1,720,954 research outputs found
ADANYA KEBOCORAN PADA PIPA HYDRAULIC BAGIAN TEKAN MENGAKIBATKAN BERKURANGNYA KERJA PADA WINDLASS DI MV. TANTO SEJAHTERA
ABSTRAKSI
Ade Rizki Fahrudin, 2022, NIT : 551811226661 T, “Adanya kebocoran pada pipa
hydraulic bagian tekan mengakibatkan berkurangnya kerja pada windlass di
MV. Tanto Sejahtera”, Program Studi Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I : H. Rahyono,S.P1,MM,M.Mar.E. pembimbing II :
Retno Hariyanti,S.Pd,M.M.
Kebocoran pada pipa hydraulic bagian tekan sangat berpengaruh terhadap
kinerja mesin windlass. Perlunya pemeliharaan, perbaikan dan perawatan terhadap
o-ring, filter tanki hydraulic pipa-pipa serta mesin windlass merupakan pekerjaan
yang dilakukan oleh para engineer supaya mesin windlass dapat bekerja secara
optimal dan maksimal. O-ring pada pipa flange adalah bagian komponen penting
pada mesin windlass, kerusakan pada o-ring menjadi salah satu masalah pada mesin
windlass karena dapat mempengaruhi kinerja pada mesin windlass. Tujuan di balik
penelitian ini adalah untuk menemukan apakah tekanan berlebih menyebabkan
rusaknya o-ring pada pipa hydraulic, serta apakah pemasangan flange yang tidak
tepat menyebabkan rusaknya o-ring dan apakah perawatan yang tidak sesuai
dengan manual book menyebabkan rusaknya o-ring pada pipa hydraulic bagian
tekan di MV. Tanto sejahtera serta dampak dan upaya untuk menanggulangi
kerusakan tersebut.
Dalam penelitian kali ini peneliti menggunakan teknik pengumpulan data
dengan metode SHEL yaitu software, hardware, environment, dan liverware
dengan identifikasi berbagai faktor secara sistematis yang bertujuan untuk
mengungkap fakta, keadaan, fenomena, variable dan keadaan yang terjadi saat
penelitian berjalan dan memberikan data apa adanya sehingga dalam penelitian ini
mendapatkan hasil penelitian yang sebenarnya terjadi di MV. Tanto Sejahtera.
Tujuan dari penelitian ini adalah apakah penyebab kebocoran pada pipa hydraulic
bagian tekan sangat berpengaruh terhadap kinerja mesin windlass untuk
mengetahui apa yang menyebabkan kebocoran pada pipa hydraulic serta Perlunya
pemeliharaan, perbaikan dan perawatan terhadap o-ring, filter tanki hydraulic pipa�pipa dengan demikian mesin windlass merupakan pekerjaan yang dilakukan oleh
para engineer agar mesin windlass dapat bekerja secara optimal dan maksimal. Lalu
dampak jika ada kerusakan dan bagaimana upaya yang dilakukan untuk mengatasi
kebocoran tersebut sehingga mempengaruhi kinerja dari mesin windlass.
Hasil penelitian menunjukan bahwa penyebab kebocoran pada pipa hydraulic
bagian tekan disebabkan dengan penerapan PMS (Plant Maintenance System) yang
tidak sesuai dengan manual book, kerusakan pada o-ring, pipa hydraulic berkarat
terkena air laut dan kurangnya kualitas crew yang ada di atas kapal. Sehingga
dampaknya yaitu kerusakan terhadap mesin windlass atau berkurangnya kerja pada
saat penarikan rantai jangkar, masinis canggung dalam melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya. Atas dari itu maka upaya yang dilakukan adalah melaksanakan
PMS sesuai dengan manual book, melakukan painting pada pipa, pembersihan
filter, pergantian crew mesin. sehingga mesin windlass dapat bekerja secara optimal dan maksimal serta tidak mengganggu pelaksanaan pelayaran dan kerugian pada
perusahaan
Penyebab Kebocoran Pada Pipa Hydraulic Yang Mengakibatkan Berkurangnya Kerja Pada Windlass Di MV. Tanto Sejahtera
Abstraksi – Mesin hydraulic windlass motor merupakan
suatu alat yang digunakan untuk menarik dan menurunkan
jangkar serta biasanya dipakai untuk menambatkan tali pada
saat kapal merapat ke dermaga. Pemeliharaan, perbaikan dan
perawatan terhadap mesin windlass merupakan pekerjaan
yang dilakukan oleh para masinis supaya mesin windlass dapat
bekerja secara optimal dan maksimal. O-ring adalah bagian
komponen penting pada saat terjadinya system sirkulasi pada
pipa hydraulic, kerusakan pada O-ring menjadi salah satu
masalah pada pipa hydraulic dan mesin windlass karena dapat
mempengaruhi kinerja pada mesin windlass. Tujuan
penelitian ini adalah untuk menemukan apa yang
mempengaruhi penyebab kebocoran pada pipa hydraulic yang
disebabkan oleh kerusakan O-ring pada pipa sambungan
flange di MV. Tanto Sejahtera serta dampak dan upaya untuk
menanggulangi kerusakan tersebut. Peneliti menggunakan
metode deskriptif kualitatif dan Teknik analisis data dengan
SHEL untuk mengetahui apa yang menyebabkan dampak dan
bagaimana upaya yang dilakukan untuk mengatasi kebocoran
pada pipa hydraulic. Hasil penelitian menunjukan bahwa
penyebab kebocoran pada pipa hydraulic yang
mengakibatkan berkurangnya kerja pada mesin windlass
disebabkan oleh penerapan PMS (Plant Maintenance System)
yang tidak sesuai dengan manual book, kerusakan pada O�ring, pemasangan sambungan pipa flange yang tidak simetris
dan kurangnya kualitas crew yang ada di atas kapal.
Dampaknya yaitu kerusakan mesin karena tidak sesuai PMS,
berkurangnya tekanan, rantai jangkar tidak bekerja secara
optimal, tidak dilakukannya painting secara berkala pada
pipa-pipa hydraulic, masinis canggung dalam meaksanakan
tugas dan tanggung jawabnya. Upaya yang dilakukan adalah
melaksanakan PMS sesuai dengan manual book, melakukan
painting pada pipa-pipa hydraulic serta pada permukaan
mesin windlass, pembersihan area sekitar windlass oleh air
tawar, pembersihan filter oli hydraulic pada tanki hydraulic,
membuka kran bypass oli, pergantian crew mesin. sehingga
mesin windlass dapat bekerja secara optimal dan maksimal
sehingga tidak mengganggu pelaksanaan pelayaran dan
kerugian pada perusahaan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.</p
- …
