1,720,978 research outputs found
Preferensi Petani Terhadap Pemilihan Benih Jagung Hibrida di Desa Sumbersuko Kecamatan Wagir Kabupaten Malang.
Setiap tahunnya pemenuhan kebutuhan komoditas jagung mengalami
peningkatan yang berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia.
Pada Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang produksi komoditas jagung tergolong rendah
dan cenderung fluktuatif. Untuk itu perlu adanya peningkatan produksi salah satunya
dengan penggunaan benih jagung varietas unggul hibrida. Salah satu penghasil jagung
hibrida di Kecamatan Wagir yaitu Desa Sumbersuko. Banyaknya merek dan produsen
benih jagung hibrida di desa tersebut menimbulkan persaingan yang semakin ketat antar
produsen. Pada setiap produk benih jagung hibrida memiliki tingkat kualitas atribut yang
berbeda-beda sehingga menimbulkan perbedaan preferensi pada setiap petani. Hal
tersebut membuat produsen untuk melakukan pengembangan mengenai produknya
dengan melihat preferensi petani agar dapat memenuhi harapan petani untuk
meningkatkan produksi.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui preferensi petani dan kesediaan
membayar atau willingness to pay petani jagung terhadap atribut benih jagung hibrida.
Atribut benih jagung hibrida yang digunakan adalah harga benih, produktivitas, daya
tumbuh benih, volume kemasan benih, ketahanan hama penyakit, dan tempat pembelian
benih. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penentuan lokasi penelitian
dilakukan secara sengaja (purposive), yaitu di Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir,
Kabupaten Malang. Sampel penelitian yang digunakan berjumlah 105 petani yang
ditentukan berdasarkan teknik non-probability sampling dengan metode purposive
sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner.
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu discrete choice
experiment atau DCE menggunakan software Rstudio.
Hasil penelitian ini yaitu Petani jagung di Desa Sumbersuko memiliki preferensi
produk benih jagung hibrida dengan atribut seperti produktivitas 13 – 17 ton/ha, daya
tumbuh benih cepat (4-6 hari), volume kemasan benih satu kg, ketahanan terhadap hama,
dan tempat pembelian di kios. Selain itu, analisis marginal willingness to pay terhadap
pemilihan benih jagung hibrida menunjukkan bahwa petani di Desa Sumbersuko bersedia
membayar Rp. 50.138 lebih tinggi untuk produktivitas 13-17 ton/ha. Pada atribut daya
tumbuh benih, petani di Desa Sumbersuko bersedia membayar Rp. 32.424 lebih tinggi
untuk daya tumbuh benih cepat (4-6 hari). Selanjutnya adalah atribut volume kemasan
benih, petani di Desa Sumbersuko bersedia membayar Rp. 21.341 lebih tinggi untuk
volume kemasan benih 1 kg. Pada atribut ketahanan hama dan penyakit, petani di Desa
Sumbersuko bersedia membayar Rp. 38.953 lebih tinggi untuk benih dengan ketahanan
hama. Terakhir yaitu atribut tempat pembelian, petani di Desa Sumbersuko bersedia
membayar Rp. 14.007 lebih tinggi untuk tempat pembelian benih di kio
Analisis Pengaruh Sustainable Marketing Dan Health Awareness Terhadap Minat Beli Konsumen Crunchaus.
Crunchus salad, merupakan salah satu outlet yang menjalankan bisnis makanan sehat di kota Surabaya. Saat ini, perusahaan dan konsumen semakin khawatir akan perlunya beralih ke produk dan layanan ramah lingkungan serta produk yang tidak hanya memperbaiki lingkungan tetapi juga meningkatkan kesehatan tubuh. Minat beli konsumen dilakukan sebelum membandingkan dan mempertimbangkan berbagai penawaran dan keunggulan beberapa produk yang berbeda. Pemasaran berkelanjutan dan kesadaran kesehatan yang dilakukan perusahaan tentunya tidak hanya memberikan alternatif pilihan bagi konsumen, namun juga dapat membentuk minat beli konsumen terhadap produk tersebut.
