1,720,979 research outputs found

    POTENSI PENGGUNAAN GEL SARANG LEBAH (TRIGONA SP) DALAM PROSES PENYEMBUHAN PERIODONTITIS (PENELITIAN HEWAN COBA WISTAR)

    No full text
    Latar Belakang : Periodontitis merupakan penyakit lanjutan dari gingivitis yang tidak dirawat yang berakibat pada rusaknya jaringan periodontal yang meliputi gingiva, tulang alveolar dan sementum yang ditandai dengan pembentukan poket. Periodontitis dapat ditangani dengan memberikan terapi dengan pemberian obat-obatan antibiotika dan anti-inflamasi. Sarang lebah (Trigona Sp) memiliki kandungan flavonoid, asam fenolik dan esternya, yang berperan sebagai zat anti-inflamasi Tujuan : Untuk membuktikan bahwa gel sarang lebah (Trigona Sp) sebagai bahan alternatif berpengaruh terhadap perubahan kondisi klinis pada periodontitis di tikus wistarMetode : Jenis penelitian true eksperimen dan rancangan menggunakan posttest only with control group design. Terdiri dari kelompok intervensi gel sarang lebah (trigona sp) 10%, kelompok kontrol positif povidone iodine 10% dan aquades. Observasi dilakukan selama 7 hari. Variabel yang diteliti adalah inflamasi gingiva menggunakan gingival indeks dan poket periodontal. Hasil : Penelitian ini menunjukkan adanya perubahan inflamasi pada tikus wistar yang mengalami periodontitis, berdasarkan hasil uji tidak berpasangan kelompok gel sarang lebah (p=0.001), povidone iodine (p=0.002) dan aquades (p=0.003) memiliki perbedaan yang bermakna. Sedangkan untuk perubahan poket periodontal, berdasarkan hasil uji tidak berpasangan kelompok gel sarang lebah (p=0.009), povidone iodine (p=0.001) dan aquades (p=0.001) sehingga ada perbedaan yang bermakna pada masing-masing kelompok perlakuan.Simpulan : Pemberian gel ekstrak sarang lebah (Trigona Sp) 10% terbukti efektif dan berpengaruh terhadap perubahan kondisi klinis pada periodontitis di tikus wistar

    PERBEDAAN EFEKTIVITAS MEDIA PENYULUHAN RUANG BERCERITA DIBANDINGKAN DENGAN KOMEDI PUTAR GIGIKU TERHADAP PENGETAHUAN GIGI BERLUBANG PADA SISWA RA AL MUAWANAH DUKUH GEMPOL KECAMATAN BANTARKAWUNG KABUPATEN BREBES

    No full text
    Salah satu penyebab timbulnya masalah kesehatan gigi pada anak adalah faktor perilaku yaitu kondisi anak yang mengabaikan kebersihan gigi dan mulut. Hal tersebut terjadi karena kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut. Penyuluhan kesehatan gigi juga dapat dilakukan sebagai variasi belajar di sekolah yang ditujukan agar siswa mampu dan memahami cara meningkatkan kesehatan gigi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan efektivitas ruang bercerita dan komedi putar gigiku terhadap pengetahuan tentang kesehatan gigi dan diharapkan penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang gigi berlubang pada siswa RA Al Muawanah Dukuh Gempol kecamatan Bantarkawung kabupaten Brebes.Jenis penelitian mengguakan rancangan penelitian quasi exsperiment, dengan desain pretest dan posttest design. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media ruang becerita dan komedi putar gigiku terhadap pengetahuan anak. Populasi dari penelitian ini terdiri dari seluruh siswa RA Al Muawanah Dukuh Gempol sebanyak 28 siswa/i. Instrument penelitian menggunakan soal kuisioner. Analisis data dengan menggunakan tabulasi silang.Hasil menunjukkan terdapat perubahan pengetahuan pada siswa dengan rata-rata hasil dari nilai pretest-posttest pada media ruang bercerita dan komedi putar gigiku sebelumnya dengan kategori cukup (55,3) dan setelah diberikan penyuluhan dengan media komedi putar gigiku sebesar (100) dengan kategori baik sedangkan media ruang bercerita nilai rata-ratanya sebesar (80,7) dengan kategori baik juga namun media komedi putar gigiku lebih efektif karena memiliki gambar, warna yang menarik dan benda yang bisa digerakkan

