9 research outputs found

    EKSPLORASI KARAKTERISTIK DAN KEPUASAN GENERASI MUDA TERHADAP KONSUMSI KOPI ARABIKA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakteristik responden serta menganalisis tingkat kepuasan konsumen generasi muda dalam mengonsumsi kopi Arabika di Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Customer Satisfaction Index (CSI) untuk mengukur kepuasan pelanggan berdasarkan enam atribut utama, yaitu aroma, cita rasa, harga, cara penyeduhan, cara penyajian, dan penambahan bahan lainnya. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih secara purposive, terdiri dari berbagai karakteristik usia, pekerjaan, tingkat pendapatan, dan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah laki-laki (66,7%), berusia 15–24 tahun (70%), dengan tingkat pendapatan Rp. 1.000.000 – Rp. 2.500.000 (50%). Karakteristik ini mengindikasikan bahwa generasi muda mendominasi segmen konsumen kedai kopi di Kota Mataram. Analisis Customer Satisfaction Index (CSI) menunjukkan nilai 86,9, yang mengindikasikan tingkat kepuasan konsumen berada pada kategori sangat puas. Atribut aroma dan cita rasa memiliki skor tertinggi, menunjukkan bahwa kualitas produk kopi Arabika memainkan peran dominan dalam membentuk kepuasan konsumen. Sementara itu, atribut cara penyeduhan dan cara penyajian memperoleh skor yang lebih rendah, namun tetap berkontribusi dalam pengalaman konsumsi kopi

    ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP GOLDEN MELON DENGAN SISTEM HIDROPONIK DI KAWASAN AGROWISATA GOLDEN MELON KABUPATEN LOMBOK BARAT

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pengambilan keputusan pembelian dan tingkat kepuasan konsumen terhadap Golden Melon dengan sistem hidroponik di Kawasan Agrowisata Golden Melon Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Desa Kebon Ayu yang dipilih secara purposive sampling. Penentuan responden dilakukan secara Quota Sampling yaitu sebanyak 30 responden. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif yang bersumber dari hasil wawancara responden. Analisis Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Berdasarkan hasil penelitian, konsumen termotivasi membeli Golden Melon karena kebiasaan keluarga, konsumen menikmati Golden Melon karena rasanya yang khas. Konsumen mendapatkan informasi mengenai Golden Melon dari sosial media dan memutuskan memiih Golden Melon karna kualitas buah. Konsumen melakukan kunjungan ke Agrowisata Golden Melon dengan direncanakan. Frekuensi kunjungan untuk pembelian sebanyak 2 kali dalam sebulan. Konsumen Golden Melon merasa puas karena keunggulan yang dimiliki yaitu rasa yang khas dan oleh karena itu semua konsumen berminat untuk kembali ke Agrowisata Golden Melon. Berdasarkan perhitungan dengan analisis Customer Satisfaction Index (CSI) diketahui bahwa tingkat kepuasan konsumen terhadap Golden Melon di Kawasan Agrowisata Golden Melon yaitu sangat puas dengan nilai persentase sebesar 90,42%. Sedangkan perhitungan dengan Importance Performance Analysis (IPA) diketahui bahwa nilai rata-rata tingkat kepentingan konsumen yaitu 4.55 dan nilai rata-rata tingkat kinerja 4.52 dengan tingkat kesesuaian sebesar 99,49 dengan atribut yang paling tinggi yaitu tekstur kulit dengan presentase 106,92%