Permasalahan yang ada saat ini adalah penggunaan kemasan plastik berlebihan yang dilakukan oleh produsen makanan dapat merusak lingkungan. Selain itu mengkonsumsi sayuran atau salad juga dapat memenuhi kebutuhan manusia agar dapat hidup sehat dengan kesadaran diri akan kesehatannya. Penerapan keberlanjutan di Crunchus memberikan manfaat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memenuhi tingginya permintaan akan produk ramah lingkungan. Produk Crunchus dapat menjadi acuan penelitian dalam mempelajari faktor-faktor yang dapat menarik minat beli konsumen.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian ini diambil secara sengaja, dimana lokasi penelitian ditentukan secara sengaja. Penelitian dilakukan di salah satu outlet Crunchus yang berlokasi di Pakuwon Mall Jl. Mayjen Jonosewojo No. 2, Babatan, Kecamatan Wiyung, Surabaya, Jawa Timur. Metode penentuan responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling dan aksidental sampling. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian adalah Structural Equation Modeling (SEM) yang dibantu dengan software WarPLS 8.0. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan taraf signifikansi 5% dan nilai R2 minimal sebesar 0,25 dengan minimal sampel yang dibutuhkan adalah 70 sampel. Penelitian ini menemukan sebanyak 97 untuk menghindari kesalahan sampel.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran berkelanjutan berpengaruh terhadap minat beli konsumen. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwa variabel Pemasaran berkelanjutan mempunyai pengaruh positif, signifikan dan tidak signifikan terhadap minat beli konsumen Crunchhaus. Seperti variabel biaya pelanggan dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,179 dan p-value <0,043, komunikasi dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,430 dan p-value <0,001 serta kenyamanan dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,200 dan p-value <0,027. Sedangkan variabel solusi pelanggan mempunyai pengaruh positif dan tidak signifikan dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,09 dan p-value <0,280. Ditemukan bahwa variabel Kesadaran Kesehatan mempunyai pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Minat Beli Konsumen Crunchus. Dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,032 dan p-value <0,382
Preferensi Konsumen terhadap Katering Sehat Dailee Healthy Club di Kota Malang.
Adanya tren gaya hidup sehat yang mengalami perkembangan cukup pesat, termasuk mengonsumsi makanan sehat. Dengan begitu, memotivasi pelaku usaha untuk memanfaatkan peluang bisnis dengan membuat makanan dengan tren gaya hidup sehat, salah satunya yang telah diterapkan oleh Dailee Healthy Club. Salah satu produk yang diminati di Dailee Healthy Club adalah katering sehat. Namun, banyaknya produsen katering sehat yang terdapat di Kota Malang yang dapat menjadi pesaing bagi Dailee Healthy Club. Persaingan bisnis membuat menurunnya pendapatan penjualan dan turunnya konsumen, dalam artian bahwa preferensi konsumen rendah. Akan tetapi, konsumen berhak memutuskan sebelum membeli katering sehat dengan memperhatikan atribut yang melekat pada katering sehat seperti harga, klaim kesehatan, dan klaim nutrisi. Dengan demikian, untuk meningkatkan produk katering sehat Dailee Healthy Club, maka produsen perlu mengetahui mengenai preferensi konsumen dan willingness to pay konsumen terhadap atribut katering sehat. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi karakteristik konsumen katering sehat, 2) menganalisis preferensi konsumen terhadap katering sehat Dailee Healthy Club, 3) menganalisis willingness to pay konsumen terhadap atribut katering sehat Dailee Healthy Club.
Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Discrete Choice Experiment. Prosedur pengambilan sampel yang digunakan non-probability sampling secara purposive sampling. Penelitian dilakukan di Dailee Healthy Club tepatnya Tlogomas Kota Malang dan dilakukan survei menggunakan kuesioner dengan kriteria konsumen pernah membeli dan mengonsumsi katering sehat Dailee Healthy Club baik harian maupun berlangganan dan responden bersedia memberikan waktu untuk mengisi kuesioner dengan jujur. Jumlah sampel minumum yang digunakan berdasarkan perhitungan adalah 111 responden dan terkumpul sebanyak 116 responden. Adapun demikian, batasan dalam penelitian yakni preferensi dan willingness to pay konsumen yang dibatasi oleh atribut harga, klaim kesehatan, dan klaim nutrisi. Penelitian ini terdiri dari 9 choice sets dengan masing-masing choice sets terdiri dari 3 alternatif pilihan yaitu 2 opsi kombinasi dari atribut dan level yang telah ditentukan dan 1 opsi pilihan tidak memilih. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif, conditional logit, dan marginal willingness to pay.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden katering sehat Dailee Healthy Club didominasi oleh responden perempuan (86,2%). Usia responden paling banyak pada umur 36-43 tahun (41,3%). Tingkat pendidikan responden secara umum cukup tinggi dengan jumlah sampel yang memiliki gelar sarjana (41,3%). Pekerjaan responden didominasi wiraswasta (34,4%) dan jumlah pendapatan perbulan didominasi dengan rentang Rp.5.000.001-7.000.000.
