1,728,782 research outputs found
The case against the Islamic gold dinar
The claims that the Islamic gold dinar will avoid inflation and other ills of current economic crises are examined by studying how coinage systems actually functioned in history.The article shows that not only these claims are baseless but also that coinage would increase the prevailing interest rate in an economy - hardly an Islamic position. It is argued that a gold or silver based dinar would be harmful for Islamic societies and attempts to introduce them should therefore be prohibited.Islamic gold dinar, interest rate, Gresham's Law, barter, commodity money, money as a medium of exchange, fiat money
Jornada aprofitament. Gran dinar. Vídeo-resum
Vídeo de resum del Gran Dinar d'Aprofitament celebrat a Girona el 5 d'octubre del 2024. El vídeo recull part d'algunes de les entrevistes realitzades per la Dolors Vidal Casellas, directora de la Càtedra de Gastronomia, Cultura i Turisme Calonge i Sant Antoni de la Universitat de Girona, a diferents representants de les entitats organitzadores i col·laboradores en el Gran Dinar7944.mp4
7944.mp321
The cost and performance of paid agricultural extension services : the case of agricultural technology transfer in Nicaragua
Budgets for extension services have been reduced in many countries. One response to these reductions in public services in some countries has been to privatize extension services - with extension services provided for a fee, by either public agencies or private companies. Under the new approach, producers become clients instead of beneficiaries. The authors examine ways to measure the cost of providing paid-extension services and its performance and apply these indicators to data on Nicaragua, where paid extension has existed for several years. Data were insufficient to compare the quality of privately and publicly provided extension services, but available data suggest that the costs of extension have declined over time. Results suggest that paid extension is feasible and has a positive impact, even in a relatively poor country such as Nicaragua. The national system for agricultural technology-transfer services was redesigned to include three main modules: mass media and free demonstrations; cofinanced extension services; and private extension services. The relatively high cost recovery rates in Nicaragua and the economic performance of the two paid programs show that even poor farmers are willing to pay for a service that improves their economic efficiency and ability to earn a living. To the surprise of everyone involved, Nicaragua's producer clients understood that without cost-sharing, the system would not endure.ICT Policy and Strategies,Agricultural Knowledge&Information Systems,Environmental Economics&Policies,Enterprise Development&Reform,Montreal Protocol,Agricultural Knowledge&Information Systems,ICT Policy and Strategies,Environmental Economics&Policies,Governance Indicators,General Technology
FEASIBILITY ANALYSIS DEVELOPMENT DINAR SALON AT CIPAGALO VILLAGE
Dinar Salon is beauty salon especially for muslimah at Cipagalo Village that offer variety treatment and beauty product for treatment at home. An increase in the number of women, it can provide opportunities for the Dinar. After do collecting and processing data obtained potential market amounted to 79%, available market amounted to 69%, and target market amounted to 14%. As for the problems faced by Dinsr Salon as the amount of labor that there is only one person and the number of customer who enough fluctuative.
In addition, the calculation done on financial aspect. The calculation covers the need of investment fund, the estimate of revenue, operational cost, income statement, cash flow, and balance sheet. Then the calculation that is used to find out the feasibility of investment is Net Present Value (NPV), Pay Back Period (PBP), and Internal Rate of Return (IRR) with the period set for the financial projection is five years. The result of calculation investment is Rp 485.664.545,- retrieved NPV with posirive value Rp 39.862.818,-, IRR by 11,3 % and PBP for 4,87 years. Development Dinar Salon at Cipagalo Village is feasible because the value of IRR obtained is greater than the value of MARR and the NPV is positive
Model Transaksi Dinar dan Dirham dalam Konteks Kekinian ( Studi Kasus Gerai Dinar "Nur Dinar" Cirebon)
Mata uang emas (dinar) dan perak (dirham) sudah dikenal sebelum tiba
agama Islam. Pada tahun 20 Hijriyah, sistem mata uang dinar dan dirham
ini ditetapkan oleh sahabat Umar Ibn Khattab r.a. suatu perbandingan yang
sifatnya tetap dalam berat dan kemurnian dinar dan dirham tersebut. Standar
ini dibakukan sampai saat ini oleh World Islamic Trading Organization (WITO).
