1 research outputs found
KEJADIAN HEPATITIS B PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RSUD KRT. SETJONEGORO WONOSOBO
Latar Belakang : Hemodialisis adalah terapi bagi gagal ginjal kronik karena ginjal tidak mampu lagi untuk membersihkan sisa-sisa metabolisme atau racun dalam tubuh. Riskesdas tahun 2018 menyatakan bahwa prevalensi hemodialisis di Indonesia sebesar 19,13% dan prevalensi hemodialisis di Jawa Tengah sebesar 16,15%. Pasien hemodialisis memiliki risiko terjadinya infeksi virus yang ditularkan melalui darah salah satunya virus hepatitis B (HBV). Hal ini karena pasien hemodialisis mengalami penurunan daya tahan tubuh sehingga memudahkan terinfeksi. Oleh karena itu diperlukan tindakan pencegahan dengan melakukan pemeriksaan HBsAg untuk mengetahui hepatitis B pada pasien hemodialisis.Tujuan Penelitian : Mengetahui kejadian hepatitis B pada pasien hemodialisis di RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo tahun 2021Metode Penelitian : Penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui kejadian hepatitis B pada pasien hemodialisisHasil Penelitian : Berdasarkan 109 data yang diperoleh sebanyak 4 orang (3,67 %) positif dan 105 orang (96,33 %) negatif, usia yaitu kelompok usia dewasa sebanyak 2 orang (6,67 %) dan pada kelompok usia lansia sebanyak 2 orang (2,90 %), berdasarkan jenis kelamin yaitu pada laki-laki sebanyak 2 orang (3,92 %) dan perempuan sebanyak 2 orang (3,45 %) positif HBsAg, berdasarkan frekuensi hemodialisis yaitu pada frekuensi hemodialisis 1 kali seminggu sebanyak 2 orang (6,67 %) dan 2 kali seminggu sebanyak 2 orang (2,53 %) positif HBsAg.Kesimpulan : Kejadian hepatitis B pada pasien hemodialisis di RSUD KRT. Setjonegoro sebanyak 4 orang (3,67 %) positif HBsAg
