1,720,960 research outputs found

    Perbaikan Manajemen Persediaan di Industri Kacang Tanah UD. Jaya Makmur, Jombang

    Full text link
    UD. Jaya Makmur adalah suatu usaha yang bergerak di bidang industri kacang tanah. Selama ini pemilik perusahaan melakukan pemesanan kacang tanah ke supplier menggunakan intuisi saja. Pemilik perusahaan belum menggunakan suatu sistem yang terencanan dalam menentukan jumlah kacang tanah yang harus dibeli dan ke supplier mana order harus dipesan. Kondisi ini menyebabkan perusahaan mengalami kekurangan stok akibat tidak terprediksinya permintaan dari konsumen. Jumlah permintaan yang tidak terpenuhi dari kacang tanah ukuran 8 mm sebesar 15 ton, untuk ukuran 7 mm sebesar 5 ton, dan untuk ukuran 6 mm sebesar 7 ton. Masalah lain yang muncul adalah seringnya barang yang dipesan dari supplier mengalami keterlambatan. Untuk periode 2008, jumlah pengiriman yang telat dari supplier Tanzania sebesar 71,42%, supplier India sebesar 28,57%.Hal ini juga menyebabkan permintaan pelanggan tidak terlayani dan kemampuan perusahaan untuk memberikan kepuasan pelanggan menurun. Untuk mengatasi masalah tersebut maka dilakukan perencanaan persediaan untuk UD. Jaya Makmur dengan melihat kondisi yang ada. Langkah awal yang dilakukan dengan melakukan perhitungan total biaya yang dikeluarkan perusahaan dengan menggunakan metode yang sudah berjalan. Total biaya yang dikeluarkan untuk model awal ini sebesar Rp 22.018.218.359 untuk periode Januari-Desember 2008. setelah itu mulai dibuat perencanaan persediaan dengan langkah awal melakukan peramalan permintaan dengan menggunakan software Minitab, Output yang diperoleh dari hasil peramalan yaitu total pemesanan kacang tanah ukuran 8 mm sebesar 1142,1 ton, untuk ukuran kacang tanah 7 mm sebesar untuk kacang tanah ukuran 7 mm sebesar 643,2 ton dan ukuran 6 mm sebesar 588 ton. Hasil tersebut masih harus ditambah safety stock yang perhitungannya berdasarkan service level yang ditentukan perusahaan sebesar 95%. Jumlah order yang sudah ditambah safety stock untuk kacang tanah ukuran 8 mm sebesar 1150,4 ton, untuk kacang tanah ukuran 7 mm sebesar 543,6 ton, dan ukuran 6 mm tetap sebesar 588 ton. Langkah selanjutnya adalah membuat usulan perencanaan persediaan dengan 3 tujuan utama antara lain meminimasi total biaya yang dikeluarkan perusahaan, meminimumkan distribusi biaya yang dikeluarkan per bulannya, dan memaksimumkan order tepat waktu. Dari hasil model perencanaan menggunakan software Lingo, didapat total biaya sebagai tujuan pertama sebesar Rp 21.690.273.342,7. Dari hasil perencanaan persediaan yang dilakukan, metode usulan berhasil menghemat total biaya perusahaan sebesar 1,489%. Prosentase tersebut didapat dengan memperhitungkan biaya beli dari masing-masing metode, namun bila biaya beli dikeluarkan dari komponen total biaya, maka terjadi penghematan sebesar 28,36%. Untuk tujuan ke dua yaitu meminimumkan distribusi biaya yang dikeluarkan per bulan, model awal perusahaan memiliki biaya sebesar Rp 5.028.515.667,5, sedangkan model usulan hanya sebesar Rp 2.675.784.880,5. Metode usulan memiliki maksimun total biaya yang lebih merata tiap bulannya, dengan demikian perusahaan bisa menyeimbangkan pengeuarannya tiap bulan. Untuk fungsi tujuan memaksimumkan order yang datang tepat waktu, model awal perusahaan hanya dapat mendatangkan 1544 ton dari 2000 ton total order yang dilakukan periode 2008, sedangkan model usulan mampu mendatang order tepat waktu sebesar 2020 ton dari 2380 ton total order. Metode usulan memiliki keterlambatan pengiriman sebesar 360 ton atau 17,82%, sedangkan metode awal memiliki jumlah keterlambatan pengiriman sebesar 456 ton atau sebesar 22,8%. Metode usulan mampu menekan order yang datang terlambat lebih kecil dari metode awal milik perusahaan, sehingga menjadikan metode usulan ini layak diterapkan di perusahaan. Dari model Lingo yang telah didapat maka dilakukan analisis sensitivitas terhadap model yang didapat. Analisis sensitivitas dilakukan dengan mengubah data yang digunakan untuk menghitung metode usulan. Data yang diubah antara lain demand dan harga beli ke supplier masing-masing nilainya diubah naik dan turun sebesar 10%. Dari hasil analisis sensitivitas, diperoleh perubahan nilai dari total biaya yang relatif sama dengan kondisi yang dicoba. Untuk kondisi dimana demand naik 10 % total biaya ikut naik sebesar 10,28%. Pada demand diturunkan 10%, total biaya juga ikut turun sebesar 4,32%. Pada kondisi demand turun 10% dan harga beli turun 10%, total biaya juga turun sebesar 8,17%. Saat demand naik 10% dan harga beli naik 10%, total biaya juga naik 9,37%