Berdasarkan analisis conditional logit menggunakan sofware RStudio menunjukkan hasil koefisien negatif dan signifikan untuk kedua level atribut klaim kesehatan yaitu risiko diabetes -0,8237 dan risiko hipertensi -0,5905 dengan
viii
nilai p-value <0,05 dibandingkan klaim kesehatan mencegah risiko obesitas (variabel kontrol), dapat disimpulkan semakin tinggi tingkat risiko diabetes dan hipertensi, maka preferensi konsumen terhadap katering sehat menurun. Pada atribut klaim nutrisi, memperoleh hasil koefisien positif dan signifikan sebesar 4,3260 dengan p-value 0,0005 untuk katering sehat mengklaim rendah sodium berarti semakin tinggi katering sehat rendah sodium maka preferensi konsumen meningkat serta bernilai negatif dan signifikan untuk katering sehat mengklaim kandungan gula -0,3489 dengan p-value 0,0246 berarti semakin tinggi tingkat kandungan gula maka preferensi konsumen terhadap katering sehat menurun. Sedangkan atribut harga bernilai negatif dan signifikan -0,1601 dengan p-value 0,0025 diartikan konsumen katering sehat lebih menyukai harga rendah dibandingkan harga tinggi.
Hasil analisis marginal willingness to pay, diketahui konsumen bersedia membayar Rp.27.029 lebih tinggi katering sehat mengklaim nutrisi rendah sodium. Sedangkan katering sehat dengan klaim nutrisi kandungan gula, konsumen bersedia membayar Rp.21.797 lebih rendah dibandingkan katering sehat dengan klaim rendah lemak (variabel kontrol). Atribut klaim kesehatan pada level risiko diabetes, konsumen bersedia membayar Rp.51.463 lebih rendah katering sehat dibandingkan katering sehat berklaim mencegah risiko obesitas. Kemudian, klaim kesehatan risiko hipertensi, konsumen bersedia membayar Rp. 36.897 lebih rendah katering sehat daripada katering sehat dengan klaim kesehatan mencegah risiko obesitas (variabel kontrol). Hasil penelitian ini memberikan implikasi terhadap teori preferensi konsumen (pilihan suka atau tidak suka konsumen terhadap produk) dengan variabel harga, klaim kesehatan, dan klaim nutrisi dapat melihat atribut-atribut yang mempengaruhi konsumen dalam membeli katering sehat Dailee Healthy Club. Implikasi manajerial yang dapat diterapkan oleh pelaku usaha adalah lebih memperhatikan atribut yang terdapat pada katering sehat yang berfokus pada peningkatan preferensi konsumen terkait katering sehat dengan meningkatkan keunggulan dari atribut produk
Pengaruh Social Media Marketing Terhadap Minat Dan Keputusan Pembelian Konsumen Pada Usaha Makanan Sehat Di Kota Malang
Perkembangan bisnis kuliner di kota Malang pada setiap tahun selalu mengalami kenaikan, sehingga membuat persaingan antar perusahaan menjadi semakin ketat. Salah satu strategi untuk menghadapi persaingan yaitu dengan menerapkan strategi pemasaran yang tepat. Saat ini pemasaran lebih banyak dilakukan secara online melalui internet, dikarenakan jumlah pengguna internet yang semakin banyak, serta pengunaannya yang lebih mudah dan murah. Alasan utama seseorang menggunakan internet yaitu untuk menggunakan media sosial seperti Instagram. Instagram mampu menerapkan strategi visual yang membuatnya efektif untuk mempromosikan produk, hal tersebut membuat perusahaan berlomba untuk memasarkan produk maupun jasanya melalui media sosial Instagram.
