1,720,960 research outputs found
PERILAKU PETANI TERHADAP PENINGKATAN USAHATANI PADI DI SUBAK ANGGABAYA KELURAHAN PENATIH KECAMATAN DENPASAR TIMUR KOTA DENPASAR
Indonesia dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar penduduknya bekerja di bidang pertanian. Padi merupakan salah satu komoditas pertanian yang banyak dikembangkan karena menghasilkan tanaman pangan yang berperan penting bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Beras merupakan prioritas utama masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan karbohidrat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1). mengetahui tingkat pengetahuan petani tentang peningkatan usahatani padi; (2). menggambarkan sikap petani dalam bertani padi; dan (3). mengetahui intensitas interaksi antara petani dengan Penyuluh Pertanian Lapang di Subak Anggabaya Desa Penatih Kecamatan Denpasar Timur Kota Denpasar.
Pemilihan lokasi penelitian ini ditentukan dengan teknik purposive sampling, yaitu berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. (1) Subak Anggabaya, Desa Penatih, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar dikembangkan untuk meningkatkan usahatani padi. (2) Secara teknis yaitu agroklimat, penanaman padi di Subak Anggabaya Desa Penatih sangat mendukung sehingga sangat potensial untuk dikembangkan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan petani Subak Anggabaya tentang peningkatan usahatani padi relatif tinggi, dimana pencapaian skor 80,00% dari skor maksimal. Indikator yang diukur dalam variabel pengetahuan adalah pengertian peningkatan usahatani padi, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, penggunaan varietas unggul, dan pengairan. Rata-rata sikap petani anggota Subak Anggabaya terhadap peningkatan usahatani padi tergolong setuju, dengan skor rata-rata 73,33% dari skor maksimal. Indikator yang diukur terdiri dari pengertian peningkatan usahatani padi, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, penggunaan varietas unggul, dan pengairan. Rata-rata tingkat intensitas interaksi antara petani dan PPL adalah 76,33%. Artinya tingkat intensitas interaksi antara petani dengan PPL berada pada kategori tinggi
Kepadatan Popuasi dan Persentase Tanaman Terserang Kutu Daun Aphis gosypii Glover (Hemiptera: Aphisidae) Pada Tanaman Mentimun Cucumis sativus di Desa Sekaan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali
Aphis gossypii Glover merupakan hama utama yang menyerang daun pada tanaman mentimun (Cucumis sativus). Penelitian ini dilakukan di Desa Sekaan, Kecamatan Kintamani, Bangli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan populasi A. gossypii dan persentase tanaman terserang kutu daun A. gossypii pada tanaman mentimun. Penelitian ini berlasung dari Oktober 2021 sampai Desember 2021. Penentuan sampel tanaman dilakukan secara diagonal sampling dimana setiap unti sampling diamati 5 tanaman mentimun. Berdasarkan hasil pengamatan kepadatan populasi A. gosypii pada tanaman mentimun berkisar antara 2,4 ekor per daun sampai 13,6 ekor per daun . Pengamatan kepadatan populasi terendah ditemukan pada pengamatan pertama 3 minggu setelah tanam (MST) dan populasi A. Gosypii tertinggi ditemukan pada pengamatan ke 5 (7 MST). Persentase tanaman terserang hama A. gosypii pada tanaman mentimun berkisar antar 36% sampai 92 %. Berdasarkan kriteria yang dibuat oleh Arsi (2021) masuk kedalam kriteria sedang, berat dan sangat berat
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Development Whitefly Pest Population (Bemisia tabaci G.) In Plants Cucumbers in the Pupuan Village, Tegallalang District, Gianyar Regency, Bali
Cucumber ( Cucumis sativus Linn. ) is one plant lots of fresh vegetables consumed Indonesian society . Production your cucumber affected by the attack Whitefly pest ( Bemisia _ tabaci ). study This aim For know the presence of whitefly ( Bemisia tabaci ) on plants cucumbers in the Village Pupuan , District Tegallalang , Regency Gianyar . Study This held with observation or exploration in a way directly on the land plant cucumber . Study using 5 grid plots observation . In each plot, 5 clumps were observed plants , determination plant sample done with method diagonal sampling method . Total plants observed cucumber _ as sampling is 25 clusters plant . Observation held every a week very . Research result shows the Bemesia Pest tabaci are found in the field plant cucumbers at 14 Days After Plant with average number of nymphs 0.4 and imago 0.2 / Plant and Number population pest Bemesia tabaci on plants cucumber increase from observation I arrived _ observation to -VII
PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP TINGKAT KENYAMANAN DI KEBUN RAYA GIANYAR
Kebun Raya Gianyar merupakan salah satu Kebun Raya yang dibangun didaerah Gianyar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pengunjung terhadap tingkat kenyamanan di Kebun Raya Gianyar. Penelitian ini dilakukan di Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar yang dipilih secara purposive. Seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 50 orang. Data yang dikumpulkan adalah data kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan teknik observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Data analisis dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata kenyamanan di Kebun Raya Gianyar yang dihitung secara frekuensi dan presentase menunjukan bahwa persepsi pengunjung berdasarkan: keamanan berada pada kategori sangat baik, rata-rata persepsi pengunjung terhadap kebersihan Kebun Raya Gianyar adalah sangat baik, rata-rata pengunjung berdasarkan keindahan Kebun Raya Gianyar adalah sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan sebagai berikut: (1) Pemerintah Kabupaten Gianyar diharapkan harus tetap menjaga keamanan dan keindahan Kebun Raya sebagai objek wisata yang dapat bersinambungan. (2) Kebersihan elemen-elemen harus selalu dijaga agar rasa nyaman saat beraktivitas tidak terganggun seperti tidak membuang sampah sembarang tempat, agar keamanan, keindahan dan kebersihan Kebun Raya Ginyar tetap terjaga
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
