90 research outputs found

    Manajemen Perubahan dalam Integrasi Kurikulum di MA Darul Falah dan SMK Darul Falah Sukorejo Ponorogo

    No full text
    Fathoni, Syahrul, 2023. Manajemen Perubahan dalam Integrasi Kurikulum di MA Darul Falah dan SMK Darul Falah Sukorejo Ponorogo. Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo, Pembimbing Dr. Ahmadi, M.Ag. Kata Kunci:Manajemen Perubahan, Integrasi Kurikulum. Kurikulum merupakan alat dasar atau blue print dari pembelajaran dan pengajaran. Menurut Pasal 1 angka 8 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pemerintah telah membagi tahapan dan jenjang Pendidikan menjadi tiga, yakni dasar, menengah dan atas. Madrasah Aliyah (MA) dalam KMA Nomor 370 Bab I Pasal 1 ayat 1 disebutkan sebagai sekolah menengah umum yang berciri khas agama islam yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama sementara SMK merupakan satu jenis satuan pendidikan formal yang melaksankan pendidikan kejuruan. MA Darul Falah dan SMK Darul Falah Sukorejo Ponorogo merupakan dua lembaga yang mengitegrasikan kurikulum mereka satu sama lain. Penelitian ini bertujuan untuk menampilkan manajemen perubahan dalam integrasi kurikulum di MA Darul Falah dan SMK Darul Falah dengan fokus pembahasan: 1. Perencanaan manajemen perubahan integrasi kurikulum, 2. Pelaksanaan manajemen perubahan integrasi kurikulum, 3. Evaluasi Pelaksanaan manajemen perubahan integrasi kurikulum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus, lokasi penelitian di MA Darul Falah dan SMK Darul Falah Sukorejo Ponorogo. Objek penelitian ini adalah manajemen perubahan pada integrasi kurikulum. Adapun untuk metode pengumpulan data yang dipakai adalah metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan model interaktif dari Miles, Huberman dan Saldana yang meliputi, pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Berdasarkan temuan peneliti tentang perencanaan MA Darul Falah dan SMK Darul Falah dalam perencanaanya melakukan diagnostic situasional, penentuan tentang keadaan organisasi saat ini dari segi penataan pemangku kebijakan, identifikasi penolakan, besaran perubahan yang ingin dilakukan, dan terakhir adalah asesmen atau uji kesiapan organisasi, selanjutnya mencetuskan berbagai pilihan strategi, terakhir adalah mencetuskan kebijakan. Manajemen Perubahan dalam integrasi kurikulum yang terjadi di MA Darul Falah dan SMK Darul Falah adalah tiga kegiatan inti berupa komunikasi perubahan, penentuan mode kurikulum, serta pemaduan konsep kurikulumnya. Komunikasi perubahan dilakukan dengan menyampaikan semua hal tentang integrasi kurikulum pihak yang terlibat. Model integrasi kurikulum yang dianut adalah model tematik, mengkolaborasikan beberapa mata pelajaran yang memungkinkan adanya keterkaitan, proses terakhir adalah memadukan konsep antar mata pelajaran. Evaluasi manajemen perubahan dalam integrasi kurikulum, MA Darul Falah dan SMK Darul Falah dilakukan dengan koordinasi dan survey lapangan. Survey lapangan, dilakukan oleh inisiator program juga berdasarkan beberapa indicator yang sudah ditentukan sebelumnya.. Setelah mengumpulkan berbagai laporan dan kendala yang dialami oleh guru dan siswa, inisiator bersama kurikulum untuk pemecahan strategi serta merumuskan kebijakan untuk minggu berkutnya. Hasil temuan menunjukkan: manajemen perubahan dalam integrasi kurikulum yang dilakukan oleh MA dan SMK Darul Falah dapat berpengaruh kepada peningkatan kualitas siswa dan guru

    Pola Spasial Tingkat Aksesibilitas Suroboyo Bus Dengan Metode PTAL (Public Transport Accessibility Levels) Di Kota Surabaya

