1,723,398 research outputs found

    Troy/ Fanani

    No full text
    437 hal. ; 21 cm

    PANDANGAN MASYARAKAT DIENG TERHADAP KEWALIAN MBAH FANANI DALAM TINJAUAN SUFISTIK

    Get PDF
    Belakangan ini, terjadi fenomena unik di Indonesia, salah satunya adalah orang gila dianggap Wali Allah. Gelar Wali Allah diberikan oleh Allah tidak hanya sebuah personalitas atau identitas saja, dibalik itu tersimpan tugas spiritual seperti menyebarkan kebaikan, menyebarkan agama islam, ataupun bahkan mengatur dunia agar stabil. walaupun terkesan diluar nalar, tapi inilah adanya. salah satu fenomena yang terjadi di belakangan ini yaitu adanya pengakuan kelompok masyarakat yang menganggap bahwa Mbah Fanani merupakan sosok Wali Allah yang mengemban tugas dari Allah di daerah Dieng. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran kewalian Mbah Fanani yang masih bertapa di Gunung Dieng selama 26 tahun, mendalaminya dengan tinjauan sufistik yaitu bagaimana praktek tasawuf yang diterapkan dalam kehidupannya, untuk diambil hikmah perjalanan spiritualnya Mbah Fanani serta membuktikan bahwa manusia biasa juga bisa mengenali Wali Allah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu mengambil data lapangan di daerah Dieng Kulon, Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah dengan pengumpulan data dilakukan dengan observasi, interview (wawancara) dan dokumentasi. Untuk memverifikasi data tersebut dengan menggunakan metode triangulasi yaitu memvalidasi data berdasarkan data lapangan biar tidak terjadi bias atau pendapat pribadi, sehingga memperoleh data yang objektif sesuai data lapangan. Hasil penelitian diketahui bahwa Mbah Fanani menjalankan kehidupan sufi awalnya karena mendapatkan ilham dari Allah untuk melakukan uzlah ke Dieng. setelah beruzlah selama 26 tahun, masyarakat menganggap bahwa Mbah Fanani adalah seorang penjaga gunung Dieng alasannya karena Mbah Fanani sering memberikan petunjuk bagi masyarakat untuk menjaga lingkungan sekitar yang sering digunakan pengunjung untuk maksiat terutama zina serta menjaga situs-situs bersejarah seperti Candi Arjuna, Candi Gatot Kaca dan lain sebagainya agar tidak terjadi dampak kerusakan alam yang akan menyebabkan bencana. Selain itu, ada pula yang menganggap Wali Allah dikarenakan beliau adalah seorang hamba yang sungguh-sungguh (mujahadah) seperti uzlah, zuhud, melanggengkan diam dan berpuasa dalam mendekatkan diri kepada Allah sampai ke maqam fana’dimana Mbah Fanani telah selesai dengan "dirinya" atau beliau telah meleburkan dirinya pada kehendak Sang Pencipta. Mati sajroning urip, orang yang sudah mematikan nafsunya dalam kehidupan didunia, Wallahu A'lam

    Damarwulan/ Fanani

    No full text
    335 hal.; 24 c

    ASPEK PSIKOLOGIS TOKOH UTAMA NOVEL MADAME KALINYAMAT KARYA ZHAENAL FANANI DAN IMPLIKASI PEMBELAJARANNYA DI SMA

    Get PDF
    Suratno, Eko 2020. “Aspek Psikologis Tokoh Utama Novel Madame Kalinyamat Karya Zhaenal Fanani dan Implikasi Pembelajarannya di SMA”. Skripsi. Program studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pancasakti Kota Tegal. Pembimbing I : Dr Tri Mulyono, M. Pd. Pembimbing II : Syamsul Anwar, M. Pd. Kata Kunci : aspek psikologis, novel, implikasi pembelajaran Penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana aspek psikologis tokoh utama novel Madame Kalinyamat Karya Zhaenal Fanani? (2) Bagaimana implikasi pembelajaran aspek psikologis tokoh utama novel Madame Kalinyamat Karya Zhaenal Fanani di SMA? Sesuai dengan rumusan masalah di atas maka tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan aspek psikologis tokoh utama novel Madame Kalinyamat Karya Zhaenal Fanani. (2) mendeskripsikan implikasi pemebelajaran aspek psikologi tokoh utama novel Madame Kalinyamat Karya Zhaenal Fanani di SMA Objek penelitian ini adalah aspek psikologis tokoh utama Madame Kalinyamat Karya Zhaenal Fanani. Sumber data yang digunakan berasal dari novel Madame Kalinyamat Karya Zhaenal Fanani. Sedangkan wujud datanya berupa kata atau kalimat yang terdapat dalam novel Madame Kalinyamat Karya Zhaenal Fanani. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca catat. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis dengan metode deskritif kualitatif. Dalam penelitian ini dideskripsikan psikologis tokoh utama yang terdapat dalam novel Madame Kalinyamat Karya Zhaenal Fanani dan implikasinya terhadap pembelajaran di SMA. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa analisis aspek psikologis tokoh utama novel Madame Kalinyamat karya Zhaenal Fanani. Meliputi aspek kecemasan (anxitas) sebanyak 6 data, mekanisme pertahanan konflik sebanyak 2 data, klasifikasi emosi meliputi rasa bersalah sebanyak 1 data, menghukum diri sendiri sebanyak 1 data, kesedihan sebanyak 6 data, kebencian sebanyak 2 data, cinta sebanyak 7 data. Implikasi pembelajaran sastra aspek psikologis tokoh utama novel Madame Kalinyamat Karya Zhaenal Fanani dapat diterapkan di SMA kelas XI pada K.D 3.11 menganalisis pesan dari satu buku fiksi yang telah dibaca. Siswa akan diminta untuk menentukan unsur intrinsik dan ekstrinsik khususnya tentang aspek psikologis tokoh utama pada novel Madame Kalinyamat Karya Zhaenal Fanani. Siswa juga dapat menemukan pesan moral yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan tahu bagaimana kepribadian sesesorang maupun diri sendiri. Berdasarkan uraian simpulan di atas, maka penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi siswa untuk belajar tentang pssikologi kepribadian. Bagi guru dapat menambah referensi dalam pembelajaran sastra yang menarik untuk meningkatkan keterampilan siswa, dan penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi reverensi bagi para pembaca maupun penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan aspek psikologi sastra

