173 research outputs found
Perubahan Komponen Kimia Strand Bambu Betung dengan Modifikasi Steam dan Pengaruhnya terhadap Sifat Oriented Strand Board.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan komponen kimia strand bambu betung selama perlakuan yang terdiri dari perlakuan steam, steam kemudian dibilas dengan aquades dan steam kemudian dibilas dengan NaOH 1% serta korelasinya terhadap peningkatan sifat fisis dan mekanis OSB yang dihasilkan kemudian dilanjutkan dengan pembuatan OSB dengan variasi perlakuan sehingga didapatkan perlakuan optimum untuk pembuatan OSB. Strand bambu betung diberi perlakuan steam dengan suhu 126 oC pada tekanan 0.14 MPa. Strand kemudian dipilah menjadi 3 sampel yaitu hanya perlakuan steam, steam bilas aquades dan steam bilas NaOH 1%. Sampel tersebut kemudian digiling dan disaring menjadi serbuk berukuran 40-60 mesh untuk pengujian komponen kimia. Strand untuk pembuatan OSB setelah diberi perlakuan steam kemudian dibilas menggunakan NaOH dengan variasi konsentrasi NaOH. Pengujian komponen kimia mengacu pada standar TAPPI, ASTM, Browning (1967) serta SNI (1992) untuk pengujian kadar pati.
Pembuatan OSB mengacu pada Febrianto dan Arinana (2012) lalu untuk pengujian sifat fisis mekanis mengacu pada JIS A 5908:2003 (JAS 2003) yang meliputi pengujian kerapatan, kadar air, pengembangan tebal, daya serap air, modulus of elasticity sejajar dan tegak lurus serat, modulus of rupture sejajar dan tegak lurus serat serta pengujian internal bond. Perlakuan yang diberikan pada strand bambu betung menghasilkan perubahan komponen kimia terutama pada penurunan kadar selulosa yang diakibatkan oleh degradasi hemiselulosa serta terlarutnya zat ekstraktif dari strand bambu betung. OSB dengan perlakuan steam dan pembilasan NaOH 1% memberikan sifat fisis dan mekanis terbaik sejalan dengan pengujian komponen kimia yang menunjukkan bahwa perubahan yang signifikan terlihat pada strand bambu betung yang diberi perlakuan steam dan pembilasan NaOH 1%. Peningkatan sifat fisis dan mekanis OSB yang dihasilkan disebabkan karena berkurangnya gugus hidroksil bebas yang dapat mengikat air yang disebabkan oleh degradasi hemiselulosa. Berkurangnya zat ekstraktif juga meningkatkan sifat fisis dan mekanis karena proses perekatan pada OSB akan semakin optimal tanpa keberadaan zat ekstraktif
Perubahan Komponen Kimia Strand Bambu Betung dengan Modifikasi Steam dan Pengaruhnya terhadap Sifat Oriented Strand Board
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan komponen kimia strand bambu betung selama perlakuan yang terdiri dari perlakuan steam, steam kemudian dibilas dengan aquades dan steam kemudian dibilas dengan NaOH 1% serta korelasinya terhadap peningkatan sifat fisis dan mekanis OSB yang dihasilkan kemudian dilanjutkan dengan pembuatan OSB dengan variasi perlakuan sehingga didapatkan perlakuan optimum untuk pembuatan OSB. Strand bambu betung diberi perlakuan steam dengan suhu 126 oC pada tekanan 0.14 MPa. Strand kemudian dipilah menjadi 3 sampel yaitu hanya perlakuan steam, steam bilas aquades dan steam bilas NaOH 1%. Sampel tersebut kemudian digiling dan disaring menjadi serbuk berukuran 40-60 mesh untuk pengujian komponen kimia. Strand untuk pembuatan OSB setelah diberi perlakuan steam kemudian dibilas menggunakan NaOH dengan variasi konsentrasi NaOH. Pengujian komponen kimia mengacu pada standar TAPPI, ASTM, Browning (1967) serta SNI (1992) untuk pengujian kadar pati.
Pembuatan OSB mengacu pada Febrianto dan Arinana (2012) lalu untuk pengujian sifat fisis mekanis mengacu pada JIS A 5908:2003 (JAS 2003) yang meliputi pengujian kerapatan, kadar air, pengembangan tebal, daya serap air, modulus of elasticity sejajar dan tegak lurus serat, modulus of rupture sejajar dan tegak lurus serat serta pengujian internal bond. Perlakuan yang diberikan pada strand bambu betung menghasilkan perubahan komponen kimia terutama pada penurunan kadar selulosa yang diakibatkan oleh degradasi hemiselulosa serta terlarutnya zat ekstraktif dari strand bambu betung. OSB dengan perlakuan steam dan pembilasan NaOH 1% memberikan sifat fisis dan mekanis terbaik sejalan dengan pengujian komponen kimia yang menunjukkan bahwa perubahan yang signifikan terlihat pada strand bambu betung yang diberi perlakuan steam dan pembilasan NaOH 1%. Peningkatan sifat fisis dan mekanis OSB yang dihasilkan disebabkan karena berkurangnya gugus hidroksil bebas yang dapat mengikat air yang disebabkan oleh degradasi hemiselulosa. Berkurangnya zat ekstraktif juga meningkatkan sifat fisis dan mekanis karena proses perekatan pada OSB akan semakin optimal tanpa keberadaan zat ekstraktif
Sifat Fisis dan Mekanis Oriented Strand Board Hibrida Kayu Sengon dan Bambu Andong pada Berbagai Tingkat Kerapatan Papan
Oriented Strand Board (OSB) yang terbuat dari kayu Sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen) memiliki kelebihan permukaan yang halus. Namun memiliki kelemahan stabilitas dimensi dan sifat mekanis yang tergolong rendah. Salah satu bahan baku yang dapat digunakan sebagai substitusi OSB kayu Sengon adalah bambu. Produk OSB dari bambu Andong (Gigantochloa pseudoarundinacea (Steudel.) Widjaja) memiliki kelebihan sifat mekanis dan stabilitas dimensi yang tinggi, namun memiliki kelemahan permukaan yang kasar, mudah mengelupas dan mudah terbelah. Hibrida OSB dibuat untuk mengatasi kelemahan sifat-sifat yang dihasilkan dari masing-masing OSB. Nilai kerapatan mempengaruhi kualitas OSB, sehingga perlu diketahui nilai kerapatan optimum OSB hibrida. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat fisis dan mekanis OSB hibrida kayu Sengon dan bambu Andong pada berbagai tingkat kerapatan papan. Strand kayu Sengon dan bambu Andong diberi perlakuan steam pada suhu 126 °C tekanan 0.14 MPa selama 1 jam. Strand bambu Andong kemudian dibilas dengan larutan NaOH 1 %. Papan berukuran (30x30x0.9) cm3 dibuat dengan kerapatan target 0.6 g.cm-3, 0.65 g.cm-3, dan 0.7 g.cm-3. Tiga lapisan OSB dari kayu Sengon sebagai face dan back dan bambu Andong sebagai core disusun dengan nisbah lapisan 25/50/25 (face/core/back). Papan dibuat dengan kadar perekat phenol formaldehida (PF) (SC=49.98 %) 10% serta ditambahkan parafin sebanyak 1%. Evaluasi sifat fisis dan mekanis OSB hibrida dilakukan berdasarkan standar JIS A 5908:2003 tentang papan partikel dan dibandingkan dengan standar CSA 0437.0 (Grade O-1) tentang manual desain OSB. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi kerapatan OSB hibrida maka sifat fisis dan mekanis OSB hibrida semakin baik. Secara umum stabilitas dimensi dan sifat mekanis OSB hibrida sudah memenuhi standar kecuali nilai IB. OSB hibrida terbaik yang dihasilkan dari penelitian ini adalah papan dengan kerapatan 0.7 g.cm-3
Karakteristik Oriented Strand Board Hibrida Kayu Sengon dan Bambu Betung pada Berbagai Kerapatan Papan
Oriented Strand Board (OSB) is a potential composite product to be developed. The combination of wood strand and bamboo strand as hybrid OSB raw materials is expected to produce better OSB characteristics. The density value affects the quality of OSB, so it is necessary to know the optimum density value of hybrid OSB. This study aims to analyze the characteristics of hybrid OSB Sengon wood (Paraserianthes falcataria) and Betung bamboo (Dendrocalamus asper) on various board densities. Sengon wood strand and Betung bamboo strand were treated by steam at 126 ºC temperature and under 0.14 MPa pressure for an hour. Betung bamboo strands were then washed with a solution of 1% NaOH. Hybrid Oriented strand boards were made with a size of (30x30x0.9) cm3 and 0.6 g.cm-3, 0.65 g.cm-3, dan 0.7 g.cm-3 target densities using 10% of phenol formaldehyde adhesive. Sengon wood strands were used in the face and back layers while Betung bamboo strands were used in the core layer with comparison of 25:50:25 (face:core:back). Determination of hybrid OSB Sengon wood and Betung bamboo characteristics were referred to JIS A 5908: 2003 about particleboard and the values was compared to CSA 0437.0 (Grade O-1) standards about OSB design manual. The results showed that the density affects the physical and mechanical properties values of hybrid OSB. The physical and mechanical properties were improved with increasing the board density. OSB with density 0.65 g.cm-3 and 0.7 g.cm-3 have good physical and mechanical properties based on CSA 0437.0 (Grade O-1) standard
Pengaruh Rasio Kompresi terhadap Sifat Fisis dan Mekanis Oriented Strand Board Hibrida Bambu Betung dan Andong
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat fisis dan mekanis oriented strand board (OSB) hibrida bambu betung dan andong pada berbagai rasio kompresi. Bahan baku berupa strand bambu betung (Dendrocalamus asper) dan bambu andong (Gigantochloa pseudoarundinaceae) diberi perlakuan steam dan dibilas menggunakan larutan NaOH 1%. Oriented strand board dibuat dengan Rasio kompresi 1.15:0.98(A), 1.25:1.07(B), 1.35:1.15(C), 1.44:1.23(D) dan 1.54:131(E). Tiga lapis OSB dibuat dengan komposisi betung:andong:betung dan shelling ratio 25:50:25 (face:core:back) yang direkat dengan perekat fenol formaldehida (PF) (SC=43%) dengan kadar perekat 8%. Parafin ditambahkan sebanyak 1% dari berat kering oven strand. Evaluasi sifat fisis dan mekanis OSB dilakukan berdasarkan standar CSA 0437.0 (Grade O-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio kompresi dapat meningkatkan sifat mekanis. Namun, peningkatan rasio kompresi menyebabkan penurunan stabilitas dimensi pada produk OSB hibrida
Pengaruh Waktu dan Suhu Steam terhadap Sifat Fisis dan Mekanis Oriented Strand Board Bambu Betung
Bambu merupakan salah satu jenis bahan berlignoselulosa dengan banyak
manfaat dan potensi. Beberapa penelitian yang telah dilakukan menunjukkan
bahwa bambu cocok dijadikan sebagai bahan baku Oriented Strand Board (OSB).