    No full text
    Pemerintah Kota Surabaya meresmikan layanan moda transportasi massal berbasis busdengan nama “Suroboyo Bus” pada tanggal 7 April 2018. Pada tahun 2022 terdapat 4 rute yangmelayani masyarakat Kota Surabaya. Rute Suroboyo Bus tersebut diantaranya yaitu TerminalPurabaya-Rajawali(PP), Gunung Anyar–Kenjeran Park(PP), Terminal Intermoda Joyoboyo–Jono Soewojo(PP), dan Terminal Purabaya–Tembaan(PP). Namun, pemanfaatan Suroboyo Bussebagai moda transportasi utama belum optimal dilihat dari rata-rataangka keterisian (load factor) kurang dari 50% pada Tahun 2021-2022. Hal ini dapatdisebabkan oleh beberapa faktor penting seperti kondisi aksesibilitas dan pola spasial terkaitketerjangkauan jarak tempuh dengan berjalan kaki yang masih cukup terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola spasial tingkat aksesibilitas Suroboyo Bus diKota Surabaya.Metode analisis yang digunakan adalah metode PTAL (Public Transport Accessibility Levels) untuk mengukur tingkat aksesibilitas Suroboyo Bus berdasarkan indeks Accessibility LevelsdiKota Surabaya. Setelah mengetahui nilai indeks aksesibilitas tersebut, dilanjutkan denganmenganalisis pola spasial dengan metode interpolasi Inverse Distance Weighted(IDW),selanjutnya dikaitkan dengan sistem kegiatan melalui metode overlaypeta penggunaanlahan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 93,34% dari luas Kota Surabaya tidak terjangkau (worst accessibility) layanan Suroboyo Bus berdasarkan jarak tempuh berjalan kaki secaraideal sejauh400 meter dari halte dan 85,46% tidak terjangkau berdasarkan jarak tempuh maksimal denganberjalan kaki 800 meter dari halte. Selain itu, 6–15% area lainnya mempunyai tingkataksesibilitas dengan kategori sangat kurang terjangkau dan kurang terjangkau. Jika dikaitkan dengan sistem kegiatan, penggunaan lahan untuk fasilitas umum, perdagangan dan jasa, perkantoran serta perumahan memiliki kategori aksesibilitas yang tidak terjangkau mencapai 60–95% dari luas total setiap penggunaan lahan tersebut. Oleh karena itu, peningkatan aksesibilitas Suroboyo Bus sangat diperlukan melalui integrasi sistem jaringan angkutan umum dengan sistem kegiatan untuk meningkatkan pola mobilitas berbasis transit di Kota Surabaya. =========================================================================================================================== The Government of Surabaya City inaugurated the bus-based mass transportation mode services by the name of “Suroboyo Bus” on April 7, 2018. In 2022 there are 4 routes that serve the people of Surabaya City. The routes of Suroboyo Bus are Terminal Purabaya-Rajawali(PP), Gunung Anyar–Kenjeran Park(PP), Terminal Intermoda Joyoboyo–Jono Soewojo(PP), and Terminal Purabaya–Tembaan(PP). However, the utilization of Suroboyo Bus as the main transportation mode cannot be conducted optimally seen from the average load factor of passengers is less than 50% in 2021-2022. This can be caused by several important factors such as the accessibility condition and spatial pattern related to the reachability of the distance on foot which is still quite limited. Therefore, this research aims to determine the spatial pattern of accessibility level of Suroboyo Bus in Surabaya City.The analysis method used is PTAL (Public Transport Accessibility Levels) to measure the accessibility level of Suroboyo Bus based on the Accessibility Levels index in Surabaya City. After knowing the score of accessibility index, followed by analyzing the spatial mode with the Inverse Distance Weighted (IDW) interpolation method, then related to the activity system throughthe overlay method of land use map.Research results showed that 93,34% of the area of Surabaya is unreachable (worst accessibility) to the Suroboyo Bus service based on the ideal walking distance is 400 meters from the bus stop and 85,46% is unreachable based on the maximum walking distance of 800 meters from the bus stop. Moreover, the remaining 6–15% have accessibility levels of very unreachable and unreachable. If related to the activity system, the land use for public facilities, trade and services, offices and housing have unreachable accessibility category that reached 60–95% from the total area of each land use. Therefore, the increase in accessibility of Suroboyo Bus is very necessary through the integration of public transport network system and activity system to increase the transit-based mobility pattern in Surabaya City

    Analisis Pemilihan Moda Transportasi Berdasarkan Aksesibilitas Dan Preferensi Pelaku Perjalanan Harian Dalam Penerapan Bus Rapid Transit Di Kota Surabaya

    No full text
    Pertumbuhan Kota Surabaya semakin meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya, jumlah penduduk Kota Surabaya mencapai lebih dari 3 juta jiwa pada tahun 2023. Hal ini terlihat pada laju pertumbuhan penduduk sebesar 0,42% selama rentang tahun 2020-2023. Namun, peningkatan tersebut selaras juga dengan bertambahnya kendaraan pribadi dan kebutuhan perjalanan, khususnya oleh pelaku perjalanan harian. Disisi lain, layanan transportasi umum yang disediakan berupa Suroboyo Bus dan Trans Semanggi Suroboyo belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, salah satu penyebabnya berdasarkan penelitian sebelumnya yaitu faktor aksesibilitas. Hal ini mendorong penerapan sistem Bus Rapid Transit (BRT). Penelitian ini menggunakan pendekatan komponen utama dari aksesibilitas yang terdiri dari jarak, waktu dan biaya. Metode Public Transport Accessibility Levels (PTAL) digunakan untuk mengukur tingkat aksesibilitas transportasi umum eksisting berdasarkan indeks Accessibility Levels di Kota Surabaya. Keterlibatan pelaku perjalanan harian untuk mengungkapkan preferensi dalam pemilihan moda transportasi untuk saat ini maupun dimasa yang akan datang melalui survei kuesioner secara Revealed Preference (RP) dan Stated Preference (SP). Hasil tersebut dianalisis menggunakan metode regresi logistik biner untuk mengetahui atribut yang berpengaruh dan probabilitas dalam pemilihan moda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 51,43% wilayah Kota Surabaya berada pada kategori tidak terjangkau layanan transportasi umum, sementara kurang dari 7% wilayah tergolong dalam kategori cukup hingga sangat terjangkau. Berdasarkan hasil analisis, variabel yang berpengaruh signifikan saat ini yaitu umur, jumlah kepemilikan motor, tingkat aksesibilitas di lokasi tujuan dan total waktu perjalanan eksisting. Jika dalam skenario adanya penerapan BRT, maka variabel umur, jumlah kepemilikan motor, jarak tempuh dalam moda dan waktu tempuh dalam moda yang diprediksi akan berpengaruh signifikan dalam pemilihan moda. Jumlah kepemilikan sepeda motor secara signifikan mendominasi pengaruh pemilihan moda transportasi umum baik pada kondisi eksisting maupun pada skenario pengembangan BRT di koridor utara–selatan dan barat–timur. Hasil ini memberikan rekomendasi untuk pengembangan kebijakan transportasi perkotaan pada saat ini maupun saat penerapan sistem BRT di Kota Surabaya. ====================================================================================================================================== The growth of Surabaya City continues to increase every year. According to data from Badan Pusat Statistik (BPS) Surabaya, the city’s population exceeded 3 million in 2023, with a growth rate of 0.42% during 2020-2023. This growth is accompanied by an increase in private vehicles and travel demand, especially among daily commuters. However, public transportation services such as Suroboyo Bus and Trans Semanggi Suroboyo have not been optimally utilized, mainly due to accessibility factors identified in previous studies. This has encouraged the implementation of a Bus Rapid Transit (BRT) system. This study uses a principal component approach to accessibility, comprising distance, time, and cost. The Public Transport Accessibility Levels (PTAL) method measures the existing public transport accessibility index in Surabaya. User preferences regarding current and future travel modes were collected using Revealed Preference (RP) and Stated Preference (SP) surveys targeting daily commuters. The survey results were analyzed using binary logistic regression to identify influential attributes and probabilities in mode choice. The results show that about 51.43% of Surabaya’s area is categorized as underserved by public transport, while less than 7% is moderately to highly accessible. Under current conditions, variables such as age, number of motorcycles owned, accessibility level on destination, and total travel time significantly influence travel mode decisions. Among them, motorcycle ownership emerges as the most significant factor affecting the likelihood of choosing public transport, both under existing service conditions and projected BRT conditions across north–south and east–west corridors. In the scenario of Bus Rapid Transit (BRT) implementation, the variables of age, number of motorcycles owned, in-vehicle travel distance, and in-vehicle travel time are predicted to have a significant influence on mode choice preferences. These findings offer strategic insights for urban transport policy, emphasizing the need to address accessibility gaps and reduce dependency on private vehicles in preparation for BRT development in Surabaya

    Sistem Estimasi Kecepatan Kendaraan Menggunakan YOLOv8 Berbasis Video Drone Pada Jetson Nano