Nilai tukar dinar dan dirham relatif stabil sepanjang zaman, karena mata
uang ini memiliki nilai intrinsik sendiri. Melihat pentingnya juga kemanfaatan
tersebut, maka umat Islam seyogyanya mengetahui adanya lembaga atau
institusi pergerakan dinar dan dirham sudah lama dan bergerak guna
solialisasi mata uang keduanya. Nur Dinar sebagai agen Gerai DinarJakarta
merupakan lembaga yang mengambil sejumlah peran, yakni
tempat pertukaran (money changer) dengan dinar, tempat penyimpanan
(saving), serta sebagai modal produktif. Berangkat dari pemikiran dan
pembuktian diatas, maka rumusan masalahnya, diantaranya: (1) Apakah
definisi dinar menurut Nur Dinar?, (2) Bagaimana model transaksi berbasis
dinar di Nur Dinar?, (3) Apa motivasi penggunaan mata uang dinar di Nur
Dinar?, dan (4) Apa strategi Nur Dinar dalam pengembangan dinar untuk
masa yang akan datang?. Penelitian ini menggunakan pendekatan atau
naturalistic (qualitatif approach). Pendekatan ini mengangkat gambaran
mengenai aktualitas, realitas sosial dan persepsi sasaran penelitian tanpa
tercemar oleh pengukuran formal. Sesuai fokus penelitian, sehingga sumber
dan teknik pengumpulan data terdiri 3 bagian: (1) data tentang dinar, baik
berupa jumlah dan peredaran dinar di Nur Dinar, data ini didapat dari data
dokumentasi, (2) data sebagai sasaran penelitian dengan observasi dari
partisipasi masyarakat yang menggunakan jasa layanan di Nur Dinar dan
(3) data profil Nur Dinar diperoleh melalui wawancara dengan Owner Nur
Dinar dan dokumen-dokumen lain menjadi the second data. Berdasarkan
hasil penelitian dan pembahasan ini dapat disimpulkan, sebagai berikut: (1)
Nur Dinar dan konsumen dinar mendefinisikan dinar sama seperti ketetapan
oleh Umar Ibn Khattab yaitu dinar seberat 4,25 gram emas 22 karat
(berdiameter 23 milimeter), (2) Lembaga ini menerapkan transaksi jualbeli
dengan akad as-sharf, produk iQirad atau Tabungan Dinar menggunakan
akad mudharabah dan produk M-Dinar dengan akad wadiah, (3) Motivasi
penggunaan mata uang dinar dan dirham apa yang terkandung di dalam
Al-Quran dan Al-Hadits sehingga muslim bertambah yakin bahwa mata
uang ini memiliki kestabilan guna menuju nilai keadilan dan kesejahteraan
bagi penggunanya, dan (4) Strategi Nur Dinar dalam pengembangannya,
melihat hasil instrumen analisis SWOT dapat memberikan rekomendasi
dalam kebijakan strategis (strategic policy) dan kebijakan teknis (technical
policy) yang diinginkan, maka penerapan mata uang dinar sama halnya
dapat mengembalikan masa kejayaan dan kemakmuran umat sebagai
rahmatan lil’alamin
PENGARUH PROMOSI DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP PENJUALAN DINAR DI NUR DINAR (Penelitian pada Anggota Club Dinar di Nur Dinar Cirebon)
FERAWATI :
Pengaruh Promosi dan Kualitas Pelayanan terhadap Penjualan Dinar di Nur
Dinar
Nur Dinar adalah toko yang menawarkan produk dinar dan dirham untuk di
perjual belikan. Dalam meningkatkan penjulan dinar perlu adanya strategi untuk
menarik seseorang agar dapat bergabung menjadi club dinar, yaitu setrategi yang di
gunakan adalah meningkatkan promosi dan kualitas pelayanan yang di lakukan oleh
nur dinar.
Penelitian ini menggunakan metode asosiatif dengan pendekatan kuantitatif.
