1,720,964 research outputs found
PROSPEK DAN STRATEGI BISNIS PADA USAHA AGROINDUSTRI PROL DAN BROWNIES TAPE “KIDIES” DI KABUPATEN BONDOWOSO
Agroindustri merupakan salah satu sektor yang sangat prospektif
dikembangkan di Indonesia. Di sektor agroindustri, ubi kayu memainkan peranan
penting bagi perekonomian negara. Di sektor agroindustri, ubi kayu memainkan
peranan penting bagi perekonomian negara. Kabupaten Bondowoso merupakan
salah satu pengahasil ubi kayu yang cukup potensial. Hal ini dikarenakan,
Bondowoso mepunyai keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain yaitu keadaan
tanah dan iklim yang sangat cocok untuk membudidayakan ubi kayu. Tanaman ini
dimanfaatkan oleh para agroindustri untuk kemudian diolah menjadi produk
olahan yang disebut tape. Agroindustri prol dan brownies tape merupakan salah
satu makanan olahan dari tape yang paling banyak digemari oleh masyarakat,
karena bentuk dan rasa yang unik serta termasuk makanan yang modern dan tahan
lama dibandingkan tape. Agroindustri olahan tape seperti brownies dan prol tape
di Bondowoso yang paling terkenal adalah agroindustri “Kidies”. Agroindustri
“Kiddies” ini sudah berdiri sejak tahun 2002 di Bondowoso. “Kidies” merupakan
agroindustri pertama di Bondowoso yang mengolah tape menjadi makanan baru
seperti prol dan brownies tape. Agroindustri prol dan brownies tape ini merupakan
salah satu usaha yang mengambil peluang dalam pengembangan bisnis berbahan
dasar tape. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai Juli 2011 di lokasi
agroindustri “Kidies” Kota Bondowoso.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pendapatan dan trend
penjualan pada agroindustri prol dan brownies tape “Kidies” di Kabupaten
Bondowoso, (2) mengetahui kinerja bisnis pada agroindustri prol dan brownies
tape “Kidies” di Kabupaten Bondowoso, (3) mengetahui strategi bisnis pada
agroindustri prol dan brownies tape “Kidies” di Kabupaten Bondowoso. Metode
penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan analitis. Metode
pengambilan contoh dilakukan secara Two Stage Purposive Sampling. Data
penelitian yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Metode analisis data
yang digunakan adalah (1) analisis pendapatan, (2) analisis trend penjualan, (3)
analisis SWOT.
Hasil penelitian menunjukkan (1) Pendapatan perusahaan prol dan
brownies “Kidies” yaitu pada produk prol tape diperoleh dari rata-rata pendapatan
perusahaan pada produk prol tape sebesar Rp 12.097.433,00 per bulan.
Sedangkan, pendapatan perusahaan pada produk brownies tape diperoleh dari
rata-rata pendapatan perusahaan pada produk brownies tape sebesar Rp
6.386.233,00 per bulan. Trend penjualan prol dan brownies tape “Kidies”
cenderung meningkat. Peningkatan penjualan prol tape pada tahun 2001-2010
disebabkan oleh peningkatan permintaan konsumen, kemampuan produksi
perusahaan cenderung meningkat dari tahun ke tahun, serta pemasaran yang
menguntungkan pihak yang bersangkutan (perusahaan, pedagang pengecer,
konsumen). (2) Kinerja bisnis pada usaha prol dan brownies tape agroindustri
“Kidies” berada pada kuadran I, yaitu posisi yang menandakan sebuah organisasi
yang kuat dan berpeluang. Kinerja bisnis yang kuat didukung oleh kerjasama
antar personal dalam satu lingkup organisasi dengan memanfaatkan peluang
(potensi) kinerja yang ada. (3) Strategi bisnis pada usaha prol dan brownies tape
agroindustri “Kidies” berada pada posisi White Area yaitu bidang kuat
berpeluang, serta pada tahap pertumbuhan. Strategi yang digunakan adalah
strategi S-O (Strenght and Opportunity) yaitu strategi yang mengandalkan
kekuatan pada agroindustri dan memanfaatkan peluang yang ada untuk mencapai
prospek yang baik kedepannya
PROSPEK DAN STRATEGI BISNIS PADA USAHA AGROINDUSTRI PROL DAN BROWNIES TAPE “KIDIES” DI KABUPATEN BONDOWOSO
Agroindustri merupakan salah satu sektor yang sangat prospektif
