1,724,742 research outputs found
KUALITAS PERAIRAN DI SEKITAR BBPBAP JEPARA DITINJAU DARI ASPEK PRODUKTIVITAS PRIMER SEBAGAI LANDASAN OPERASIONAL PENGEMBANGAN BUDIDAYA UDANG DAN IKAN THE WATER QUALITY SURROUNDING BRACKISHWATER AQUACULTURE DEVELOPMENT CENTRE (BBPBAP) JEPARA FROM THE ASPECT OF PRIMARY PRODUCTIVITY AS THE BASE FOR THE DEVELOPMENT OF SHRIMP AND FISH CULTURE
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah: (a) Mengetahui kualitas perairan untuk mendukung
budidaya udang dan ikan, (b) Menganalisa daya dukung parameter kualitas perairan terhadap
produktivitas primer, (c) Mengetahui beberapa indikator struktur komunitas plankton di
perairan sekitar lokasi kegiatan budidaya. Metodologi yang dipakai adalah survei lapangan,
dilanjutkan dengan analisis regresi hubungan antara produktivitas primer perairan pada
kedalaman 0,3 m dan 5 m dengan variabel suhu, intensitas cahaya, N, P dan kelimpahan
plankton. Sebagai bahan acuan digunakan Kriteria Baku Mutu Air Sumber dan Air
Pemeliharaan untuk Kegiatan Budidaya. Variabel fisika perairan (suhu, MPT, intensitas
cahaya) masih berada pada kisaran yang dianjurkan, variabel kimia perairan (salinitas, pH,
DO, N, P) berada pada kondisi aman. Variabel biologi perairan (khlorofil-a dan kelimpahan
fitoplankton) masuk kategori baik sebagai inokulan untuk menumbuhkan plankton di tambak.
Berdasarkan hasil pengukuran parameter kualitas air di 3 stasiun menunjukkan dalam kondisi
masih mendukung nilai PP (Produktivitas Primer), PP di stasiun I berkisar 56,88 – 60,64
mgC/m3/j, PP di stasiun II antara 50,04 – 61,94 mgC/m3/j dan PP di stasiun III antara 61,90 –
76,26 mgC/m3/j. Produktivitas primer di kedalaman 0,3 m dipengaruhi oleh unsur hara N dan
P, sedangkan di kedalaman 5 m dipengaruhi oleh intensitas cahaya, unsur hara N dan P serta
kelimpahan plankton. Dari nilai indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks
dominansi diketahui bahwa satsiun II dan III masuk dalam kategori moderat, sedangkan
stasiun I menunjukkan kondisi yang kurang stabil. Komunitas plankton di tiga stasiun
menunjukkan bahwa Bacillariophyceae/Diatomae mendominasi pada tiap-tiap stasiun, hal ini
sangat baik untuk mendukung pertumbuhan fitoplankton di tambak. Manfaat yang dapat
diberikan untuk mengetahui indikator biologi suatu perairan adalah menghitung kelimpahan
fitoplankton dan kandungan khlorofil-a. Untuk menjaga kelestarian dan kualitas lingkungan
perairan di sekitar lokasi budidaya dan mengurangi degradasi lingkungan perairan perlu
dilakukan reboisasi hutan mangrove di sepanjang pantai.
Kata-kata kunci: Produktivitas Primer, Daya Dukung Lingkungan, Kegiatan Budiday
Perbaikan Strategi Pemasaran untuk Memperkuat Merek Erlina Bakery Surabaya
Erlina Bakery adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi roti.