    ANALISIS BIAYA DAN PENDAPATAN USAHA PENJUALAN RUJAK KELILING DI KOTA MATARAM

    Full text link
    Usaha dagang rujak keliling merupakan salah satu jenis kegiatan perdagangan di bidang informal yang memproduksi dan mendistribusikan buah-buahan yang sudah dipotong-potong dan disajikan dengan bumbu khas. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diperoleh unit usaha penjualan rujak keliling di Kota Mataram. (2) Menganalisis kelayakan usaha penjualan rujak keliling di Kota Mataram. (3) Mengidentifikasi dan menganalisis masalah yang dihadapi oleh pedagang rujak keliling di Kota Mataram.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah usaha penjualan rujak keliling di Kota Mataram. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara Purposive Sampling di 6 (enam) kecamatan di Kota Mataram. Jumlah responden dalam penelitian ini ditentukan secara Quota Sampling, yaitu sebanyak 30 orang yang diambil masing-masing 5 orang dari setiap kecamatan yang ada di Kota Mataram. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Total biaya produksi yang diperoleh sebesar Rp 318.428 per hari atau sebesar Rp 8.279.119 per bulan, pendapatan yang sebesar Rp 162.906 per hari atau Rp 4.235.548 per bulan. Pendapatan usaha penjualan rujak keliling lebih tinggi dari rata-rata upah minimum regional Kota Mataram Tahun 2022 yaitu Rp. 2.416.953. (2) Nilai R/C yang diperoleh sebesar 1,5 yang berarti setiap Rp 1 pengeluaran biaya dapat memberikan penerimaan sebesar Rp 1,5. (3) Kendala yang dihadapi usaha penjualan rujak keliling yaitu sifat bahan baku buah-buahan yang bersifat musiman harga bahan baku relative lebih mahal dan keadaan cuaca yang tidak menentu.   &nbsp

    Pengaruh Karakteristik Kewirausahaan Terhadap Kinerja UMK Agroindustri Pengolahan Kedelai di Kabupaten Lombok Tengah

    Full text link
    Entrepreneurs are believed to be the driving wheel, and entrepreneurs are also considered as innovators in economic development. One form of entrepreneurship, namely UMK (Micro Small Business) can help the government as a driver of the economy by creating jobs. The purpose of this study was to analyze the effect of entrepreneurial characteristics on the performance of MSEs in soybean processing agroindustry in Central Lombok Regency. This research was conducted from April 2021 to October 2021 in Central Lombok Regency. The number of samples taken as many as 120 respondents. The data is processed both qualitatively and quantitatively. Qualitative data was processed descriptively while quantitative data was processed using Structural Equation Models (SEM) analysis. The results showed that (1) the entrepreneurial characteristics of soybean processing SMEs in Central Lombok Regency were divided into individual characteristics and psychological characteristics. The indicator of individual characteristics that has the greatest positive influence is business experience. Indicators of psychological characteristics that have the greatest positive influence are hard workers, (2) individual characteristics and psychological characteristics have a positive and significant effect on entrepreneurial competence. The biggest influence is shown by psychological characteristics, (3) individual characteristics have a positive and significant effect on business performance; while psychological characteristics have a negative and significant effect on business performance, (4) entrepreneurial competence has a negative and significant effect on business performance. That is, there is a decrease in benefits to the performance of the soybean processing agro-industry MSEs due to entrepreneurial competence

    PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN METODE FULL COSTING SEBAGAI DASAR PENETAPAN HARGA JUAL PADA UMKM TAHU DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui harga pokok produksi yang digunakan sebagai dasar dalam menentukan harga jual produk tahu di Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini dilakukan di tiga kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah yaitu Kecamatan Praya, Kecamatan Jonggat, serta kecamatan Batukliang. Metode yang digunakan adalah  metode campuran (mix method) yakni pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif dan pendekatan kuantitatif dengan perhitungan harga pokok produksi menggunakan metode full costing dan perhitungan penetapan harga jual menggunakan metode cost plus pricing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat selisih perhitungan harga pokok produksi sebesar Rp 2,72 berdasarkan metode perhitungan yang digunakan oleh pelaku usaha dengan metode full costing. Harga jual produk tahu per unit berdasarkan perhitungan cost plus pricing adalah sebesar Rp 643,47 dengan perhitungan yang digunakan oleh pelaku usaha, sedangkan harga jual tahu per unit dengan pendekatan full costing adalah sebesar Rp 646,78. Ada selisih sebesar Rp 3,39 dengan tingkat Bunga yang sama yaitu sebesar 25%

    Added value of banana processed products in North Batukliang District, Central Lombok Regency