dikembangkan di Indonesia. Di sektor agroindustri, ubi kayu memainkan peranan
penting bagi perekonomian negara. Di sektor agroindustri, ubi kayu memainkan
peranan penting bagi perekonomian negara. Kabupaten Bondowoso merupakan
salah satu pengahasil ubi kayu yang cukup potensial. Hal ini dikarenakan,
Bondowoso mepunyai keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain yaitu keadaan
tanah dan iklim yang sangat cocok untuk membudidayakan ubi kayu. Tanaman ini
dimanfaatkan oleh para agroindustri untuk kemudian diolah menjadi produk
olahan yang disebut tape. Agroindustri prol dan brownies tape merupakan salah
satu makanan olahan dari tape yang paling banyak digemari oleh masyarakat,
karena bentuk dan rasa yang unik serta termasuk makanan yang modern dan tahan
lama dibandingkan tape. Agroindustri olahan tape seperti brownies dan prol tape
di Bondowoso yang paling terkenal adalah agroindustri “Kidies”. Agroindustri
“Kiddies” ini sudah berdiri sejak tahun 2002 di Bondowoso. “Kidies” merupakan
agroindustri pertama di Bondowoso yang mengolah tape menjadi makanan baru
seperti prol dan brownies tape. Agroindustri prol dan brownies tape ini merupakan
salah satu usaha yang mengambil peluang dalam pengembangan bisnis berbahan
dasar tape. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai Juli 2011 di lokasi
agroindustri “Kidies” Kota Bondowoso
Prospek dan Strategi Bisnis pada Usaha Agroindustri Prol Dan Brownies Tape Kidies di Kabupaten Bondowoso
Agroindustri merupakan salah satu sektor yang sangat prospektif
dikembangkan di Indonesia. Di sektor agroindustri, ubi kayu memainkan peranan
penting bagi perekonomian negara. Di sektor agroindustri, ubi kayu memainkan
peranan penting bagi perekonomian negara. Kabupaten Bondowoso merupakan
salah satu pengahasil ubi kayu yang cukup potensial. Hal ini dikarenakan,
Bondowoso mepunyai keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain yaitu keadaan
tanah dan iklim yang sangat cocok untuk membudidayakan ubi kayu. Tanaman ini
dimanfaatkan oleh para agroindustri untuk kemudian diolah menjadi produk
olahan yang disebut tape. Agroindustri prol dan brownies tape merupakan salah
satu makanan olahan dari tape yang paling banyak digemari oleh masyarakat,
karena bentuk dan rasa yang unik serta termasuk makanan yang modern dan tahan
lama dibandingkan tape. Agroindustri olahan tape seperti brownies dan prol tape
di Bondowoso yang paling terkenal adalah agroindustri “Kidies”. Agroindustri
“Kiddies” ini sudah berdiri sejak tahun 2002 di Bondowoso. “Kidies” merupakan
agroindustri pertama di Bondowoso yang mengolah tape menjadi makanan baru
seperti prol dan brownies tape. Agroindustri prol dan brownies tape ini merupakan
salah satu usaha yang mengambil peluang dalam pengembangan bisnis berbahan
dasar tape. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai Juli 2011 di lokasi
agroindustri “Kidies” Kota Bondowoso.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pendapatan dan trend
penjualan pada agroindustri prol dan brownies tape “Kidies” di Kabupaten
Bondowoso, (2) mengetahui kinerja bisnis pada agroindustri prol dan brownies
tape “Kidies” di Kabupaten Bondowoso, (3) mengetahui strategi bisnis pada
agroindustri prol dan brownies tape “Kidies” di Kabupaten Bondowoso. Metode
penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan analitis. Metode
pengambilan contoh dilakukan secara Two Stage Purposive Sampling. Data
penelitian yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Metode analisis data
yang digunakan adalah (1) analisis pendapatan, (2) analisis trend penjualan, (3)
analisis SWOT.
Hasil penelitian menunjukkan (1) Pendapatan perusahaan prol dan
brownies “Kidies” yaitu pada produk prol tape diperoleh dari rata-rata pendapatan
perusahaan pada produk prol tape sebesar Rp 12.097.433,00 per bulan.
