7 research outputs found
Pengembangan Panduan Pelatihan Keterampilan Menghadapi Stres bagi Siswa SMP
ABSTRAK Anggraini, D.S. 2015. Pengembangan Panduan Pelatihan Keterampilan Menghadapi Stres bagi Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dany M. Handarini, M.A. (II) Irene Maya Simon, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: pengembangan, keterampilan menghadapi stres, structured learning approach Berdasarkan fenomena-fenomena yang terjadi dikalangan remaja, ditemukanbahwa sebagian besarremaja masih belum memiliki keterampilan menghadapi stres khususnya dalam bidang pribadi sosial. Hal ini terbukti dari berbagai kasus yang dimuat diberbagai surat kabar, yaitu remaja mengakhiri hidupnya dikarenakan stres.Penelitian ini menghasilkan panduan pelatihan keterampilan menghadapi stres bagi siswa SMPkhususnya dalam bidang pribadi sosial. Panduan pelatihan keterampilan menghadapi stres bagi siswa SMPterdiri tiga buku, yaitu: buku panduan pelatihan keterampilan menghadapi stres bagi siswa SMP sebagai panduan konselor dalam memberikan layanan bimbingan pribadi sosial, buku panduan pelatihan keterampilan menghadapi stres bagi siswa SMP yang ditujukan untuk siswa, dan buku materi keterampilan menghadapi stres. Metode yang digunakan dalam pelatihan keterampilan tersebut adalahStructured Learning Approach (SLA).Structured Learning Approach (SLA) merupakan pendekatan pembelajaran terstruktur yang dikembangkan dari teori belajar dan modifikasi perilaku dalam psikologi. Langkah-langkah atau prosedural dalam SLA diantaranya (a) Intruksi(Instruction), (b) Pemberian Model (Modeling), (c) Bermain Peran (Role Playing), (d) Pemberian Balikan (Performance Feedback), dan (e) Pemberian Tugas Rumah (Transfer of training and maintenance). Pengembangan ini mengadopsi dari metode penelitian Borg and Gall (1983) yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan. Tahapan pengembangan tersebut antara lain: need assessment, perencanaan, pengembangan prototipe produk, validasi (ahli BK dan calon pengguna produk), revisi, dan produk akhir. Pada tahap need assessment, pengembang menggunakan analisis literatur dengan mengumpulkan berbagai informasi yang ada. Tahap perencanaan, pengembang menentukan tujuan yang ingin dicapai dalam pengembangan. Setelah itu, pengembangan prototipe produk. Setelah buku panduan tersusun, pengembang melakukan uji ahli kepada ahli BK dan calon pengguna produk (konselor).Berdasarkan kesepakatan ahli BK, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: aspek kegunaan sangat tinggi,aspek kelayakan tinggi, aspek ketepatan tinggi. Berdasarkan kesepakatan dari calon pengguna produk, aspek kegunaan tinggi,aspek kelayakan tinggi, dan aspek ketepatan tinggi. Berdasarkan hasil pengembangan panduan pelatihan keterampilan menghadapi stres, maka disarankan bagi peneliti selanjutnya melakukan uji efektivitas dari panduan pelatihan keterampilan menghadapi stres untuk mengetahui tingkat keefektifan panduan pelatihan jika diterapkan dalam kelas
Strategi Meningkatkan Brand Awareness Kampung Ekowisata Keranggan Tangerang Selatan
Kampung Ekowisata Keranggan merupakan salah satu desa wisata dengan konsep ekowisata melalui pemberdayaan masyarakat berdasarkan lingkungan yang terletak di Kota Tangerang Selatan dan sudah termasuk kedalam desa wisata berkembang serta telah memenangkan sejumlah penghargaan namun faktanya masih banyak wisatawan baik regional hingga nasional yang belum mengetahui desa wisata tersebut. Kesadaran merek adalah sebuah tahapan dalam membangun suatu merek agar dapat dikenali dan diingat oleh audiens. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana cara menyusun strategi dalam meningkatkan kesadaran merek di Kampung Ekowisata Keranggan, Tangerang Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan sumber data melalui wawancara terhadap wisatawan dengan teknik random sampling dan wawancara terhadap Ketua Pokdarwis, Sekretaris Pokdarwis dan Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan, Observasi data serta Analisa Triangulasi. Melalui penelitian ini peneliti membuktikan bahwa kesadaran merek mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan di Kampung Ekowisata, tetapi berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti masih terdapat beberapa hal yang perlu dikembangkan dalam promosi dan pemasaran digital Kampung Ekowisata Keranggan yakni peningkatan kualitas konten unggahan dalam media sosial dalam memberikan informasi kepada audiens dari sudut desain dan isi konten agar lebih meningkatkan kesadaran merek serta memperluas jangkauan informasi mengenai Kampung Ekowisata Keranggan