Tren penggunaan media sosial juga membuat adanya perubahan positif dalam hal gaya hidup, salah satunya yaitu makin tingginya kesadaran masyarakat Indonesia akan produk makanan sehat dan berbahan organik. Terjadinya pandemi COVID-19 saat ini semakin membuat masyarakat lebih menjaga gaya hidup dengan mengonsumsi makanan sehat. Hal-hal diatas dibaca dengan baik oleh pelaku usaha yang kini semakin banyak bergerak di bisnis kuliner sehat. Kondisi tersebut tentu menyebabkan persaingan bisnis kuliner di kota Malang semakin menantang bagi perusahaan makanan sehat Dailee. Perusahaan harus memperhatikan elemen the 7C Framework Interface Costumer dalam social media marketing dengan sebaik mungkin, supaya mampu mempengaruhi minat dan keputusan pembelian konsumen, serta tidak kalah bersaing dengan usaha kuliner sehat lainnya.
Penelitian ini membahas tentang pengaruh social media marketing terhadap minat dan keputusan pembelian konsumen di Dailee. Metode penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sebanyak 60 responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Structural Equation Modeling – Partial Least Square (SEM-PLS), menggunakan aplikasi WarpPLS 7.0, dengan pendekatan penelitian kuantitatif.
Hasil penelitian ini yaitu social media marketing yang terdiri atas variabel context, content, communication, dan connection memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap minat beli konsumen di Dailee, dengan variabel connection yang memiliki nilai path coefficient paling besar dalam mempengaruhi minat beli konsumen. Minat beli memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap keputusan pembelian konsumen di Dailee, dengan indikator minat eksploratif yang memiliki nilai path coefficient paling kuat dalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Social media marketing yang terdiri atas variabel context, content, communication, dan connection memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap keputusan pembelian melalui minat beli konsumen di Dailee, dengan variabel connection yang memiliki nilai t hitung paling besar dalam mempengaruhi keputusan pembelian melalui minat beli konsumen
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Pengaruh Social Media Marketing Melalui Instagram Terhadap Brand Equity Serta Dampaknya Pada Minat Beli Sayur Dan Buah
Industri e-commerce di Indonesia terus mengalami perkembangan, tidak terkecuali pada e-commerce yang menawarkan produk bahan makanan sehari-hari atau e-grocery. Fenomena meningkatnya minat membeli bahan makanan sehari-hari secara online, salah satu faktor utamanya disebabkan oleh terjadinya pandemi Covid-19. Pertumbuhan minat tersebut berbanding lurus dengan semakin banyaknya e-grocery yang bermunculan di Indonesia. Banyaknya jumlah e-grocery di Indonesia, kondisi pasar yang masih dalam tahap pertumbuhan dengan penetrasi penggunaan yang relatif masih cukup rendah dan masih terkonsentrasi hanya di daerah kota-kota besar seperti Jabodetabek, membuat e-grocery di Indonesia harus menghadapi persaingan yang kompetitif, terkhusus bagi e-grocery pendatang baru, salah satunya adalah Segari. Memperkuat brand equity menjadi hal yang perlu dilakukan Segari untuk mampu meningkatkan kemampuan bersaing di tengah persaingan yang semakin ketat tersebut, dan untuk memicu timbulnya minat beli, yang dapat dilakukan dengan aktivitas pemasaran melalui media sosial atau social media marketing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung social media marketing terhadap brand equity dan minat beli sayur dan buah, pengaruh brand equity terhadap minat beli sayur dan buah serta pengaruh social media marketing terhadap minat beli sayur dan buah melalui mediasi brand equity.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik purposive sampling dalam penentuan respondennya. Penelitian ini dilakukan melalui akun media sosial Instagram Segari @segari.id, pada bulan Februari - Maret 2023. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 80 responden yang merupakan pengikut akun Instagram @segari.id dan berdomisili di kawasan Jabodetabek. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode PLS-SEM melalui software SmartPLS 3.2.9.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa social media marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand equity Segari dan juga minat beli sayur dan buah di Segari. Peningkatan pada social media marketing tersebut paling tinggi tercermin melalui dimensi trendiness. Selanjutnya, brand equity juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli sayur dan buah di Segari. Kemudian, dalam pengaruh tidak langsung menunjukkan bahwa social media marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli melalui mediasi brand equity. Mediasi brand equity antara pengaruh social media marketing terhadap minat beli tergolong partial mediation. Bagi Segari, diharapkan dapat terus mengembangkan dan meningkatkan aktivitas social media marketing melalui Instagram, khususnya dalam dimensi trendiness dan entertainment, serta berupaya meningkatkan interaksi dengan audiens Instagramnya
Pengaruh Atribut Produk Sayuran Hidroponik terhadap Keputusan Pembelian di Masa Pandemi COVID-19 di P4S Maura Farm Bekasi.