Sedangkan, pendapatan perusahaan pada produk brownies tape diperoleh dari
rata-rata pendapatan perusahaan pada produk brownies tape sebesar Rp
6.386.233,00 per bulan. Trend penjualan prol dan brownies tape “Kidies”
cenderung meningkat. Peningkatan penjualan prol tape pada tahun 2001-2010
disebabkan oleh peningkatan permintaan konsumen, kemampuan produksi
perusahaan cenderung meningkat dari tahun ke tahun, serta pemasaran yang
menguntungkan pihak yang bersangkutan (perusahaan, pedagang pengecer,
konsumen). (2) Kinerja bisnis pada usaha prol dan brownies tape agroindustri
“Kidies” berada pada kuadran I, yaitu posisi yang menandakan sebuah organisasi
yang kuat dan berpeluang. Kinerja bisnis yang kuat didukung oleh kerjasama
antar personal dalam satu lingkup organisasi dengan memanfaatkan peluang
(potensi) kinerja yang ada. (3) Strategi bisnis pada usaha prol dan brownies tape
agroindustri “Kidies” berada pada posisi White Area yaitu bidang kuat
berpeluang, serta pada tahap pertumbuhan. Strategi yang digunakan adalah
strategi S-O (Strenght and Opportunity) yaitu strategi yang mengandalkan
kekuatan pada agroindustri dan memanfaatkan peluang yang ada untuk mencapai
prospek yang baik kedepannya
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
PENGARUH PENGAJARAN METODE KANGURU TERHADAP PENGETAHUAN IBU BAYI BBLR
<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diajarkan metode kanguru pada ibu bayi berat lahir rendah di Rumah Sakit Ibu dan Anak Annisa Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain one group pretest posttest. Sebanyak 12 responden terlibat dalam penelitian ini. Pengumpulan data melalui kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan secara <em>total sampling.</em> Analisis data dilakukan secara <em>univariat </em>dan<em> bivariat.</em><em> </em>Dari hasil uji statistik univariat diketahui sebanyak 8 responden (66,7%) mempunyai pengetahuan rendah sebelum diberikan pengajaran metode Kanguru dan sebanyak 9 responden (75%) mempunyai pengetahuan tinggi setelah diberikan pengajaran metode Kanguru. Berdasarkan hasil analisis bivariat menunjukkan ada pengaruh pengajaran metode Kanguru terhadap pengetahuan ibu dengan <em>p-value </em>= 0,000. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengajaran metode Kanguru dapat meningkatkan pengetahuan ibu bayi BBLR sehingga ibu dapat berperan untuk meningkatkan berat badan bayi.</p></jats:p
PROSPEK DAN STRATEGI BISNIS PADA USAHA AGROINDUSTRI PROL DAN BROWNIES TAPE “KIDIES” DI KABUPATEN BONDOWOSO
Agroindustry is one of highly prospective sectors to be developed in
Indonesia. In the agroindustry sector, cassava plays an important role for the state
economy. Bondowoso Regency is one of potential cassava producing regions.
This is because Bondowoso Regency has an advantage that is not possessed by
other regions; that is, land and climate conditions which are very suitable for
cassava cultivation. These plants are used by agroindustries to be further
processed into a refined product called tape. Agroindustry of prol tape and tapemade
brownies is one of tape-processed foods mostly favored by people because
of its unique shape and taste includes in modern and durable food compared to
tape. The most famous agroindustry of processed tape such as tape-made
brownies and prol tape in Bondowoso is "Kidies" agroindustry. "Kiddies"
agroindustry has been established since 2002 in Bondowoso. "Kidies" is the first
agroindustry in Bondowoso processing tape into new foods such as tape-made
brownies and prol tape. This agroindustry of tape-made brownies and prol tape is
one business that takes the opportunities in the development of tape-based
businesses. The research was conducted in January to July 2011 in locations
agroindustry "Kidies" City of Bondowoso
PROSPEK DAN STRATEGI BISNIS PADA USAHA AGROINDUSTRI PROL DAN BROWNIES TAPE “KIDIES” DI KABUPATEN BONDOWOSO
Agroindustri merupakan salah satu sektor yang sangat prospektif
dikembangkan di Indonesia. Di sektor agroindustri, ubi kayu memainkan peranan
penting bagi perekonomian negara. Di sektor agroindustri, ubi kayu memainkan
peranan penting bagi perekonomian negara. Kabupaten Bondowoso merupakan
salah satu pengahasil ubi kayu yang cukup potensial. Hal ini dikarenakan,
Bondowoso mepunyai keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain yaitu keadaan
tanah dan iklim yang sangat cocok untuk membudidayakan ubi kayu
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
