1,720,988 research outputs found
Rancang Bangun Mesin Penggiling Jagung Bertenaga Dinamo Pompa Air
Mesin penggiling jagung merupakan mesin yang digunakan untuk menggiling jagung menjadi butiran lebih halus. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan mesin penggiling jagungdengan desain sederhana. Mesin ini bertenaga dinamo pompa air sebagai penggeraknya yang dihubungkan dengan dimmer AC sebagai pengatur putarannya. Penelitian ini menggunakan metode VDI 2221 yang meliputi 4 fase yaitu perancanaan dan penjelasan tugas, perancangan konsep produk, perancangan bentuk produk dan perancangan detail. Hasil akhir dari perancangan ini yaitu melakukan pengujian alat dengan mengukur kapasitas kerja alat. Hasil penelitian diperoleh bahwa untuk menggiling jagung 3 Kg pada putaran 2000 Rpm dan 2200 Rpm membutuhkan waktu antara 5-6 menit. Kapasitas kerja alat menunjukkan bahwa alat bekerja cukup optimal dengan kapasitas 32,2 Kg/Ja
Perbandingan Jenis Elektroda Las Terhadap Uji Tarik Material Plat ST 37
Perkembangan teknologi di bidang konstruksi pada saat ini sangat pesat dan bisa di bilang sangat maju, terutama dalam bidang desain produk. Salah satu bidang yang paling umum adalah pengelasan baja. Pengelasan merupakan suatu proses penyambungan logam dengan cara melebur sebagian logan dasar dan logam pengisi, dimana kedua benda berdekatan dari ujung ke ujung dengan cara menyalakan busur yang didapatkan dari busur listrik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hasil perbandingan jenis elektroda dengan pemakaian arus yang sama dengan hasil pengujian tarik pada material baja karbon rendah dengan menggunakan proses pengelasan SMAW. Material yang digunakan dalam penelitian ini baja St 37 dengan perlakuan kampuh V tunggal, sudut 70? serta jenis elektroda yang digunakan AWS E6013 dan E7018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan secara analisis bahwa pengaruh media pengelasan dengan perbandingan jenis elektroda yaitu elektroda E6013 dan elektroda E7018 dengan arus yang sama 90 - 100 A terhadap sifat mekanik baja karbon medium yang disambung dengan las SMAW pada uji tarik dapat diketahui bahwa rata – rata keuletan tarik pada speciment yang dilas lebih rendah dari pada yang tidak dilas. Akan tetapi hasil dari speciment yang dilas menggunakan elektroda E7018 lebih menjamin kekuatannya, daripada menggunakan elektroda E6013. Karena nilai rata-rata yang diperoleh dari speciment yang dilas menggunakan elektroda E7018 tidak berbeda jauh dengan speciment tanpa dilas
Perancangan Mesin Pencacah Rumput dan Tongkol Jagung dengan Menggunakan Motor Penggerak Diesel 7 HP
Perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan desain dan gambar kerja konstruksi mesin pencacah rumput dan tongkol jagung yang berfungsi untuk memenuhi keinginan peternak dalam mempercepat proses pencacahan rumput dan tongkol jagung. Metode yang digunakan adalah metode perancangan teknik. Hasil perancangan menghasilkan mesin pencacah rumput dan tongkol jagung pakan ternak dengan spesifikasi ukuran panjang 977 mm, lebar 600 mm dan tinggi 1.289 mm. Kapasitas produksi mesin pencacah rumput 800 kg/jam. Sumber penggerak mesin adalah motor diesel 7 hp dengan putaran 2600 rpm. Sistem transmisi menggunakan V-belt dengan poros penggerak berdiameter 50 mm. Kontruksi rangka terbuat dari profil siku 40 mm x 40 mm x 3 mm dengan bahan St 42 dan casing menggunakan plat mild steel dengan tebal 2 mm
Model Validasi Ukuran Droplet Batuk Dalam Ruangan Menggunakan Pendekatan Multicomponent Eulerian -Lagrangian
Penelitian ini dilakukan secara numerik menggunakan pendekatan Multicomponent- Eulerian-Langgrangian untuk melihat medan aliran udara dan pola penyebaran droplet aerosol dalam ruangan. Pola penyebaran dan perubahan ukuran droplet diprediksi secara akurat dengan bantuan software CFD komersial. Melalui pendekatan Multicomponent- Eulerian-Langgrangian udara basah diperlakukan sebagai campuran ideal antara udara kering dengan uap air. Sedangkan droplet yang dikeluarkan dari seseorang ketika batuk diasumsikan terdiri dari 98% air dan 2 partikel padat yang tidak dapat menguap. Simulasi dilakukan pada kondisi kelembapan udara 50% dan didasarkan pada aktivitas sesorang ketika batuk, dengan kecepatan droplet saat keluar sumber adalah 10 m/s. Variasi ukuran droplet mula-mula adalah 10 µm dan 100 µm. Karena mengalami evaporasi, diameter droplet mula-mula akan mengalami pengurangan ukuran hingga 21% menjadi 2,1 µm dan 21,03 µm membentuk inti droplet (droplet nuclei). Selain itu, hasil simulasi menunjukkan sebaran droplet melaui particle residence time dan lintasan partikel dalam ruangan. Sehingga mampu memprediksi pola penyebaran droplet yang ada dalam ruangan