Penelitian terdahulu meliputi perlakuan steam pada suhu yang relatif rendah dan
waktu yang relatif singkat sudah banyak dilakukan, namun kombinasi waktu dan
suhu steam optimum yang menghasilkan sifat-sifat OSB yang baik belum
diketahui. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh waktu
dan suhu steam terhadap sifat-sifat OSB yang dihasilkan. Penelitian bertujuan
untuk mengevaluasi pengaruh waktu dan suhu steam terhadap sifat fisis dan
mekanis OSB bambu. Strand bambu diberi perlakuan steam selama (1, 2, dan 3)
jam pada suhu (115, 120, dan 126) °C kemudian dibilas dengan larutan NaOH
1%. OSB bambu dibuat dengan ukuran (30x30x0.9) cm3 dengan kerapatan target
0.7 g cm-3. Pengujian sifat fisis dan mekanis mengacu pada standar CSA 0437.0
(Grade O-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi waktu dan suhu
steam memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap sifat fisis dan
mekanis OSB yang dihasilkan. Kombinasi waktu dan suhu 2 jam 126 °C
menghasilkan sifat fisis dan mekanis OSB yang paling baik dibandingkan
perlakuan lainnya
The Effect of Adhesive Content and Wood Species to the Physical and Mechanical Properties of Small Scale and Full Scale OSB Made From Two Species of Community Forest Timber
INTRODUCTION. Nowadays, the community forest has become one of timber supplier in Indonesia. The species that usually planted in this community forest is a fast growing species which low in quality. OSB is one of composite product that can produced from low quality wood. Many reserch about utilization local species timber for OSB has been applied. The objective of this research is to examine and to compare the physical and mechanical properties of small scale and full scale OSB made from two (2) kind of wood species and two (2) level of adhesive content. Furthermore, the objective is also to determine the best treatment for OSB. MATERIAL AND METHOD. The raw material used is wood strand of Acacia (Acacia mangium Willd.) and Manii (Maesopsis eminii Engl.). The amount of Methylene di-Phenil di-Isocyanate (MDI) adhesive used was 5 and 7%. Wax was added in amount of 1%. The physical (i.e density, moisture content, water absorption and thickness swelling) and mechanical (i.e Modulus of Elasticity, Modulus of Rupture, Internal Bond and Screw Holding Power) properties were evaluated. The results were also be compared with JIS A 5908 and CSA 0437.0 (Grade O-2) standards. RESULT. The difference of wood species that used in producing OSB affecting the physical and mechanical properties of OSB. The physical properties that did not affected are density and moisture content, whereas the mechanical properties that did not affected are wet MOR perpendicular to strand orientation and screw holding power. The level of adhesive content also affecting the physical and mechanical properties of OSB. The physical properties that did not affected are density, moisture content and thickness swelling (2 hour). The mechanical properties that did not affected is dry MOR parallel to strand orientation, internal bond and screw holding power. OSB made from Manii with 7% of adhesive content is the best board, whereas OSB made from mix wood (acacia and manii) with 5% of adhesive content is the worst board. Wood species that give the best properties is acacia and the worst is mix wood. The best adhesive content is 7%. The small scale board have a better quality than a full scale board.Dewasa ini, produksi kayu bulat dari hutan alam Indonesia mengalami penurunan, sedangkan kebutuhan kayu semakin meningkat. Berbagai cara telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kayu tersebut, salah satunya adalah dengan memanfaatkan jenis-jenis kayu dari hutan rakyat. Kayu yang berasal dari hutan rakyat memiliki kualitas yang kurang baik karena umumnya berdiameter kecil dan mengandung banyak kayu juvenil. Menurunnya kualitas kayu tersebut membuat produk komposit menjadi suatu alternatif. Salah satu produk komposit yang sedang populer adalah papan strand berorientasi (oriented strand board) atau yang lebih dikenal dengan OSB. OSB merupakan panel dari strand kayu yang direkat dengan perekat tipe eksterior dan dikempa panas. Penelitian mengenai pemanfaatan kayu rakyat sebagai bahan baku OSB telah banyak dilakukan. Samosir (2008) dalam penelitiannya mendapatkan bahwa kombinasi OSB terbaik adalah OSB dengan face yang terbuat dari kayu manii dan core dari kayu akasia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menerangkan pengaruh perbedaan kadar perekat dan pencampuran strand kayu akasia dan manii dalam pembuatan OSB terhadap sifat fisis dan mekanisnya dan menentukan perlakuan yang dapat memberikan sifat terbaik terhadap OSB yang dihasilkan. Pengujian sifat fisis mekanis papan merujuk pada standar JIS A 5908 (2003) tentang papan partikel dan standar CSA 0437.0 (Grade O-2) tentang OSB. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis kayu dan kadar perekat yang digunakan. Kayu akasia, manii dan campuran digunakan sebagai bahan baku pembuatan OSB. Kadar perekat yang digunakan adalah 5% dan 7% dengan penambahan parafin sebanyak 1%. Parameter sifat fisis dan mekanis yang diamati meliputi kerapatan, kadar air, daya serap air, pengembangan tebal, modulus lentur (MOE), modulus patah (MOR), kekuatan rekat (internal bond) dan kuat pegang sekrup. Berdasarkan pengujian sifat fisis terhadap OSB kecil yang dibuat didapatkan nilai sebagai berikut: nilai rata-rata kerapatan OSB hasil penelitian berkisar antara 0,49-0,56 g/cm3, nilai rata-rata kadar air OSB hasil penelitian berkisar antara 7,96-8,65%, nilai rata-rata daya serap air OSB 2 jam berkisar antara 6,25-12,98%, nilai rata-rata daya serap air OSB 24 jam berkisar antara 32,46-52,02%, nilai rata-rata pengembangan tebal OSB 2 jam hasil penelitian berkisar antara 1,46-6,26%, nilai rata-rata pengembangan tebal OSB 24 jam hasil penelitian berkisar antara 6,34-21,30%. Sedangkan pengujian sifat mekanis menghasilkan data sebagai berikut: nilai rata-rata MOE kering sejajar serat OSB hasil penelitian berkisar antara 30.215- 49.773 kg/cm2, nilai rata-rata MOE kering tegak lurus serat OSB hasil penelitian berkisar antara 9.096-13.356 kg/cm2, nilai rata-rata MOE basah sejajar serat OSB hasil penelitian berkisar antara 11.006-26.358 kg/cm2, nilai rata-rata MOE basah tegak lurus serat OSB hasil penelitian berkisar antara 3.208-8.276 kg/cm2, nilai rata-rata MOR kering sejajar serat OSB hasil penelitian berkisar antara 222,7- 388,5 kg/cm2, nilai rata-rata MOR kering tegak lurus serat OSB hasil penelitian berkisar antara 100,4-178,7 kg/cm2, nilai rata-rata MOR basah sejajar serat OSB hasil penelitian berkisar antara 121,5-206,3 kg/cm2, nilai rata-rata MOR basah tegak lurus serat OSB hasil penelitian berkisar antara 42,7-90,9 kg/cm2, nilai ratarata kekuatan rekat OSB hasil penelitian berkisar antara 3,54-6,88 kg/cm2, nilai rata-rata kuat pegang sekrup OSB hasil penelitian berkisar antara 40,07-49,83 kg. Perlakuan pemakaian jenis kayu yang berbeda (kayu manii, kayu akasia dan campuran keduanya) dalam pembuatan OSB dapat mempengaruhi nilai sifat fisis dan mekanis OSB. Nilai sifat fisis yang tidak terpengaruh adalah kerapatan dan kadar air, sedangkan pada sifat mekanis nilai yang tidak terpengaruh adalah nilai keteguhan patah basah tegak lurus serat dan kuat pegang sekrup. Perlakuan perbedaan kadar perekat (5 % dan 7%) dalam pembuatan OSB pun dapat mempengaruhi nilai sifat fisis dan mekanis papan yang dihasilkan. Nilai sifat fisis yang tidak terpengaruh adalah nilai kerapatan, kadar air dan pengembangan tebal 2 jam, sedangkan sifat mekanis yang tidak terpengaruh adalah nilai keteguhan patah kering sejajar serat, kekuatan rekat internal dan kuat pegang sekrup. OSB yang terbuat dari jenis kayu akasia dengan kadar perekat 7% merupakan jenis OSB terbaik bila dibandingkan dengan karakteristik sifat OSB dari kombinasi strand dan kadar perekat lain. Sedangkan OSB yang terbuat dari kayu campuran kayu manii dan akasia dengan kadar 5% merupakan OSB terburuk. Jenis kayu yang memberikan pengaruh terbaik adalah jenis kayu akasia, diikuti jenis kayu manii dan yang terburuk adalah jenis kayu campuran. Kadar perekat terbaik adalah sebesar 7%. Penelitian tahap kedua dilakukan untuk membandingkan kualitas antara papan besar dengan papan kecil. Berdasarkan hasil perbandingan didapatkan bahwa papan besar memiliki kualitas yang lebih rendah jika dibandingkan papan kecil, baik untuk sifat mekanis maupun sifat fisisnya. Hasil uji retensi kekuatan papan besar menunjukan bahwa papan yang terbuat dari campuran strand kayu Akasia dan Manii merupakan papan yang dapat digunakan untuk keperluan eksterio
Pengaruh Kombinasi Strands Bambu Andong dan Betung Terhadap Kualitas Bambu Oriented Strand Board
Bambu merupakan salah satu bahan alternatif untuk produk papan
komposit seperti Bambu Oriented Strand Board (BOSB) dengan sifat fisis dan
mekanis yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sifat
fisis dan mekanis BOSB yang terbuat dari berbagai kombinasi jenis bambu.