Banyaknya bakery baru yang bermunculan, lemahnya branding produk perusahaan, desain interior
dan eksterior lokasi yang kurang menarik, kemasan produk yang tidak sesuai, dan kurangnya
promosi yang dilakukan, membuat masyarakat masih belum mengenal dan loyal terhadap Erlina
Bakery. Dengan demikian Erlina Bakery memerlukan strategi pemasaran baru agar dapat
memperkuat mereknya, sehingga konsumen tetap loyal dan terjadi peningkatan penjualan. Oleh
karena itu, perusahaan ingin memperbaiki strategi pemasarannya dan merek-nya melalui brand
equity, STPD (Segmentation, Targeting, Positioning, Differentiation), dan 4P (Product, Price,
Place, Promotion).
Dari hasil kuesioner, dapat diketahui tingkat loyalitas konsumen potensial terhadap
bakery yang sering dikonsumsi. Tingkat switcher konsumen potensial mempunyai persentase
15.1%, habitual buyer dengan persentase 6.8%, satisfied buyer dengan persentase 35.1%, likes the
brand dengan persentase 23.9%, dan commited buyer dengan persentase 18%. Tingkat loyalitas
pelanggan Erlina Bakery dibuktikan dengan tingkat switcher dengan nilai persentase 12%,
habitual buyer dengan persentase 10%, satisfied buyer dengan persentase 30%, likes the brand
dengan nilai persentase 29%, dan commited buyer dengan nilai persentase 19%. Dengan demikian
dapat dilihat bahwa tingkat likes the brand dan commited buyer pelanggan lebih tinggi dari
konsumen potensial.
Asosiasi dari konsumen potensial yang memiliki nilai rata-rata paling rendah yaitu stok
roti banyak (3.54), kemasan menarik (3.54) serta desain interior dan eksterior menarik (3.37).
Sedangkan asosiasi yang mempunyai nilai rata-rata paling tinggi adalah rasa roti enak (4.10) dan
higienis(4.05). Sedangkan dari pelanggan yang memiliki nilai rata-rata asosiasi paling rendah yaitu
kemasan menarik (3.39) serta desain interior dan eksterior menarik (3.27). Sedangkan asosiasi
yang mempunyai nilai rata-rata paling tinggi adalah produk selalu baru atau fresh (4.22) dan rasa
roti enak (4.13).
Setelah melakukan penyebaran kuesioner, dapat dilihat bahwa merek roti yang paling
diingat oleh konsumen potensial adalah Bread Talk (26.8%) dan Sari Roti (23.9%). Sedangkan
yang menjadi top of mind dari pelanggan adalah Erlina Bakery (56%), karena Erlina Bakery
mempunyai keunggulan rasa rotinya yang enak (56%), rotinya yang fresh (43%), pelayanannya
ramah (42%), dan harganya terjangkau (37%).
Segmentasi yang ditetapkan perusahaan adalah masyarakat menengah di wilayah
Surabaya Timur, yang menjadi target adalah masyarakat yang berusia 15-34 tahun, yang memilih
roti sebagai camilan untuk pengisi perut, sarapan atau makanan sehari-hari, serta konsumen yang
membeli roti untuk keperluan rapat, arisan, ataupun pesta. Jenis positioning dari strategi ini adalah
harga, yaitu produk diposisikan sebagai yang menawarkan nilai terbaik. Differentiation yang ada
pada Erlina Bakery adalah harga roti yang murah, enak, dan tanpa bahan pengawet, serta di
tambah lagi dengan desain interior dan eksterior lokasi yang akan diperbaiki agar lebih menarik,
sehingga konsumen merasa nyaman dan senang ketika membeli produk di lokasi bakery.
Erlina Bakery memberikan core product ‘rasa enak dan harga murah’. Perusahaan dapat
memberikan perbaikan atribut produk yakni desain kemasan, sehingga produk berada pada
tahapan actual product, serta memberikan augmented product pada konsumen dengan cara
memberikan layanan antar gratis. Berdasarkan concept testing, dengan dos roti lama sebanyak
40% responden mau membeli roti seharga Rp 2.000,- sampai Rp 2.500,- namun pada dos roti baru
sebanyak 45% responden mau membeli roti seharga Rp 3.600,- sampai Rp 4.000,-. Dengan
demikian perusahaan dapat menaikkan harga jualnya namun harga tersebut harus lebih murah
dibandingkan harga jual pesaing. Adanya perbaikan desain interior dan eksterior lokasi juga dapat
meningkatkan jumlah konsumen, dari 85% responden kini menjadi 100% responden yang mau
datang dan membeli di Erlina Bakery. Strategi harga yang digunakan adalah lini produk karena
perbedaan biaya yang terkandung dalam tiap produk yang diproduksi. Promosi yang dapat
dilakukan yaitu menyebarkan brosur, membuat iklan di media cetak, dan memberikan diskon
harga sebesar 10% pada perayaan tertentu.
Kata kunci : strategi pemasaran, brand equity, bakery
PENGARUH HARGA, KUALITAS PRODUK, DAN PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DENGAN CITRA MEREK SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA KONVEKSI ERLINA TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Pengaruh Harga, Kualitas Produk, dan Pelayanan Terhadap Loyalitas Pelanggan Dengan Citra Merek Sebagai Variabel Moderasi Pada Koveksi Erlina Tulungagung” yang ditulis oleh Imaniar Aisiyah Fahruniza, NIM. 12405193057, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Jurusan Manajemen Bisnis Syariah, Universitas Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Sri Eka Astutiningsih, S.E., M.M.
Perkembangan bisnis di Indonesia berkembang sangat pesat, salah satunya perkembangan bisnis di bidang fashion, Konveksi Erlina Tulungagung menjadi bukti perkembangan bisnis di Indonesia dimana toko pakaian sekarang menjadi banyak incaran konsumen untuk dijadikan ajang fashion karena pada dasarnya seseorang sangat memperhatikan penampilan. Selain itu, pakaian merupakan kebutuhan pokok manusia. Penelitian ini dilatar belakangi oleh semakin ketatnya persaingan antar perusahaan konveksi yang mengharuskan perusahaan menyusun strategi untuk menarik konsumen sehingga memunculkan citra merek terhadap loyalitas pelanggan dengan harga yang terjangkau, kualitas pelayanan perusahaan yang belum sepenuhnya dirasakan konsumen, dan kualitas produk tidak kalah dengan produk pakaian lain.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga, kualitas produk, dan pelayanan terhadap loyalitas pelanggan dengan citra merek sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian tidak diketahui secara pasti jumlahnya sehingga dalam menentukan sampel peneliti menggunakan rumus Maholtra. Responden dalam penelitian sebanyak 200 pelanggan Konveksi Erlina di Tulungagung dengan teknik accidental random sampling. Teknik dalam pengambilan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari kuesioner yang disebarkan pada pelanggan Konveksi Erlina. Data kuesioner dianalisis menggunakan moderasi masing-masing variabel dengan tahap-tahapnya uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik; uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heterokedastisitas, uji analisis linier berganda, uji regresi moderasi atau Moderated Regression Analysis (MRA), uji koefisien determinasi, dan uji hipotesis (uji F dan uji T).
Hasil penelitian menjelaskan bahwa, (1) harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan pada perusahaan Konveksi Erlina Tulungagung, (2) kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan pada perusahaan Konveksi Erlina Tulungagung, (3) kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan pada perusahaan Konveksi Erlina Tulungagung, (4) harga tidak dapat memoderasi pengaruh citra merek terhadap loyalitas pelanggan pada perusahaan Konveksi Erlina Tulungagung, (5) kualitas produk memoderasi pengaruh citra merek terhadap loyalitas pelanggan pada perusahaan Konveksi Erlina Tulungagung, (6) kualitas pelayanan tidak dapat memoderasi pengaruh citra merek terhadap loyalitas pelanggan pada perusahaan Konveksi Erlina Tulungagung.
Kata kunci: Harga, kualitas produk, pelayanan, loyalitas pelanggan, dan citra mere
- …
