1,720,975 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Pemurnian Bioetanol Dengan Metode Saline Extractive Distillation Sebagai Campuran Gasohol

    Full text link
    Untuk mengurangi ketergantungan import terhadap minyak bumi yang akan meningkat hingga 40%. Indonesia perlu mencari alternatif bahan bakar lain yang dapat menggantikan minyak bumi. Salah satunya adalah molases yang dapat diolah melalui proses fermantasi dan dilanjutkan dengan distilasi untuk menghasilkan bioetanol yang dapat dicampur dengan bensin menghasilkan gasohol. Alasan mengapa Indonesia perlu mengembangkan gasohol sebagai bahan bakar alternatif karena jika dijual kepasaran gasohol BE 10 akan mengurangi import Indonesia terhadap minyak olahan dari luar negeri. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan pelarut Acetonitrile dengan penambahan garam NaCl dan CaCl2 pada pembuatan bioetanol dengan metode saline extractive distillation dan hasil uji spesifikasi bahan bakar (distilasi, tekanan uap,copper strip dan doctor test). Metode penelitian yang digunakan adalah saline extracive distillation dengan penambahan NaCl (80 dan 120 gram) dan Acetonitrile (15%,20%,25%,30% dan 35%) serta CaCl2 (40,80 dan 120 gram) dan Acetonitrile (15%,25%,35% dan 45%). Dari hasil penelitian dengan menggunakan variabel konsentrasi CaCl2 dan kadar Acetonitrile diperoleh kadar bioetanol yang lebih tinggi karena CaCl2 merupakan garam yang mempunyai sifat sebagai divalent cation yang mempunyai pengaruh sebagai hydration sphere yang lebih besar dibandingkan dengan garam-garam monovalen. Sedangkan Acetonitrile merupakan pelarut yang ditambahkan sebagai pemecah titik azeotrop dan pelarut ini akan ikut sebagai hasil bawah menara distilasi. Dari hasil uji distilasi, tekanan uap,copper strip dan doctor test. Gasohol yang dengan variabel kadar Acetonitrile dan massa NaCl lebih sesuai dengan spesifikasi bahan bakar minyak jenis premium yang dianjurkan oleh Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi dibandingkan dengan variabel kadar Acetonitrile dan massa CaCl2

    Laporan Penelitian Kolaboratif Fitoremidiasi Limbah Zn Menggunakan Eceng Gondok (Eichornia Crassipes)

    Full text link
    Pada penelitian ini tanaman yang akan dimanfaatkan untuk proses remediasi adalah Eceng Gondok (Eichornia crassipes). Dengan dilakukannya proses fitoremediasi ini diharapkan dapat memulihkan kualitas air limbah Zn lebih cepat dibanding tanpa proses tersebut dan sekaligus sebagai upaya pelestarian lingkungan yang melibatkan keragaman biotik. Eceng gondok dipilih sebagai tanaman fitoremidiasi karena merupakan jenis gulma air yang sangat cepat tumbuh dan mempunyai daya adaptasi terhadap lingkungan baru yang sangat besar sehingga merupakan gangguan kronis dan sulit dikendalikan. Bahan yang digunakan dalam penelitian terdiri dari eceng gondok, zink powder, dan aquadest. Alat yang digunakan. Penelitian dibagi dalam 2 tahap aklimatisasi dan fitoremidiasi. Pada tahap aklimatisasi Eceng gondok dimasukkan ke dalam 500 mL aquadest. Eceng gondok berada didalam aquadest selama 216 jam atau 9 hari. Pada tahap fitoremidiasi eceng gondok yang telah di-aklimatisasi dimasukkan kedalam limbah Zn dengan konsentrasi 1,2,3,4,5,6,7,8 dan 9 ppm. Selama 24 jam, 48 jam, 72 jam, 96 jam, 120 jam, 144 jam, 168 jam, 192 jam, 216 jam atau 9 hari. Setiap 24 jam tanaman diukur massa tanaman, panjang daun, dan akar. Pada variasi konsentrasi sebesar 1 ppm limbah cair Zn terjadi kenaikan massa tanaman dari berat awal 92,81 gram menjadi 96,988 gram selama 9 hari. Namun tanaman mengalami kerontokan pada akar dan daun sehingga menguning. Pada konsentrasi 2 ppm sampai 7 ppm terjadi penurunan massa tanaman pada hari ke-8. Namun tanaman belum mengalami kematian. Eceng gondok mengalami gejala awal dari kematian tanaman, yaitu akar yang mulai rontok, daun menguning, dan daun layu. Pada konsentrasi 8 ppm terjadi penurunan massa tanaman pada hari ke 6 sampai hari ke 9, dan pada konsentrasi 9 ppm terjadi penurunan massa tanaman pada hari ke 6 juga sampai hari ke 9. Dan pada air kran, tanaman kayu terus mengalami kenaikan massa hingga hari ke 9

