1,720,983 research outputs found

    EFEKTIVITAS PIJAT OKSITOSIN DAN PIJAT ENDORPHIN TERHADAP PRODUKSI ASI IBU POSTPARTUM

    No full text
    Permasalahan di masyarakat yang sering dijumpai pada ibu setelah melahirkan yaitu ASI yang belum lancar, hal ini dapat disebabkan oleh berkurangnya rangsangan hormon oksitosin sehingga mempengaruhi proses laktasi. Sehingga permasalahan ini dapat diatasi dengan cara melakukan pijat oksitosin dan pijat endorphin.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pijat oksitosin dan pijat endorphin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu postpartumPenelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Selopampang dan Puskesmas Pare Kabupaten Temanggung. Penelitian ini menggunakan pre eksperimen dengan pre-test dan post-test one group design. Populasi penelitian ini adalah Ibu nifas hari ke empat dan hari ke lima di wilayah kerja Puskesmas Selopampang dan Puskesmas Pare. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan teknik purposive sampling. Semua sampel di observasi tentang produksi ASI berdasarkan tanda kecukupan ASI.Hasil penelitian berdasarkan hasil uji Mann Whitney didapatkan bahwa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan pada kedua kelompok responden menunjukkan hasil yaitu terdapat efektivitas sebelum dan sesudah diberikan perlakuan pijat oksitosin dan pijat endorphin dengan nilai p-value 0,000 (p-value< 0,05). Dari kedua kelompok perlakuan yang paling efektif dalam meningkatkan produksi ASI yaitu perlakuan pijat oksitosin dengan nilai Z-Score 4,381 yang artinya pijat oksitosin efektif 4 kali meningkatkan produksi ASI, sedangkan pijat endorphin diperoleh nilai Z-Score 4,123 yang artinya pijat endorphin efektif 4 kali meningkatkan produksi ASI.Hasil penelitian ini diharapkan tenaga kesehatan khususnya bidan perlu untuk memberikan perlakuan pijat oksitosin untuk meningkatkan produksi ASI sehingga mendukung tercapainya ASI eksklusi

    LAPORAN TUGAS AKHIRASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY A. USIA 21 TAHUNDI PUSKESMAS DHARMA RINI

    No full text
    ABSTRAKAsuahan Kebidanan Komprehensif Ny.A Umur 21 Tahun di Puskesmas Dharma Rini, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung172 halaman Masa kehamilan merupakan proses alamiah bila tidak dikelola dengan baik, sehat dan aman akan memberikan komplikasi baik pada ibu dan janin. Dengan pemberian asuhan kebidanan secara komprehensif atau COC diharapkan tenaga kesehatan dapat memfasilitasi proses alamiah dan mempertahankan kesehatan ibu dan janin untuk mencegah terjadinya komplikasi pada saat kehamilan hingga nifas. Penulisan Laporan Tugas Akhir ini dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan managemen kebidanan SOAP, yaitu S (Subyektif), O (Obyektif), A (Assesment), dan P (Planning). Hasil studi kasus ini diperoleh diagnosa G1P0A0 usia kehamilan 38 minggu 1 hari, dengan keluhan nyeri punggung bagian bawah dan kenceng hilang timbul, dengan persalinan fisiologis pada usia 39 minggu, kemudian diikuti masa nifas fisiologis. Pada kehamilan didapatkan kesenjangan pada pola nutrisi. Pada pertolongan persalinan sudah sesuai dengan stanar 60 langkah APN, hanya saja APD yang digunakan tidak dipakai secara lengkap dan tidak menggunakan air DTT saat membersihkan ibu. Pada masa nifas tidak terdapat kesenjangan. Asuhan bayi baru lahir terdapat kesenjangan pada penambahan berat badan. Kesimpulan dari penatalaksanaan yang telah dilakukan asuhan komprehensif pada klien dari kehamilan, persalinan, dan nifas yang fisiologis tanpa penyulit. Saran yaitu asuhan komprehensif perlu dilakukan agar kesehatan ibu dan bayi dapatterpantau

    ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. N UMUR 27 TAHUN DI PUSKESMAS GRABAG 1 KECAMATAN GRABAG KABUPATEN MAGELANG