    Sistem Pendukung Keputusan Untuk Menentukan Kinerja Karyawan Terbaik CV. Bintang Terang Menggunakan (Simple Additive Weighting) Berbasis Web

    No full text
    Tujuan skripsi ini adalah untuk membuat program aplikasi yang bertujuan untuk menentukan kinerja karyawan terbaik di perusahaan. Untuk membuat program aplikasi ini dengan menggunakan Sistem Pendukung Keputusan (SPK). Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode SAW digunakan untuk menentukan kinerja karyawan terbaik di perusahaan. Hasil yang diperoleh dapat diakses oleh Manager dan Admin yang dijalankan dengan menggunakan XAMPP sebagai Localhost dan PHPMyAdmin sebagai Database. Berdasarkan uji coba yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa sistem yang dibuat dapat membantu Admin dan Manager dalam mengambil keputusan dalam menentukan kinerja karyawan terbaik di perusahaan CV. Bintang Terang

    Pengaruh Citra Merek Dan Kualitas Layanan Terhadap Loyalitas Konsumen Roboykids

    No full text
    ABSTRAK Salah satu produk budaya yang paling banyak dipengaruhi adalah dalam dunia fashion. Dari berbagai jenis usia dan juga macam fashion yang dikenakan masyarakat. Pakaian anak juga merupakan salah satu fashion yang sedang meningkat, sehingga banyak pelopor bisnis yang membuat berbagai variasi pakaian anak. Dengan banyaknya merek dan desain pakaian anak yang beredar di pasaran, mengakibatkan perusahaan harus menjaga loyalitas konsumen. ”Pengaruh Citra Merek dan Kualitas Layanan Terhadap Loyalitas Konsumen Roboykids” Skripsi ilmu komunikasi Universitas Tarumanagra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh Citra Merek(X1) dan Kualitas Layanan (X2) terhadap loyalitas konsumen pada brand pakaian anak Roboykids. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua konsumen yang mengetahui dan pernah membeli di Roboykids, dengan sampel sebanyak 100 responden. Pengambilan sampel atau teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan didampingi dengan teori perhitungan jumlah responden dari Hair. Untuk menjawab rumusan masalah digunakan teknik analisis data menggunakan regresi liniear Berganda. Berdasarkan dari data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa nilai dari konstanta (a) adalah 4.626. sedangkan, untuk nilai citra merek (b1.x1) adalah sebesar 0,545 dan untuk nilai kualitas layanan (b2.x2) adalah sebesar 0,392. Dapat disimpulkan bahwa setiap peningkatan 1% Citra Merek akan meningkatkan Loyalitas Konsumen sebesar 0,545. Kemudian, setiap peningkatan 1% dari Kualitas Layanan, akan meningkatkan Loyalitas Konsumen sebesar 0,392. Kata Kunci: Citra Merek, Kualitas Layanan, Loyalitas Konsume

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore