41 research outputs found
Fuzzy logic control for ankle foot orthoses equipped with magnetorheological brake
This study focused on the development of passive control ankle foot orthosis (PICAFO) for
a specific purpose such as preventing foot drop in the post-stroke patient. The PICAFO
utilized the magnetorheological (MR) brake as the actuator in which the braking torque
was controlled by regulating direct current (DC) from current driver. The Fuzzy Logic
Controller (FLC) was employed to control output voltage for current driver based on the
inputs, i.e. Electromyography (EMG) bio signal and ankle position. Walking experiment to
test the controller was carried out on a single subject where the input and output FLC was
monitored and logged. The results showed that the output voltage of the FLC was 94.41%
of the maximum output (high) on forward ankle position during swing phase and gradually
increase from 9.667% to 77.34% of maximum output during stance phase. The FLC
successfully controlled the output voltage according to the required needs. According to
the experimental results, the FLC strategy was applicable for PICAFO realizing it contributes
to prevention of foot drop
VibLab, Aplikasi Bantu Analisa Getaran pada Rangka Sepeda Motor Listrik berbasis Android
Sepeda motor listrik memiliki berbagai kelebihan, seperti mengurangi polusi udara dan polusi suara, nyaman digunakan karena bebas dari getaran mesin, serta biaya kepemilikan yang rendah. Meskipun demikian sepeda motor listrik juga memiliki kekurangan. Salah satu kekurangan sepeda motor listrik adalah harga komponen utama yang masih mahal. Akibat dari harga komponen utama yang mahal ini seringkali kualitas komponen lain dikorbankan untuk menekan harga jual, termasuk peredam kejut/shockbreaker. Penggunaan peredam kejut berkualitas rendah mengakibatkan getaran yang dirasakan pengguna cukup besar hingga mengganggu kenyamanan pengguna. Namun demikian belum dapat dipastikan bahwa sumber masalah getaran tersebut hanyalah dari peredam kejut saja. Ada beberapa kemungkinan lain misalnya struktur rangka, dan posisi baterai. Untuk itu dibutuhkan alat bantu untuk melakukan analisa getaran pada sepeda motor listrik, sehingga dapat diketahui penyebab getaran yang dialami oleh pengguna kendaraan. Pada penelitian ini dibangun VibLab, sebuah aplikasi berbasis Android untuk membantu pengguna sepeda motor listrik melakukan analisa terhadap getaran pada kendaraan miliknya. Aplikasi ini menggunakan accelerometer sebagai sensor getaran, kemudian menghasilkan data arah getaran dan nilai akumulatif akselerasi pada setiap kelompok arah. Android dipilih untuk memperluas jangkauan aplikasi terhadap pengguna karena sebagian besar smartphone yang beredar menggunakan Android sebagai sistem operasinya. VibLab dikembangkan dengan metode agile sederhana dalam beberapa tahapan iterasi. Hasil pengujian menunjukkan aplikasi ini cukup akurat dan bermanfaat dalam membantu analisa getaran pada rangka sepeda motor listrik.Sepeda motor listrik memiliki berbagai kelebihan, seperti mengurangi polusi udara dan polusi suara, nyaman digunakan karena bebas dari getaran mesin, serta biaya kepemilikan yang rendah. Meskipun demikian sepeda motor listrik juga memiliki kekurangan. Salah satu kekurangan sepeda motor listrik adalah harga komponen utama yang masih mahal. Akibat dari harga komponen utama yang mahal ini seringkali kualitas komponen lain dikorbankan untuk menekan harga jual, termasuk peredam kejut/shockbreaker. Penggunaan peredam kejut berkualitas rendah mengakibatkan getaran yang dirasakan pengguna cukup besar hingga mengganggu kenyamanan pengguna. Namun demikian belum dapat dipastikan bahwa sumber masalah getaran tersebut hanyalah dari peredam kejut saja. Ada beberapa kemungkinan lain misalnya struktur rangka, dan posisi baterai. Untuk itu dibutuhkan alat bantu untuk melakukan analisa getaran pada sepeda motor listrik, sehingga dapat diketahui penyebab getaran yang dialami oleh pengguna kendaraan. Pada penelitian ini dibangun VibLab, sebuah aplikasi berbasis Android untuk membantu pengguna sepeda motor listrik melakukan analisa terhadap getaran pada kendaraan miliknya. Aplikasi ini menggunakan accelerometer sebagai sensor getaran, kemudian menghasilkan data arah getaran dan nilai akumulatif akselerasi pada setiap kelompok arah. Android dipilih untuk memperluas jangkauan aplikasi terhadap pengguna karena sebagian besar smartphone yang beredar menggunakan Android sebagai sistem operasinya. VibLab dikembangkan dengan metode agile sederhana dalam beberapa tahapan iterasi. Hasil pengujian menunjukkan aplikasi ini cukup akurat dan bermanfaat dalam membantu analisa getaran pada rangka sepeda motor listrik
LKP : Sistem Informasi Mutasi Pegawai Berbasis Website Menggunakan Framework Codeigniter di PT. Pertamina (Persero) Marketing Operation Region V Surabaya
Perkembangan teknologi dibidang komputasi dan informasi berhasil menciptakan banyak kemudahan dalam mencari dan mengolah informasi menjadi sebuah kesimpulan yang dapat dijadikan sebuah keputusan dalam sebuah organisasi. Untuk mencapai sebuah keputusan akhir memerlukan proses pengolahan data menjadi sebuah informasi yang ringkas dan berguna. Dalam hal ini memiliki sebuah Sistem Infomasi Managemen yang terintegrasi akan sangat berguna bagi sebuah perusahaan untuk dapat menghasilkan sebuah keputusan yang tepat, cepat dan efisien.
Pada PT. Pertamina (Persero) MOR V Surabaya khususnya pada fungsi HR (Human Resource) memiliki sebuah tantangan dimana harus mengolah seluruh data kompetensi pegawai di area MOR V (Jatim, Bali dan Nusa tenggara) untuk mengelola dan mengontrol mutasi setiap pegawai yang terdaftar ke dalam database PT. Pertamina (Persero) MOR V secara real time.
Sistem Informasi Mutasi Pegawai merupakan sebuah Sistem Informasi sumber daya manusia berbasis website yang dikembangkan oleh PT. Pertamina (Persero) MOR V untuk memenuhi kebutuhan sistem yang terintegrasi sehingga dapat dijadikan dasar untuk pengambilan sebuah keputusan, yang selanjutnya dikembangkan lebih lanjut oleh Penulis dengan menampilkan dan mengolah data setiap pegawai aktif, serta menampilkan perbandingan data pegawai yang didukung oleh grafik sebagai pembantu pengambilan keputusan dalam mutasi pegawai
TA : Rancang Bangun Sistem Penilaian Ujian Praktik SIM C Menggunakan Protokol Komunikasi Pesan MQTT Berbasis Android
SIM C merupakan salah satu tanda yang wajib dipunyai oleh seseorang apabila ingin berkendara khususnya untuk sepeda motor. Orang yang mempunyai SIM C dianggap sudah mengetahui aturan-aturan dalam berkendara. Untuk mendapatkan SIM C harus melalui serangkaian tes yang dilakukan dari ujian tertulis hingga ujian praktik. Pada ujian praktik, peserta melalui beberapa jenis ujian dimana petugas kepolisian akan melihat praktik tersebut dari pos penguji. Hal tersebut tidak efisien karena kemungkinan pemantauan tersebut terlewatkan.
Pada penelitian sebelumnya memanfaatkan media wireless dimana pengiriman data menggunakan Wifi dan penampil hasil ujian masih berupa tampilan desktop di komputer. Penampilan hasil ujian yang masih berupa aplikasi desktop pada komputer dirasa masih kurang maksimal dikarenakan pengawas ujian harus terpaku pada pos pengawasan untuk melihat hasil ujian praktik dan tidak dapat mengawasi peserta secara mobile atau bergerak bebas di lapangan ujian praktik. Karena hal tersebut penulis membuat aplikasi berbasis Android dengan memanfaatkan metode komunikasi MQTT dalam pengiriman datanya, sehingga petugas kepolisian dapat melakukan pemantauan ujian secara mobile.
Aplikasi ini akan menampilkan hasil ujian praktik pada perangkat Android. Hasil yang ditampilkan berupa lampu yang menunjukan tiap patok pada ujian. Lampu-lampu ini akan menyala jika patok ujian tersenggol. Aplikasi ini juga akan menampilkan hasil waktu dari lamanya ujian praktik. Data-data tersebut akan disimpan dalam sistem database melalui protokol subscriber yang mengirimkan datanya. Berdasarkan pengujian yang dilakukan sebanyak tiga kali, didapatkan tingkat keberhasilan yaitu 100% dengan tingkat kesalahan 0%. Jarak aman yang digunakan agar pengiriman data dapat berjalan dengan baik adalah maksimal 12 meter dengan waktu pengiriman data maksimal selama 0,5 detik
The study of the influence of the diameter ratio and blade number to the performance of the cross flow wind turbine by using 2D computational fluid dynamics modeling
METODE KONVENSIONAL, KINESIOTAPING, DAN MOTOR RELEARNING PROGRAMME BERBEDA EFEKTIVITAS DALAM MENINGKATKAN POLA JALAN PASIEN POST STROKE DI KLINIK ONTOSENO MALANG
Stroke patient would have impaired activities of daily living. One-sided weakness of extremities, poor body control, and gait instability. Rehabilitation in stroke patient, effective and can improve the function of the impaired limb. Exercise can provide the functional activity of learning and apply the basic premise that the capacity of the brain is able to reorganize and adaptable so with targeted exercises it can be improved. This study aimed to compare the efficiacy of conventional methods, applications kinesiotaping, and MRP method in improving the gait pattern of stroke patients. The study has pre and post test with control group design using 3 groups. There are 10 people in each group. The first group was given conventional intervention methods, group II given Kinesiotaping application, and the third group was given the intervention using the MRP with duration of exercise 3 times a week with a time of 60 minutes for 4 weeks. Data in the form of pre-test and post-test patterns of stroke patients analized by using Wisconsin Gait Scale. Samples were 30 divided into 3 groups. In the conventional group had a mean age of 62.3 years with a number of men 5 men and 5 women. At Kinesiotaping group had a mean age of 65.1 years with a number 6 men and 4 women. While the MRP group had a mean age of 62.6 years with a number 6 men and 4 women. Results of hypothesis testing using Anova showed a significant difference between the (average of the WGS scores after intevention of the three groups, with value of p<0,05. The comparison on each method showed that the Kinesiotaping application and MRP have significant difference, but the Kinesiotaping application showed no significally difference with MRP. The conclusions in this study that the conventional methods, Kinesiotaping application and MRP has different efficacy on improfing gait pattern of stroke patient.</p
PENERAPAN PICOBOT UNTUK FISIOTERAPI BERJALAN PASIEN PASCA STROKE DI RUMAH SAKIT WILAYAH JAWA TIMUR
Absrak: Stroke merupakan salah satu penyebab utama disabilitas di seluruh dunia, dengan gangguan mobilitas sebagai dampak yang paling umum. Pasien stroke sering mengalami kesulitan berjalan akibat kelemahan otot, spastisitas, dan gangguan koordinasi, yang menghambat kemandirian serta menurunkan kualitas hidup. Rehabilitasi dengan fisioterapi konvensional telah terbukti membantu pemulihan, tetapi keterbatasan tenaga fisioterapis dan lamanya proses terapi menjadi tantangan tersendiri. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan fisioterapi robotik dapat meningkatkan keseimbangan, kekuatan otot, dan pola berjalan pasien stroke. Robot Picobot adalah robot yang berfungsi untuk asistensi fisioterapi engkel yang bekerja dengan menggerakkan engkel secara otomatis. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pengukuran tingkat penerimaan teknologi robot picobot terhadap masyarakat sasar 30 pasien pasca struke dan tingkat kepuasan mitra terhadap pemanfaatan robot picobot untuk membantu fisoterapi berjalan dalam hal ini dokter dan tenaga Kesehatan. Adopsi teknologi baru dengan faktor atau pengukuran Use Behavior, Facilitating Conditions, Behavioral Intention, Effort Expectancy, Performance Expectancy, dan Social Influence memiliki nilai rata-rata 4,23. Berdasarkan interval (4,20< x ≤ 5,00) skala likert (1-5) dengan jumlah responden (n) 30, berada pada kategori "sangat setuju". Artinya “Teknologi Robotik Picobot untuk Rehabilitasi Pasien Stroke di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya dapat diterima oleh 30 pasien fisioterapi sebagai responden”.Abstract: Stroke is one of the leading causes of disability worldwide, with mobility impairment being the most common impact. Stroke patients often experience difficulty walking due to muscle weakness, spasticity, and coordination disorders, which hinder independence and reduce quality of life. Rehabilitation with conventional physiotherapy has been proven to help recovery, but limited physiotherapists and the length of the therapy process are challenges. Research shows that the use of robotic physiotherapy can improve balance, muscle strength, and gait patterns of stroke patients. Picobot Robot is a robot that functions as an ankle