2 research outputs found

    Analisis Prosedur dan Kebijakan Pemberian Kredit Pada KBPR Arta Kencana Wonoasri Madiun

    No full text
    ABSTRAK   Purwitaningtyas, Dian. 2013. Analisis Prosedur dan Kebijakan Pemberian Kredit Pada KBPR Arta Kencana Wonoasri Madiun. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Satia Nur Maharani, S.E,M.Sa.AK.   Kata Kunci : Kebijakan, Prosedur pemberian kredit Seiring dengan kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat dan demi mewujudkan masyarakat yang makmur serta berkecukupan maka tingkat pelayanan terhadap masyarakat harus ditingkatkan. Salah satu lembaga yang bisa membantu untuk mewujudkannya adalah bank atau lembaga keuangan lainnya. Bank atau lembaga keuangan ini mempunyai peranan penting dalam melaksanakan distribusi, karena bertindak sebagai perantara  antara nasabah dan lembaga itu sendiri. Bank dikenal sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya menerima simpanan giro, tabungan, dan deposito. Bank juga dikenal sebagai tempat untuk meminjam uang dan menukar uang bagi masyarakat yang membutuhkan. Bank atau lembaga keuangan menyalurkan dana pada masyarakat yang membutuhkan dalam bentuk kredit. Pihak Bank sebagai pemberi kredit selain memperoleh keuntungan dari pemberian kredit tersebut juga mengalami resiko yaitu merupakan kredit bermasalah yang menyebabkan tunggakan kredit atau kredit macet. Untuk menekan besarnya tunggakan kredit, maka diperlukan ketelitian pihak bank dalam menganalisis permohonan kredit. Penulisan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui prosedur dan kebijakan pemberian kredit pada KBPR Arta Kencana Wonoasri Madiun. Teknik pengumpulan data menggunakan metode pengumpulan data berupa studi kepustakaan dan studi lapangan, sedangkan metode pemecahan masalah menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dari hasil pengamatan Tugas Akhir ini, diperoleh kesimpulan bahwa secara garis besar prosedur dan kebijakan pemberian kredit yang dijalankan KBPR Arta Kencana Wonoasri Madiun sudah baik. Namun yang masih perlu mendapatkan perhatian adalah pada bagian penilaian atas kredit yang diajukan oleh calon debitur. Bagian ini meliputi analisis kelayakan kredit yaitu dengan menggunakan prinsip 5C yang dalam praktek dilapangan dijalankan tidak sesuai dengan prosedur pemberian yang tertulis. Berdasarkan hasil pengamatan ini disarankan kepada KBPR Arta Kencana Wonoasri Madiun bahwa dalam memberikan kredit agar lebih selektif dan teliti. Hal ini bisa dilakukan selain dengan menggunakan prinsip 5C, sebaiknya pihak bank juga menggunakan analisis 7P dan studi kelayakan usaha. Sedangkan untuk menciptakan SDM yang berkualitas sebaiknya secara rutin pihak bank mendatangkan orang yang berkompeten untuk memberikan pengarahan dan motivasi pada karyawan agar karyawan lebih giat dan tidak bermalas-malasan dalam bekerja. Serta memberikan bonus tiap tahunnya untuk karyawan yang berhasil memperoleh target dan melaksanakan tanggung jawab dengan baik di bagiannya, sehingga bisa menjadi panutan atau contoh bagi karyawan lainnya

    Hubungan Asupan Zat Gizi dan Pola Menstruasi Dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMA N 2 Semarang

    Get PDF
    Latar belakang : Anemia merupakan salah satu masalah gizi yang perlu mendapat perhatian khusus. Remaja putri termasuk golongan yang rawan menderita anemia karena mengalami menstruasi setiap bulannya dan sedang dalam masa pertumbuhan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi (protein, vitamin A, vitamin C, dan zat besi) dan pola menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA N 2 Semarang. Metode: Rancangan penelitian cross sectional. Jumlah sampel 79 orang dipilih secara proportional random sampling dari seluruh siswi kelas XI. Data asupan zat gizi diperoleh dengan kuesioner semi quantitative food frequency, pola menstruasi melalui kuesioner terstruktur, dan kadar hemoglobin dengan cyanmethemoglobin. Data dianalisis dengan korelasi Pearson’s Product Moment, Rank Spearman, dan regresi linier ganda. Hasil: Sebanyak 36,7% subjek termasuk dalam kategori anemia. Sebagian besar subjek memiliki tingkat kecukupan asupan protein, vitamin A, dan vitamin C di atas angka kecukupan, yaitu protein 62% subjek, vitamin A 53,2% subjek, dan vitamin C 41,8% subjek. Sebanyak 81% subjek memiliki tingkat asupan zat besi defisit tingkat berat. Sebesar 62 % subjek memiliki siklus menstruasi yang panjang dan 97,5% subjek memiliki lama hari menstruasi yang normal. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan asupan protein (r=0,380; p=0,01), vitamin A (r=0,243; p=0,031), vitamin C (r=0,251; p=0,026), dan zat besi (r=0,598; p=0,000) dengan kejadian anemia. Tidak terdapat hubungan pola menstruasi dengan kejadian anemia (r=0,031; p=0,789). Faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian anemia adalah asupan protein (p=0,002), vitamin A (p=0.019), dan zat besi (p=0.014). Simpulan: Semakin tinggi asupan protein, vitamin A, vitamin C, dan zat besi maka semakin tinggi pula kadar hemoglobin
    corecore