1,720,958 research outputs found
Analisis Komprehensif terhadap Framework dan Alat Penetration Testing: Tren, Tantangan, dan Peluang: Comprehensive Analysis of Penetration Testing Frameworks and Tools: Trends, Challenges, and Opportunities
The crucial method in cybersecurity aimed at identifying and exploiting vulnerabilities in information systems to enhance security is known as Penetration Testing. The author attempts to present a comprehensive analysis of various penetration testing frameworks and tools, including OWASP, PTES, NIST SP 800-115, OSSTMM, and ISO 27001. Each framework has its distinct advantages and disadvantages, depending on the specific context and needs of the organization. Various penetration testing tools are evaluated based on their ability to detect and exploit vulnerabilities. Recent trends show an increase in the use of automated and AI-based tools to improve efficiency and accuracy. Open-Source Intelligence (OSINT) techniques are also becoming increasingly important in gathering initial information before penetration testing is conducted. However, there are significant challenges in penetration testing, including the complexity of modern systems, resource constraints, evolving threats, regulatory compliance, and the security of the testing tools themselves. These challenges are balanced by significant opportunities in the development of new tools, enhanced collaboration among the security community, increased awareness and investment in cybersecurity, education and training, and integration with DevSecOps methodologies. This article aims to provide in-depth and practical guidance for organizations in selecting and implementing the most suitable penetration testing frameworks and tools according to their needs. With a better understanding of the advantages, disadvantages, trends, challenges, and opportunities in penetration testing, organizations can significantly enhance their security posture..Metode krusial dalam keamanan siber yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengeksploitasi kerentanan dalam sistem informasi untuk meningkatkan keamanan dikenal dengan Penetration Testing. Penulis mencoba untuk menyajikan analisis komprehensif terhadap berbagai framework dan alat penetration testing, termasuk OWASP, PTES, NIST SP 800-115, OSSTMM, dan ISO 27001. Masing-masing framework memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda, tergantung pada konteks dan kebutuhan spesifik organisasi. Berbagai piranti penetration testing dievaluasi berdasarkan kemampuannya dalam mendeteksi dan mengeksploitasi kerentanan. Tren terbaru menunjukkan peningkatan penggunaan piranti pengujian otomatis dan berbasis AI untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi. Teknik Open Source Intelligence (OSINT) juga semakin penting dalam pengumpulan informasi awal sebelum uji penetrasi dilakukan. Namun, ada tantangan signifikan dalam penetration testing, termasuk kompleksitas sistem modern, keterbatasan sumber daya, evolusi ancaman, regulasi dan kepatuhan, serta keamanan alat testing itu sendiri. Tantangan-tantangan ini diimbangi oleh peluang besar dalam pengembangan alat baru, peningkatan kolaborasi antara komunitas keamanan, peningkatan kesadaran dan investasi dalam keamanan siber, pendidikan dan pelatihan, serta integrasi dengan metodologi DevSecOps. Artikel ini bertujuan untuk memberikan panduan yang mendalam dan praktis bagi organisasi dalam memilih dan menerapkan framework dan alat penetration testing yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang kelebihan, kekurangan, tren, tantangan, dan peluang dalam penetration testing, organisasi dapat meningkatkan postur keamanan mereka secara signifikan
Implementasi SIMBA Baznas dalam Meningkatkan Efektivitas Pengumpulan dan Distribusi Zakat di Baitul Mal Kota Banda Aceh
Pengelolaan zakat di Indonesia dibolehkan dilaksanakan oleh lembaga swasta dan pemerintahan. Pada lembaga pemerintahan terkecuali Aceh maka pengelolaan zakat pemerintah dikelola oleh Baznas sedangkan provinsi Aceh dikelola oleh Baitul Mal. Dalam pengelolaan zakat agar efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas maka digunakanlah sistem informasi, untuk lembaga dibawah naungan Baznas tersedia aplikasi SIMBA. Akan tetapi bagi provinsi Aceh, Zakat yang terkumpul diakui sebagai Pendapatan Asli Daerah maka harus menggunakan aplikasi SIPKD dalam pengelolaan keuangannya. Pada SIPKD tidak dirancang untuk pengelolaan zakat yang profesional sehingga Simba juga harus dijalankan pada Baitul Mal. Baitul Mal Kota Banda Aceh menjadi pelopor dalam penggunaan Simba dengan menggandeng SIPKD dalam pengelolaan keuangan Zakat. Problem perubahan manajemen yang dihadapi Baitul Mal Kota Banda Aceh dari pembagian tugas yang menggunakan Simba dan SIPKD. Metode implementasi Simba di Baitul Mal Kota Banda Aceh merupakan salah satu contoh sukses dari manajemen proyek implementasi sistem informasi sehingga meningkatkan penerimaan zakat dari masyarakat. Akan tetapi setelah perubahan struktur organisasi kinerja simba terlihat menurun
PERANCANGAN APLIKASI PENGAWASAN PADA INSPEKTORAT ACEH
Tuntutan Good Governace bagi suatu daerah sangat tinggi sejak diberlakukannya otonomi daerah pada tahun 1999. Otonomi daerah juga harus disadari sebagai suatu transformasi paradigma dalam penyelenggaraan pembangunan dan pemerintahan di daerah, di mana Pemerintah Daerah memiliki otonomi yang lebih luas untuk mengelola sumber-sumber ekonomi daerah secara mandiri dan bertanggungjawab, yang hasilnya diorientasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut. Untuk menjamin pelaksaan kegiatan pemerintahan dengan orientasi tersebut maka Inspektorat Aceh melakukan pembinaan dan pengawasan internal pada Pemerintah Aceh dengan berpedoman pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Dengan luas dan banyaknya tahapan pengawasan maka dikembangkan sebuah aplikasi pengawasan dokumen pemeriksaan. Hal ini sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government. Pengembangan aplikasi agar menjamin bahwa mutu pembinaan dan pengawasan tersebut telah dilakukan secara berkualitas, efektif dan efisien sesuai dengan standar pengawasan internal yang berpedoman pada Peraturan Menteri Pendayagunaan dan Aparatur Negara No 19 Tahun 2009 tentang Pedoman Kendali Mutu Audit Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah. Sistem Informasi Laporan Hasil Pengawasan Inspektorat Aceh akan terdiri beberapa fitur yaitu Perencanaan pengawasan, Objek Pengawasan, dan laporan pengawasan. Untuk menjamin setiap data yang akan diproses maka hak akses setiap fitur diberikan sesuai dengan peran masing-masing. Dengan penelitian ini dapat memberikan gambaran pengembangan aplikasi yang memenuhi berbagai aspek dari Permenpan No 19 Tahun 2009
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Pengembangan Aplikasi Pemetaan Desa/ Gampong Layak Anak Berbasis Sistem Informasi Geografis pada Kuta Alam Banda Aceh: Application Development of Child-Friendly Village Mapping Geographic Information System Based of Kuta Alam Banda Aceh
Berdasarkan wawancara dengan kepala bidang perlindungan perempuan dan anak di kantor DP3AP2KB kota Banda Aceh, ditemukan kesulitan dalam penyampaian informasi dan penentuan desa/ gampong layak anak dikarenakan sistem pemantauan perkembangan kampong dan penyampaian informasi yang digunakan saat ini masih menggunakan sistem manual dan website kantor yang dianggap kurang efektif dikarenakan website tersebut tidak memiliki menu khusus yang membahas tentang desa/ gampong layak anak dan juga penggunaan sistem manual dalam penentuan dan pemantauan perkembangan desa memerlukan banyak biaya dan waktu. Maka dari itu dibuatlah pemetaan desa/ gampong layak anak kotaBanda Aceh berbasis webgis. Sistem Informasi Geografis yang dirancang memuat pemetaan setiap desa di kecamatan Kuta Alam kota Banda Aceh yang di dalamnya terdapat data setiap desa, informasi profile desa, informasi fasilitas desa, kategori desa, dan sebagai sarana penyampaian laporan perkembangan desa. Pengguna dari sistem ini adalah kantor DP3AP2KB kota Banda Aceh, perangkat desa di kecamatan Kuta Alam kota Banda Aceh dan masyarakat umum yang ingin mengakses informasi mengenai desa/gampong layak anak kota Banda Aceh. Hasil yang dicapai SIG yang dikembangkan dapat memenuhi kebutuhan informasi untuk masyarakat, pemerintah desa/gampong dan pemerintah kota Banda Aceh khususnya kantor DP3AP2KB. SIG mampu menghasilkan pemetaan perkembangan program Desa/Gampong Layak Anak di Kecamatan Kuta Alam, kotaBanda Aceh
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
