1,721,067 research outputs found
Peran Strategis Nahdlatul Ulama di Era Kenusantaraan Global
Perhelatan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) pada tahun 2015 seolah menjadi momentum penting bagi organisasi masyarakat (ormas) terbesar di Indonesia ini untuk semakin mengokohkan peran dan fungsi strategisnya di tengah dinamika masyarakat baik pada skala nasional maupun global. Mengapa demikian? Setidaknya terdapat beberapa alasan, yaitu: Pertama, mengacu pada blue-print ASEAN Community dapat diketahui bahwa saat ini merupakan tahun dimana masyarakat ASEAN akan segera memasuki tatanan baru dalam hubungan antar-negara. Masyarakat ASEAN telah menjadi satu komunitas yang semakin terintegrasi baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan. Fenomena inilah yang saya sebut sebagai “Era Kenusantaraan Kembali (Re-Nusantara Era)” bagi Masyarakat ASEAN. Disebut demikian karena pada abad ke-13 sesungguhnya nenek moyang kita telah mengalami hal yang sedemikian. Masyarakat ASEAN berada dalam satu persekutuan di bawah kekuasaan Mojopahit.
Kedua, dalam konteks geopolitik internasional tahun 2015 terjadi momentum penting yang menurut para analis menyebutnya sebagai lahirnya babakan baru berakhirnya era unipolar menuju bipolar. Hal ini ditandai dengan bangkitnya kekuatan dari “Timur” yaitu China dan Rusia sebagai kekuatan penyeimbang yang selama ini didominasi Amerika Serikat dan Sekutunya. Pada saat peringatan kekalahan Nazi pada perang dunia kedua yang dipusatkan di Rusia, China dan beberapa negara memperingati dengan parade militer dan pasukan China pun terlibat dalam kegiatan tersebut. Hal yang belum pernah terjadi pasca runtuhnya Uni Soviet. Situasi geopolitik yang lain adalah terjadinya konflik bersenjata di Yaman yang melibatkan Saudi Arabia dan Iran. Dua negara yang senantiasa berebut pengaruh di Timur Tengah. Perseteruan ini juga membawa implikasi pada munculnya konflik laten antara sunni dan syi’i di dalam dunia Islam.
Dalam situasi semacam ini, sebagai organisasi massa yang terbesar di Indonesia, NU dituntut memberikan peran strategis. Hal ini tidak lain karena pikiran-pikiran warga nahdliyin dapat dipastikan akan sangat menentukan kearah mana pendulum sejarah Muslim di Indonesia utamanya akan bergerak. Tulisan ini secara sistematis akan membahas tentang peran strategis Nahdlatul Ulama di Era Kenusantaraan-Global saat ini. Tulisan ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih pemikiran seiring dengan keberadaan NU di masa-masa yang akan datang. Secara berturut-turut akan dibahas hal-hal yang berkenaan dengan ruang publik sebagai ranah perjuangan, sejarah kelahiran NU, NU dalam kontestasi kenusantaraan-global. Tulisan ini akan diakhiri dengan penutup
Tantangan NU ke depan: perlu pemimpin berwawasan global
Era global menuntut masyarakat memiliki pandangan (world-view ) yang lebih luas dan bidang garap yang lebih bersifat mondial dan humanistik. Dalam era global dan multikultural, NU sudah saatnya untuk terus melakukan evaluasi dan reorientasi dalam melakukan pembaruannya. NU harus menjadi organisasi Islam Indonesia yang dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan Indonesia, tidak hanya dulu, melainkan kini dan yang akan datang. Kontribusi NU tentu menjadi harapan semua warga bangsa untuk menentukan nasib Indonesia ke depan.Secara historis, kelahiran NU tidak dapat dilepaskan dari konteks perjuangan umat Islam. Kelahiran NU sebagai organisasi kemasyarakatan sarat dengan perjuangan. Terbitnya buku ini diharapkan dapat mengingatkan kembali spirit perjuangan membangun bangsa dan negara dalam berbagai bidang kehidupan seperti yang telah dilakukan para ulama. Terlebih dalam konteks sekarang ini, spirit perjuangan tersebut harus selalu dikobarkan agar bangsa ini dapat memenangkan persaingan di kancah nasional, regional, dan global
Great leader dalam pusaran NU
Era global menuntut masyarakat memiliki pandangan yang lebih luas dan bidang garap yang lebih bersifat modial dan humanistik. Dalam era global dan multikultural, NU sudah saatnya untuk terus melakukan evaluasi dan reorientasi dalam melakukan pembaharuannya. NU harus menjadi organisasi Islam Indonesia yang dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan Indonesia, tidak hanya dulu, melaikan kini dan yang akan datang. Kontribusi NU tentu menjadi harapan semua warga bangsa untuk menentukan nasib Indonesia ke depan. Secara historis, kelahiran NU tidak dapat dilepaskan dari konteks perjuangan umat Islam. Kelahiran NU sebagai organisasi kemasyarakatan sarat dengan perjuangan
Manajemen mutu pembelajaran bahasa Arab di madrasah sebagai pilar pengembangan perguruan tinggi Islam di Indonesia
Untuk mendapatkan input yang baik makan diperlukan usaha memperbaiki manajemen mutu pembelajaran bahasa Arab pada tingkat dasar dan menengah. Menajemen mutu yang dimaksud mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian (evaluasi) pembelajaran bahasa Arab. Mata pelajaran bahasa Arab pada tingkat dasar dan menengah tidak hanya sekedar untuk memenuhi tuntutan peraturan perundangan yang berlaku, akan tetapi lebih dari itu adalah memberikan bekal pada siswa sebagai alat untuk mengkaji Islam pada jenjang pendidikan tinggi berikutny
Total Quality Manajemen in Education (TQME) dalam Peningkatan Mutu Lulusan Perguruan Tinggi
Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU): Tantangan Kelembagaan dan Pendayagunaan ke Depan
Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU): Tantangan Kelembagaan dan Pendayagunaan ke Depa
- …
