42 research outputs found
EFEKTIVITAS HIDROTERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT DENGAN VARIASI WAKTU BERBEDA TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
ABSTRAKKajian Literatur : Efektivitas Hidroterapi Rendam Kaki Air Hangat Dengan Variasi Waktu Berbeda Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita HipertensiAmelia Sabili Dintya Islami1)Dr. Arwani, SKM, MN.2), Fajar Surachmi, SKM, M.Kes.3)1)Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Poltekkes KemenkesSemarang2)Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang Email: [email protected] Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan global, hipertensi tidak hanya menimbulkan kematian tetapi di sisi lain jumlah penderita hipertensi dari sisi waktu mengalami peningkatan . Untuk itu dibutuhkan penanganan untuk menurunkan tekanan darah yang tidak menimbulkan efek samping yaitu penanganan dengan non farmalogis berupa pemberian terapi kombinasi rendam kaki air hangat.Tujuan: Untuk mengidentifikasi literatur penelitian sebelumnya yang memaparkan penggunaan hidroterapi rendam kaki air hangat untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.Metod: Desain penelitian ini adalah kajian literatur. Dimana metode ini merupakan metode mengidentifikasi dan menganalisis hasil penelitian sebelumnya sebanyak 9 literatur dengan variable yang sama dan memenuhi kriteria inklusi.Hasil: Kajian literatur menunjukkan bahwa pengelolaan non farmakologi menggunakan rendam kaki air hangat efektif dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Rendam kaki air hangat dilakukan 10-15 menit oleh penderita hipertensi.Simpulan: Rendam kaki air hangat dapat menjadi solusi atau alternatif dalam menurunkan tekanan darah pada penderita lansia ,Saran: tenaga kesehatan bisa menerapkan terapi rendam kaki air hangat dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi denganKata Kunci : Hidroterapi Rendam Kaki Air Hangat, Hipertensi, Penderita Hipertens
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN KLIEN REMAJA YANG MENGALAMI GANGGUAN PSIKOLOGI (STRES) MENGHADAPI UJIAN MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN KLIEN REMAJA YANG MENGALAMI GANGGUAN PSIKOLOGI (STRES) MENGHADAPI UJIAN MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERIABSTRAKMutiara Lisa Septanti1, Sri Widiyati2, Rozikhan2, Fajar Surachmi21Mahasiswa Pogram Studi DIII Keperawatan Semarang Kelas Kendal2Dosen Jurusan Keperawatan SemarangEmail: [email protected] Abstrak Latar Belakang: Kekhawatiran siswa kelas 12 yang sudah menyelesaikan studi di SMA dalam menghadapi berbagai pilihan seperti mencari pekerjaan, tinggal dirumah membantu orang tuanya, masuk kelas kursus, atau mengikuti bimbingan belajar ujian masuk perguruan tinggi. Tak hanya khawatir, siswa kelas 12 cenderung stres menjelang ujian karena merasa tidak tenang, takut tidak bisa mengerjakan soal ujian, takut apabila soal ujian susah, takut tidak lulus, dan sulit berkonsentrasi belajar (Aulina & Nashori, 2012). Siswa yang memilih untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi akan dihadapkan pada pilihan universitas dan jurusan yang akan dipilih, dan berbagai ujian masuk perguruan tinggi.Tujuan: Karya Tulis Ilmiah ini bertujuan untuk menggambarkan Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Klien Remaja Yang Mengalami Gangguan Psikologi (Stres) Menghadapi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri pada An. H dan An. Y di wilayah KendalMetode: Metode yang digunakan dalam pengambilan kasus yaitu dengan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan proses pendekatan keperawatan yang dilakukan berdasarkan tahap-tahap asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 keluarga dengan salah satu anggota keluarga yaitu remaja yang mengalami gangguan psikologi (stres). Studi kasus ini menggunakan pengukuran stres sebelum dan setelah terapi musi, selama lima kali kunjungan. Hasil: Setelah diberikan intervensi dan dilakukan implementasi keperawatan keluarga didapatkan hasil bahwa terjadi penurunan tingkat stres pada klien melalui penerapan terapi musik (klasik) yang dilakukan secara benar dan teratur.Kata Kunci: stres, asuhan keperawatan keluarga, terapi musi
ASUHAN KEPERAWATAN KURANGNYA PENGETAHUAN PADA KELUARGA DENGAN DEMAM BERDARAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGMUNDU KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a very distressing disease for the community, because there is no vaccine that can prevent this disease. This disease is very closely related to the circumstances surrounding the environment, because the vector causes dengue disease can breed in environmental conditions that do not get the attention of the family. Families can perform DHF prevention movements if the family has knowledge, attitudes and good practices against the prevention of DHF. The purpose of this study is to know the description of knowledge level, prevention of housewife against prevention of DHF. The number of samples in this study as much as 2 respondents. Sampling using total sampling. The instrument used in this study is by interview using a questionnaire. The data were collected using questionnaires for Knowledge, General Symptoms, Illness, DBD, Mosquito, Prevention, Mother Knowledge, Education, Community Awareness and Government Role. The observation sheets are used for retrieval of practice data. The data obtained then analyzed using descriptive method that is by describing the overall data obtained during the data collection process. The results showed that the average age of the respondents was 25 years, most of the respondents had a high level of education until high school and the respondent was self-employed. A large number of respondents did not have a high level of knowledge about DHF and prevention.Keywords : Knowledge, Prevention, Dengue
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PENDERITA HIPERTENSI DENGAN FOKUS STUDI KEPATUHAN DIIT HIPERTENSI UNTUK PENURUNAN TEKANAN DARAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PADANGSARI BANYUMANIK KOTA SEMARANG
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan dan Publikasi Ilmiah
Seiring bertambahnya usia, penuaan tidak dapat dihindarkan dan terjadi perubahan keadaan fisik; selain itu para lansia mulai kehilangan pekerjaan, kehilangan tujuan hidup, kehilangan teman, resiko terkena penyakit, terisolasi dari lingkungan, dan kesepian. Terapi Aktivitas Kelompok merupakan salah satu terapi modalitas yang dilakukan perawat kepada sekelompok klien yang mempunyai masalah keperawatan yang sama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik lansia di desa Keseneng Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang
PEMBERIAN HIDROTERAPI (RENDAM KAKI AIR HANGAT) PADA KLIEN HIPERTENSI GRADE I UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH DI DESA KEMBANGARUM
Latar Belakang: Hipertensi disebut sebagai silent killer atau pembunuh diam-diam karena merupakan penyakit yang tidak menampakkan sebuah gejala yang khas. Hipertensi atau tekanan darah tinggi juga merupakan suatu keadaan dimana tekanan yang abnormal (tinggi) yang ada dalam pembuluh darah arteri. Hipertensi merupakan suatu keadaan tekanan darah systole 140 mmHg atau lebih dan diastole 90 mmHg lebih, hipertensi dikatakan sebagai keadaan pembuluh darah yang meningkat secara kronis dimana jantung bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi pada tubuh.Tujuan: Mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh serta perbedaan tekanan darah sesudah diberikan hidroterapi (rendam kaki air hangat) terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi grade I.Metode: Studi kasus ini melibatkan 3 orang responden dengan hipertensi grade I. Instrumen yang digunakan yaitu tensimeter yang sudah terkalibrasi, lembar pengkajian, lembar observasi pre post test, dan SPO. Hidroterapi (rendam kaki air hangat) dilakukan selama 15-20 menit.Hasil Asuhan Keperawatan: Pada penerapan studi kasus ini didapatkan hasil terjadi penurunan tekanan darah pada masing-masing klien setelah diberikan hidreoterapi (rendam kaki air hangat) pada klien hipertensi grade I yaitu klien pertama dengan tekanan darah 140/93 mmHg menjadi 120/79 mmHg, klien kedua dengan tekanan darah 142/90 mmHg menjadi 125/77 mmHg dank lien ketiga dengan tekanan darah 141/89 mmHg menjadi 123/78 mmHg.Diskusi: Hasil studi ini sejalan dengan penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya dan dapat menurunkan tekanan darah dan mempunyai efek relaksasi bagi tubuh sehingga dapat merangsang pengeluaran hormone endorphin dalam tubuh dan menekan hormone adrenalin, efek dari rendam air hangat dapat menyebabkan pembuluh darah menjadi melebar, meningkatkan kelenturan jaringan, membuat sirkulasi darah menjadi lancar, mendilatasi pembuluh darah dan menguatkan otot-otot pada ligament.Rekomendasi: Diharapkan karya ilmiah akhir ners ini dapat menjadi rekomendasi untuk menurunkan tekanan darah klien hipertensi grade I
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN FOKUS MASALAH KURANG PENGETAHUAN TENTANG DIIT DIABETES MELLITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA DESA SUKOREJO KABUPATEN KENDAL
Latar Belakang : Pengetahuan keluarga sangat dibutuhkan dalam penanggulangan penderita DM tipe 2, salah satu faktornya adalah kurangnya pengetahuan pada keluarga. Jika tingkat pengeahuannya rendah akan memperngaruhi perilaku dan pola makan yang salah. Yang dapat menyebabkan obesitas dan akhirnya meengalami kenaikan kadar glukosa darah, untuk tu pengetahuan keluarga sagat penting. Karena untuk mengubah perilaku seseorang perlu didasari dengan pengetahuan agar lebih optimal. Tujuan : Menggambarkan hasil asuhan keperawatan keluarga dengan fokus masalah kurang pengetahuan tentang diit dabetes mellitus tipe 2 di desa Sukorejo Kabupaten Kendal. Metode : Mengguakan metode pnelitian deskriptif dengan bentuk studi kasus. Penelitian ini menggunakan 2 subjek sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil : setelah dilakukan asuhan keperawatan keluarga selama 3x pertemuan pada 2 klien didapatkan hasil klien mengalami peningkatan pengetahuan tentang diit diabetes mellitus tipe 2. Simpulan : Berdasarkan hasil dan pembahasan pada asuhan keperawatan keluarga Ny. L dan Tn, S dengan kurang pengetahuan tentang diit diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja desa Sukorejo Kabupaten Kendal. Didapatkan perbedaan antara data pasien I dan pasien II yaitu penyebab penyakit, pengalaman, tingkat pengetahuan dan lamanya sakit. Tetapi tidak ada kesenjangan pada kedua pasien tersebut serta sesuai dengan teori. Evaluasi kedua pasien tersebut mengalami peningkatan pengetahuan dan mampu melakukan Tindakan secara mandiri
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA PASIEN GASTRITIS DENGAN FOKUS STUDI PENATALAKSANAAN NYERI DENGAN PEMBERIAN JUS PEPAYA
Latar Belakang : Gastritis adalah kondisi lambung dimana terjadi erosi lambung yang telah mencapai sistem pembuluh darah lambung, dapat terjadi secara akut atau kronis. Alternatif terapi herbal untuk meredakan nyeri bisa dengan pengaplikasian pemberian jus buah pepaya (Carica Pepaya) terhadap nyeri kronis pada keluarga dengan gastritis.Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk melakukan pelaksanaan asuhan keperawatan penatalaksanaan nyeri gastritis melalui pemberian jus papaya pada Tn. S dan Ny. E di Wilayah Kerja Puskesmas Candilama Kota Semarang.Metode : Metode yang digunakan adalah studi kasus yang dilakukan berdasarkan tahap-tahap asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan.Hasil penelitian : Didapatkan terjadinya penurunan tingkat nyeri dari skala 4 menjadi skala 2 setelah dilakukan tindakan keperawatan non farmakologi yaitu pemberian jus buah papaya selama 5 hari berturut-turut. Dapat disimpulkan bahwa jus buah papaya dapat menurunkan skala nyeri pada pasien gastritis
Stop Negative Thinking Effects for Drug Dependence
The purpose of this study was to determine the effect of therapy stop thinking negatively against drug addiction in Rehabilitation Orphanage Rumah Damai Gunung Pati Semarang. This research is quasy experiment with pretest - posttes without the control group design. Thirty respondents were taken to the reseach sujects. Stop thinking negative therapy before and after thebehavior of drug addiction there are differences (t = 0.00), so it can be stated that the therapy stop thinking negatively influence behavior ependence. This study can be resumed with another therapeutic model, in order to improve government programs, communities and families to reduce drug dependency problems