    No full text
    Sistem ini dirancang untuk melakukan estimasi kecepatan kendaraan pada NVIDIA Jetson Nano dengan menggabungkan deteksi objek menggunakan YOLOv8 yang telah dioptimasi. Algoritma pelacakan multi-objek OC-SORT yang ringan namun akurat dalam mempertahankan identitas tiap kendaraan antar frame. Kecepatan setiap kendaraan dihitung berdasarkan perpindahan koordinat dalam satuan piksel per frame. Berkat memanfaatkan TensorRT untuk inferensi dan menyusun pipeline image preprocessing yang efisien sistem mampu mencapai throughput antara 8 hingga 12 FPS saat menjalankan deteksi dan pelacakan secara simultan Dengan konfigurasi yang ringkas dan penggunaan perangkat keras yang terjangkau, solusi ini menawarkan alternatif praktis untuk penerapan pengawasan di perkotaan, tanpa memerlukan infrastruktur pencahayaan atau pemrosesan terpusat yang kompleks. ===================================================================================================================================== This system is designed to estimate vehicle speed on the NVIDIA Jetson Nano by integrating optimized YOLOv8 object detection with the lightweight yet accurate OC-SORT multi-object tracking algorithm to preserve each vehicle’s identity across frames. Speed is calculated from the per-frame pixel displacement of bounding box coordinates. By leveraging TensorRT for inference and an efficient image-preprocessing pipeline, the system achieves a throughput of 8–12 FPS for simultaneous detection and tracking. With its compact configuration and cost-effective hardware, this solution offers a practical alternative for urban surveillance without requiring additional lighting infrastructure or centralized processin

    peran guru agama dalam pelaksanaan pendidikan agama islam di SDIT Fathoni Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan

    No full text
    Pendidikan merupakan sebuah sistem. Ketika berbicara masalah pendidikan, kita akan menemukan beberapa komponen yang saling terikat antara yang satu dengan yang lainnya, contoh, guru dengan murid. Keterikatan tersebut layaknya dua sisi mata uang yang berbeda namun tidak dapat dipisahkan, guru berada di salah satu sisi dan murid di sisi lainnya. Oleh karena itu, figur guru akan senantiasa menjadi sorotan karena guru selalu terkait dengan komponen manapun dalam sistem pendidikan. Guru memegang peran utama dalam pembangunan pendidikan, khususnya yang diselenggarakan secara formal di sekolah. Guru juga sangat menentukan keberhasilan peserta didik, terutama dalam kaitannya dengan proses belajar-mengajar dan terhadap terciptanya proses dan hasil pendidikan yang berkualitas. Mengingat petapa pentingnya peran guru tersebut maka timbul pertanyaan, apa perannya dan bagaimana peran guru tersebut dilaksanakan? Selanjutnya, selama ini banyak penelitian dalam dunia pendidikan yang dilakukan di wilayah perkotaan dan pada lembaga-lembaga pendidikan yang secara umum wilayah tersebut sudah maju dan lembaga pendidikannya pun dari segi sarana dan prasarana memang bagus serta jalur akses yang didapatkan pun lebih mudah dan cepat. Dengan demikian, maka hasil yang ditemukanpun positif. Beranjak dari fenomena ini penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang dilakukan diwilayah pedesaan atau kota kecil untuk memberikan gambaran bagaimana proses pendidikan dilaksanakan di sana dan dituangkan dalam bentuk skripsi dengan judul �Peran Guru Agama dalam Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di SDIT Fathona Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan�. Penelitian ini berbentuk penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriftif analisis. Sumber data dalam penelitian ini adalah referensi untuk memperoleh istilah-istilah, pengertian-pengertian dan pendapat-pendapat dari para pakar dengan menelaah dan mengkaji buku-buku yang relevan dengan masalah yang sedang diteliti dan diperolehnya teori yang relevan untuk menyusun landasan teori yang ada hubungannya dengan pembahasan dalam penelitian ini, dan data-data yang diambil langsung dari SDIT Fathona. Berdasarkan prosentase data angket dari penelitian tersebut maka Peran Guru Agama dalam Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di SDIT Fathona Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan menunjukkan nilai positif dengan nilai prosentase terbanyak berkisar antara 64-95% dan dapat dikatagorikan baik

    Author Identity and the Struggled for Power in Seratus Hari Keliling Indonesia, Kompas TV

