1,720,963 research outputs found
Profil Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Palangka Raya Dalam Proses Analisis Artikel Ilmiah
Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif yang bertujuan untuk mengetahui profil keterampilan berpikir kritis mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Palangka Raya sebagai salah satu LPTK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Metode pengumpulan data melalui observasi lapangan dari 40 mahasiswa sampel dengan menggunakan teknik cluster random sampling untuk melihat proses analisis artikel ilmiah dalam kegiatan pembelajaran dan menentukan kategori akademik mahasiswa. Data yang terkumpul berupa dokumen tertulis mahasiswa dan hasil wawancara dideskripsikan dan dianalisis setelah diadakan reduksi dan diperiksa keabsahannya dengan menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil keterampilan berpikir kritis mahasiswa pendidikan fisika Universitas Palangka raya dalam proses analisis artikel ilmiah adalah: 1) interpretasi 37,5%, 2) analisis 32,5%, 3) evaluasi 27,5%, 4) inferensi 22,5%, 5) eksplanasi 22,5%, dan 6) regulasi diri 12,5% dengan rerata persentase 25,8%. Perlu dilakukan upaya sistematis memperbaiki proses pembelajaran dalam upaya meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa calon pendidik fisika
Pengembangan Handout Pembelajaran Fisika Berbasis SSCS Pada Materi Induksi Elektromagnetik di SMAN 4 Palangka Raya
Bahan ajar merupakan sesuatu yang dibuat oleh guru dalam memudahkan proses pembelajaran di kelas. Handout berisikan materi pembelajaran yang telah disusun dari beberapa literatur yang relevan dengan topik pembelajaran Pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui hasil validasi handout menurut pakar/ahli dan respon peserta didik terhadap handout pembelajaran fisika berbasis SSCS pada materi Induksi Elektromagnetik Model pengembangan yang digunakan adalah Model pengembangan 4-D yang dibuat oleh Thiagarajan, Semmel, dan Semmel yang terdiri dari 4 tahapan pengembangan, yaitu Define, Design, Develop, and Disseminate. Pengembangan ini difokuskan hanya sampai pada tahap Pengembangan, sedangkan tahap Disseminate tidak dilakukan. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi handout pembelajaran fisika berbasis SSCS dan lembar angket respon peserta didik. Lembar validasi diisi oleh Validator yang berjumlah 5 orang yang terdiri dari 2 orang dosen program studi pendidikan fisika universitas Palangkaraya dan 3 orang guru fisika SMAN 4 Palangka Raya. Handout diujicobakan terhadap peserta didik dengan jumlah 35 orang. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa hasil validitas handout pembelajaran fisika berbasis SSCS pada materi induksi elektromagnetik diperoleh persentase rata-rata sebesar 87,28% dengan kategori sangat valid. Hasil respon peserta didik terhadap handout pembelajaran fisika berbasis SSCS pada materi induksi elektromagnetik diperoleh persentase rata-rata sebesar 87,78% dengan kategori sangat bai
Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan Media PhET Simulation untuk Melatih Keterampilan Proses Sains Peserta Didik di SMP Negeri 8 Palangkaraya
Discovery Learning merupakan model pembelajaran yang aktif, melalui penemuan dan memecahkan masalah sebagai alat bagi peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Keterampilan proses sains peserta didik secara kelompok pada saat proses pembelajaran dengan menggunakan model discovery learning berbantuan media PhET simulation pada materi cahaya (2) Ketuntasan hasil belajar kognitif peserta didik setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model discovery learning berbantuan media PhET simulation pada materi cahaya. Penelitian ini termasuk dalam penelitian pre-experimental menggunakan desain One Shot Case Study yaitu penelitian yang dilaksanakan tanpa adanya kelompok pembanding dan juga tanpa tes awal. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 8 Palangkaraya yang berjumlah sebelas kelas. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar tes keterampilan proses sains peserta didik dan tes hasil belajar kognitif peserta didik dalam bentuk pilihan ganda. Hasil uji coba tes menunjukkan dari 40 soal terdapat 8 soal gugur dan 8 soal yang gugur diperbaiki. Soal yang digunakan sebagai tes hasil belajar dalam penelitian ini berjumlahn 40 butir soal dengan reliabilitas 0,76. Hasil penelitian yang diperoleh adalah (1) nilai hasil rata-rata keterampilan proses sains peserta didik dengan menggunakan model discovery learning berbantuan media PhET simulation setiap kelompok tiap pertemuan sebesar 69,44% dengan kategori cukup baik. (2) Hasil belajar kognitif peserta didik setelah menerapkan model discovery learning berbantuan media PhET simulation dari 32 peserta didik yang mengikuti tes hasil belajar di peroleh 16 orang peserta didik tuntas dan 16 orang peserta didik yang tidak tuntas. Secara klasikal tuntas diperoleh 50%, TPK yang tuntas sebanya 16 TPK dari 40 TPK dengan presentase TPK yang tuntas 40%.