Pengaruh Ukuran Karburator Terhadap Torsi Dan Daya Sepeda Motor Megapro 2005
Upaya untuk mengubah torsi dan daya mesin sepeda motor dengan masuknya kombinasi bahan bakar ke dalam ruang bakar adalah dengan mengubah ukuran karburator. Untuk mengetahui efek dari perubahan ukuran karburator akan diuji dengan memanfaatkan dynotest sebagai alat ujinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek perubahan ukuran karburator terhadap torsi dan daya sepeda motor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Hasil pengujian pada dynotest menunjukan torsi dan daya. Data torsi tertinggi ditunjukkan pada karburator PD 26 sebesar 30,78 Nm pada putaran mesin 3544 rpm . Data daya tertinggi ditunjukkan pada karburator PE 28 sebesar 18,64 hp pada putaran mesin 9077 rpm
MODIFIKASI DURASI DAN LIFT PADA CAMSHAFT SUZUKI SHOGUN 125R TERHADAP DAYA DAN TORSI
Semakin berkembangnya zaman, semakin maju pula peradaban manusia.
Hal itu juga berpengaruh pada dunia kendaraan, terutama sepeda motor. Banyak
motor generasi tua yang ditinggalkan pada zaman ini dan orang-orang lebih
memilih motor generasi baru yang memiliki performa lebih baik. sayang rasanya
jika meninggalkan sepeda motor generasi tua begitu saja. Peneliti disini berusaha
melakukan peningkatan pada sepeda motor generasi tua, dengan memodifikasi
camshaft-nya, Dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan daya dan torsi camshaft
standart dengan camshaft modifikasi.
Peneliti dilakukan secara eksperimen dengan memodifikasi camshaft
standart dengan mengubah durasi dan meningkatkan lift-nya. Data didapatkan
dengan Dynotest untuk mendapatkan data daya dan torsi. Setelah mendapatkan
data, dilakukan perbandingan antara data standart dengan data modifikasi. Sehingga
bisa mendapatkan kesimpulan.
Dari data yang didapat dari dynotest, Perubahan daya pada modifikasi
camshaft meningkat sebesar 27%. Dan untuk perubahan camshaft terhadap torsi,
torsi mengalamu penurunan sebasar 6%
Analisis Pengaruh Jumlah Rasio Konsumsi Bahan Bakar Batubara Terhadap Efisiensi Boiler
Penelitian ini untuk menganalisa pengaruh jumlah rasio konsumsi bahan bakar Batubara terhadap efesiensi Boiler. Didalam sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) diperlukan tenaga yang handal maupun komponen/alat yang sangat optimal selalu, Salah satu tingkat efesiensi di Boiler tergantung cara melakukan loop control supply Bahan bakar dan udara, demi pembakaran yang sempurna harus memperhatikan jumlah mix rasio bahan bakar Batubara terhadap udara pembakaranya. Dengan sebagai operator melakukan metode variasi loop control yang ketat terhadap bahan bakar Batubara dan Udara pembakaran, berharap bisa menghemat pengeluaran/ cost teutama terhadap pembakaran Batubara tetapi tetap mendapatkan hasil yang optimal. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa efesiensi Boiler tertinggi sebesar 83,10 % terjadi pada tanggal 01 Mei 2021, dengan rincian Settingan rasio udara primary dengan bahan bakar batubara 2,51, yaitu dengan komposisi batubara 59,7 ton/jam dan udara primary 149,8 ton/jam, serta didapat jumlah udara total (Total Air Flow) yaitu 340,5 ton/jam yaitu dengan komposisi udara Primary sebesar 149,8ton/jam dan udara Secondary 190,7 ton/jam. Efesiensi Boiler terendah sebesar 79,86 % terjadi pada tanggal 02 mei 2021, dengan rincian Settingan rasio 2,40, yaitu dengan komposisi batubara 61,6 ton/jam dan udara primary 148,08 ton/jam, serta dadapat jumlah udara total (Total Air Flow) yaitu 340,3 ton/jam yaitu dengan komposisi udara Primary sebesar 148,08 ton/jam dan udara Secondary 192,23 ton/jam
Pengaruh Variasi Kandungan karbon Terhadap Uji Tarik Besi Beton ulir D13 hasil Proses Thermo Mechanical Treatment (SNI 2017) di PT UNIVERSAL STEELINDO DINAMIKA
Dalam beberapa dekade terakhir, perkembangan teknologi besi beton
mengalami perkembangan yang sangat pesat. Salah satu teknologi yang
dikembangkan adalah proses Thermo Mechanical Treatment (TMT). Proses TMT
dapat meningkatkan sifat mekanik besi beton, seperti kekuatan tarik, kekerasan, dan
ketahanan terhadap korosi. Kandungan karbon dalam besi beton juga
mempengaruhi sifat mekaniknya. Penelitian ini dilakukan di PT Universal
Steelindo Dinamika yang bertempat di Ngoro Mojokerto dan bertujuan untuk
menganalisis pengaruh variasi kandungan karbon terhadap kekuatan tarik besi
beton ulir D13.
