1,720,986 research outputs found

    Turnitin Results

    Full text link

    AGROFORESTRI

    Full text link

    KOMPETENSI PROFBSIONAL GURU BIOLOGI SMAN KECAMATAN TANGKERANG RAYA KOTA PEKANBARU

    Full text link
    Unsur terpenting dalam profesi guru adalah penguasaan sejumlah kompetensi sebagai keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas mendidik dan mengajar secara efektif dan efisien . salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru adalah kompetensi professional. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pemahama dan pelaksanaan kompetensi professional guru biologi SMAN Kecamatan Tangkerang Raya Kota Pekanbaru. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitiatif dengan subjek penelitian adalah guru biologi di SMAN Kecamatan Tangkerang Ray. Instrumen penelitian beruapa angketg dan pedoman wawancara. Kompetensi professional guru terdiri dari5 indikator yaitu penguasaan pola piker keilmuwan, penguasaan standar kompetensi dan kompetensi dasar, pengembangan materi, pengembangan keprofesional secara berkelanjutan, pemanfaatan teknologi dan komunikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa guru biologi di SMAN Kecamatan Tangkerang Raya telah Menguasai materi dan pola piker keilmuwan yang mendukung mata pelajaran yang diampu serta mampu menguasai standard kompetensi dan kompetensi dasar dengan baik. Pada indicator ketiga diperoleh persentase sebesar 72,22% artinya guru biologi belum sepenuhnya dapat mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif. Berdasrkan indicator pengembangan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif, maka diperoleh persentase sebesar 94,44%. Kompetensi profesionalisme guru dalam pemanfaat teknologi informasi dan komunikasi sudah sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemahaman dan pelaksanaan komptensi profesionalisme guru biologi SMAN Kecamatan Tangkerang Raya Kota Pekanbaru TA 2013/2014 berada pada kategori baik

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA BIOLOGI KELAS VIII SMPN 03 PANGKALAN KURAS AJARAN 2018/2019.: Indonesia

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA biologi siswa kelas VIII C SMP 03 Pangkalan Kuras Tahun Ajaran 2018/2019 dalam penerapan model pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition). Penelitian merupakan penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan analisis data berupa deskriptif yang dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan bulan April 2019, data yang diperoleh merupakan hasil belajar siswa yang dilakukan 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah kelas VIII C SMP 03 Pangkalan Kuras yang berjumlah 30 orang siswa yang terdiri dari 15 orang siswa laki-laki dan 15 orang siswa perempuan. Daya serap hasil belajar siswa sebelum PTK adalah 72,46%, daya serap sesudah PTK siklus I yaitu 80,80% mengalami peningkatan sebesar 8,34%, pada siklus II daya serap siswa adalah 84,89 dan mengalami peningkatan sebesar 4,09% , hasil belajar KI sebelum PTK adalah 77,46%, daya serap KI sesudah PTK siklus I yaitu 78,18% mengalami peningkatan sebesar 0,72%, sedangkan pada siklus II daya serap KI siswa adalah 81,11% mengalami peningkatan sebesar 2,93%. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa kegiatan belajar mengajar dengan penerapan model pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII C SMPN 03 Pangkalan Kuras Tahun Ajaran 2018/2019

    Pengaruh Media Tanah PMK dan POC Ares Pisang pada Pre-Nursery Tanaman Akasia (Acacia mangium Willd.)

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi dan utama media tanah PMK dan POC ares pisang pada pembibitan pre-nursery tanaman akasia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) secara Faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah Tanah PMK yang terdiri 4 taraf yaitu 0, 25, 50, 75 %/tanah dan faktor kedua adalah POC ares pisang terdiri dari 4 taraf yaitu 0, 30, 60, 90 cc/l air/tanaman sehingga diperoleh 16 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 48 plot percobaan. Setiap plot percobaan terdiri dari 4 tanaman dan 2 tanaman di jadikan sebagai sampel total keseluruhan 192 tanaman. Parameter yang diamati ialah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat basah akar, berat kering akar, berat basah total tanaman, dan berat kering total tanaman. Data dianalisis secara statistik dan dilanjutkan BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan secara interaksi tanah PMK dan POC ares pisang berpengaruh nyata terhadap parameter: jumlah daun, tinggi tanaman. berat kering akar, berat basah total tanaman, dan berat kering total tanaman Kombinasi terbaik tanpa pemberian media tanah PMK dan POC ares pisang konsentrasi 90 cc/l air/tanaman. Pengaruh utama pemberian media tanah PMK nyata terhadap semua parameter, perlakuan terbaik tanpa media tanah PMK. Pengaruh utama POC ares pisang nyata terhadap semua parameter, perlakuan terbaik konsentrasi 90 cc/l air/tanaman

    Bimbingan Teknis Rehabilitasi Mangrove di Kampung Sungai Rawa Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak

    Full text link
    Hutan mangrove yang merupakan ekosistem peralihan antara darat dan laut, sudah sejak lama diketahui mempunyai fungsi ganda dan merupakan mata rantai yang sangat penting dalam memelihara keseimbangan siklus biologi di suatu perairan. Sudah lebih dari seabad hutan mangrove diketahui memberi manfaat pada masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara tidak langsung hutan mangrove mempunyai fungsi fisik yaitu menjaga keseimbangan ekosistem perairan pantai, melindungi pantai dan tebing sungai dari pengikisan atau erosi, menahan dan mengendapkan lumpur serta menyaring bahan tercemar. Berdasarkan hal tersebut telah dilakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masya-rakat berupa Bimbingan  Teknis Rehabilitasi Mangrove di Kampung Sungai Rawa Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak, selama 3 bulan (7 Oktober 2019, sampai dengan 6 Januari 2020). Kegiatan ini mendapat apresiasi yang baik dari masyarakat dan pemuka masyarakat Kampung Sungai Rawa

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore