3 research outputs found

    Manajemen Layanan Khusus Unit Koperasi Berbasis E-Money pada Pondok Pesantren Modern di Jawa Timur

    No full text
    Manajemen layanan khusus unit koperasi berbasis e-money dibentuk untuk mempermudah dan memperlancar pembelajaran, serta dapat memenuhi kebutuhan peserta didik pada unit koperasi berbasis e-money. E-money sendiri bertujuan untuk memberikan manfaat dan kemudahan dalam pengelolaan keuangan dan pencatatan transaksi. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan dan evaluasi layanan khusus unit koperasi pada pondok pesantren modern di Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipasi yang pasif, wawancara semistruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu 1) Perencanaan unit koperasi berbasis e-money terdiri atas perencanaan jangka panjang seperti penerapan e-money dan menyempurnakan pembukuan keuangan dan perencanaan jangka pendek seperti penyelenggaraan rapat, meningkatkan usaha toko; 2) Pengorganisasian unit koperasi berbasis e-money terdiri dari rapat anggota tahunan, pengurus, pengawas, dan anggota; 3) Pelaksanaan unit koperasi berbasis e-money berwujud beberapa usaha yaitu usaha toko makanan dan seragam, laundry, dan wartel; 4) Pengawasan unit koperasi berbasis e-money dilakukan setiap hari dengan terjun langsung dan evaluasi yaitu laporan keuangan koperasi dalam bentuk print out. Kata Kunci: manajemen layanan khusus, koperasi, e-money Abstract A distinctive service management for e-money-based koperasi (economic enterprise) units was established to facilitate and assist the learning process, and to meet the needs of students in e-money-based koperasi units. E-money itself aims to provide benefits and convenience in financial management and transaction recording. The purpose of this paper is to describe the planning, organization, implementation, and monitoring- evaluation of distinctive services for koperasi units in modern Islamic boarding schools in East Java. This research deployed qualitative research with a case study approach. Data collection techniques used was passive participatory observation, semi-structured interviews, and documentation. The results of this study suggests that; 1) Planning of an e-money-based koperasi unit consists of long-term planning such as implementing e-money and improving financial accounting and short-term planning such as carrying out meetings, increasing store's establishment; 2) Organizing e-money-based koperasi units consisting of annual member meetings, management, supervisors, and members; 3) Implementation of e-money-based koperasi units is carried out in the form of several businesses, such as food and uniform outlets, laundry, and wartel businesses; 4) Supervision of e-money-based koperasi units is carried out in daily basis by direct involvement and evaluation through the hard copy of koperasi financial reports

    PENGARUH KOLECER (KOTAK LITERASI CERDAS) TERHADAP PENGEMBANGAN MINAT BACA DI DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN KOTA BANJAR

    No full text
    This research aimed at proving the existence The Effect of Kolecer to Interest in Reading Development in Archive and Library of Banjar City. Type of this research is descriptive quantitative research. The subject of this research were user of Archive and Library of Banjar City and the object were the effect of Kolecer to interest in reading development in Archive and Library of Banjar City. Variabel in research were Kolecer (independent variable) and interest in reading (the dependent variable). Methods of data collection using qustionnaires, documentation, interviews, and observation. The analysis was performed with the hypothesis test product moment correlation and the data were analyze by mean formula. Results of the analysis showed that the Kolecer in the Archive and Library of Banjar City in both categories, as evidenced from the calculation of mean and grand mean of 3,12. Results of the analysis showed that the interest in reading in the Archive and Library of Banjar City in high categories, as evidenced from the calculation of mean and grand mean of 3,42. The correlation rate is said to be signification with a value 0,227. Direction of positive relation and quite influental relation level with interval coefficient correlation between 0,20 – 0,40. The author suggest to the librarian ini order to improve the program must upgrade the Kolecer program they have so that the interest reading can be better

    MENINGKATKAN KOMPETENSI USAHA KECIL MIKRO DI DESA LEDUG: PELATIHAN LITERASI DIGITAL MELALUI E-COMMERCE

    No full text
    Pesatnya kemajuan teknologi pada era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 ini menyebabkan persaingan dalam dunia perdagangan semakin ketat. Selain itu, tren strategi bisnis pun berubah yang semula menggunakan cara konvensional, kemudian beralih menjadi digital. Pelaku UMKM dan masyarakat umum diharapkan memiliki digital skills yaitu dalam memahami perangkat keras dan lunak dari Teknologi, Informasi, dan Komunikasi, serta sistem operasi digital. Pemanfaatan digitalisasi ini merupakan solusi yang tepat guna untuk berbisnis. Saat ini seringkali kita mendengar tentang bisnis online, bisnis online dapat memberikan peluang secara positif untuk mengembangkan bisnis. UMKM dituntut untuk selalu berinovasi dan memulai penjualannya secara online melalui aplikasi – aplikasi di e-commerce. Kegiatan pendampingan bisnis juga diberikan kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan bisnisnya untuk meningkatkan jumlah penjualan UMKM. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman literasi digital untuk memaksimalkan penjualan pada UMKM Desa Ledug melalui platform e-commerce seperti Shopee dan GoFood. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman dan motivasi peserta terkait e-commerce. Peserta yang sudah menggunakan platform tersebut mengalami peningkatan pendapatan. Meskipun peserta yang belum terbiasa menunjukkan minat tinggi, beberapa kendala seperti kesulitan penggunaan dan kurangnya informasi perlu diatasi. Kesimpulannya, pelatihan literasi digital mampu memberikan dampak positif, tetapi perlu memperhatikan faktor-faktor kemudahan penggunaan dan ketersediaan
    corecore