Strand bambu Andong (Gigantochloa pseudoarundinaceae) dan bambu Betung
(Dendrocalamus asper) diberi perlakuan steam pada suhu 126 ºC dan tekanan
0.14 MPa selama 1 jam dilanjutkan dengan bilas NaOH 1%. OSB dibuat dengan
empat tipe meliputi BOSB Betung tunggal, BOSB Andong tunggal, BOSB
hibrida Andong Betung, dan BOSB hibrida Betung Andong. Strand unutk
masing-masing tipe BOSB kemudian dicampur dengan perekat phenol
formaldehyde (PF) (SC=44.78%) dengan kadar perekat 10%. Campuran tersebut
disusun tiga lapisan dengan nisbah 25/50/50 (face/core/back) dalam cetakan
berukuran (30x30x0.9) cm3. Selanjutnya dilakukan proses kempa pada suhu 135
oC dan tekanan 2.45 MPa selama 9 menit. BOSB kemudian dikondisikan selama
14 hari. Evaluasi sifat fisis dan mekanis BOSB dilakukan berdasarkan standar JIS
A 5908-2003 tentang particleboards dan dibandingkan dengan Canadia
Standards Association (CSA) 0437.0 (Grade O-1). Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa perbedaan kombinasi bambu mempengaruhi sifat fisis dan
mekanis BOSB. Penggunaan kombinasi bambu sangat potensial untuk
dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan salah satu bahan baku BOSB
Karakteristik Oriented Strand Board Hibrida Strand Sengon dan Mangium dengan Perlakuan Steam pada Berbagai Tingkat Kerapatan Papan
Oriented Strand Board (OSB) merupakan produk yang dapat memanfaatkan
kayu fast growing species dan bahan baku secara efisien. Kombinasi bahan baku dan
perlakuan pendahuluan steam diterapkan untuk meningkatkan kualitas papan.
