1,720,970 research outputs found

    Peer Review Jurnal Ilmiah: Strategi Petani Swadaya Kelapa Sawit dalam Mengelola Perkebunan Kelapa Sawit di Desa Sungai Kupang Jaya Kecamatan Kelumpang Selatan Kabupaten Kotabaru

    No full text
    Penelitian ini berjudul “Strategi Petani Swadaya Kelapa Sawit dalam Mengelola Perkebunan Kelapa Sawit di Desa Sungai Kupang Jaya Kecamatan Kelumpang Selatan Kabupaten Kotabaru”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi petani dalam mengelola perkebunannya dan mengetahui tingkat pendapatan petani. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh petani swada kelapa sawit yang berjumlah 200 dan diambil sampel sejumlah 132 orang. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data primer diproleh dari observasi dengan menggunakan angket, dan teknik pengumpulan data sekunder diperoleh dari Kantor Kecamatan Kelumpang Selatan, Kantor Kepala Desa Sungai Kupang Jaya, dan Mantri Tani (Penyuluh Pertanian). Teknik pengolahan data menggunakan editing, coding, scoring dan tabulating. Teknik analisis data menggunakan persentase. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, strategi petani swadaya kelapa sawit Desa Sungai Kupang Jaya Kecamatan Kelumpang Selatan Kabupaten kotabaru dalam mengelola perkebunan dari penggunaan bibit, menanam, merawat, sampai pemasaran semua dilakukan sesuai kemampuan masing-masing petani dari segi pembiayaan seperti pembelian pupuk, pembelian pestisida, jasa pemetik buah, biaya pengangkutan, selain itu variasi luas lahan yang dimiliki, umur perkebunan dalam hal ini umur tanaman kelapa sawit setelah ditanam , dan pemasaran hasil panen yang dijual ke pengepul, KUD (Koperasi Unit Desa), dan ke perusahaan langsung yang masing-masing harga jualnya berbeda-beda. Pendapatan petani swadaya kelapa sawit Desa Sungai Kupang Jaya Kecamatan Kelumpang Selatan dari penjualan hasil panen perkebunan kelapa sawit sangat bervariasi dari nominal paling kecil yaitu Rp.1000.000,00 sampai paling besar yaitu Rp.8.000.000,00, setelah diambil nilai rata-rata dari keseluruhan responden pendapatan petani tiap bulannya memiliki pendapatan sebesar Rp2.985.000,00 perbulan. Kata Kunci: Strategi, Petani Swadaya, Mengelola Perkebunan, Kelapa Sawi

    Peer Review Jurnal Ilmiah: Persepsi Sopir Angkutan Kota Banjarmasin Terhadap Pemindahan Terminal Induk Kilometer 6 Banjarmasin Ke Terminal Induk Kilometer 17 Gambut

    No full text
    Penelitian ini berjudul ”Persepsi Sopir Angkutan Kota Banjarmasin Terhadap Pemindahan Terminal Induk Kilometer 6 Banjarmasin Ke Terminal Induk Kilometer 17 Gambut”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi sopir angkutan kota banjarmasin terhadap pemindahan terminal induk kilometer 6 Banjarmasin ke terminal induk kilometer 17 Gambut. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh sopir angkot yang melalui trayek: Terminal Km6- Terminal Antasari, Terminal Km 6 - Terminal Bantu Malabar, Terminal Km 6 - Pasar Lama, Terminal Km 6 - Handil Bakti, Terminal Km 6 - Kayu Tangi, Terminal Km 6 – Alalak diambil sampel sejumlah 35 sopir angkot yang melalui trayek tersebut diatas. Metode penelitian ini adalah deskriftif kuantitatif. Teknik pengumpulan data terdiri dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data primer diperoleh dari observasi dengan menggunakan kuisioner, dan teknik pengumpulan data sekunder dari kantor Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukan bahwa Persepsi Sopir Terhadap Pemindahan Terminal Induk Kilometer 6 Banjarmasin ke Terminal Induk Kilometer 17 Gambut diketahui sebanyak 27 responden atau 77% mempunyai persepsi menolak tentang pemindahan terminal dari Kilometer 6 Banjarmasin ke Kilometer17 Gambut dan 8 responden atau 23% mempunyai persepsi ragu-ragu tentang masalah pemindahan terminal tersebut. Persepsi Sopir Terhadap Pemindahan Terminal Induk Kilometer 6 Banjarmasin ke Terminal Induk Kilometer 17 Gambut dari jarak semakin jauh, penumpang berkurang, dan kemacetan bagi Sopir Angkutan Kota Jurusan Terminal Induk Km 6 Banjarmasin secara umum tinggi mengenai persepsi pemindahan terminal tersebut. Kata kunci: Terminal, Persepsi, Sopir Angkuta

    Tourist profiles and perception as a basic planning for sustainable tourism development Lok Baitan Floating Market, South Kalimantan

    No full text
    The aims of the research are to identify the tourist profile of Lok Baitan floating market and identify the capital aspect of floating market which are suitable for sustainable and competitive tourism attraction development. The majority of tourist respondent was young generation and have university education background. Based on the profile of respondent characters, it is clear that that tourism in Lok Baitan floating market can be considered as special interest tourism. In Lok Baiktan floating market, local culture in economic activity and landscape were important aspect in tourism attraction in floating market. The weaknesses of accessibility and transportation aspect are related the availability of public transportation. Problems of the recent basic amenity related to the integrated long term policy of tourism development in the past. Overall, the perception about tourism ancillary was low, indicated there are problems of tourism organization and management. As far, there is no strategic management planning to involve such resources into regional planning. The local and provincial government therefore should initiates and support comprehensive planning for floating tourism in this area Keywords: ecotourism, rivers planning, local economic development

