1,296 research outputs found
The contribution of molecular epidemiology to the identification of human carcinogens: Current status and future perspectives
Background: The use of biological-based markers of exposure, intermediate effect, outcome, and susceptibility has become standard practice in cancer epidemiology, which has contributed to identification of several carcinogenic agents. Nevertheless, with the exception of biological agents, this contribution, in terms of providing sufficiently strong evidence as required by the International Agency for Research on Cancer (IARC) monographs, has been modest. Materials and methods: We discuss the overall contribution of molecular epidemiology to identification of carcinogens, with focus on IARC monographs. Results: For many carcinogens, valid biological markers of exposure and mechanisms of actions are not available. Molecular markers are usually assessed in single biological samples, which may not represent the actual exposure or biological events related to carcinogens. The contribution of molecular epidemiology to identification of carcinogens has mainly been limited to the carcinogens acting through a genotoxic mechanism, i.e. when carcinogens induce DNA damage. A number of factors, including certain hormones and overweight/obesity, may show carcinogenic effects through nongenotoxic pathways, for which mechanisms of carcinogenicity are not well identified and their biomarkers are sparse. Conclusion: Longitudinal assessment of biomarkers may provide more informative data in molecular epidemiology studies. For many carcinogens and mechanistic pathways, in particular nongenotoxic carcinogenicity, valid biological markers still need to be identified. © The Author 2012
Use of proton pump inhibitors and risk of progression of barrett's esophagus to neoplastic lesions
nessun
Reply: False positive result in study on hookah smoking and cancer in Kashmir: measuring risk of poor hygiene is not the same as measuring risk of inhaling water-filtered tobacco smoke all over the world
No abstrac
AIM For Lito.pdf
Abstract Keywords: Cite this article as: Kamangar F , Islami F. Sample size calculation for epidemiologic studies: Principles and methods. Arch Iran Med. 2013; 16(5): 295 -300
Pengaruh Budaya Organisasi Islami dan Kepemimpinan Islami terhadap Kinerja Karyawan BSI KC Sigli Majid Ibrahim
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh budaya organisasi islami dan kepemimpinan islami terhadap kinerja karyawan BSI KC Sigli Majid Ibrahim. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan sistematis dan terstruktur. Populasi penelitian berjumlah 40 karyawan dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara, dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial budaya organisasi islami berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai t hitung 3,749 lebih besar dari t tabel 2,026 dan signifikansi 0,001 < 0,05. Sebaliknya, kepemimpinan islami tidak berpengaruh signifikan dengan nilai t hitung 1,597 lebih kecil dari t tabel 2,026 dan signifikansi 0,119 > 0,05. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai F hitung 16,270 lebih besar dari F tabel 3,252 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan nilai budaya organisasi islami serta sinerginya dengan kepemimpinan berbasis nilai Islam dalam meningkatkan kinerja karyawan perbankan syariah
FILM ISLAMI SEBAGAI MEDIA DAKWAH PADA UKM-F RUMAH FILM KPI
ABSTRAK
FILM ISLAMI SEBAGAI MEDIA DAKWAH
PADA UKM-F RUMAH FILM KPI
Film islami dari rumah film kpi fakultas dakwah & ilmu komunikasi
uin raden intan lampung menjadikan film sebagai media dakwah.
Rumah film kpi sendiri adalah unit kegiatan mahasiswa yang
mewadahi atau menampung mahasiswa berbakat dan berminat dalam
bidang perfilman. Membuat film sebagai media dakwah dalam
prakteknya tidak menyimpang dari syariat islam, sehingga pembuatan
film islami sebagai media dakwah masih menjadi favorit untuk remaja
yang ingin berdakwah melalui media yang lebih kreatif dan mengikuti
zaman sekarang yang semakin canggih yang membuat rumah film kpi
masih menjadikan film sebagai media dakwah.
Bagaimana rumah film kpi membuat film sebagai media dakwah?.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui apakah
efektif dengan menggunakan film islami sebagai media dakwah rumah
film kpi serta film dijadikan media dakwah apakah baik untuk
dijadikan media dakwah. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif
dengan menggunakan pndekatan historis, dengan menjelaskan sejarah,
perkembangan dan eksistensi film islami rumah film kpi. Subjek
dalam penelitian ini adalah pembuat film islami yang berkaitan
dengan film islami ini, antara lain : ketua umum, sutradara, penulis
cerita, dan penonton film islami. Untuk memperkuat penelitian penulis
mendapatkan data dari hasil kepustakaan. Data dalam penelitian ini
diperoleh menggunakan metode observasi, wawancara dan
dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian tentang film islami sebagai media
dakwah rumah film kpi semua film rumah film kpi mengandung pesan
dakwah disetiap film yang dibuat. Hasil dari penelitian yang penulis
lakukan yaitu (1) pembuatan film islami di rumah film kpi, prosesnya
yaitu membuat cerita berlandaskan al-qur’an dan hadist. Tujuan dari
film islami sebagai media dakwah adalah untuk tetap menyiarkan
pesan-pesan islam di era modern saat ini. (2) nilai-nilai dakwah yang
terkandung dalam film islami rumah film kpi antara lain : nilai tolong- menolong, nilai pertemanan/ukhuwah, nilai berprasangka baik, nilai
keikhlasan, nilai kebaikan.