Mengatur gaya hidup sehat menjadi salah satu ukuran standar kualitas
yang sangat penting saat ini. Gaya hidup sehat menjadi kebiasaan baru, salah
satunya dengan meningkatkan pola makan dengan mengkonsumsi pangan sehat
dan bergizi tinggi seperti sayuran. Kebutuhan sayuran yang semakin meningkat tiap
tahunnya berbanding terbalik dengan lahan pertanian yang tersedia terutama di
wilayah perkotaan, maka dari itu, sayuran hidroponik dapat menjadi solusi dalam
memenuhi permintaan sayuran di masa pandemi COVID-19. Kejadian pandemi
COVID-19 menyebabkan seseorang melakukan pola hidup sehat sehingga terjadi
peningkatan tren gaya hidup sehat. Alternatif pilihan yang disediakan untuk
masyarakat melakukan gaya hidup sehat yakni mengkonsumsi sayuran hidroponik.
Lokasi penelitian dilakukan di Kota Bekasi yaitu pada P4S Maura Farm Bekasi.
P4S Maura Farm Bekasi.
Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive
sampling dengan jumlah sampel sebanyak 105 responden yang memenuhi syarat
yaitu pernah membeli dan mengkonsumsi prosuk sayuran hidroponik di P4S Maura
Farm Bekasi setidaknya satu kali. Analisis data yang digunakan dalam penelitian
ini menggunakan SEM-PLS (Structural Equation Modelling-Partial Least Square).
Hasil dari penelitian pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian
sayuran hidroponik di P4S Maura Farm Bekasi memiliki pengaruh R2 sebesar
0,636, dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel keputusan pembelian
(Y) dapat dijelaskan oleh variabel X1 (kualitas), X2 (Merek), X3 (Kemasan), X4
(Harga) sebesar 63,6% sedangkan sisanya 36,4% dijelaskan oleh variabel lain di
luar penelitian. Variabel kualitas, merek dan harga memiliki pengaruh positif dan
signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan variabel kemasan memiliki
pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap keputusan pembelian.
Hal yang perlu diperhatikan oleh P4S Maura Farm Bekasi yaitu untuk tetap
menjaga dan memperhatikan kualitas, merek, dan harga pada produk sayuran
hidroponik di P4S Maura Farm Bekasi. Hal tersebut dikarenakan indikator yang
merefleksikan variabel kualitas, merek, dan harga memiliki nilai rata-rata di atas 3
(tiga). Nilai indikator di tersebut menunjukkan bahwa konsumen setuju dengan
indikator tersebut danproduk yang ditawarkan P4S Maura Farm Bekasi memenuhi
keinginan konsumen
Strategi Pengembangan Usaha Bisnis Olahan Pisang Pada Usaha Banabooth di Situbondo.