 
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Penerapan Model PBL Berbantuan LKPD Pada Pembelajaran Materi Pesawat Sederhana di Kelas VIII
Rendahnya hasil belajar kognitif dan keterampilan proses sains (KPS) siswa pada materi pesawat sederhana masih menjadi permasalahan dalam pembelajaran IPA di SMP. Pembelajaran yang bersifat konvensional dan kurangnya aktivitas praktikum menyebabkan siswa belum dilatih untuk berpikir kritis, menyelesaikan masalah, serta memahami konsep secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) keterampilan proses sains siswa dan (2) hasil belajar kognitif siswa setelah diterapkan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain One Shot Case Study pada siswa kelas VIII di salah satu SMP di Kota Palangkaraya tahun ajaran 2023/2024. Sampel berjumlah 33 siswa dari kelas VIII-3 yang dipilih secara acak. Instrumen penelitian berupa tes KPS dan tes hasil belajar kognitif. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase untuk menilai keterampilan proses sains dan ketuntasan hasil belajar secara individu, klasikal, dan berdasarkan Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK). Uji coba terhadap 40 soal kognitif menghasilkan 35 soal valid dengan reliabilitas 0,87. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPS siswa terdiri dari kategori sangat baik (32,3%), baik (32,3%), cukup (25,8%), dan tidak baik (9,7%). Hasil belajar kognitif menunjukkan bahwa 22 siswa (70,97%) tuntas, sedangkan 9 siswa (29,03%) tidak tuntas. Ketuntasan klasikal belum tercapai karena hanya 70,97% siswa tuntas dari standar ≥75%. Ketuntasan TPK mencapai 75% (18 dari 24 TPK tuntas). Hasil ini menunjukkan bahwa model PBL berbantuan LKPD efektif untuk melatih keterampilan proses sains dan meningkatkan hasil belajar kognitif siswa, serta dapat diimplementasikan sebagai strategi pembelajaran IPA yang kontekstual dan berbasis kompetensi abad ke-21
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Pengembangan Bahan Ajar Interaktif Menggunakan Google Slide Pada Materi Energi Kelas VII Semester Ganjil Kelas VII di SMP Negeri 8 Palangkaraya
Bahan ajar interaktif merupakan bahan-bahan ajar yang disusun secara sistematis komunikasi dua arah yang artinya bersifat aktif. Bahan ajar interaktif saling berintegrasi membantu guru berinteraksi dengan siswa. Bahan ajar interaktif menggunakan google slide menjadi solusi dalam pembelajaran pada masa pandemi. Google slide merupakan tool presentasi yang dibuat secara online yang dapat diakses melalui computer ataupun smartphone manapun dengan jaringan internet karena berbasis clound. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui validitas bahan ajar interaktif menggunakan google slide pada materi energi kelas VII di SMP Negeri 8 Palangkaraya, (2) mengetahui respon siswa terhadap bahan ajar inetraktif menggunakan google slide pada materi energi kelas VII di SMP Negeri 8 Palangkaraya, (3) mengetahui hasil belajar siswa setelah menggunakan bahan ajar interaktif menggunakan google slide pada materi energi kelas VII di SMP Negeri 8 Palangkaraya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VII SMP Negeri 8 Palangkaraya. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas VII-10 dengan jumlah 20 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar angket validitas bahan ajar dan lembar angket respon siswa yang divalidasi oleh para ahli. Angket validitas bahan ajar interaktif dibuat sebanyak 18 kisi-kisi yang terbagi atas aspek materi dan aspek media. Angket respon siswa dibuat sebanyak 12 kisi-kisi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa validitas bahan ajar untuk aspek materi diperoleh persentase 85,93 % dengan kriteria relevan dan aspek media diperoleh persentase 86,25 % dengan kriteria relevan. Respon siswa diberikan kepada 20 siswa diperoleh rata-rata persentase 86,97 % dengan kriteria sangat kuat. Hasil belajar siswa secara individual diperoleh 11 siswa yang tuntas (55%) dan 9 siswa yang tidak tuntas (45%)
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