Kata kunci : film islami, media dakwah dan film dakwa
PENGARUH KEPEMIMPINAN ISLAMI, MOTIVASI DAN ETIKA KERJA ISLAMI TERHADAP KINERJA KARYAWAN HOTEL AZZA PALEMBANG
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh Kepemimpinan Islami, Motivasi dan Etika Kerja Islami terhadap Kinerja Kryawan di Hotel Azza Palembang. Penelitian ini menggunakan jenis data kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 50 orang. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis Regresi Linier Berganda dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien determinasi (R2) dari 3 variabel ke Y diperoleh sebesar 0,358 atau 35,8%. Uji F diperoleh Fhitung sebesar 10,104 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak, ini berarti variabel pengaruh Kepemimpinan Islami, Motivasi dan Etika Kerja Islami berpengaruh secara simultan terhadap variabel Kinerja Karyawan. Sedangkan untuk uji t Kepemimpinan Islami memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan terlihat dari hasil uji t diperoleh t hitung 2,115 dengan nilai sig 0,040 < 0,05 maka H0 ditolak. Sedangkan nilai t hitung Motivasi sebesar 2,156 dengan nilai sig 0,036 < 0,05 terhadap Kinerja Karyawan. Sedangkan nilai t hitung Etika Kerja Islami sebesar 2,568 dengan nilai sig 0,014 < 0,05 artinya memiliki pengaruh positif terhdap Kinerja Karyawan. Etika Kerja Islami merupakan variabel yang dominan atau yang paling besar dalam mempengaruhi kinerja karyawan di Hotel Azza Palembang. Kata kunci: Kepemimpinan Islami, Motivasi, Etika Kerja Islami Terhadap Kinerja Karyawa
PENGARUH ETIKA KERJA ISLAM, LINGKUNGAN KERJA ISLAMI, KEPEMIMPINAN ISLAMI, DAN MANAJEMEN ISLAMI TERHADAP KINERJA KARYAWAN MUSLIM PADA PT. MITRA ANUGERAH PERKASA SUMATERA SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui
Pengaruh Etika Kerja Islam, Lingkungan Kerja Islami, Kepemimpinan
Islami dan Manajemen Islami Terhadap Kinerja Karyawan Muslim
Pada PT. Mitra Anugerah Perkasa Sumatera Selatan.
Pengujian hipotesis pada penelitian ini dilakukan dengan cara
menyebar kuesioner kepada objek penelitian yaitu seluruh karyawan
muslim pada PT. Mitra Anugerah Perkasa Sumatera Selatan yang
berjumlah 54 orang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif
yang bertujuan untuk menguji teori atau konsep dengan kenyataan di
lapangan melalui pengukuran variabel dan angka, kemudian
menganalisisnya dalam bentuk data. Variabel independen pada
penelitian ini meliputi Etika Kerja Islam, Lingkungan Kerja Islami,
Kepemimpinan Islami dan Manajemen Islami, sedangkan variabel
dependennya yaitu Kinerja Karyawan. Teknik pengumpulan data pada
penelitian ini menggunakan metode kuesioner dan teknik analisis data
yang digunakan meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji
linieritas, uji multikolinieritas, uji heterokedastisitas, uji f, uji t dan uji
koefisien determinasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Etika Kerja Islam tidak
berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan nilai t
hitung < t tabel 0,535 < 2,00856 dengan signifikan 0,595. Lingkungan
Kerja Islami berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan
dengan nilai t hitung > t tabel 2,624 > 2,00856 dengan signifikan 0,012.
Kepemimpinan Islami berpengaruh signifikan terhadap Kinerja
Karyawan dengan nilai t hitung > t tabel 4,270 > 2,00856 dengan
signifikan 0,000. Manajemen Islami berpengaruh signifikan terhadap
Kinerja Karyawan dengan nilai t hitung > t tabel 3,566 > 2,00856
dengan signifikan 0,001
A systematic review and meta-analysis of tobacco use and prostate cancer mortality and incidence in prospective cohort studies
Context An association between tobacco smoking and prostate cancer (PCa) incidence and mortality was suggested in an earlier meta-analysis of 24 prospective studies in which dose-response associations and risks per unit of tobacco use were not examined.
Objective We investigated the association between several measures of tobacco use and PCa mortality (primary outcome) and incidence (secondary outcome) including dose-response association. Evidence acquisition Relevant articles from prospective studies were identified by searching the PubMed and Web of Science databases (through January 21, 2014) and reference lists of relevant articles. Combined relative risks (RRs) and 95% confidence intervals (CIs) were calculated using random effects methods. We also calculated population attributable risk (PAR) for smoking and PCa mortality. Evidence synthesis We included 51 articles in this meta-analysis (11 823 PCa deaths, 50 349 incident cases, and 4 082 606 cohort participants). Current cigarette smoking was associated with an increased risk of PCa death (RR: 1.24; 95% CI, 1.18-1.31), with little evidence for heterogeneity and publication bias. The number of cigarettes smoked per day had a dose-response association with PCa mortality (p = 0.02; RR for 20 cigarettes per day: 1.20). The PAR for cigarette smoking and PCa deaths in the United States and Europe were 6.7% and 9.5%, respectively, corresponding to >10 000 deaths/year in these two regions. Current cigarette smoking was inversely associated with incident PCa (RR: 0.90; 95% CI, 0.85-0.96), with high heterogeneity in the results. However, in studies completed in 1995 or earlier (considered as completed before the prostate-specific antigen screening era), ever smoking showed a positive association with incident PCa (RR: 1.06; 95% CI, 1.00-1.12) with little heterogeneity.
Conclusions Combined evidence from observational studies shows a modest but statistically significant association between cigarette smoking and fatal PCa. Smoking appears to be a modifiable risk factor for PCa death.
Patient summary Smoking increases the chance of prostate cancer death. Not smoking prevents this harm and many other tobacco-related diseases. © 2014 European Association of Urology. Published by Elsevier B.V. All rights reserved
- …