    No full text
    This study is a discourse-based work which analyses the author identity construction in the novel Seratus Hari Keliling Indonesia (Seratus HKI) Kompas TV in order to reveal the authors’ struggle for power. The data of this study is obtained from f the vocabulary found in the Seratus HKI Kompas TV. Using the theory of Critical Discourse Analysis (CDA), this study applies the framework model of Norman Fairclough critical discourse analysis with the focus on the textual level. The finding shows that the identity (self-identification) of the author as a part of the government, local community, and foreigners are very much influenced by the interest of the nation, Indonesian citizens, conservation, environment, humanistic values, nationalism and patriotism. The analysis on the vocabulary found in HKI is emphasized on : (1) the vocabulary as a key words, (2) the usage of pronouns, and (3) rhetorical language’s style. Self-identification on Seratus HKI Kompas TV is relevant with the slogan of Kompas TV inspiring Indonesia by enlighting people and as a documentary journey that insert the national ideology

    Author Identity and the Struggled for Power in Seratus Hari Keliling Indonesia, Kompas TV

    No full text
    This study is a discourse-based work which analyses the author identity construction in the novel Seratus Hari Keliling Indonesia (Seratus HKI) Kompas TV in order to reveal the authors’ struggle for power. The data of this study is obtained from f the vocabulary found in the Seratus HKI Kompas TV. Using the theory of Critical Discourse Analysis (CDA), this study applies the framework model of Norman Fairclough critical discourse analysis with the focus on the textual level. The finding shows that the identity (self-identification) of the author as a part of the government, local community, and foreigners are very much influenced by the interest of the nation, Indonesian citizens, conservation, environment, humanistic values, nationalism and patriotism. The analysis on the vocabulary found in HKI is emphasized on : (1) the vocabulary as a key words, (2) the usage of pronouns, and (3) rhetorical language’s style. Self-identification on Seratus HKI Kompas TV is relevant with the slogan of Kompas TV inspiring Indonesia by enlighting people and as a documentary journey that insert the national ideology

    Author Identity and the Struggled for Power in Seratus Hari Keliling Indonesia, Kompas TV

    No full text
    This study is a discourse-based work which analyses the author identity construction in the novel Seratus Hari Keliling Indonesia (Seratus HKI) Kompas TV in order to reveal the authors’ struggle for power. The data of this study is obtained from f the vocabulary found in the Seratus HKI Kompas TV. Using the theory of Critical Discourse Analysis (CDA), this study applies the framework model of Norman Fairclough critical discourse analysis with the focus on the textual level. The finding shows that the identity (self-identification) of the author as a part of the government, local community, and foreigners are very much influenced by the interest of the nation, Indonesian citizens, conservation, environment, humanistic values, nationalism and patriotism. The analysis on the vocabulary found in HKI is emphasized on : (1) the vocabulary as a key words, (2) the usage of pronouns, and (3) rhetorical language’s style. Self-identification on Seratus HKI Kompas TV is relevant with the slogan of Kompas TV inspiring Indonesia by enlighting people and as a documentary journey that insert the national ideology

    Neo-Slave Narrative: Depiction of Enslavement in Whitehead's "The Underground Railroad"

    Get PDF
    This study discusses the portrait of slavery in neo-slave narrative in the novel The Underground Railroad by using contextual based interpretation methodology and applying Ashraf Rushdy's theory of neo-slave narratives. In writing this research, the author analyzes the form of ill-treatment by white American towards black African-American as slaves. Not only that, the author also discusses slaves’ struggle in their quest of freedom to escape from slavery institution. At the end of the analysis, it was found out that Whitehead’s novel contains form of violence and discrimination towards slaves and also the journey of protagonist character in striving for her freedom.   Keywords: neo-slave narrative, racism, slavery

    The Analysis of Idiomatic Expression in Stephanie Newton novel “Point Blank Protector”

    Get PDF
    The writer found there were three kinds of idiom and fifty one idioms were used by Stephanie Newton in her novel “Point Blank Protector”. They were Pure Idiom, such as, just in case, no wonder, shake off etc., Semi Idiom such as, find out, back off, make sure etc. and Literal Idiom such as, at first, knock on, turn off etc.. In addition, the writer also described the meaning of the idiom that used by the author in the novel. As conclusion, this thesis argues that Stephanie Newton used three kinds of idiom in her novel “Point Blank Protector” and this thesis also implicates to tell people how many kinds of idiom and to give understanding about the idiom, as a result, no more misunderstanding and conception about the idiom among the reader. Beside, this thesis can stimulate the students of English and Literature Department to learn more about idiomatic expression
    corecore