Dalam peneliti juga menganalisis pengaruh promosi dan kualitas pelayanan
terhadap penjualan dinar di Nur dinar Cirebon. Hipotesis dalam penelitian ini
adalah terdapat pengaruh yang signifikan antara promosi dan kualitas pelayanan
secara simultan terhadap penjualan dinar Nur dinar Cirebon. Tekhnik pengumpulan
data dalam penelitian ini adalah dengan observasi, dokumentasi dan kuesioner yang
di bagikan kepada anggota club dinar di Nur Dinar Cirebon. Adapun uji statistik
dan analisis data yang digunakan adalah uji t, uji F, dan regresi ganda yang dihitung
dengan SPSS.
Kesimpulan penelitian ini adalah berdasarkan rumus koefisien penentu KP =
r2 x 100%, nilai r promosi dan kualitas pelayanan yang diperoleh adalah 0,286,
sehingga r2 sebesar 0,081796. Jadi nilai kontribusi promosi dan kualitas pelayanan
adalah 8,1796 % yang artinya penjualan dinar dapat dijelaskan oleh promosi dan
kualitas pelayanan sebesar 8,1796% dibulatkan menjadi 8,18% dan sisanya 91,82%
dijelaskan oleh faktor lain. Adapun nilai simultan variabel X1 (Promosi)
dan X2 (Kualitas Pelayanan) terhadap Y (Penjualan Dinar). Setelah diketahui nilai
Fhitung (3,352) dan FTabel (3,11) maka Fhitung > FTabel, sehingga Ha diterima dan H0
ditolak hal ini berarti variabel X1 (promosi) dan X2 (kualitas pelayanan) secara
bersama-sama mempengaruhi variabel Y.
Kata Kunci: Strategi Meningkatkan Penjulan Dina
Non-Point pollution Control: Experience and Observations from Australia
Michael D. Younghttp://search.barnesandnoble.com/The-Management-of-Water-Quality-and-Irrigation-Technologies/Ariel-Dinar/e/9781844076703
Dinar-crown banknotes
Dinar-crown banknotes were: ½ dinars (i.e. 2 crowns), 1 dinar (i.e. 4 crowns), 5 dinars (i.e. 20 crowns), 10 dinars (i.e. 40 crowns), 20 dinars (i.e. 80 crowns), 100 dinars (i.e. 400 crowns), and 1000 dinars (i.e. 4000 crowns). The ½- and 1-dinar banknotes are assumed to have been issued in 1919, whereas the other five banknotes, according to one source, were released into circulation on 21.02.1920. Pursuant to the regulations, the replacement of the nostrified crown banknotes by the new crown- dinar banknotes started on 3 February 1920 in Serbia and Montenegro and on 16 February 1920 in other parts of the country. All seven denominations of the dinar-crown banknotes were being withdrawn from circulation throughout a lengthy period of time from 21 February 1921 until May 1934. The first to be withdrawn were the 20-dinar banknotes, from 1 February to 30 April 1921, then the 5-dinar banknotes, from 20 July to 20 November 1922, and the 10-dinar banknotes, from 10 February to 10 June 1924. The 100-dinar (400-crown) and 1000-dinar (4000-crown) banknotes remained in circulation the longest. The withdrawal of the 100- and 1000-dinar banknotes started in 1929 and lasted until 25 May 1934. The 1924 rulebook on minting coins of ½, 1 and 2 dinars precisely defines their withdrawal from circulation and replacement by minted coins within one year after the last batch of minted coins gets released into circulation. However, in 1927 the decree of the Minister of Finance prescribed that the remaining paper banknotes be withdrawn from circulation on 30 September 1927 by being replaced by the metal coins of the same denominations
Entrevista a Gaby Susanna
Entrevista de Dolors Vidal Casellas, directora de la Càtedra de Gastronomia, Cultura i Turisme Calonge i Sant Antoni de la Universitat de Girona, a Gaby Susanna, en el marc del Gran Dinar d'Aprofitament celebrat a Girona el 5 d'octubre del 2024. Gaby Susanna és la directora de la Plataforma Aprofitem els Aliments i ens explica com, amb actes com el Gran Dinar d'Aprofitament, intenten conscienciar la societat sobre la problemàtica del malbaratament alimentari7914.mp4
7914.mp3111
- …