physiotherapy assistance that works by moving the ankle automatically. In this community service activity, the level of acceptance of picobot robot technology was measured among the target community of 30 post-stroke patients and the level of partner satisfaction with the use of picobot robots to assist walking physiotherapy, in this case doctors and health workers. Adoption of new technology with factors or measurements of Use Behavior, Facilitating Conditions, Behavioral Intention, Effort Expectancy, Performance Expectancy, and Social Influence had an average value of 4.23. Based on the interval (4.20 < x ≤ 5.00) Likert scale (1-5) with the number of respondents (n) 30, it is in the “strongly agree” category. This means that “Picobot Robotic Technology for Stroke Patient Rehabilitation at Bhakti Dharma Husada Surabaya Regional Hospital can be accepted by 30 physiotherapy patients as respondents”
Model pemilihan subkontraktor menggunakan fuzzy set theory
Construction industry is an industry that involves many parties in it. The Owner of the Project, Construction Management Consultant, General Contractor, and Design and Planning Consultant are the main parties in a construction project. General Contractor as the party that undertakes the construction project always overshadowed by various things of uncertainty and risks, such as cost overruns, delay of the project, the quality of the works produced problems, claims, payment failure by the Owner, and so forth. General Contractor shall perform a variety of ways to minimize the risks. Appointment of subcontractors is an effort of the General Contractor to minimize risks although the selection process of the subcontractors fraught with risks. There is a theory that can be used in dealing with the problem of determining the right subcontractor for the project. It is called the fuzzy set theory. In general, fuzzy set theory in this thesis is used to transform the fuzzy linguistic assessment that often used by the decision makers. In this thesis, a model selection of subcontractors based on fuzzy set theory was made by using spreadsheet program. Previously, the author conducted a research to find important factors in the selection of subcontractors. The author conducted a survey on 14 (fourteen) experts from several local general contractor that located in Jakarta. Then, the author conducted a t-test to determine which factors that are considered as an important factor in the selection of subcontractors. These factors were used as an input for the model. Then, the model was tested in a real construction project. The result shows that the model needs to be modified. Once finished, the author made a couple of illustrations to test the model again. After that, the author analyzes the sensitivity of the model to find out how sensitive the model is
Successful Limb-Sparing Wide Excision of a Giant Lipofibromatosis in a 5-Year-Old Girl
A 5-year-old girl presented with a big painless mass, sized 24 × 37 × 35 cm, in her lower left limb. MRI revealed a huge heterogeneous mass splaying from the left distal femur to the calcaneal region without bony erosion but compressing the arteries and causing bowing of the left tibia and fibula bones. The difficulty was to determine the best course of action taken which would either be limb salvation or amputation. Considering that only a few muscles could be saved, the author initially recommended amputation but still considered a limb-sparing procedure. After a double set-up examination in the operating room, the author ultimately decided to save the affected limb. The salvaged limb was found to be viable after the surgery, and there was no further recurrence over a subsequent 6-month follow-up period. The careful surgical decision is vital in giving the best possible care to the patient
Field oriented control driver development based on BTS7960 for physiotherapy robot implementation
In conjunction with sustainable development goal 3 (SDG 3), it is important to develop a national electrical component for physiotherapy robot development. This study aimed to develop an open-loop field-oriented control (FOC) driver utilizing BTS7960. The driver utilized three BTS7960s that produce sinewave with variable angular frequency (ω). The research then compared the open-loop FOC driver with electronics speed controller (ESC) performance to drive a brushless DC (BLDC) motor with an initial rotation per minute (RPM) of 400, 500, and 600. The main observation was RPM reduction when the BLDC motor was subjected to loads of 20, 35, 50, 65, and 80 gr. The result showed that the open-loop FOC driver performed better, especially on an 80 gr load. For an initial RPM of 600, the RPM reduced to 100 when controlled with an open-loop FOC driver, but lesser when controlled using ESC. The open-loop FOC driver produces higher torque on the BLDC motor so it could rotate with less reduction compared to ESC, which is evident. The open-loop FOC driver can be easily developed using BTS7960 with a settling time of 4 seconds. However future studies should still consider close-loop FOC drivers to achieve higher torque performance and faster transient response for physiotherapy robot applications