    Rekayasa Teknologi Untuk Perbaikan Proses Produksi Tahu Yang Ramah Lingkungan

    Full text link
    Cleaner production done by waste minimization accordance the standards. The quality of soybean curda produsct such as protein contents. The specification of quality waste are BOD, COD, TSS, and pH. To making a soybean curda divided into milling, cooking, screening, conglomeration, and touchdowning process. Tender soybean milled with warm water in composition 1: 2 and 1 : 4. Warm water was added in the milling process. Poridge soy bean cooked for 10 minutes. In the hot condition porridge soy bean filtered. Soy bean milk coagulated by added concentration of acetic acid (1% and 5%). Soybean curda made in in the hot condition. Poridge soy bean placed in the mold for 10-15 minutes until hardness. The variable of research are time of cooking, time of submersion, percentage of composition, and composition of acetic acid. The optimum process condition are time of cooking (4hours), time of submersion (4 hours) and the consentration of submersion of acetic acid (5%). The protein content is 18,98%, BOD is 2,800 mg/L, COD is 3,864 mg/L, TSS is 2,900 mg/L, and pH of 4.2

    Kimia Untuk Tingkat 1 SMK Teknologi r Industri : Sesuai kurikulum SMK edisi 2004

    No full text
    xi, 83 p. : il.; 26 c

    Laporan Penelitian Kolaboratif Fitoremidiasi Limbah Tahu Menggunakan Bambu Air

    Full text link
    Teknik pengolahan limbah menggunakan tanaman atau lebih dikenal dengan fitoremidiasi. Secara lengkap istilah fitoremidiasi adalah penggunaan tanaman, termasuk pohon-pohonan, rumput-rumputan dan tanaman air untuk menghilangkan atau memecahkan bahan berbahaya baik bahan organik maupun anorganik dari lingkungan. Aplikasi teknologi ini telah dilakukan di USA dan Eropa sedangkan di Indonesia sendiri masih relatif baru. Pada penelitian ini akan dilakukan fitoremidasi limbah tahu dengan menggunakan tanaman air yang terdiri dari bambu air, keladi, eceng gondok (Eichornia crassipes (Mart.) Solm.), dan genjer. Sebanyak 100 gram bambu air dimasukkan kedalam 500 mL aquadest. Tanaman tersebut didiamkan berada di aquadest selama 72 jam atau 3 hari. Tanaman yang telah diaklimatisasi dimasukkan kedalam limbah tahu dengan konsentrasi 12,5, 25, 37,5, 50, 75, 87,5, dan 100% volum. Perubahan massa tanaman terhadap waktu ditimbang tiap 12, 24, 36, 48, 60, 72, 84, 96, 108, 120 jam. Perubahan panjang akar dan panjang daun diukur tiap 12, 24, 36, 48, 60, 72, 84, 96, 108, dan 120 jam. Hasil pengujian dari BOD, COD, dan TSS diharapkan mengalami penurunan dibandingkan sebelum dilakukan fitoremidiasi
    corecore