Psychological Well-Being Pada Mantan Narapidana Kasus Pengguna Narkoba
Being a convict is not a desire of an individual. This is because life in a penitentiary and life in society are very different. After serving their sentence, ex-convicts hope to be accepted back into society and change for the better. Ex-convicts usually experience public pressure spontaneously or unconsciously and it is often difficult to overcome them. The purpose of this study is to provide an overview and what factors can influence the psychological well-being of ex-convicts who use drugs. The subjects of this study were 2 people selected by purposive sampling with characteristics, including: a) male ex-convicts b) cases of drug users. This study uses interview and observation methods. The results of this study are the conditions of psychological well-being in ex-convicts experienced by subjects in this study appear good self-acceptance, have good positive relationships with other people, have ways of controlling the environment in society, so that subjects are able to create conditions that are in accordance with mental condition, both subjects have life goals to improve their lives to be better and feel deterred not wanting to return to repeat the same mistakes. The two subjects also experienced personal growth to become even better regarding attitudes and emotions after leaving prison. Then the factors that influence the psychological well-being of the 2 subjects are social support from the environment and the intention from within the subject to be even better because the subject is oriented towards past events experienced by the subject.
Keywords: Psychological Well-being, Ex- Convicts, Drug UserMenjadi seorang narapidana bukanlah suatu keinginan dari seorang individu. Hal ini dikarenakan kehidupan di dalam lembaga pemasyarakatan dengan kehidupan di masyarakat sangatlah berbeda. Setelah menjalani hukuman, mantan narapidana berharap untuk diterima kembali ke masyarakat dan berubah ke arah yang lebih baik. Mantan narapidana biasanya mengalami tekanan publik secara spontan atau tidak sadar seringkali sulit untuk mengatasinya. Tujuan dalam penelitian ini untuk memberikan gambaran dan faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi keadaan kesejahteraan psikologis atau Psychological well-being pada mantan narapidana kasus pengguna narkoba. Subjek penelitian ini sebanyak 2 orang yang dipilih secara purposive sampling dengan karakteristik, antara lain: a) matan narapidana laki-laki b) kasus pengguna narkoba. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah kondisi psychological well-being pada mantan narapidana yang dialami subjek dalam penelitian ini muncul penerimaan diri yang baik, memiliki hubungan positif yang baik dengan orang lain, memiliki cara dalam penguasaan lingkungan di masyarakat, sehingga subjek mampu menciptakan keadaan yang sesuai dengan kondisi jiwanya, kedua subjek memiliki tujuan hidup untuk memperbaiki kehidupanya agar menjadi lebih baik dan merasa jera tidak ingin kembali untuk mengulangi kesalahan yang sama. Ke dua subjek juga mengalami pertumbuhan pribadi menjadi lebih baik lagi mengenai sikap dan emosi setelah keluar dari lapas. Kemudian faktor yang berpengaruh terhadap psychological well-being pada ke 2 subjek yaitu adanya dukungan sosial dari lingkungan dan niatan dari dalam diri subjek untuk menjadi lebih baik lagi karena subjek berorientasi terhadap kejadian masa lalu yang dialami subjek.
Kata kunci: Kesejahteraan Psikologis, Mantan Narapidana, Pengguna Narkob
Representasi Hedonisme dalam Iklan Ramayana Edisi Ramadhan Ramayana #kerenlahirbatin di Youtube: Kajian Semiotika John Fiske
Iklan merupakan bentuk komunikasi tidak langsung yang didasari pada informasi yang disusun sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa menyenangkan yang akan mengubah pikiran seseorang untuk melakukan pembelian. Iklan biasanya dibuat agar masyarakat melakukan terus menerus pembelian hingga menmunculkan hidup yang hedonisme. Berbicara mengenai fenomena hedonisme menjadi salah satu yang menarik menggambarkan seseorang yang mengejar kepuasan dan gaya hidup konsumtif.