    Full text link
    Bananas are one of the important commodities produced by Indonesian farmers. These commodities are mostly sold in raw form or as perishable products, resulting in relatively low economic value. The development of a processing industry is important to extend the shelf life of products and increase added value at every stage of the production chain. This study aims to analyse the added value of processed banana products in North Batukliang District. The research approach used is descriptive, with the aim of providing a systematic description of the issues under study. The research objects include banana processing businesses that play a role in creating added value in the region. Respondents were selected using snowball sampling because the population size was not known with certainty. The data were analysed using the Hayami value-added method to obtain comprehensive results. The results showed that banana sale products generated added value of IDR 10,484/kg of raw materials, which was higher than banana chips, which had a value of IDR 3,278/kg of raw materials. The added value ratio generated is 68% for banana chips and 46% for banana chips. These findings indicate that increasing the production of banana chips can be a more profitable strategy for businesses because it provides higher economic added value and supports the development of local agro-industry. This study recommends that businesses increase the scale of banana chip production to optimise profits

    ANALISIS STRATEGI KONTINUITAS BISNIS PRODUK OLAHAN PANGAN KWT NINE SERU DI DESA LANTAN

    Full text link
    Kelompok Wanita Tani Nine Seru di Desa Lantan adalah salah satu kelompok ekonomi produktif yang bergerak pada usaha pengolahan sumber daya alam menjadi produk olahan pangan, seperti keripik pisang dan keripik talas. KWT Nine Seru merasa cukup sulit untuk bertahan pada kondisi persaingan saat ini dan membutuhkan strategi yang tepat untuk menjaga usahanya tetap eksis. Salah satu metode analisis yang dapat digunakan untuk memperoleh strategi yang tepat adalah analisis SWOT. Dengan analisis SWOT , pelaku usaha dapat memilih beberapa alternatif strategi yang akan digunakan sesuai dengan kondisi internal dan eksternal usaha. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi kontinuitas bisnis bagi produk olahan pangan KWT Nine Seru. Metode yang digunakan adalah FGD, evaluasi faktor internal dan eksternal, dan analisis SWOT. Responden terdiri dari 21 orang pelaku usaha yang tergabung dalam KWT Nine Seru. Hasil penelitian menemukan beberapa alternatif strategi SO, ST, WO, dan WT yang dapat diterapkan oleh KWT Nine Seru. Salah satu strategi yang direkomendasikan adalah strategi ST, menerapkan harga jual sesuai dengan harga pasar

    Pendampingan Meningkatkan Daya Saing Agroindustri Ubi Kayu di Desa Sigerongan Kecamatan Lingsar Lombok Barat

    Full text link
    Kegiatan pendampingan bertujuan untuk memfasilitasi perajin agroindustri ubi kayu untuk melakukan peningkatan daya saing produk olahan melalui penerapan teknologi pengemasan, teknik pengeringan yang sehat, mengenal networking dalam marketing product di pasar semi modern dan modrrn. Pendekatan yang diterapkan dalam pendampingan ini adalah pendekatan Kerjasama Triple P-Plus dengan Misi 3-B sebagai Alternatif Solusi. Masalahan yang dipaparkan di atas memerlukan cara cerdas untuk solusinya guna meningkatkan pendapatan rumah tangga perajin karena agroindustri ubi kayu merupakan andalan utama sebagai sumber pendapatan rumah tangga. Sedangkan metode pelaksanaannya adalah Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan dengan menerapkan metode pengajaran orang dewasa (Adult education) dengan pendekatan kelompok melalui penerapan Focus Group Discussion (FGD) dipadukan dengan percontohan produksi agroindustry yang menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi (Participatory Action Research) dan praktek pengemasan produk dan diversifikasi produk. Hasil pendampingan menggambarkan bahwa agroindustry ubi kayu mengolah ubi kayu menjadi berbagai produk olahan siap saji seperti opak-opak dengan bentuk empat persegi, rengginang dan keripik yang belum disentuh oleh tekonologi pengirisan yang menghasilkan ketebalan yang seragaM. Pendampingan cara pengeringan dan teknik masak (menggoreng) dan pengemasan pada produk Opak dapat meningkatkan nilai jual produk yang diindikasikan dengan meningkatnya Total Revenue (TR) produk per satu kali proses produksi sebesar 35,71% dan peningkatan profit mencapai 79,10% per minggu dan per bulan. Pengemasan Opak tidak hanya berfungsi sebagai wadah, pelindung untuk menjadikan Opak lebih awet, tetapi berfungsi juga sebagai kenyamanan konsumen dan sarana promosi dan informasi, sehingga dapat meningkatkan nilai produk yang memiliki nilai jual yang tinggi. Peningkatan nilai produk setelah pengemasan mengindikasikan bahwa pengemasan berdampak pada pengembangan usaha yang berdaya saing walaupun masih dalam tataran local. Pengembangan produk olahan ubi kayu di Sigerongan secara higienes masih memerlukan intervensi pemerintah melalui Departemen Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Kesehatan untuk memperoleh sertifikat Halal agar mampu bersaing secara luas dalam pasar global. Hasil Olahan ubi kayu di Sigerongan berpotensi menjadi Aikon Desa Sigerongan Lingsar Lombok Barat. Oleh karena itu, perlu Kerjasama yang solid antara pemerintah dan perguruan tinggi untuk menciptakan produk yang berdaya saing tinggi yang Better Business untuk menuju Better Living (welfare) perajin

