179 research outputs found
ANALISIS MOTOR INDUKSI 3 FASA DENGAN METODE KERANGKA REFERENSI
Simulasi mengenai analisis motor induksi 3 fasa diperlukan untuk mengetahui karakteristik unjuk kerja
motor induksi dalam berbagai kondisi seperti saat starting, saat terjadi perubahan beban maupun saat terjadi gangguan.
Untuk dapat melakukan analisis motor induksi 3 fasa tersebut diperlukan suatu model motor induksi yang luwes.
Model motor induksi konvensional yaitu dengan model trafo, memiliki berbagai keterbatasan sehingga tidak dapat
digunakan lagi. Oleh karena itu digunakan model motor induksi 3 fasa dengan menggunakan kerangka referensi. Dengan
metode kerangka referensi persamaan motor induksi dalam variabel mesin (kerangka abc) akan ditransformasikan
menjadi persamaan dalam variabel kerangka referensi (kerangka qd0).
Kata kunci : simulasi, motor induksi 3 fasa, kerangka referens
Optical studies of Er-doped yttrium aluminium garnet phosphor materials
The need for materials application in solid-state lasers, medical devices, and optoelectronic devices has made the investigation of ceramic materials of increasing importance. A detail study of the optical properties of rare earth element erbium doped inside YAG is reported for the photoluminescence, power and lifetime measurement. The energy transfer and optical transitions involved for this material is studied in detail by understand the optical processes that give rise to the emission they display. Following this second (and higher) order processes are considered that lead to upconversion in erbium-doped yttrium aluminum garnet (Er:YAG) materials.</p
Interconnection of hydro power plant through 20 kV distributed line to improve electrical power supply in Dieng Central Java
The Application of Algorithm Genetic for Tuning Power System Stabilizer In Suralaya Power Plant Generation - West Java
The Comparison of On line control of Three Phase Induction Motor Using RBF and B-Spline Neural Network
Penelitian Penyimpangan Alat Ukur Energi Listrik untuk Beban Rumah Tangga
Alat ukur energi listrik seperti kWh meter merupakan alat untuk mengukur energi listrik yang sering digunakan oleh konsumen. Alat ukur ini mengukur transaksi energi listrik berdasar daya aktif dalam satuan Watt persatuan waktu. Alat ukur ini didesain untuk memiliki kinerja yang baik apabila memenuhi kriteria gelombang arus dan tegangan berupa sinusoidal murni agar tidak ada satupun pihak yang dirugikan akibat adanya kesalahan dalam proses pengukuran. Namun saat ini pelanggan rumah tangga yang cukup dominan di Indonesia umumnya memakai beban non linear bercampur dengan beban linier sehingga hal ini dapat menimbulkan masalah yang dapat mempengaruhi hasil pengukuran energi listrik sebenarnya. Tujuan dari tulisan ini adalah mengemukakan hasil penelitian ini untuk melihat dampak harmonisa terhadap kesalahan pengukuran energi listrik pada kWhmeter Analog. Beban non linier yang terdapat di rumah – rumah dengan daya listrik 450 VA dan 900VA menimbulkan harmonisa. Harmonisa ini berdasarkan penelitian yang dilakukan dalam makalah ini, ternyata dapat mengakibatkan perubahan perubahan komposisi daya. Komponen harmonisa menghasilkan daya reaktif harmonisa ke sistem, sehingga daya reaktif total pada sistem akan meningkat. Hasil penelitian menunjukkan semakin besar nilai THD arus maka semakin besar pula persentase kesalahan kWh meter analog jika dibandingkan dengan peralatan Power Quality Analyzer (PQA
PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP RETURN ON ASSET DENGAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL MODERATING
Intellectual Capital (IC) ialah aset tidak berwujud sulit diukur, namun terdapat efek besar terhadap kinerja laba perusahaan. Pengukuran Intellectual Capital menggunakan indicator Variabel Value added intellectual coefficient (VAIC). Studi ini meneliti pengaruh Intellectual Capital terhadap BUMN di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2012-2020. Sampel penelitian ini dengan 87 observasi, menggunakan regresi berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) untuk mengetahui efek moderasi ukuran perusahaan dalam memoderasi Intellectual Capital terhadap Return On Assets.
Hasilnya menunjukan Intellectual Capital diukur pada Variabel Value Added Intellectual Coefficient menunjukan pengaruh positif signifikan terhadap Return On Assets dan ukuran perusahaan juga mampu memoderasi pengaruh Intellectual Capital terhadap Return On Assets
Siklus Harmonisa di Pelanggan Rumah Tangga untuk Beban Hibrida
Peralatan listrik yang digunakan pada rumah tangga saat ini semakin bervariasi seperti komputer, power supply, Air Conditioner (AC), lampu LED, dan lampu LHE. Banyaknya peralatan listrik atau beban bersifat non linier menyebabkan kualitas daya listrik menurun. Parameter kualitas daya listrik terdiri dari keseimbangan arus dan tegangan, harmonik (THD arus dan THD tegangan), faktor daya, dan profil tegangan. Munculnya harmonisa dalam suatu instalasi rumah tangga juga dipengaruhi dengan siklus penggunaan peralatan listrik yang dalam kondisi saat ini merupakan beban campuran atau hibrida. Beban hibrida yang dimaksud merupakan campuran dari beban non linier dan beban linier. Dalam makalah ini dikemukakan hasil penelitian yang menunjukkan bagaimana komposisi daya yang ditarik oleh beban rumah tangga dalam suatu siklus yang umumnya terjadi secara keseharian khususnya untuk beban rumah tangga berdaya 450 VA dan 900 V
ANALISIS KONTRASTIF ABREVIASI DALAM BAHASA JEPANG DAN BAHASA INDONESIA 日本語とインドネシア語の略語の対象分析
ABSTRACT
Bilal, Mochammad. 2017. “Contrastive Analysis of Abbreviation in Japanese Language and Indonesian Language”. Undergraduate Japanese Literature thesis. University of Diponegoro. The first thesis supervisor is Drs. Surono, S.U. The second thesis supervisor is Lina Rosliana, S.S, M.Hum.
This thesis discusses “Contrastive Analysis of abbreviation in Japanese Language and Indonesian Language”. The reason behind the choose of title by the author is due to lack of discussion about the comparasion between Japanese and Indonesian language. Furthermore, author had interested to discuss the form of abbreviation in bahasa Indonesia and Japanese language.
The data in this research are attained from written sources, such as; internet articles from asahi.com and kompas.com. Whilst the method used in the analysis is “bagi unsur langsung”, later the data are analyzed by contrastive method to compared the data which are divide into two steps, those are description and and comparasion of the results of data analysis.
Abbreviation of Japanese and Indonesian booth have 8 similarities, namely on booth have abbreviation who is not be read in its entirety, abbreviation who spell entirety, abbreviation who take 2, 3 or 4 first letters, abbreviation who take first letter from every syllables, abbreviation who had partial deletion, abbreviation who combine with foreign word, abbreviation with combination of syllables, and abbreviation who had changes in written form. The diffrences in meanwhile, abbreviation who are not found in Japanese language has 25 forms and abbreviation who are not found in Indonesian language has 2 forms.
.
Keywords: contrastive, abbreviation, Indonesian Language, Japanese Language
- …
