan peralatan medis/non medis, sarana dan prasarana; (6) meningkatkan sistem informasi Rumah Bersalin untuk mendukung pelayanan prima, dengan sasaran yaitu mengetahui sumberdaya yang dibutuhkan dalam program ini, sarana perangkat hardware tersedia, keberhasilan rekayasa program dan basis data, dan sistem informasi Rumah Bersalin dapat diimplementasikan. Saran peneliti yaitu untuk penelitian berikutnya sebaiknya dilakukan penelitian tentang atribut-atribut yang menentukan kepuasan dan bagaimana pelanggan internal (karyawan) melayani pelanggan eskternal (pasien) serta bagaimana kepuasan pelanggan eksternal terhadap pelayanan tersebut. Diharapkan dari penelitian tersebut dapat dijadikan dasar dalam melakukan perbaikan dengan mencari prioritas perbaikan atribut tersebut guna meningkatkan mutu pelayanan Rumah Bersalin Dharma Husada

    Strategi peningkatan produktivitas rumput laut di daerah pesisir pantai Kelurahan Songka Kecamatan Wara Selatan Kota Palopo

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi peningkatan produktivitas rumput laut di daerah penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Songka, Kecamatan Wara Selatan Kota Palopo. Metode yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif, dimana data-data kuantitatif diperoleh kemudian diolah menjadi data kualitatif. Pengambilan sampel menggunakan pendekatan Simple Random sampling, dengan memilih 15 responden secara acak. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis lingkungan dan analisis SWOT untuk menentukan strategi yang tepat dalam meningkatkan produktivitas rumput laut. Hasil analisis matriks faktor internal diperoleh total skor terbobot 2,63 yang berada di atas rata-rata (titik tengah) 2,5. Hasil analisis matriks faktor ekternal diperoleh total skor terbobot 2,60 yang berada di atas rata-rata (titik tengah) 2,5. Setelah dilakukan pencocokan strategi menggunakan Analisis SWOT maka diperoleh Strategi SO (Strength-Opportunities) yaitu, memperluas areal budidaya, memberikan penyuluhan yang bertahap, mengembangankan pengolahan hasil budidaya. Strategi WO (Weakness-Opportunities) yaitu, memberikan pelatihan secara bertahap, memberikan bantuan modal dan bibit yang berkualitas. Strategi ST (Strengths–Threats) yaitu, mengoptimalkan kapasitas produksi yang ada. Dan Strategi WT (Weakness-Threats) yaitu, peningkatan akses permodalan, memperluas dan mempertahankan jaringan pemasaran. Kata-kata kunci: strategi, produktivitas, strengths, weakness, opportunities, lthreats, rumput laut

    Valuasi ekonomi ekosistem mangrove di desa Barowa Kecamatan Bua Kabupaten Luwu

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis valuasi ekonomi ekosistem mangrove di Desa Barowa Kecamatan Bua Kabupaten Luwu. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Barowa Kecamatan Bua Kabupaten Luwu yang berlangsung Bulan Februari sampai dengan April 2016. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Pengukuran Variabel yang digunakan untuk analisis nilai manfaat ekonomi ekosistem mangrove yang mengacu pada Adrianto (2006) yaitu: (1) Nilai manfaat langsung, yaitu: potensi kayu (kayu bangunan dan kayu bakar) dan penangkapan ikan; (2) Nilai manfaat tidak langsung yaitu pemecah ombak (break water) (Rp/tahun); (3). Nilai manfaat pilihan: nilai Biodiversity (Rp/tahun); (4). Biaya yaitu biaya yang dikeluarkan oleh pemanfaat hutan mangrove untuk mendapatkan komoditi dari hutan mangrove (Rp/tahun). Hasil penelitian yaitu Nilai ekonomi total manfaat langsung ekosistem mangrove meliputi nilai ekonomi kayu sebesar Rp1.325.000/Tahun, nilai ekonomi ikan sebesar Rp63.000.000/Tahun. Dengan Total nilai manfaat langsung ekosistem mangrove sebesar Rp64.325.000,-/Tahun. Manfaat tidak langsung hutan mangrove merupakan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat Desa Barowa Kecamatan Bua secara tidak langsung. Manfaat hutan mangrove sebagai penahan abrasi tidak dapat dihitung secara lansung karena tidak memiliki nilai harga pasar, berdasarkan hasil valuasi apabila diadakan pembuatan bangunan pemecah ombak dengan ukuran yang ditetapkan maka akan membutuhkan biaya sebesar Rp2.784.931.510,-. Sehingga dengan asumsi daya tahan bangunan penahan ombak selama 10 tahun maka nilai manfaat langsung hutan mangrove sebagai penahan abrasi setiap tahun sebesar Rp2.784.931.510,-/tahun. Kata kunci: Valuasi Ekonomi, Mangrov

    Analisa usaha ruji (dange) dan tingkat kesejahteraan keluargadi Desa Waelawi Kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara

    Get PDF
    Potensi sagu (Metroxilon sagu Rottb) sebagai sumber bahan pangan dan bahan industri telah disadari sejak tahun 1970-an, namun sampai sekarang pengembangan tanaman sagu di Indonesia masih jalan di tempat. Tanaman tradisional ini yang cukup berpotensi, di mana sejak dahulu, pati sagu telah dimanfaatkan sebagai makanan pokok di beberapa daerah seperti: kapurung, sagu lempeng ruji (dange), sinole, bubur sagu serta jajanan seperti bagea. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Mengetahui hasil produksi usaha ruji (dange) dalam satu kali produksi; (2) Mengetahui pendapatan usaha ruji dalam satu bulan produksi; (3) Mengetahui hubungan produksi ruji dengan pendapatan, dan; (4) Mengetahui tingkat kesejahteraan para pelaku usaha ruji (dange). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitaif. Hasil penelitian yaitu (1) Para pembuat ruji (dange) dapat menghasilkan dalam 1 kali produksi 1.500 lembar; (2) Pendapatan yang diperoleh pada proses produksi ruji (dange) adalah sebesar Rp 1.687.500,- yang membutuhan biaya produksi sebesar Rp 578.000,- hasil tersebut menjelaskan bahwa proses usaha ruji (dange) dapat memberikan keuntungan, hal tersebut terbukti dengan setiap biaya yang dikeluarkan oleh produsen sebesar Rp 578.000,- akan memperoleh penerimaan sebesar Rp 1.109.500,-; (3) Berdasarkan hasil uji t dihasilkan bahwa ada pengaruh secara signifikan antara produksi dan pendapatan. Peningkatan jumlah produksi dange oleh pembuat ruji (dange) berpengaruh terhadap pendapatan keluarga; (4) Para pembuat ruji (dange) tergolong sejahtera II karena dapat memenuhi segala kebutuhan rumah dan keluarga, seperti biaya pendidikan terhadap anak-anak, beli baju baru, perabotan rumah tangga serta mempunyai kendaraan pribadi roda dua (motor). Kata Kunci: Ruji (Dange), Produksi, Pendapatan, Kesejahteraa

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore