68 research outputs found

    Kreativitas Guru Dalam Menyusun Bahan Ajar dan Proses Pembelajaran PKn di Kelas Akselerasi SMAN 1 Banjarmasin ( Studi Kasus Pembelajaran PKn di Kelas Akselerasi SMAN 1 Banjarmasin)

    No full text
    Kreativitas guru dalam menyusun bahan ajar merupakan salah satu aspek yang paling penting yang harus dimiliki oleh seorang guru. Namun, masalah yang sering dihadapi guru dalam kegiatan pembelajaran adalah memilih atau menentukan materi pembelajaran atau bahan ajar yang tepat dalam rangka membantu siswa mencapai kompetensi, baik Kompetensi Inti (KI) maupun Kompetensi Dasar (KD). Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mengkaji informasi mengenai kreativitas guru dalam menyusun bahan ajar pada proses pembelajaran PKn di kelas akselerasi, faktor – faktor yang menghambat kreativitas guru dalam menyusun bahan ajar PKn, serta upaya – upaya guru dan sekolah untuk meningkatkan kreativitas guru dalam menyusun bahan ajar PKn di kelas akselerasi SMAN 1 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus.Teknik pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa (1) Kreativitas guru dalam menyusun bahan ajar PKn di kelas akselerasi SMAN 1 Banjarmasin terlihat dalam menyusun bahan ajar PKn di kelas akselerasi SMAN 1 Banjarmasin meliputi : cara guru dalam menyusun bahan ajar, dan bahan ajar yang digunakan dalam proses pembelajaran PKn , serta cara mengajar guru yang mencakup metode dan model pembelajaran yang di pakai juga sudah baik. (2) Proses Pembelajaran PKn di kelas akselerasi SMAN 1 Banjarmasin meliputi guru menggunakan materi, metode , media, sumber, dan evaluasi yang bervariatif , diantarnya guru menggunakan metode diskusi, tanya jawab dan mengkolaborasikanya dengan beberapa model pembelajaan seperti debate, picture and picture dan example non example (3). Faktor penghambat kreativitas guru dalam menyusun bahan ajar PKn, meliputi : faktor internal (dalam diri guru) dan faktor eksternal (dari luar diri). (4) Upaya guru dan sekolah untuk meningkatkan kreativitas dalam menyusun bahan ajar PKn dalam melaksanakan proses pembelajaran PKn di kelas akselerasi meliputi guru selalu berusaha mengembangkan dan meningkatkan kreativitasnya dengan mengikuti berbagai pelatihan – pelatihan,mengatur waktu sebaik mungkin dan membaca literature yang berkaitan dengan bahan ajar. Sekolah juga selalu menfasilitas guru yang mengikuti pelatihan – pelatihan dan terus meningkatkan sarana dan porasarana di sekolah SMAN 1 Banjarmasin.Penelitian ini merekomendasikan kepada guru untuk terus meningkatkan kreativitas secara maksimal dan selalu berusah untuk meningkatkan ilmu dan keterampilan dalam pengembangan potensi pedagogik yang harus dibantu oleh pihak sekolah dalam menyediakan sarana dan prasarana yang memadai. Teacher creativity in establishing the course of study in civic education learning process is one of important aspect that a teacher should have, but the common problem a teacher usually encounters is choosing or determining the course of study which exactly suited in helping students to achieve their competence, either core competence or basic competence. Things that involved in determining which kind of course of study desired are how to choose the type of course, the scope of the course of study, the sequence on how to present the course, and treatment between the course involved with the sequence related on the how to present the course.Another problem which is usually encountered is the tendency of the source of course of study focused on reference books. This research main purpose is to study and examine knowledge about teacher creativity in establishing the course of study of civic education learning process in high school acceleration class, factors that prevent teacher creativities in establishing the course, and efforts that teachers and schools needed to improve teacher creativities in establishing the course of study of civic education learning process in high school acceleration class at SMAN 1 Banjarmasin. Approach which is used in this research is qualitatively method of case of study to discover and comprehend the facts that occurred intensively and deeply related to phenomena above. Data and information acquisition techniques are interviews, observations, and documentation study. Results that this research discovers are, (1) Teacher creativity in establishing the course of study in civic education learning process in high school acceleration class at SMAN 1 Banjarmasin is good enough, such as teacher’s knowledge about the course, the functions of the course of study, kind of the course used in learning process and the teaching method and learning model that teachers used are good enough.(2). Factors which prevent teacher creativities in establishing the course of study in civic education learning process in high school acceleration class at SMAN 1 Banjarmasin are internal factors which include laziness, self-satisfaction, health or medical condition, education background, weariness, and etc. next are external factor)\ which include the environment around and problems come from school facilities. (3) efforts that school and teachers needed to improve teacher creativities in establishing the course of study in civic education learning process in high school acceleration class at SMAN 1 Banjarmasin