    Pendampingan Meningkatkan Daya Saing Agroindustri Ubi Kayu di Desa Sigerongan Kecamatan Lingsar Lombok Barat

    Full text link
    Kegiatan pendampingan bertujuan untuk memfasilitasi perajin agroindustri ubi kayu untuk melakukan peningkatan daya saing produk olahan melalui penerapan teknologi pengemasan, teknik pengeringan yang sehat, mengenal networking dalam marketing product di pasar semi modern dan modrrn. Pendekatan yang diterapkan dalam pendampingan ini adalah pendekatan Kerjasama Triple P-Plus dengan Misi 3-B sebagai Alternatif Solusi. Masalahan yang dipaparkan di atas memerlukan cara cerdas untuk solusinya guna meningkatkan pendapatan rumah tangga perajin karena agroindustri ubi kayu merupakan andalan utama sebagai sumber pendapatan rumah tangga. Sedangkan metode pelaksanaannya adalah Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan dengan menerapkan metode pengajaran orang dewasa (Adult education) dengan pendekatan kelompok melalui penerapan Focus Group Discussion (FGD) dipadukan dengan percontohan produksi agroindustry yang menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi (Participatory Action Research) dan praktek pengemasan produk dan diversifikasi produk. Hasil pendampingan menggambarkan bahwa agroindustry ubi kayu mengolah ubi kayu menjadi berbagai produk olahan siap saji seperti opak-opak dengan bentuk empat persegi, rengginang dan keripik yang belum disentuh oleh tekonologi pengirisan yang menghasilkan ketebalan yang seragaM. Pendampingan cara pengeringan dan teknik masak (menggoreng) dan pengemasan pada produk Opak dapat meningkatkan nilai jual produk yang diindikasikan dengan meningkatnya Total Revenue (TR) produk per satu kali proses produksi sebesar 35,71% dan peningkatan profit mencapai 79,10% per minggu dan per bulan. Pengemasan Opak tidak hanya berfungsi sebagai wadah, pelindung untuk menjadikan Opak lebih awet, tetapi berfungsi juga sebagai kenyamanan konsumen dan sarana promosi dan informasi, sehingga dapat meningkatkan nilai produk yang memiliki nilai jual yang tinggi. Peningkatan nilai produk setelah pengemasan mengindikasikan bahwa pengemasan berdampak pada pengembangan usaha yang berdaya saing walaupun masih dalam tataran local. Pengembangan produk olahan ubi kayu di Sigerongan secara higienes masih memerlukan intervensi pemerintah melalui Departemen Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Kesehatan untuk memperoleh sertifikat Halal agar mampu bersaing secara luas dalam pasar global. Hasil Olahan ubi kayu di Sigerongan berpotensi menjadi Aikon Desa Sigerongan Lingsar Lombok Barat. Oleh karena itu, perlu Kerjasama yang solid antara pemerintah dan perguruan tinggi untuk menciptakan produk yang berdaya saing tinggi yang Better Business untuk menuju Better Living (welfare) perajin
    corecore