3 research outputs found
Analisa Perlakuan Akuntansi Aset Tetap Pada PT. Mapalus Prima Utama
ABSTRAK Fitria, Feni, Mega. 2016. Analisa Perlakuan Akuntansi Aset Tetap Pada PT Mapalus Prima Utama. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, pembimbing : Dr. Endang Sri Andayani, SE.,M.Si,Ak Kata Kunci : Perlakuan Akuntansi Aset Tetap pada PT Mapalus Prima Utama, SAK – ETAP No.15 PT Mapalus Prima Utama adalah suatu badan hukum berbentuk perseroan terbatas yang bergerak pada bidang distributor LPG. Untuk dapat mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan, perusahaan memerlukan berbagai faktor untuk menunjang dan memperlancar kegiatan operasionalnya yaitu asset tetap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perlakuan akuntansi asset tetap meliputi pengakuan, penilaian, pelaporan asset tetap dan apakah perlakuan asset tetap PT Mapalus Prima Utama telah sesuai dengan SAK ETAP No.15. Dalam penulisan penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif yaitu dengan cara studi lapangan, yang terdiri dari observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Dengan metode ini diperoleh fakta-fakta mengenai kebijakan perlakuan akuntansi atas asset tetap dengan cara mengamati dan menganalisa suatu tempat penelitian terhadap kesesuaiannnya yang ada kemudian menarik kesimpulan dari masalah yang diteliti. Setelah melakukan penelitian, Penulis memperoleh hasil penelitian bahwa kebijakan perusahaan dalam perlakuan akuntansi asset tetap ada yang masih belum sesuai dengan SAK ETAP no.15. Jadi perusahaan dapat lebih teliti dalam membuat kebijakan terhadap pengakuan awal asset tetap, penilaian asset tetap yang meliputi penyusutan, penghentian asset tetap, penghapusan asset tetap, serta penyajian dan pengungkapan asset tetap
MEDIA PEMBELAJARAN TUNE-UPSEPEDA MOTOR 4 TAK DENGAN AUDIO VISUAL
AbstrakProgram ini bertujuan untuk mengatasi masalah dalam penyampaian materi pelajaranteknik otomotif yang selama ini sering terjadi misscomunication antara instruktur denganpeserta didik. Pembuatan media pembelajaran Tune-Up sepeda motor dengan audio visualini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap cara-cara Tune-Up sepeda motor baik itu 2 tak maupun 4 tak.Metode pembuatan media pembelajaran ini dilakukan dengan berbagai tahapdiantaranya yaitu dengan cara mengambil gambar, membuat animasi untuk gambarnya,dan menggunakan Macromedia Flash untuk tulisannya serta pengisian suara dilakukandengan video editing setelah format gambar dan tulisan dalam bentuk MPEG file.Hasil yang dicapai antara lain terbuatnya CD Audio Visual Tune-Up sepeda motor 4tak. Untuk selanjutnya diadakan uji kelayakan media yang dilakukan dengan dua cara yaitudengan mengkonsultasikan media pembelajaran tersebut kepada pakar mediapembelajaran audio visual untuk mengetahui seberapa layak media pemebelajaran inidigunakan sebagai media pembelajaran untuk bidang pendidikan. Uji berikutnya adalahuji materi media pembelajaran ini dengan cara mengujicobakan langsung kepada pesertadidik yang dilanjutkan dengan evaluasi oleh peserta didik, baik itu evaluasi materi maupunevaluasi media pembelajaran tersebut.Kata kunci : Media Pembelajaran, Audio Visual, Tune-Up Sepeda Moto
Media Pembelajaran Tune-upsepeda Motor 4 Tak Dengan Audio Visual
Program ini bertujuan untuk mengatasi masalah dalam penyampaian materi pelajaranteknik otomotif yang selama ini sering terjadi misscomunication antara instruktur denganpeserta didik. Pembuatan media pembelajaran Tune-Up sepeda motor dengan audio visualini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap cara-cara Tune-Up sepeda motor baik itu 2 tak maupun 4 tak.Metode pembuatan media pembelajaran ini dilakukan dengan berbagai tahapdiantaranya yaitu dengan cara mengambil gambar, membuat animasi untuk gambarnya,dan menggunakan Macromedia Flash untuk tulisannya serta pengisian suara dilakukandengan video editing setelah format gambar dan tulisan dalam bentuk MPEG file.Hasil yang dicapai antara lain terbuatnya CD Audio Visual Tune-Up sepeda motor 4tak. Untuk selanjutnya diadakan uji kelayakan media yang dilakukan dengan dua cara yaitudengan mengkonsultasikan media pembelajaran tersebut kepada pakar mediapembelajaran audio visual untuk mengetahui seberapa layak media pemebelajaran inidigunakan sebagai media pembelajaran untuk bidang pendidikan. Uji berikutnya adalahuji materi media pembelajaran ini dengan cara mengujicobakan langsung kepada pesertadidik yang dilanjutkan dengan evaluasi oleh peserta didik, baik itu evaluasi materi maupunevaluasi media pembelajaran tersebut