    POTENSI LARUTAN EKSTRAK KUNYIT (CURCUMA LONGA) SEBAGAI ALTERNATIF OBAT KUMUR HERBALPADA GINGIVITIS MARGINALIS

    No full text
    Latar Belakang : Gingivitis marginalis adalah peradangan gingiva bagian margin dan merupakan stadium yang paling awal ditandai adanya peradangan yang berwarna kemerahan yang tidak persisten tetapi menonjol di daerah dimana plak bakteri terkonsentrasi. Gingival indeks digunakan untuk menilai status gingiva dan mengikuti perubahan status gingiva dari waktu ke waktu. Diperlukan bahan herbal yaitu kunyit sebagai alternatif dalam menurunkan gingivitis. Hal ini dikarenakan kunyit memiliki kandungan aktif seperti fenol, minyak atsiri, flavonoid, tanin, saponin sebagai antibakteri.Tujuan : Membuktikan potensi larutan ekstrak kunyit (Curcuma longa) sebagai alternatif obat kumur herbal terhadap gingivitis marginalisMetode : Quasy eksperiment dengan rancangan pre and post test with control group design. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan Non Random sampling dengan purposive sampling. Sampel terdiri dari 27 orang pemeriksaan menggunakan gingival indeks dengan alat bantu dental probe. Pemberian obat kumur ekstrak kunyit dibandingkan dengan formula tanpa bahan aktifHasil : Hasil uji independent t-test terhadap penurunan gingivitis marginalis konsentrasi 2,5% dan 5% pada hari ke 1 dan 2 menunjukkan nilai sig 0,002, hari ke 3 nilai sig 0,004, hari ke 4 dan 5 nilai sig 0,000 artinya terdapat perbedaan yang bermakna terhadap penurunan gingivitis marginalis.Kesimpulan : Pemberian obat kumur herbal efektif digunakan sebagai alternatif obat kumur herbal dalam menurunkan gingivitis marginalis

    EFEKTIVITAS BERKUMUR AIR REBUSAN JAHE MERAH TERHADAP SKOR PLAK PADA SISWA MTS NEGERI 5 MAJALENGKA

    No full text
    Masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih tinggi. Proporsi terbesar masalah gigi adalah gigi rusak, berlubang ataupun sakit. Salah satu faktor penyebab gigi berlubang yaitu plak. Upaya untuk menanggulangi masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah yaitu melalui upaya berkumur menggunakan air rebusan jahe merah. Jahe merah mengandung oleoresin, flavonoid dan minyak atsiri, ketiga kandungan tersebut bersifat bakterisid yang kuat sehingga dapat menghambat pembentukan plak pada gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berkumur air rebusan jahe merah terhadap skor plak pada Siswa MTs Negeri 5 Majalengka.Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua siswa kelas IX MTs Negeri 5 Majalengka yang berjumlah 312 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 44 sampel. Variabel bebas pada penelitian ini yaitu berkumur air rebusan jahe merah dan variabel terikatnya yaitu skor plak. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif, yaitu dengan cara membandingkan data rata-rata dan selisih skor plak antara sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan pada hari pertama dan kedua. Rata-rata skor plak sebelum diberi perlakuan berkumur air rebusan jahe merah yaitu 2,67 dengan kriteria sedang. Rata-rata sesudah berkumur air rebusan jahe merah hari pertama yaitu 1,65 dengan kriteria baik. Rata-rata sesudah berkumur air rebusan jahe merah hari kedua yaitu 0,77 dengan kriteria baik. Selisih rata-rata hasil perubahan skor plak antara sebelum dan sesudah berkumur dengan air rebusan jahe merah adalah 1,9. Berkumur air rebusan jahe merah berpengaruh terhadap penurunan plak

    MODEL VIDEO EDUKASI BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP PERUBAHAN STATUS KESEHATAN GINGIVA PADA REMAJA

    No full text
    Latar Belakang: Masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja adalah kebersihan gigi dan mulut, data RISKESDAS tahun 2018, 57,6% masyarakat Indonesia memiliki permasalahan kesehatan gigi dan mulut. Masalah gingiva sering terjadi pada remaja. Kurangnya kebersihan gigi dan mulut menyebabkan terjadinya inflamasi gingiva. Plak, bakteri, dan kalkulus yang terakumulasi pada permukaan gigi merupakan penyebab utama penyakit periodontal. Deteksi dini yang dilakukan secara mandiri serta pemberian solusi untuk pencegahan dan pengobatan kepada pasien sangat diperlukan. Media yang sedang berkembang dikalangan remaja adalah media berbasis teknologi yang semakin kreatif dapat menjadi solusi pencegahan penyakit gigi. Tujuan: Membuktikan video edukasi berbasis teknologi informasi yang dapat layak dan efektif penerapannya terhadap perubahan status kesehatan gingiva pada remaja.Metode: Research and Development (RnD) dan uji model menggunakan quasy experiment (pre-test post-test control group design). Sampel penelitian dibagi menjadi 2 kelompok: intervensi 14 orang dan kontrol 14 orang. Pengujian data menggunakan uji paired sample t-test, wilcoxon, dan mann-whitney. Hasil: Video edukasi berbasis teknologi informasi dapat layak terhadap perubahan status kesehatan gingiva dengan hasil validasi ahli 83% dan p-value 0,044 serta penerapannya efektif meningkatkan pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,002), keterampilan (p=0,000), GI (p=0,001). Serta ditunjukkan dengan nilai delta pengetahuan (2,14), sikap (1,29), keterampilan (2,14), penurunan skor GI (0,44) dibandingkan kelompok kontrol.Kesimpulan: Video edukasi terbukti layak dan efektif penerapannya terhadap perubahan status kesehatan gingiva pada remaja ditandai dengan menurunnya skor gingival indeks

    POTENSI LARUTAN EKSTRAK KUNYIT (CURCUMA LONGA) SEBAGAI ALTERNATIF OBAT KUMUR HERBALPADA GINGIVITIS MARGINALIS

    No full text
    Latar Belakang : Gingivitis marginalis adalah peradangan gingiva bagian margin dan merupakan stadium yang paling awal ditandai adanya peradangan yang berwarna kemerahan yang tidak persisten tetapi menonjol di daerah dimana plak bakteri terkonsentrasi. Gingival indeks digunakan untuk menilai status gingiva dan mengikuti perubahan status gingiva dari waktu ke waktu. Diperlukan bahan herbal yaitu kunyit sebagai alternatif dalam menurunkan gingivitis. Hal ini dikarenakan kunyit memiliki kandungan aktif seperti fenol, minyak atsiri, flavonoid, tanin, saponin sebagai antibakteri.Tujuan : Membuktikan potensi larutan ekstrak kunyit (Curcuma longa) sebagai alternatif obat kumur herbal terhadap gingivitis marginalisMetode : Quasy eksperiment dengan rancangan pre and post test with control group design. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan Non Random sampling dengan purposive sampling. Sampel terdiri dari 27 orang pemeriksaan menggunakan gingival indeks dengan alat bantu dental probe. Pemberian obat kumur ekstrak kunyit dibandingkan dengan formula tanpa bahan aktifHasil : Hasil uji independent t-test terhadap penurunan gingivitis marginalis konsentrasi 2,5% dan 5% pada hari ke 1 dan 2 menunjukkan nilai sig 0,002, hari ke 3 nilai sig 0,004, hari ke 4 dan 5 nilai sig 0,000 artinya terdapat perbedaan yang bermakna terhadap penurunan gingivitis marginalis.Kesimpulan : Pemberian obat kumur herbal efektif digunakan sebagai alternatif obat kumur herbal dalam menurunkan gingivitis marginalis

    HUBUNGAN STATUS EKONOMI KELUARGA DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG MENJAGA KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI DESA KARANGSARI KECAMATAN KARANGTENGAH KABUPATEN DEMAK

    No full text
    Status ekonomi merupakan faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan keluarga. Tingkat ekonomi keluarga akan memberikan pengaruh bagi keberlangsungan hidup. Keluarga dengan status ekonomi tinggi akan memiliki pengetahuan yang baik sehingga dapat mengakses pelayanan kesehatan gigi dan mulut dengan baik, sebaliknya keluarga dengan status ekonomi rendah cenderung lebih mendahulukan kebutuhan pokok terlebih dahulu dibandingkan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan status ekonomi keluarga dengan tingkat pengetahuan orang tua tentang menjaga kesehatan gigi dan mulut di Desa Karangsari Kecamatan Karangtengah Kabupaten Demak.Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan rancangan pengambilan data cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dengan sampel 71 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil data ditampilkan dengan tabel distribusi frekuensi, diagram persentase dan dianalisis menggunakan uji chi square dengan interval kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil uji chi square diperoleh nilai p = 0,005
    corecore