Penelitian ini berjudul “Representasi Hedonisme dalam Iklan Ramayana Edisi Ramadhan Ramayana #KerenLahirBatin di Youtube (Kajian Semiotika John Fiske)”. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dokumentasi, observasi dan kepustakaan. Tujuannya untuk menggambarkan “Representasi Hedonisme dalam iklan Ramayana Edisi Ramadhan Ramayana” dengan menganalisis menggunakan semiotika John Fiske yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi.
Berdasarkan analisis, diketahui bahwa iklan Ramayana Edisi Ramadhan Ramayana menggambarkan hedonisme yang cenderung berbelanja dengan tujuan untuk dapat memuaskan keinginan, menjadi pengejar modernitas agar tujuan tercapai serta menggunakan pakaian era modern saat lebaran tiba yang bertujuan mendapatkan kepuasaan dan pengakuan bentuk perilaku membeli yang tidak didasarkan pada pertimbangan yang rasional, melainkan karena adanya keinginan yang sudah mencapai taraf tidak rasional.Advertising is an indirect form of communication based on information that is arranged in such a way that it creates a sense of fun that will change one's mind to make a purchase. Ads are usually made so that people do continuous purchases to bring life to hedonism. Speaking of the phenomenon of hedonism being one of the interesting describes someone who pursues contentment and consumptive lifestyle.
This research is titled "Representasi Hedonisme dalam Iklan Ramayana Edisi Ramadhan Ramayana #KerenLahirBatin di Youtube (Kajian Semiotika John Fiske)". This type of research is descriptive research and with a qualitative approach. The data collection techniques used in this research are documentation, observation and literature. The goal is to describe the " Representasi Hedonisme dalam iklan Ramayana Edisi Ramadhan Ramayana" by analyzing the semiotics of John Fiske, the level of reality, the level of representation, and the level of ideology.
Based on analysis, it is revealed that the Ramayana Ramayana edition of Ramadan shows a hedonism that tends to be shopping with the intention of satisfying the wishes, paying for the items he chose with a lot of shopping outcomes and Using the current modern-day clothing that aims to obtain the satisfaction and recognition of the form of buying behavior that is not based on rational considerations, but because of the desire that has reached the level of irrational
Assurance Dalam Sustainability Reporting (Studi Analisis Isi Pada Peserta Indonesia Sustainability Reporting Award)
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris tentang assurance dalam penyajian sustainability report. Sampel dari penelitian ini berasal dari perusahaan peserta Indonesia Sustainability Reporting Award 2014 dan 2015. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari sustainability reporting oleh setiap sampel perusahaan. Dan menggunakan metode purposive sampling. Prosedur pemilihan sampel perusahaan dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria (1) Peserta Indonesia Sustainability Reporting Award tahun 2014 dan 2015; (2) Sustainability reporting yang menggunakan assurance dan non assurance; (3) Sustainability reporting yang diterbitkan menggunakan GRI G4 Guidelines; (4) Perusahaan yang masuk dalam industri tambang dan ekstraktif, manufaktur, dan perbankan; (5) Perusahaan dari industri yang sama yang setiap tahun 2014 dan tahun 2015 menerbitkan sustainability reporting. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ditemukan perbandingan antara perusahaan yang menggunakan assurance dan non assurance dalam pengungkapan
sustainability reporting.This study aims to obtain empirical evidence about assurance in the presentation of
sustainability report. The sample of this study comes from companies participating in
Indonesia Sustainability Reporting Award 2014 and 2015. This study uses secondary data
from sustainability reporting by each sample company. And using purposive sampling
method. The procedure of selecting company sample is done by using purposive sampling
method with criterion (1) Participant of Indonesia Sustainability Reporting Award 2014
and 2015; (2) Sustainability reporting using assurance and non assurance; (3)
Sustainability reporting issued using GRI G4 Guidelines; (4) Enterprises in mining and
extractive industries, manufacturing and banking; (5) Companies of the same industry that
each year 2014 and 2015 publish sustainability reporting. The results of this study
indicate that there is no comparison between companies using assurance and non
assurance in sustainability reporting disclosur
The Implementationof Reference Services on the Library of State Universities in Surabaya