    KREATIVITAS GURU DALAM MENYUSUN BAHAN AJAR PKn PADA PROSES PEMBELAJARAN PKn DI KELAS AKSELERASI DI SMAN 1 BANJARMASIN

    No full text
    This research is motivated by the common problem a teacher usually encounters is choosing or determining the course of study which exactly suited in helping students to achieve their competence.Approach which is used in this research is qualitatively method of case of study. Observation, interviews, documentation analysis and triangulation are the process of collecting data for this research. The data is analyzed through data reduction and display, and conclusion. The result of this research shows that(1) Teacher creativity in establishing the course of study  learning process in high school acceleration class at SMAN 1 Banjarmasin  such as teacher’s knowledge about the course, kind of the course used in learning process and the teaching method and learning model that teachers used are good enough. (2). Factors which prevent teacher creativities course of study in civic education learning process in high school acceleration class are internal factors and eksternal factors (3) efforts that school and teachers needed to improve teacher creativities in establishing the course of study in civic education learning process in high school acceleration class at SMAN 1 Banjarmasin

    Tingkat Kompetensi Kewarganegaraan Ekologis Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Sekolah Menengah Pertama

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi ekosistem sungai di Banjarmasin. Peran guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam perspektif Kewarganegaraan Lingkungan perlu dioptimalkan. Namun belum diketahui dan  belum ada penelitian terhadap tingkat dan dimensi kewarganegaraan lingkungan di tingkat Sekolah Menengah Pertama, khususnya terhadap guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui kuesioner, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan kriteria dan kategori Tingkat Kewarganegaraan Lingkungan berdasarkan kategori dari Karetekin. Temuan penelitian menunjukkan tingkat kewarganegaraan lingkungan guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan secara keseluruhan berada pada level sedang, terutama dalam indikator sikap warga negara lingkungan yakni menggunakan lebih banyak sumber daya alam daripada yang kita butuhkan, tidak mengancam kesehatan dan kesejahteraan orang di masa depan berada dalam tingkat yang sangat rendah. Tingkat Kewarganegaraan lingkungan guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan belum mencapai tingkat yang memuaskan, karena masih masih berada pada tingkat sedang dan rendah. Rekomendasi dalam penelitian ini perlu penguatan dan penegakkan nilai-nilai ekologis melalui sistem pendidikan yang secara konsisten memperkuat nilai-nilai ekologis. dan memungkinkan perilaku pro-lingkungan dan pada gilirannya memberikan penguatan untuk nilai-nilai ekologis.Â

    Aliansi Meratus Sebagai Gerakan Sosial “Perlawanan†Warga Negara Pro-Lingkungan Di Kalimantan Selatan; Perspektif Kewarganegaraan Ekologis

    No full text
    Tujuan penelitan ini adalah untuk menuliskan bagaimana sepak terjang dan peran gerakan sosial Aliansi Meratus yang merupakan gerakan perlawanan pro lingkungan di Kalimantan Selatan sebagai wujud gerakan kewarganegaraan ekologis. Pendekatan penelitian adalah penelitian kualitatif. Populasi adalah Gerakan Aliansi Meratus, informan kunci ditentukan secara purposive sampling, yaitu aktivis Gerakan Aliansi Meratus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Aliansi Meratus muncul karena kepedulian berbagai elemen tokoh masyarakat yang berjuang agar tidak terjadi tukar guling wilayah Meratus dengan wilayah PT Kodeco. Gerakan Aliansi Meratus adalah wadah perlawanan yang memperjuangkan hak-hak masyarakat, menyuarakan agar tidak terjadi tukar guling lahan, apabila terjadi dapat merusak ekosistem lingkungan, serta menghilangkan tradisi dan adat istiadat masyarakat dan lingkungan pegunungan Meratus.  Peran Gerakan Aliansi Meratus adalah wadah yang memberikan kesadaran dan penguatan;  kampanye dan sosialisasi untuk mendapatkan dukungan masyarakat;   penelusuran ke lembaga-lembaga, instansi maupun akademisi untuk mencari dukungan; melakukan kajian terhadap peraturan-peraturan untuk melakukan penolakan secara ilmiah terhadap kebijakan; melakukan  Aksi dan Pernyataan Sikap sebagai wujud perlawanan dan ketidaksetujuan masyarakat untuk menolak tegas segala macam bentuk eksploitasi terhadap hutan Meratus, yang dilakukan di balai-balai Adat maupun aksi yang dilakukan di depan Gedung DPRD Kabupaten dan Provinsi; dan membuat event festival-festival kesenian baik teater maupun festival baca puisi  yang bertemakan tentang Meratus