    Peer Review Jurnal Ilmiah Internasional: The Potentiality of Tourism Resources in Hulu Sungai Selatan Regency, South Kalimantan

    No full text
    Hulu Sungai Selatan regency, South Kalimantan, has potentiality to be developed as tourism destinations. It is especially important for local economic development, cultural preservation, and natural resources conservation. The objective of the research is to identify the tourism potentiality in Hulu Sungai Selatan regency. Result of the study shows that Hulu Sungai Selatan Regency has numerous potential tourism objects, ranging from man-made to natural attractions. On the future development, special interest tourism such as nature-based tourism, ecotourism, culinary tourism religious tourism, history and cultural tourism are potentials to be developed. The sustainable principles of tourism practices should be adopted by local government in every aspect of tourism development. It is especially crucial for natural resources and biodiversity protection; while in the same time enhance the quality of attraction and destination. Keywords: ecotourism, Hulu Sungai Selatan, tourism development, tropical conservation

    River, Culture and Tourism in Lok Baintan, South Kalimantan

    No full text
    River become integral part of the Banjarese live in Lok Baitan, South Kalimantan. The economic value of the river has been reported very high. Rivesr is a habitat for numerous fishes which area important for local people along rivers. Rives also provide corridor for people movement. Rivers also place for economic activity . Floating market is a market located at rivers with traditional trader and seller equipped by traditional boat called Jukung. Along the Barito River, floating market point found in two place, Muara Quin and Lok Baitan. Fruit and vegetables are become the mains items in traditional floating market in Lok Baitan. Floating market has its special value for tourism attractions. Continued decrease of youngest generation to the river-based culture economic activity has been the central aspect of the future of floating market. This situation is different for modern market, which is interested among young generation in south Kalimantan. This issue is still present and will remain of great important in the future of floating market. Keywords: culture preservation, floating market, river conservation, South Kalimanta

    Peer Review Jurnal Ilmiah: Tingkat Kesejahteraan Petani Rotan di Desa Babai Kecamatan Kuarau Kuala Kabupaten Barito Selatan

    No full text
    This study entitled the welfare level of rattan farmers in Babai village, Karau Kuala district, southern Barito regency. The purpose of this study was to analyze the level of welfare of rattan farmers in the Babai village, Barito southern regency. The population in this study amounted 1600 heads of household with 310 samples, determination of this population by proportional random sampling technique. The primary data obtained through field observation and questionnaires (questionnaire), while secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) Southern Barito regency, Bappeda Southern Barito regency, Babai Village Office. The analysis technique used by using percentage technique. The results of the study showed that the stage of pre-prosperous family there are 25%, prosperous stage 1 there are 73%, while the stages of prosperous families there are 2%. Rattan farmer's welfare is unevenly because rattan prices often fluctuated. These situation has affect to result of rattan farmer income. Rattan farmer income in a week is Rp. 280,000, so within one month of rattan farmers get pay Rp. 1,040,000. The rattan farmers income is only sufficient for basic necessary and education of children, so for other necessary have not enough yet. Keywords: Level, Welfare, Farmer, Rattan

    Peer Review Jurnal Ilmiah: Faktor Dominan Penyebab Pernikahan Usia Dini di Kecamatan Banjarmasin Selatan Tahun 2010-2014

    No full text
    Penelitian ini berjudul “ Faktor Dominan Penyebab Pernikahan Usia Dini Di Kecamatan Banjarmasin Selatan Tahun 2010-2014”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hal yang menjadi faktor dominan yang menyebabkan pernikahan usia dini di Kecamatan Banjarmasin Selatan. Populasi yang terdapat di dalam penelitian ini adalah 2275 pasangan suami istri, dengan 331sampel suami istri yang melakukan pernikahan di usia 15- 20 tahun, dimana usia tersebut tergolong usia dini dalam menjalankan kehidupan rumah tangga. Data primer penelitian Ini diperoleh dengan cara melakukan observasi di lapangan dan menyebarkan kuesioner serta wawancara langsung terhadap responden, sedangkan data sekunder peneliti peroleh dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan, Kementerian Agama Kota Banjarmasin, buku, dan beberapa jurnal yang terkait dengan penelitian. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik presentase, rumus regresi untuk mengetahui faktor dominan. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa yang menjadi faktor dominan penyebab pernikahan usia dini di Kecamatan Banjarmasin Selatan Tahun 2010-2014 adalah faktor pendidikan. Pendidikan dalam hal ini tidak hanya mengenai tingkat pendidikan pada remaja selaku responden, melainkan juga mengenai tingkat pendidikan orang tua remaja. Remaja yang menikah di usia dini dalam penelitian ini, mayoritas hanya menamatkan tingkat pendidikan di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Menikah dengan hanya menamatkan tingkat pendidikan di bangku SMA, sebenarnya masih belum cukup siap untuk menjalankan kehidupan rumah tangga sebagaimana orang yang telah menamatkan tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Orang yang memiliki tingkatan pendidikan lebih tinggi, akan lebih banyak mempertimbangkan segala sesuatunya sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah. Peranan tingkat pendidikan orang tua, turut memberikan pengaruh terhadap izin anak menikah di usia dini, dimana bagi orang tua yang berpendidikan tinggi akan menjadi lebih bijak untuk memberikan izin kepada anak untuk menikah, terutama ketika anak masih berusia dini. Kata Kunci: Faktor Dominan, Pendidikan, Pernikahan Usia Din
    corecore