Pengembangan suatu perusahaan ditentukan oleh kemampuan dalam
membangun sebuah strategi yang sesuai untuk mencapai seluruh tujuan, visi dan
misi serta memberikan kemajuan bagi perusahaan. Strategi pengembangan usaha
bisnis merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh perusahaan yang memiliki
tujuan untuk meningkatkan profitabilitas dan kemampuan perusahaan. Apabila
penerapan strategi pengembangan bisnis telah dilakukan dengan benar, maka
pangsa pasar bisnis lebih meningkat. Masyarakat Kabupaten Situbondo saat ini
tengah gemar mengonsumsi makanan ringan yang dijual oleh para pemilik bisnis
terutama di bidang kuliner. Banabooth adalah salah usaha di bidang kuliner yang
menjual produk dengan bentuk banana roll yang memiliki berbagai macam varian
rasa. Target konsumen Banabooth sendiri adalah dari semua kalangan masyarakat,
baik anak kecil hingga orang dewasa. Usaha ini masih tergolong usaha kecil
karena masih dalam tahap pengembangan bisnis dalam meningkatkan
pertumbuhan usaha Banabooth. Pada proses pengembangan usaha bisnis,
Banabooth harus menerapkan suatu model bisnis yang dapat membantu dan
meningkatkan reputasi perusahaan di pangsa pasar.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penerapan model bisnis dengan
menggunakan pendekatan Business Model Canvas dibantu dengan alat analisis
VRIO (value, rare, imitability, organization) untuk mengidentifikasi sumber daya
internal dan eksternal yang ada pada Banaboooth Situbondo serta dibantu oleh
analisis SWOT (strength, weakness, opportunities, threat), matrik IFE (internal
factor evaluation), matriks EFE (eksternal factor evaluation) dan QSPM
(quantitative strategic planning matrix) untuk mengetahui rancangan strategi
pengembangan bisnis yang cocok bagi Banabooth menyesuaikan kondisi saat ini.
Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif disertai dengan pendekatan kuantitatif. Pihak yang akan mengisi peneliti wawancara dan mengisi
kuisioner berjumlah tiga orang yaitu pemilik Banabooth, satu orang staf produksi
dan satu orang staf keuangan.
Hasil yang diperoleh dari tujuan penelitian ini yakni : (1) penerapan model
bisnis Banabooth dengan menggunakan pendekatan Business Model Canvas
dengan 9 (sembilan) elemen telah terpenuhi, yaitu key partnerships (kemitraan
utama), key activities (aktivitas utama), key resources (sumber daya utama), value
proposition (proposisi nilai), customer relationships (hubungan pelanggan),
channels (saluran), customer segment (segmentasi pasar), revenue streams (arus
pendapatan) dan cost structure (struktur biaya). (2) identifikasi sumber daya yang
ada pada Banabooth dengan menggunakan analisis VRIO adalah pada resources
Banabooth tidak memiliki sumber daya dengan keunggulan kompetitif sementara
untuk capabilities Banabooth hanya memiliki satu keunggulan kompetitif yaitu
pada reputasi merek. (3) Banabooth memiliki 7 (tujuh) kekuatan dan 6 (enam)
kelemahan pada faktor internal, sementara pada faktor ekstenal Banabooth
memiliki 7 (tujuh) peluang dan 6 (enam) ancaman. (4) Banabooth mendapatkan 3
(tiga) strategi alternatif yang sesuai dengan kondisi Banabooth saat ini
Strategi Pengembangan Usaha Bumdes Raharjo “Lumbung Strawberry” Di Desa Pandanrejo Kota Batu
Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) penting dilakukan oleh setiap desa, mengingat upaya tersebut akan berpengaruh pada ekonomi desa dan kesejahteraan masyarakat desa. Pengembangan BUMDes juga akan berpengaruh pada perekonomian nasional. Pentingnya peran BUMDes masih belum diikuti penanganan yang baik oleh manajemen BUMDes sendiri dan pemerintah daerah. Perkembangan yang baik pada suatu BUMDes akan berpengaruh pada desa, sehingga dapat dijadikan contoh oleh BUMDes lainnya dalam pengembangan usaha serta persaingan antar usaha yang sama akan semakin besar. Salah satu cara yang dapat digunakan oleh BUMDes untuk bertahan dalam kompetisi bisnis yang dilakukan yaitu dengan menerapkan suatu model bisnis untuk memudahkan proses bisnisnya. Pengembangan usaha yang dapat digunakan oleh BUMDes yaitu dengan menerapkan suatu model bisnis untuk memudahkan proses bisnisnya. Salah satu model bisnis yang dapat diterapkan secara sederhana menggunakan Business Model Canvas (BMC), dimana model bisnis ini akan menggambarkan terkait cara yang dilakukan BUMDes dalam menciptakan dan memberikan nilai tambah terhadap hasil produksinya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan gambaran usaha pada BUMDes Raharjo, mengidentifikasi usaha BUMDes Raharjo melalui Business Model Canvas (BMC), menganalisis potensi usaha yang dapat dijadikan sebagai keunggulan dari BUMDes Raharjo, dan membuat alternatif strategi yang dapat dijadikan sebagai prioritas pengembangan usaha BUMDes Raharjo.