Layanan referensi perpustakaan merupakan layanan di perpustakaan yang secara langsung berhubungan dengan pembaca. Layanan referensi bertujuan untuk membantu para pengguna untuk merujuk ke sumber informasi yang dicari untuk kepentingan studi dan riset. Penelitian yang disusun dengan metode pendekatan deskriptif kuantitatif ini disusun dengan tujuan untuk Untuk mengetahui implementasi layanan berdasarkan koleksi, layanan, sarana dan prasarana serta sumber daya manusia pada layanan referensi yang ada di perpustakaan perguruan tinggi negeri di Surabaya yaitu di perpustakaan Universitas Negeri Surabaya, Universitas Airlangga, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Universitas Pembangunan Nasional dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Selain ingin mengetahui implementasinya tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kendala yang ada pada masing-masing layanan referensi. Responden pada penelitian ini adalah pustakawan referensi perpustakaan perguruan tinggi negeri di Surabaya. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yakni dengan menggunakan cara wawancara dan mengamati obyek penelitian yang berupa layanan referensi di seluruh perpustakaan perguruan tinggi negeri di kota Surabaya. Berdasarkan hasil pengamatan pada seluruh perpustakaan perguruan tinggi negeri di Surabaya yaitu sebagian besar dapat dikatakan masih rendah dalam pelayanan memberikan informasi melalui layanan referensi, dimana masih minimnya kegiatan yang diberikan pustakawan kepada pengguna, pengguna belum maksimal dalam memanfaatkan layanan bahkan koleksi pada layanan referensi. Karena pengguna lebih memilih mencari informasi elektronik melalui media online, sehingga berdampak tidak termanfaatkannya koleksi buku di layanan referensi, dimana fenomena tersebut menjadi kendala utama bagi layanan referensi perpustakaan perguruan tinggi negeri di Surabaya saat ini. Solusi yang dapat diambil untuk mengatasi permasalahan yang ada yaitu sebaiknya pihak perpustakaan menambahkan beberapa kegiatan layanan referensi seperti bimbingan pemustaka, bimbingan penelusuran dan juga mengadakan layanan e-referens untuk mengatasi pengguna yang lebih memilih sumber informasi dalam bentuk elektronik dibandingkan bentuk cetak.</jats:p
The Implementationof Reference Services on the Library of State Universities in Surabaya
Layanan referensi perpustakaan merupakan layanan di perpustakaan yang secara langsung berhubungan dengan pembaca. Layanan referensi bertujuan untuk membantu para pengguna untuk merujuk ke sumber informasi yang dicari untuk kepentingan studi dan riset. Penelitian yang disusun dengan metode pendekatan deskriptif kuantitatif ini disusun dengan tujuan untuk Untuk mengetahui implementasi layanan berdasarkan koleksi, layanan, sarana dan prasarana serta sumber daya manusia pada layanan referensi yang ada di perpustakaan perguruan tinggi negeri di Surabaya yaitu di perpustakaan Universitas Negeri Surabaya, Universitas Airlangga, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Universitas Pembangunan Nasional dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Selain ingin mengetahui implementasinya tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kendala yang ada pada masing-masing layanan referensi. Responden pada penelitian ini adalah pustakawan referensi perpustakaan perguruan tinggi negeri di Surabaya. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yakni dengan menggunakan cara wawancara dan mengamati obyek penelitian yang berupa layanan referensi di seluruh perpustakaan perguruan tinggi negeri di kota Surabaya. Berdasarkan hasil pengamatan pada seluruh perpustakaan perguruan tinggi negeri di Surabaya yaitu sebagian besar dapat dikatakan masih rendah dalam pelayanan memberikan informasi melalui layanan referensi, dimana masih minimnya kegiatan yang diberikan pustakawan kepada pengguna, pengguna belum maksimal dalam memanfaatkan layanan bahkan koleksi pada layanan referensi. Karena pengguna lebih memilih mencari informasi elektronik melalui media online, sehingga berdampak tidak termanfaatkannya koleksi buku di layanan referensi, dimana fenomena tersebut menjadi kendala utama bagi layanan referensi perpustakaan perguruan tinggi negeri di Surabaya saat ini. Solusi yang dapat diambil untuk mengatasi permasalahan yang ada yaitu sebaiknya pihak perpustakaan menambahkan beberapa kegiatan layanan referensi seperti bimbingan pemustaka, bimbingan penelusuran dan juga mengadakan layanan e-referens untuk mengatasi pengguna yang lebih memilih sumber informasi dalam bentuk elektronik dibandingkan bentuk cetak
