2 research outputs found
Aktivitas isolat plant growth promoting rhizobia asal tanah terpupuk kimia dan tidak terpupuk terhadap pertumbuhan jagung
Penggunaan pupuk kimia dalam jangka panjang menyebabkan kerusakan tanah dan menurunkan produktivitas jagung yang kemungkinan disebabkan oleh menurunnya aktivitas PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) yang ada di lingkungan. Oleh karena itu, penting untuk menentukan apakah aktivitas PGPR pada tanah yang mengalami pemupukan kimiawi mengalami penurunan. Pada penelitian ini, efek dari tiga isolat PGPR yang berasal dari tanah yang dipupuk kimia dan tiga isolat dari tanah yang tidak dipupuk dibandingkan secara terpisah. Parameter pengamatan meliputi panjang akar, tinggi tanaman, berat basah dan kering, dan jumlah daun jagung (Zea mays L.) selama fase V1-V3, dengan jagung ditanam pada media agar di rumah kaca selama 7 hari. Dampak perlakuan yang berbeda dari perendaman dan penyiraman inokulum, serta pemotongan akar dan tanpa pemotongan, pada panjang akar jagung juga diamati. Selanjutnya, masing-masing isolat dari tanah yang dipupuk dan tidak dipupuk dengan aktivitas tertinggi diidentifikasi dengan Gen 16S rRNA. Aplikasi isolat dari tanah yang dipupuk kimia menunjukkan hasil yang lebih baik, dengan tinggi tanaman, panjang akar, berat basah dan kering, serta jumlah daun masing-masing 3,64%, 71,74%, 1,60%, dan 14,71% lebih tinggi dibandingkan dengan isolat dari tanah yang tidak dipupuk. Selain itu, perlakuan perendaman menghasilkan panjang akar 13,89% lebih panjang dibandingkan dengan penyiraman, dan perlakuan tanpa pemotongan akar 15,25% lebih panjang dibandingkan dengan perlakuan pemotongan. Identifikasi Gen 16S rRNA terhadap isolat dengan aktivitas tertinggi dari tanah yang dipupuk kimiawi dan tanah tidak dipupuk menunjukkan keduanya adalah Bacillus cereus. Penelitian ini menunjukkan isolat dari tanah yang dipupuk kimiawi memiliki aktivitas yang lebih baik dibandingkan dengan isolat dari tanah yang tidak dipupuk
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Dan Etos Kerja Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Pada Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Selatan
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuii pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Etos Kerja terhadap Efektivitas Kerja Pada Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Selatan. Metode yang digunakan dalam peneiitian ini adalah metode kuantiitatif dengan jumlah sampel yang diteliiti adalah 37 pegawai. Teknik analisis data yangdigunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda, analisis koefisien korelasi, analisis koefisien determinasi, Ada dua jenis uji yang dapat digunakan untuk mengevaluasi suatu hipotesis: uji t dan uji f. Program perangkat lunak "SPSS" dapat digunakan untuk melakukan kedua pengujian tersebut. Hasil uji t menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh, dengan nilai signifikansi 0,031<0,05 yang menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan secara parsial terhadap efekttivitas kerja. Sedangkan variabel efektivitas kerja memiliki nilai signifikan 0,000 < 0,05 hal ini berarti ada pengaruh yang signifikan antara etos kerja terhadap efektivitas kerja. Dari hasil uji-F yang dibahas sekaligus diperoleh nilai signifikansi 0,001 < 0,05 berarti menolak H0 dan menerima Ha. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara kepemimpinan transformasional dan etos kerja terhadap efektivits kerja pada Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Selatan.
Kata Kunci: Kepemimpinan Transformasional, Etos Kerja dan Efektivitas Kerja Pegawai
ABSTRACT
This study aims to determine the effect of Transformational Leadership and Work Ethic on Work Effectiveness at the Regional Secretariat Organizational Bureau of South Sumatra Province. The method used in this studyis a quantitativemethod with the number of samples studied is 37 employeess. The data analysis technique used in this study is multiple linear regreession analysis, correlation coefficient analysiis, coefficient of determination analysis. There are two types of tests that can be used to propose hypotheses: t test and ftest. The "SPSS" sofftware program can be used to perform both tests. The results of the t-test indicate that transformational leadership has an effect, with a significance of 0.031 <0.05, which indicates that transformational leadership has a partially significant effecton work effectiveness. While the work effectiveness variable has a significant value of 0.000 <0.05, this means that there is a significant influence between work ethic and work effectiveness. From the results of the F-test discussed, a significance value of 0.001 <0.05 means that it rejects Ho and accepts Ha. It can be said that therre is a strong relatiionship between transformational leadership and work ethic on work effectiveness at the Regional Secretariat Organizational Bureau of South Sumatra Province.
Keywords: Transformational Leadership, Work Ethic and Employee Effectivenes