Penelitian ini dilaksanakan di salah satu unit usaha BUMDes Raharjo, yaitu Lumbung Strawberry di Desa Pandanrejo, Kota Batu dengan teknik penentuan responden berupa purposive sampling. Responden dalam penelitian ini sebanyak dua orang yaitu Mas Andri sebagai koordinator lumbung stroberi, Mas Yudis sebagai koordinator stroberi fresh, dan Mas Sadam sebagai tour guide wisata petik stroberi. Selain itu, dalam penelitian ini juga menggunakan metode linear time function untuk mengetahui respoden dari konsumen lumbung stroberi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara menggunakan daftar pertanyaan dan kuisioner, observasi, dan dokumentasi untuk pendukung hasil penelitian. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis model bisnis berupa BMC yang digunakan untuk mengidentifikasi usaha di lumbung stroberi. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan analisis VRIO (Value, Rarity, Imitability, Organization) untuk melakukan analisis potensi usaha yang dapat dijadikan sebagai keunggulan kompetitif oleh lumbung stroberi. Melalui kedua analisis tersebut, alternatif strategi yang digunakan untuk pengembangan usaha dapat ditentukan melalui analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) dan terakhir melakukan analisis IPA (Importance Performance Analysis) untuk mengetahui antara kepentingan harapan dari customer dengan tingkat kinerja dari lumbung
viii
stroberi. Sehingga, dapat diketahui prioritas strategi yang harus dilakukan oleh lumbung stroberi melalui matriks SWOT.
Berdasarkan hasil analisis melalui sembilan blok BMC (Business Model Canvas) dapat diketahui bagaimana pelaksanaan usaha di lumbung stroberi yang terdiri dari: customer segment: wisatawan dan pedagang buah, customer relationship: konsistensi untuk menjaga mutu dan kualitas buah, channels: memanfaatkan media sosial untuk promosi dan mendatangi event-event, revenue stream: stroberi fresh dan wisata petik stroberi, value proposition: produk buah stroberi yang berkualitas, menjaga komunikasi dengan pelanggan, dan kemasan yang menarik, key activities: sortasi, pengiriman, dan perawatan fasilitas, key resource: buah stroberi yang berkualitas dan kemampuan dan pengalaman SDM, key patners: petani stroberi, tengkulak, dan wisata petik buah lainnya, dan cost structure: biaya air, listrik, pengemasan dan perawatan fasilitas. Berdasarkan hasil dari analisis VRIO (value, rarity, imitability, and organization) menujukkan bahwa sumber daya lumbung stroberi sebagian besar bersifat “Kesetaraan kompetitif” yang dimana dapat dijadikan sebagai keunggulan kompetitif, namun keunggulan tersebut bersifat sama dengan kompetitior. Terdapat juga satu sumber daya yang tergolong “Keunggulan kompetitif berkelanjutan. Selain itu juga, terdapat juga sumber daya yang tergolong “Keunggulan kompetitif sementara”. Selanjutnya, kapabilitas yang dimiliki oleh lumbung stroberi sebagian besar tergolong “Kesetaraan kompetitif”. Terdapat juga satu kapabilitas yang tergolong “Keunggulan kompetitif berkelanjutan”. Selanjutnya, berdasarkan hasil analisis SWOT, diketahui bahwa prioritas strategi terdapat pada kuadran I yang merupakan penerapan strategi SO (Strength-Opportunity) yang dinilai sangat menguntungkan bagi lumbung stroberi. Dan berdasarkan hasil analisis IPA diketahui bahwa kinerja dari lumbung stroberi sudah melebihi dari harapan konsumen atau sudah memuaskan baik dari produk wisata petik stroberi maupun buah stroberi fresh. Hal tersebut ditunjukkan hasil dari tingkat kesesuaian sudah lebih dari 100%. Namun, terdapat beberapa yang masuk ke kuadran I yang dimana perlu untuk dilakukan perbaikan
- …