    No full text
    Proses kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan keluarga berencana merupakan suatu hal yang fisiologis, namun dalam perjalanannya jika tidak dipantau dan dikelola dengan baik, yang mulanya fisiologis dapat berkembang menjadi masalah atau komplikasi yang dapat mengancam kesehatan ibu dan bayi. Upaya yang dapat dilakukan yaitu melakukan asuhan kebidanan secara berkesinambungan (continuity of care) mulai dari ANC, INC, Asuhan BBL, Asuhan postpartum, Asuhan Neonatus dan Pelayanan KB yang berkualitas (Diana, 2017; h. 2-7)Laporan tugas akhir ini disusun dalam bentuk studi kasus dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan menggunakan analisa SOAP. Dari hasil studi kasus diperoleh diagnosa Ny.N usia 27 tahun G1P0A0 usia kehamilan 37 minggu 2 hari fisiologis. Persalinan fisiologis pada usia kehamilan 38 minggu 5 hari, yang diikuti dengan nifas fisiologis, bayi baru lahir fisiologis,dan konseling kontrasepsi pasca salin didukung dengan ditunjukkannya lembar persetujuan, penyebutan dengan inisial dan kerahasiaan.Pada kala 1 persalinan ditemukan kesenjangan yaitu pada fase dilatasi maksimal berlangsung terlalu cepat, nifas, dan bayi baru lahir tidak ditemukan kesenjangan antara teori dengan penatalaksanaan. Penatalaksanaan pada persalinan telah sesuai dengan langkah-langkah. Asuhan Persalinan Normal namun terdapat kesenjangan dimana saat menolong persalinan tidak menggunakan APD dengan lengkap tetapi kesenjangan tersebut tidak menjadi penyulit dalam pemberian asuhan dan diharapkan asuhan yang diberikan dapat bermanfaat untuk ibu dan bayi, sehingga dapat mengurangi AKI dan AKN.Kesimpulan dari laporan tugas akhir ini adalah penatalaksanaan asuhan kebidanan pada studi kasus Ny. N telah dilaksanakan dan didokumentasikan menggunakan metode SOAP. Semua proses kehamilan, persalinan, nifas dan KB, serta BBL adalah fisiologis. Asuhan yang diberikan penulis berdasarkan evidance based terlaksana dengan bai

    EFEKTIFITAS EFFLEURAGE MASSAGE TERHADAP PENGURANGAN INTENSITAS NYERI PADA IBU BERSALIN KALA I FASE AKTIF

    No full text
    Nyeri persalinan dapat mempengaruhi kondisi psikologis, proses persalinan dan kesejahteraan janin. Jika tidak dikelola dengan baik, nyeri persalinan juga dapat meningkatkan kejadian SC. Di RSUD dr. Soedirman Kebumen angka SC tahun 2020 berjumlah 429. Teknik non farmakologis untuk mengurangi nyeri salah satunya adalah effleurage. Massage dan relaksasi dapat meningkatkan hormon endorpin. Selain meredakan nyeri juga memicu pelepasan oksitosin. Diharapkan dengan effleurage selain mengurangi nyeri, juga dapat memicu kontraksi adekuat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas effleurage massage terhadap pengurangan intensitas nyeri terhadap ibu bersalin kala I fase aktif .Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen, non equivalent control group with pre test-post test design. Teknik sampling menggunakan accidental sampling pada 44 responden yang terbagi menjadi dua kelompok. Pengkajian nyeri menggunakan NRS (Numeric Rating Scale) 0-10. Uji normalitas Shapiro-Wilk diperoleh data tidak terdistribusi normal. Analisis bivariate menggunakan Mann Whitney.Hasil analisis univariate data pre-post effleurage diperoleh penurunan median 2,00, sedangkan pada analisis univariate data pre-post napas dalam diperoleh penurunan median hanya 1,00. Uji mann whitney diperoleh p-valuie 0,000, dengan demikian terdapat perbedaan bermakna antara kelompok eksperimen dan kontrol. Kesimpulan effleurage massage efektif terhadap pengurangan nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif.Rekomendasi penelitian ini ditujukan untuk peneliti selanjutnya, ibu bersalin, instansi pendidikan dan RSUD dr. Soedirman Kebumen

    PENGARUH PERAN PENDAMPING PERSALINAN TERLATIH TERHADAP KECEMASAN IBU BERSALIN PATOLOGIS KALA 1

    No full text
    Masalah kesehatan jiwa yang terjadi pada ibu hamil diantaranya adalah kecemasan. Dari 545 ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan, ada 25 % ibu hamil mengalami kesehatan jiwa meliputi:kecemasan, ketakutan, sedih marah dll. Kecemasan yang berlebihan yang terjadi selama proses melahirkan apabila tidak diatasi dengan baik maka bisa berdampak buruk terhadap ibu maupun janin. Salah satu upaya untuk mengurangi kecemasan adalah dengan menghadirkan pendamping persalinan. Pendamping persalinan yang ideal adalah pendamping persalinan yang melakukan perannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh peran pendamping persalinan terlatih terhadap kecemasan ibu bersalin patologis kala 1.Jenis penelitian yang digunakan penelitian kuantitatif, dengan desain quasi eksperimental designs pendekatan non-equivalent control group pretest-posttest designs. Pengambilan sampel dengan purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 50 responden. Pendamping persalinan diberi pelatihan peran pendamping persalinan selama 20-30 menit kemudian melakukan peran pendamping persalinan selama 3 jam.Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan ada perbedaan signifikan skor kecemasan sebelum dan sesudah peran pendamping persalinan terlatih terhadap kecemasan ibu bersalin patolgis kala 1 (p=0.000;p0.05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran pendamping persalinan terlatih lebih efektif mengurangi kecemasan ibu bersalin daripada tanpa peran pendamping persalinan tidak terlatih. Diharapkan hasil penelitian ini dapat diterapkan dalam praktik klinis untuk mengurangi kecemasan persalinan

    ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. L USIA 33 TAHUN DI KLINIK PRATAMA WIDURI KECAMATAN SLEMAN, KABUPATEN SLEMAN

    No full text
    Proses kehamilan, persalinan, dan nifas adalah proses fisiologis. Dalam proses ini tidak sedikit ibu mengalami masalah kesehatan yang dapat meningkatkan Angka Kematian Ibu (AKI). Angka Kematian Ibu di Indonesia berdasarkan hasil SUPAS tahun 2015 menunjukkan sebesar 305/100.000 kelahiran hidup.Penulis bermaksud memberikan pelayanan kebidanan komprehensif kepada ibu hamil trimester III dengan minimal usia hamil 36 minggu dilanjutkan hingga proses persalinan, nifas, dan sampai ibu menjadi akseptor (Keluarga Berencana) KB baik akseptor baru maupun akseptor lama.Penulisan Laporan Tugas Akhir ini dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan management kebidanan SOAP yaitu S (Subyektif), O (Obyektif), A (Analisa), dan P (Penatalaksanaan).Hasil studi kasus ini diperoleh diagnose G2P1A0 usia kehamilan 37+3 minggu fisiologis tidak ada keluhan, dengan persalinan fisiologis pada usia kehamilan 39 minggu, kemudian diikuti masa nifas fisiologis dengan keluhan mulas dan nyeri jahitan perineum yang telah mendapatkan KIE mengenai penyebab rasa mulas beserta cara mengatasinya.Pada kehamilan terdapat kesenjangan yaitu pemeriksaan yang harus dilakukan selama masa pandemi adalah 6 kali dengan protokol kesehatan, akan tetapi ibu memeriksakan kehamilan sebanyak 10 kali. Proses persalinan dengan menggunakan APD level 2 akan tetapi bidan hanya menggunakan celemek, alas kaki, masker, handscoen. Pada bayi baru lahir IMD kurang lama karena hanya 30 menit dilakukan.Kesimpulan dari hasil studi kasus ini yaitu pada penerapan asuhan kebidanan terdapat kesenjangan teori dan asuhan kebidanan yang ada dilahan. Kesenjangan tersebut muncul pada proses melakukan tindakan asuhan

    ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. T USIA 35 TAHUN DI PUSKESMAS BOROBUDUR

    No full text
    Pelayanan kesehatan ibu hamil diberikan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan. ANC (Antenatal Care) adalah kegiatan yang diberikan pada ibu sebelum melahirkan atau dalam masa kehamilan sebagai upaya yang dilakukan dalam pemeliharaan kesehatan ibu dan janin (Hendarwan, 2018:98). Asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan kebidanan yang diberikan kepada klien bayi baru lahir (neonatus), bayi, balita dan anak prasekolah, remaja, masa sebelum hamil, masa kehamilan, masa persalinan, masa pasca keguguran, masa nifas, masa antara, masa klimakterium, pelayanan keluarga berencana, pelayanan kesehatan reproduksi dan seksualitas perempuan (Kepmenkes RI No.320, 2020).Asuhan mengutamakan kesinambungan pelayanan (continuity of care) sangat penting bagi wanita untuk mendapatkan pelayanan dari seorang profesional yang sama atau dari satu tim kecil tenaga profesional, sebab dengan begitu maka perkembangan kondisi mereka setiap saat akan terpantau dengan baik selain juga mereka menjadi lebih percaya dan terbuka karena merasa sudah mengenal si pemberi asuhan (Diana, 2017:5). Berdasarkan hal tersebut maka mahasiswa dari kebidanan akan melakukan asuhan secara komprehensif dari ibu hamil trimester III minimal usia kehamilan 36 minggu hingga proses persalinan, nifas, dan BBL sampai ibu menjadi akseptor Keluarga Berencana (KB). Jumlah ibu yang bersalin dipuskesmas Borobudur ditahun 2018 sebanyak 945 orang, ditahun 2019 sebanyak 956 orang, dan ditahun 2020 sebanyak 913 orang. Hasil studi kasus diperoleh diagnosa Ny. T usia 35 tahun usia kehamilan 38 minggu 3 hari fisiologis, dengan persalinan fisiologis pada umur kehamilan 39 minggu 4 hari, diikuti dengan masa nifas fisiologis, serta tumbuh kembang bayi baru lahir .Pada pentalaksanaan didapatkan kesenjangan pada penggunaan APD tidak sesuai dan pelayanan yang diberikan kurang optimal. Kesimpulan dari penatalaksanaan yang telah dilakukan ini yaitu pada penerapan asuhan kebidanan terdapat beberapa kesenjangan antara teori dan praktik asuhan kebidanan yang ada di lahan. Kesenjangan terdapat pada proses melakukan tindakan asuhan. Saran yaitu asuhan komprehensif perlu dilakukan agar kesehatan ibu dan bayi terjamin
    corecore