Metode eksperimen digunakan untuk mengetahui pengaruh variasi
kandungan karbon rendah 0,30%
terhadap uji tarik besi beton D13 setelah melalui proses Thermo Mechanical
Treatment. SNI 2017 adalah standart yang menjadi acuan untuk produksi besi beton
di Indonesia.
Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai uji tarik setelah proses Thermo
Mechanical Treatment pada karbon rendah 0,23% untuk kekuatan tariknya sebesar
560 Mpa sedangan untuk karbon sedang 0,27% menghasilkan kekuatan tarik
sebesar 590 Mpa dan untuk karbon tinggi nilai kekuatan tariknya sebesar 660 Mpa.
Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi karbon semakin besar
kekuatan tariknya. Namun, material getas mudah putus dan nilai keuletan sangat
rendah
Perbandingan Pengaruh Putaran Mesin terhadap Daya dan Torsi dengan Menggunakan Koil Standar dan Koil Racing pada Sepeda Motor
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan daya dan torsi motor yang menggunakan koil racing dan standar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental. Obyek yang di gunakan dalam penelitian ini adalah motor vario 125. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya terendah yang dihasilkan koil standar adalah 1.5 hp pada putaran mesin 2000 rpm dan daya tertinggi yang dihasilkan adalah 11,75 hp pada putaran mesin 9128 rpm. Sedangkan daya terendah yang dihasilkan koil racing adalah 1.5 hp pada putaran mesin 2000 rpm dan daya tertinggi yang dihasilkan adalah 111.83 hp pada putaran mesin 9026 rpm. Sedangkan torsi terendah yang di hasilkan koil standar adalah 1.5 N.m pada putaran 2000 rpm dan torsi tertinggi yang di hasilkan adalah 9.12 N.m pada putaran mesin 6612 rpm
Analisis Pengaruh Jumlah Sudu Turbin Penggerak Microhydro Terhadap Daya Output Yang Dihasilkan Generator Permanen
Turbin Pelton adalah jenis turbin impuls yang terdiri dari sudu berbentuk dua buah mangkok sebagai awal penerima pancaran air dari nozel dengan memanfaatkan gerak jatuh air (head) yang tinggi walaupun debit airnya kecil. Pada penelitian ini akan membahas mengenai pengaruh jumlah sudu terhadap putaran yang dihasilkan oleh turbin Pelton sehingga dapat diketahui tegangan, arus, daya dan efisiensi yang dihasilkan generator pada prototype PLTMH. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi turbin (runner) dengan jumlah sudu yang divariasikan terhadap daya output. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Penelitian ini menggunakan turbin pelton dengan jumlah sudu yang divariasikan jumlahnya yaitu 4 sudu, 6 sudu dan 8 sudu. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan jumlah sudu menyebabkan kinerja PLTMH semakin meningkat, daya output tertinggi diketahui menggunakan turbin (runner) yang bersudu 8 yang tercatat kuat arus (I) sebesar 0,28 Ampere dan tegangan (V) sebesar 16,7 Volt. Sehingga, diketahui daya output nya sebesar ± 5 Watt (P out). Nilai efisiensi kinerja turbin (runner) yaitu 33,9 %
- …
