1,720,958 research outputs found
INTERNALISASI MAKNA DOROBOLOLO DALAM PENDIDIKAN INFORMAL DI KELURAHAN TAKOME KECAMATAN TERNATE BARAT
Penilitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan makna atau nilai-nilai dorobololo dalam pembentukan karakter serta pola hidup masyarakat Kelurahan Takome Kecamatan Ternate Barat. sastra lisan, banyak dimiliki oleh masyarakat Indonesia salah satunya adalah masyarakat Ternate, berdasarkan gambaran umum permasalahan di atas, maka kita sama-sama dapat mengetahui bahwa sastra lisan yang sering digunakan oleh masyarakat ternate khususnya Kelurahan Takome Kecamatan Ternate Barat sampai saat ini adalah dorobololo. Penilitian ini merupakan penilitian kualitatf, dengan pendekatan deskriptif, sesuai dengan tujuan penilitian. Yang menjadi pokok pangkal dalam penilitian ini, yakni mengidentifikasi dan mendeskripsikan makna atau nilai dalam dorobololo. Kegiatan penilitian dilaksanakan di Kelurahan Takome Kecamatan Ternate Barat, waktu penelitian dilaksanakan selama dua bulan. Tehnik pengumpulan data dilapangan akan dilakukan dengan cara: 1. Obserfasi/pengamatan, 2. Dokumentasi, 3. Wawancara. Tehnik analisis data dalam penilitian ini, peneliti menggunakan tehnik analisis kualitatif yang merupakan salah satu prosedur penilitian yang menghasilkan data deskriptif
Meningkatkan Kemampuan Membaca Teks Pidato dengan Menggunakan Metode Resitasi pada Siswa Kelas VIII SMP Nurul Hasan Bajo
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca teks pidato melalui metode resitasi pada siswa kelas VIII SMP Nurul Hasan Bajo. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Rencana penelitian tindakan kelas(PTK) yang dilakukan terdiri dari 4 (empat) tahap kegiatan utama yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi (pengamatan), dan (4) refleksi. Penelitian tindakan kelas ini berlokasi di SMP Nurul Hasan Bajo pada bulan bulan Juni sampai bulan Agustus 2019. Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, tes dan penyebaran angket. Untuk melakukan analisis data menggunakan teknik kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa nilai rata-rata hasil kemampuan membaca siswa sesudah diadakan tindakan mengalami peningkatan sebesar 9,07% yaitu dari 49,70% menjadi 58,77%. Dan peningkatan sebesar 26,52% yaitu dari tindakan siklus I sebesar 58,77% menjadi 85,29%. Keberhasilan tersebut dapat dikatakan dari perbandingan pada prasiklus ke siklus I (tingkat kualifikasi cukup) dan dari siklus I ke siklus II (tingkat kualifikasi sangat baik). Oleh karena itu, penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) Aktivitas dan hasil belajar membaca teks pidato siswa kelas VIII SMP Nurul Hasan Bajo dalam materi pengajaran dengan menggunakan metode resitasi mengalami peningkatan. 2) Perolahan hasil melalui prasiklus rata-rata nilai adalah 49,70. Hasil siklus I dengan nilai rata-rata hasil evaluasi siswa adalah 59,77. Aktivitas siswa dalam pelaksanaan siklus II mencapai 85,29%. Skor total nilai kemampuan membaca teks pidato tersebut diperoleh dari aspek (1) Kesiapan membaca, (2) Kejelasan suara, (3) Isi Pidato (4) Volume suara, (5) Posisi tubuh dan kontak pandang (6) Jeda (7) Waktu/durasi. Skor perolehan nilai rata-rata kelas yang telah diuraikan, dinyatakan telah memenuhi target ketuntasan dalam pembelajaran yaitu sudah melebihi angka 75%alifikasi baik) dan dari siklus I ke siklus II (tingkat kualifikasi sangat baik)
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Meningkatkan Kemampuan Menulis Paragraf Argumentasi melalui Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 19 Halmahera Tengah
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk 1) Mendeskripsikan proses meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis paragraf argumentatif menggunakan model Problem Based Learning. 2) Mengetahui hasil pembelajaran menulis paragraf argumentatif menggungakan model Problem Based Learning. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Rencana penelitian tindakan kelas(PTK) yang dilakukan terdiri dari 4 (empat) tahap kegiatan utama yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi (pengamatan), dan (4) refleksi. Penelitian tindakan kelas ini berlokasi di SMP Negeri 19 Halmahera Tengah pada bulan bulan April sampai bulan Juli 2020. Teknik pengumpulan data yaitu dengan teknik tes dan teknik non tes. Untuk melakukan analisis data menggunakan teknik kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa kemampuan menulis paragraf argumentasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Halmahera Tengah, hal ini terlihat pada hasil belajar bahwa nilai rata-rata hasil kemampuan siswa mengalami peningkatan sebesar 20,34% yaitu dari prasiklus sebesar 63,83 menjadi 84,17. Tindakan siklus I sebesar 84,17 menjadi 86,17 pada siklus II dengan total peningkatan sebesar 2%. Keberhasilan tersebut dapat dikatakan dari perbandingan pada prasiklus ke siklus I (tingkat kualifikasi baik) dan dari siklus I ke siklus II (tingkat kualifikasi sangat baik). Oleh karena itu, penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) Pembelajaran menulis paragraf argumentasi melalui model Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Halmahera Tengah dilakukan dengan efektif, lancar dan tuntas yang terlihat dari keseriusan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Mula-mula siswa belum terbiasa dengan model pembelajaran semacam ini karena siswa baru pertama kalinya mengalami kegiatan pembelajaran dimaksud. Ketika perbaikan pembelajaran dilakukan siklus demi siklus, siswa terbiasa dengan kegiatan pembelajaran sehingga merasa berkonsentrasi dalam kegiatan pembelajaran. Anggapan siswa pembelajaran semacam ini menyenangkan sehingga siswa tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menyesuaikan dengan susana pembelajaran tersebut. 2) Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan menulis paragraf argumentasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Halmahera Tengah, hal ini terlihat pada hasil belajar bahwa nilai rata-rata hasil kemampuan siswa mengalami peningkatan sebesar 20,34% yaitu dari prasiklus sebesar 63,83 menjadi 84,17. Tindakan siklus I sebesar 84,17 menjadi 86,17 pada siklus II dengan total peningkatan sebesar 2%. Keberhasilan tersebut dapat dikatakan dari perbandingan pada prasiklus ke siklus I (tingkat kualifikasi baik) dan dari siklus I ke siklus II (tingkat kualifikasi sangat baik
Meningkatkan Keterampilan Menulis Paragraf Narasi dengan Menggunakan Pendekatan Kontekstual pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 13 Kota Ternate
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan keterampilan menulis paragraf narasi dengan menggunakan pendekatan kontekstual pada siswa kelas VII SMP Negeri 13 Kota Ternate. Dalam melakukan penelitian ini dengan menggunakan metode penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan utama PTK adalah untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi didalam kelas. Tindakan penelitian ini tidak hanya bertujuan untuk memecahkan masalah, tetapi sekaligus mencari jawaban ilmiah mengapa hal tersebut dapat dipecahkan dengan tindakan yang dilakukan. Tempat penelitian ini di SMP Negeri 13 Kota Ternate. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan bulan Mei sampai bulan Juli 2019. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VII SMP Negeri 13 Kota Ternate yang berjumlah 25 siswa yang terdiri dari 17 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki. Adapun teknik pengambilan data yaitu dengan observasi, wawancara, jurnal, dan dokumentasi. dalam melakukan analisis data menggunakan teknik kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual depat meningkatkan kemampuan menulis paragraf narasi siswa. Temuan membuktikan bahwa rata-rata hasil kemampuan menulis siswa sesudah diadakan tindakan mengalami peningkatan sebesar 8,4% yaitu dari 67,4% menjadi 75,8%. Dan peningkatan sebesar 12,56% yaitu dari tindakan siklus I sebesar 75,8% menjadi 88,4%. Keberhasilan tersebut dapat dikatakan dari perbandingan pada prasiklus ke siklus I (tingkat kualifikasi baik) dan dari siklus I ke siklus II (tingkat kualifikasi sangat baik). Oleh karena itu, penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) Pelaksanaan pembelajaran menulis paragraf narasi melalui pendekatan kontekstual pada siswa kelas VII SMP Negeri 13 Kota Ternate dilakukan dengan efektif, lancar dan tuntas yang terlihat dari keseriusan siswa dalam mengikuti pembelajaran. 2) Pendekatan kontekstual dapat meningkatkan kemampuan menulis paragraf narasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP Negeri 13 Kota Ternate, hal ini terlihat pada hasil belajar bahwa nilai rata-rata hasil kemampuan siswa mengalami peningkatan sebesar 8,4% yaitu dari 67,4% (prasiklus) menjadi 75,8% (siklus I). Dan peningkatan sebesar 12,56% yaitu dari sebesar 75,8% (siklus I) menjadi 88,4% (siklus II). Keberhasilan tersebut dapat dikatakan karena dari perbandingan pada prasiklus ke siklus I (tingkat kualifikasi baik) dan dari siklus I ke siklus II (tingkat kualifikasi sangat baik
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
