1 research outputs found

    Pesan Edukatif Relief Cerita Sudamala pada Candi Tegawangi di Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri

    No full text
    ABSTRAK Ramdhania, Dyah Mutia. 2015. Pesan Edukatif Relief Cerita Sudamala pada Candi Tegawangi di Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Slamet Sujud Purnawan Jati., M.Hum, (II) Deny Yudo Wahyudi S.Pd., M.Hum. Kata Kunci: pesan edukatif, relief cerita, Sudamala, Candi Tegawangi. Penelitian ini dilatari oleh adanya pesan edukatif yang tersirat pada salah satu karya sastra tekstual yang juga terpahat dalam bentuk relief cerita pada beberapa bangunan suci masa Majapahit, yaitu cerita Sudamala, khususnya yang berada pada Candi Tegawangi. Pemilihan sebuah cerita sebagai karya sastra visual berupa relief terutama pada bangunan suci seperti candi tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Seorang pemahat diharuskan memiliki intuisi mengenai apa saja adegan kunci yang dapat diletakkan, sekaligus mampu menyampaikan pesan edukatif yang terkandung dalam karya sastra yang dipilih dalam bentuk relief. Kidung Sudamala merupakan salah satu cerita bertema lukat yang populer pada masa Majapahit. Kepopuleran Sudamala terbukti dengan dipahatnya sastra ini pada beberapa bangunan suci dari masa Majapahit, yaitu Candi Sukuh, pendopo teras II Candi Panataran, dan Candi Tegawangi. Diantara ketiga bangunan suci dari masa Majapahit tersebut, Candi Tegawangi memiliki adegan relief cerita Sudamala paling runtut dan lengkap, serta masih menempel pada dinding candi. Berdasar dari kelengkapan adegan inilah, Candi Tegawangi dipilih untuk diteliti lebih lanjut untuk dapat mengetahui pesan edukatif yang terkandung dalam relief cerita Sudamala.Permasalahan yang diteliti adalah (1) latar belakang sejarah Candi Tegawangi, (2) latar belakang dipahatnya relief cerita Sudamala pada Candi Tegawangi, dan (3) pesan edukatif yang terdapat pada relief cerita Sudamala pada Candi Tegawangi. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui latar belakang sejarah dibangunnya Candi Tegawangi, (2) mengetahui latar belakang dipahatnya relief cerita Sudamala pada Candi Tegawangi, dan (3) mengetahui pesan edukatif yang terdapat pada relief cerita Sudamala pada Candi Tegawangi.Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dengan bantuan ilmu arkeologi. Dalam penelitian ini peneliti merupakan kunci dalam menentukan keberhasilan dari penelitian. Ilmu arkeologi digunakan sebagai pembantu penelitian deskriptif karena berhubungan dengan peninggalan bersejarah berupa budaya material.Hasil penelitian ini pertama adalah Candi Tegawangi merupakan salah satu candi pendharmaan keluarga kerajaan, yaitu Bhre Matahun yang termasuk dalam golongan dharma dalm. Kedua, relief cerita Sudamala dipahat pada dinding Candi Tegawangi berkaitan erat dengan fungsi dari relief tersebut sebagai sarana penyucian jiwa, mempercepat proses dari orang yang didharmakan dalam candi tersebut mencapai moksa. Ketiga, dalam relief cerita Sudamala memiliki beberapa kandungan nilai edukatif, yaitu nilai umum yang berhubungan dengan nilai keagamaan agama Hindu yang terdiri dari karmapala, samsara, yajna (sacrifice), dharma, dan adharma. Sedangkan nilai edukatif khususnya, terdapat pada tiap panil yang terbagi menjadi dua yaitu nilai yang memiliki muatan positif yaitu nilai yang menuturkan kebajikan, serta nilai yang memiliki muatan negatif yaitu memberi contoh sesuatu yang harusnya tak dilakukan.Saran yang dapat diberikan adalah menggunakan relief cerita pada Candi Tegawangi sebagai salah satu media pembelajaran, terutama dari sisi kesejarahannya, serta menjabarkan pesan edukatif yang terkandung dalam setiap panil. Pesan yang terkandung dalam relief cerita ini bersifat universal dan tak lekang oleh waktu, sehingga dapat digunakan untuk menanamkan nilai-nilai positif pada masyarakat maupun peserta didik sehingga dengan kebijakan dari masa lalu ini, dapat tercetak generasi muda penerus bangsa yang cerdas sekaligus bijak dalam memilih langkah ke depannya.          ABSTRACT Ramdhania, Dyah Mutia. 2015. Educative Messages of Sudamala Narrative Relief in Tegawangi Temple, Plemahan Subdistrict, Kediri Regency. Thesis, Department of History, Social Science Faculty, State University of Malang. Advisor: (I) Drs. Slamet Sujud Purnawan Jati, M.Hum, (II) Deny Yudo Wahyudi S.Pd., M.Hum. Keywords: educative messages, narrative relief, Sudamala, Tegawangi Temple. This reseach based on educative messages that often hides beneath textual narrative-literature which also carved into narrative relief in several sacred buildings from Majapahit era's namely Sudamala, especially the one that carved in Tegawangi Temple. The process from turning one narrative story into narrative relief in sacred buidings like temples cannot be taken lightly nor feely. The carver must have intuition about what should be the key scene they pick, and bring the educative message inside narrative text alive in their relief. Kidung Sudamala is one of many lukat themed story that gaining vast popularity in Majapahit period. This Sudamala's pouplarity proven by the fact this narrative story being carved in several different sacred buildings from Majapahit period, namely Sukuh Temple, 2nd Terrace Hall of Panataran Temple, and Tegawangi Temple. Among the three sacred buildings, Candi Tegawangi had the most complete Sudamala narrative relief that still adhered in their walls. Based on the most complete scene, Tegawangi Temple were selected for further research to bring out what kind of educative message lies beneath this narrative relief.The issues that the reseacher want to get from this reseach is, (1) the historical background of Tegawangi Temple, (2) the background of narrative relief sudamala carved in Tegawangi Tempe, and (3) what kind of educative messages lies beneath Sudamala narrative-relief in Tegawangi Temples. The purpouse of this research is (1) to know what is the historical background especially about the time this Tegawangi Temple was built, (2) to know the reason behind narrative relief Sudamala being carved in Tegawangi Temple, and (3) To know what kind of educative messages lies beneath the relief.The method that being used on this is qualitative approach, with descriptive research and help from archeology science branch. In this research the researcher are the most important key in order to make everything going on smoothly. Archeology science being used as helper to understand more because this research mostly connected to historical culture material.The result from this research divided into three, firstly one is Tegawangi Temples are one of pendharmaan from royal family member, namely Bhre Matahun, and this buildings categorized inside dharma dalm. Secondly, narrative relief of Sudamala that carved in Tegawangi Temple's wall had strong connection to the main function of that relief as medium to purify souls, fastening the people who's didharmakan inside those temples gaining moksa. Thirdly, this narrative relief had several educative value divided into common and implisit. The common one is from Hindu's teaching from karmapala, samsara, yajna, dharma, and adharma. Meanwhile the implisit value from every panel divided into two, possitive and negative one. The suggestion that can be given from researcher is to used this narrative relief as educational media, especially from historical side, also explaining every educative message lies beneath the narrative relief in every panel. The timeless beauty in this message are universal, and can be used on today society as well, so the younger generation may gaining old past wisdom as their roots while stepping forward into future
    corecore