Penelitisn ini adalah untuk mengevaluasi karakteristik OSB hibrida strand Sengon dan
Mangium dengan perlakuan steam pada berbagai tingkat kerapatan papan. Strand
Sengon (Paraserianthes falcataria) dan Mangium (Acacia mangium) diberi perlakuan
pendahuluan steam. Papan OSB hibrida dibuat dengan kerapatan target 0.6 g.cm-3, 0.65
g.cm-3, dan 0.7 g.cm-3. Papan OSB hibrida dibuat tiga lapis dengan nisbah lapisan
(25/50/25) dan perekat phenol formaldehyde (PF) (SC = 49.95%) 10%. OSB hibrida
berhasil dibuat dengan kerapatan sesuai dengan kerapatan target. Peningkatan
kerapatan papan menyebabkan peningkatan sifat fisis dan mekanis OSB hibrida. OSB
hibrida dengan kerapatan 0.7 g.cm-3merupakan OSB hibrida dengan kualitas terbaik
Sifat Fisis dan Mekanis Bambu Oriented Strand Board (BOSB) pada Berbagai Jenis Bambu dan Kadar Perekat
INTRODUCTION. Bamboo has been used as raw material for construction, furniture, paper, composite boards including bamboo oriented strand board (BOSB) and others. In order to reduce production cost in manufacturing BOSB, phenol formaldehyde (PF) resin was used in this research. The objectives of this research were to evaluate the physical and mechanical properties of BOSB prepared from various bamboo species and resin content. MATERIALS AND METHOD. Strands were prepared from tali bamboo (Gigantochloa apus (J.A & J.H. Schultes) Kurz) and hitam bamboo (Gigantocholoa atroviolacea Widjaja). The strands were dried in oven at a temperature of 60 °C to reach the moisture content (MC) around 5%. Commercial phenol formaldehyde (PF) resin was used in amount of 6%, 8% and 10%. Paraffin was used in amount of 1%. The geometry strand, physical properties (i.e., density, MC, water absorption (WA), and thickness swelling (TS)), mechanical properties (i.e., modulus of elasticity static (MOEs), modulus of rupture (MOR), internal bond (IB), and screw holding power (SHP)) were evaluated. Nondestructive test (NDT) of stress wave velocity (SWV) and MOE dynamic (MOEd) parameter was also evaluated. The results were also compared with CSA 0437.0 (grade O-2) standard for OSB. RESULT. The average value of slenderness ratio of tali and hitam bamboo strands were 75.24 and 67.74, respectively. The average value of aspect ratio of tali and hitam bamboo strands was 3.6 and 3.44, respectively. Physical and mechanical propertes of BOSB were much affected by bamboo species and resin content. BOSB prepared from tali bamboo strands showed better physical and mechanical properties compared to BOSB prepared from hitam bamboo strands. The higher the resin content applied resulted in the better the physical and mechanical properties of BOSB. Based on NDT (i.e., sound waves) the best relationship was achieved by SWV-MOEs parallel to the grain direction, MOEd- MOR and MOEd-MOEs from parallel and perpendicular to the grain direction (95% confidence level). BOSB made from tali bamboo strands with 10% PF resin content had excellent physical and mechanical properties. All the parameters measured fulfilled the requirement of CSA 0437.0 (grade 0-2) standard for OSB.Bambu sudah dimanfaatkan sebagai bahan baku konstruksi, furniture, kertas, papan komposit, termasuk papan OSB bambu dan lain-lain. Perekat fenol formaldehida (PF) digunakan pada penelitian ini dalam rangka untuk menurunkan biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisis-mekanis OSB, menentukan OSB terbaik dari dua jenis bambu dan tiga kadar perekat dan menduga sifat mekanis lentur OSB bambu dengan melihat hubungan SWV (stress wave velocity) dan MOEd (modulus of elasticity dinamyc) dengan MOEs (modulus of elasticity static) dan MOR (modulus of rupture). Bambu yang digunakan adalah tali (Gigantochloa apus (J.A & J.H. Schultes) Kurz) dan hitam (Gigantocholoa atroviolacea Widjaja). Strand-strand dikeringkan di dalam oven pada suhu 60 oC sampai mencapai kadar air (KA) sekitar 5%. Kadar perekat fenol formaldehida yang digunakan yaitu 6%, 8% dan 10% dan penambahan parafin sebanyak 1%. Pengujian yang dilakukan antara lain geometri strand, sifat fisis (kerapatan, kadar air, daya serap air, dan pengembangan tebal) dan sifat mekanis (modulus elastisitas statis (MOEs), modulus patah (MOR), internal bond (IB), dan pegang kuat sekrup (KPS)). Metode pengujian nondestruktif (NDT) juga dilakukan untuk menduga nilai stress wave velocity (SWV) dan modulus elastisitas dinamis (MOEd). Standar yang digunakan yaitu CSA 0437.0 (grade 0-2) untuk oriented strand board (OSB)
- …