    Haseki sultan/ Fanani

    No full text
    480 hal.; 20 c

    Dewi kencana wungu/ Fanani

    No full text
    332 hal.; 24 c

    An Analysis Of Code Mixing In Qania Fanani Youtube Channel

    Get PDF
    Umum bagi individu untuk menggunakan beberapa bahasa dalam kehidupan sehari-hari dan seringkali mencampurnya. Tren ini telah menjadi gaya berbicara yang populer dalam masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui jenis campur kode yang dominan dan 2) untuk mengetahui faktor dominan yang menyebabkan Qania Fanani menggunakan campur kode. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan instrumen utama penelitian ini adalah peneliti sendiri. Dalam mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori dari Muysken (200:1) untuk menganalisis jenis campur kode dan teori dari Hoffman (1991:116) yang mendefinisikan faktor-faktor penyebab campur kode. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga jenis campur kode yang digunakan oleh Qania Fanani dalam video "Q and A kuliah di Amerika". Umum bagi individu untuk menggunakan beberapa bahasa dalam kehidupan sehari-hari dan seringkali mencampurnya. Tren ini telah menjadi gaya berbicara yang populer dalam masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui jenis campur kode yang dominan dan 2) untuk mengetahui faktor dominan yang menyebabkan Qania Fanani menggunakan campur kode. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan instrumen utama penelitian ini adalah peneliti sendiri. Dalam mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori dari Muysken (200:1) untuk menganalisis jenis campur kode dan teori dari Hoffman (1991:116) yang mendefinisikan faktor-faktor penyebab campur kode. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga jenis campur kode yang digunakan oleh Qania Fanani dalam video "Q and A kuliah di Amerika"

    WISDOM AS MOTIF IN FOLKTALES THE GOOD PEASANT

    Get PDF
    Abu Fanani, S.S., M.Pd Institut Agama Islam Sunan Ampel Surabaya [email protected] Abstrak Dalam artikel ini, penulis membahas tentang kebijaksanaan (wisdom) sebagai motif dalam empat cerita rakyat dari empat budaya yang berbeda: the Good Peasan

    Debu-debu rakhine/ Fanani

    No full text
    422 hal.; 20 c

    OTORITAS KYAI PENGASUH DI PONDOK PESANTREN AL-FANANI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER

    Get PDF
    Islamic boarding schools as an Islamic educational institution dated back from the history of Islamic ideology, especially in Indonesia, and cannot be separated from specific type of leadership called Kyai. Kyai is usually considered as a source of absolute power and authority in the life and environment of pesantren (i.e., Islamic boarding schools). So all policies both from the purpose up to implementation come from one authority. Kyai controls all sectors of Islamic boarding school. This fact normally leads to the formation of absolute authority by Kyai. Tahfidzul Qur'an Al-Fanani Islamic Boarding School, based on the results of a preliminary study, provides a different portrait in comparison with other Islamic boarding schools. Tahfidzul Qur'an Al-Fanani Islamic Boarding School, which was founded by Universitas Muhammadiyah Jember, becomes an interesting phenomenon to study. The questions of this study were formulated as follows: 1. What form of authority is applied in the Tahfidzul Qur'an Al-Fanani boarding school? 2. What factors support and inhibit leadership in Tahfidzul Qur'an Al-Fanani Islamic boarding school? 3. How does leadership authority affect the existence of ‘santri’ in the Tahfidzul Qur'an Al-Fanani boarding school? This study aimed to find a comprehensive picture of the leadership model in Al-Fanani boarding school. This study employed a qualitative approach involving interviews and documentation. Data analysis technique was triangulation. The findings show that, first, the form of authority is traditional. Second, the supporting factor is rote learning becomes the authority of each teacher (ustadz), not the leader. Meanwhile, the inhibiting factor lies in the difference between the status of ‘santri’ from ordinary students. Finally, third, Kyai affected the number of santri, which does not increase every year
    corecore