1 research outputs found

    Analisis Teknik Penokohan Cerpen Karya Siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 5 Malang

    No full text
    ABSTRAK Salah satu jenis teks yang diajarkan untuk mengembangkan keterampilan menulis siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XI SMA berdasarkan Kurikulum 2013 adalah menyusun teks cerpen. Pada jenjang pendidikan sebelumnya teks cerpen ini juga telah diajarkan pada kelas VIII SMP/MTS. Hal ini didasari atas pertimbangan bahwa teks cerpen perlu diajarkan secara berkesinambungan. Selain itu, teks ini merupakan salah satu jenis teks yang membutuhkan proses kreativitas yang tinggi, hal itu disebabkan dalam penulisan cerpen dibutuhkan ide, perasaan, maupun pikiran kreatif untuk menghasilkan cerpen yang menarik bagi pembaca. Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti laksanakan di SMA Negeri 5 Malang, khususnya di kelas XI IPS2 ditemukan bahwa tidak semua siswa dapat menguasai dan memvariasikan teknik penokohan teks cerpen.Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dua fokus penelitian. Pertama, teknik penokohan secara langsung/analitik yakni tuturan pengarang. Kedua, teknik penokohan secara tidak langsung/dramatik yang meliputi penampilan tokoh, cakapan, tingkah laku, pikiran dan perasaan, arus kesadaan, reaksi tokoh, reaksi tokoh lain, dan pelukisan latar dalam cerpen karya siswa kelas XI SMA Negeri 5 Malang.Penelitian ini merupakan penelitian kajian teks yang merupakan salah satu jenis dari penelitian kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di SMA Negeri 5 Malang. Sumber data dalam penelitian ini berupa teks cerpen karya siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 5 Malang. Data penelitian ini berupa penggalan cerpen karya siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 5 Malang yang menunjukkan teknik penokohan. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi cerpen karya siswa yang sudah ada sebagai tugas dari guru bahasa Indonesia. Instrumen yang digunakan terdiri atas instrumen kunci dan pelengkap. Peneliti menjadi instrumen kunci penelitian ini. Instrumen pelengkap berupa pedoman kodifikasi data dan pedoman analisis data. Data dianalisis dengan prosedur (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan dan penyelesaian. Dalam menentukan keabsahan temuan, peneliti melakukan diskusi dengan dosen pembimbing dan teman sejawat. Hasil penelitian ini berupa deskripsi tentang teknik penokohan secara langsung dan tidak langsung. Berdasarkan analisis data diperoleh dua hasil sebagai berikut. Pertama, teknik penokohan secara langsung/analitik yakni tuturan pengarang. Tuturan pengarang merupakan tuturan langsung dari pengarang untuk mendiskripsikan watak dan sifat tokoh dalam cerpen. Selain itu terdapat tuturan pengarang yang menunjukan pelukisan fisik tokoh. Kedua, teknik penokohan secara tidak langsung. teknik penokohan secara tdak langsung merupakan teknik dimana penulis menggunakan tingkah laku dan peristiwa dalam cerita untuk menggambarkan tokoh. Teknik penokohan ridak langsung dalam cerpen siswa yang paling banyak digunakan adalah cakapan, cara kedua yang banyak digunakan adalah pikiran dan perasaan tokoh, dan cara ketiga yang juga banyak digunakan dalam cerpen siswa adalah tingkah laku. Saran penelitian ditujukan kepada siswa, guru, dan peneliti selanjutnya. Bagi siswa disarankan untuk memperbanyak refrensi terkait teknik penokohan cerpen, sehingga pengetahuan tentang teknik penokohan /cara melukiskan watak tokoh lebih bervariasi sehingga dapat menghasilkan karya cerpen yang lebih menarik.  Bagi guru mata pelajaran disarankan untuk memberikan penjelasan lebih dalam mengenai teknik penokohan secara langsung dan tidak langsung serta teknik-teknik lain yang bisa digunkan dalam menggambarkan watak tokoh sehingga siswa memiliki banyak wawasan terkait teknik penokohan, saat menulis cerpen agar hasilnya lebih baik dan menarik. Kepada peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian pada aspek lain terkait dengan teks cerpen dan menjadikan penelitian ini sebagai masukan dalam melakukan penelitian lain terkait teknik penokohan pada cerpen
    corecore