    Pemenuhan Hak Politik Warga Negara Oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarmasin (Studi Kasus Penyandang disabilitas)

    No full text
    Political rights for people with disabilities are one component of Human Rights that must be fulfilled. However, if you look at the reality today, there are still many political rights for people with disabilities that are not fulfilled. The aim of this research is to see and analyze the form of fulfillment of political rights regarding socialization for people with disabilities and the form of provision of infrastructure and facilities by the General Election Commission (KPU) of Banjarmasin City. This research uses descriptive qualitative methods by conducting interviews and observations. The results of this research show that the Banjarmasin City KPU fulfills the Political Rights of Persons with Disabilities in two ways. First, by providing interpreters for deaf people in outreach activities regarding procedures and mechanisms related to general elections. Second, the provision of facilities and infrastructure for blind people with disabilities is provided with braille aids in elections. and providing wheelchair access and friendly services for people with disabilities in Banjarmasin City

    Video recordings to enhance listening skills in English for 6th grade

    No full text
    Bakalaura darba nosaukums ir “Video ieraksti klausīšanās prasmju veicināšanai angļu valodas apguvē 6. klasē”. Bakalaura darba autore ir Dināra Reja – Fillipsa. Darba mērķis ir teorētiski pamatot un praktiski pārbaudīt nosacījumus klausīšanās prasmju veicināšanai valodas apguvē 6. klasē, izmantojot video ierakstus. Darbs sastāv no divām daļām – teorētiskās un empīriskās. Baklaura darbā teorētiskā daļā tiek analizēta pedagoģijas zinātnieku literatūra un teorijas, lai raksturotu klausīšanās prasmes būtību, video ierakstu izmantošanu valodas apguvē, kā arī angļu valodas apguvi 6. klasē. Bakalaura empīriskā daļā tiek aptaujāti svešvalodu pedagogi, lai noskaidrotu kādi paņēmieni tiek pielietoti valodas apguvē. Pētījuma ietvaros tiek veikts mācību eksperiments, lai praktiski pārbaudītu klausīšanās prasmju attīstību, izmantojot video ierakstus. Darbs kopumā izklāstīts 46 lappusēs, tajā iekļautas 9 tabulas un 7 attēli. Darbā izmantoti 29 literatūras avoti un pievienoti 1pielikums. Atslēgas vārdi – klausīšanās pramses, klausīšanās uzdevumi, video valodas apguvē, komunikācijas prasmes.The subject of the bachelor’s thesis is “Video recordings to enhance listening skills in English for 6th grade”. The author of the bachelor’s theis is Dinara Reja-Fillipsa. The aim of the thesis is to theoretically substantiate and practically test the conditions for the promotion of listening skills in the language of 6th grade through video recording. The thesis consists of two parts – theoretical and empirical. In the theoretical part of the bachelor’s thesis, literature and theories of pedagogical scholars are studied and analyzed in order to characterize the essence of listening skills, the use of video recordings in language acquisition, as well as the English language learning process in 6th grade. In the empirical part of the bachelor, foreign language educators are interviewed to find out what techniques are used in language acquisition. The study involes a training experiment to test the development of listening skills practical way through video recording. The thesis consist of 46 pages, 9 tables and 7 pictures. The thesis uses 29 literature sources. Keywords – listening skills, listening tasks, video language learning, communication skills

    Kolaborasi Kabinet Zaken dan Kabinet Koalisi dalam Pembentukan Kabinet Efektif

    No full text
    ABSTRAKPenelitan ini bertujuan untuk mencari formulasi kolaborasi antara kabinet zaken dan kabinet koalisi dalam rangka membentuk kabinet yang efektif. Metode peneitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode komparatif dengan mencari referensi teori yang relevan sesuai dengan kajian riset ini. Ada empat macam bentuk kolaborasi yang ditawarkan di dalam penelitian ini di antaranya (1) harus ada kesepakatan mengenai platform dan agenda politik bersama di antara partai-partai yang berkoalisi, (2) adanya pembagian kekuasaan atau power sharing yang secara relatif dianggap memuaskan oleh seluruh partai mitra koalisi dan ahli, (3) perlu penegasan Presiden kepada partai politik untuk memberikan kader terbaiknya yang memiliki keahlian dibidangnya untuk duduk sebagai menteri, (4) Kabinet Zaken bisa di pilih oleh presiden melalui kontribusi partai koalisi maupun dari seleksi oleh Presiden sendiri dalam penentuan secara terbuka oleh para ahli di bidangnya masing-masing. Jadi bentuk Kolaborasi (1) bisa diisi 50% dari kalangan ahli professional (non parpol), 50% dari kalangan parpol. (2) bisa 30% dari kalangan ahli professional non parpol, 70% dari kalangan parpol yang sesuai bidang akademik dan kerjanya. (3). Pos-pos menteri yang menyangkut hajat hidup orang banyak sebaiknya dijabat oleh menteri yang berasal dari kalangan ahli professional non parpol. ABSTRACTCollaboration zaken cabinet and coalition cabinet in the formation of an effective cabinet. This research supports the search for collaboration formulations between the zaken cabinet and the coalition cabinet in an effective cabinet framework. The research method used in this study is a comparative method by finding relevant theory references in accordance with this research study. There are four types of collaboration offered in this study above (1) there must be agreement on a platform and a joint political agenda between the parties that are in the coalition, (2) there is a division of power or the division of power that is related freely received by each party coalition partners and experts, (3) the president must be affirmed for political parties to provide the best cadres who have expertise in their fields to sit as ministers, (4) the zaken cabinet can be chosen by the president opened by experts in their respective fields. So the Collaboration form (1) can be filled 50% from professional experts (non-political parties), 50% from political parties. (2) 30% can be from non-political professional experts, 70% from political parties that are suitable in the academic field and competition. (3) Ministerial posts discussing non political party profession experts

    Strategi penguatan kewarganegaraan ekologis pada Kelompok Tani Berdikari di Kota Banjarbaru: Strategies for Strengthening Ecological Citizenship in Berdikari Farmer Groups in the city of Banjarbaru.

    No full text
    The low awareness of citizens to care for and protect the environment has resulted in the environment being neglected and damaged. So that a strategy to strengthen ecological citizenship is needed in an effort to keep the environment cared for and cared for. This study aims to explore strategies implemented in farming with the concept of loving nature and sustainability. This study uses a qualitative approach with a case study method that investigates carefully and in detail about a program, event, or activity. The results showed that the strategy of strengthening ecological citizenship that had been carried out by the Berdikari farmer group was through the implementation of the concept of safe, secure, and healthy in processing their crops and protecting the surrounding environment, and collaborating with stakeholders, such as the agriculture agency. The obstacles encountered by farmers who are members of independent farmer groups in implementing this strategy are based on natural and economic factors. Abstrak Rendahnya kesadaran warga negara untuk memelihara dan menjaga lingkungan, mengakibatkan lingkungan menjadi tidak terawat dan rusak. Sehingga diperlukan strategi penguatan kewarganegaraan ekologis sebagai upaya agar lingkungan tetap dirawat dan diperhatikan. Penelitian ini bertujuan ini untuk menggali strategi-strategi yang dilakukan dalam Bertani dengan konsep mencintai alam dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang menyelidiki secara teliti dan detail mengenai sebuah program, peristiwa, maupun sebuah aktivitas. Hasil Penelitian menunjukan bahwa strategi penguatan kewarganegaraan ekologis yang sudah dilakukan oleh kelompok tani Berdikari melalui implementasi konsep aman, selamat, dan sehat dalam mengolah hasil taninya serta menjaga lingkungan sekitar, dan melakukan kerjasama dengan stakeholder, seperti dinas pertanian. Hambatan-hambatan yang ditemui para petani yang tergabung di dalam kelompok tani berdikari dalam meimplementasikan strategi ini dari faktor alam dan ekonomi
    corecore