2 research outputs found

    Kajian Tentang Kesiapan Mahasisswa Diploma 3 Tata Busana Universitas Negeri malang dalam Membuka Usaha Butik (Studi Kasus Mahasiswa 2011-2012)

    No full text
    ABSTRACT Handayani, Devi Firda. 2016. Kajian Tentang Kesiapan Mahasisswa Diploma 3 Tata Busana Universitas Negeri malang dalam Membuka Usaha Butik (Studi Kasus Mahasiswa 2011-2012). Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. (1) Dra. Esin Sintawati, M.Pd. (2) Dra. Idah Hadijah, M.Pd.Kata Kunci : Kesiapan mahasiswa, diploma 3, usaha butikLulusan program studi Diploma 3 Tata Busana Universitas Negeri Malang disiapkan untuk menjadi lulusana yang kompeten dalam berwirausaha. Lulusan Diploma 3 Tata Busana diharapkan lebih siap bekerja dan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta teknologi yang didapat selama menempuh studi, sehingga menjadi lulusan yang cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan atau berwirausaha yang relevan dibidang tata busana. Namun, pada faktanya, berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan pada alumni mahasiswa Diploma 3 hanya sebagian kecil yang berwirausaha butik, karena keterbatasan modal usaha dan merasa kurang memiliki kemampuan mengelola usaha butik, sehingga mereka lebih memilih berwirausaha modiste dan memilih bekerja sebagai karyawan. Hal ini, menunjukkan bahwa mahasiswa Diploma 3 belum siap dalam membuka dan mengelola usaha butik. Oleh sebab itu, diperlukan penelitian untuk mengkaji bagaimana kesiapan mahasiswa Diploma 3 dalam membuka usaha butik. Karena membuka dan mengelola usaha butik termasuk salah satu dari kompetensi lulusan Mahasiswa Diploma 3.Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kesiapan mahasiswa diploma 3 tata busana dalam membuka usaha butik. Ditinjau dari rumusan masalah, maka penelitian ini menggunakan rancangan penelitian diskriptif dengan pendekatan analisis data kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa Diploma 3 Tata Busana Universitas Negeri Malang angkatan 2011/2012 dan 2012/2013 yang telah melaksanakan matakuliah MUB (Manajemen Usaha Busana) dan yang masih aktif sebagai mahasiswa yaitu berjumlah 15 mahasiswa. Penelitian ini menggunkan instrument dalam bentuk angket kuisioner. Skala pengukuran instrument yang digunakan dalam penelitian adalah menggunakan skala Guttman. Dalam uji validitas instrument ini menggunakan rumus Product Moment. Pada penelitian ini reliabilitas instrument dilakukan dengan menggunakan rumus KR (Kuder Richardson )20. Teknik analisis data menggunakan persentase.Kesimpulan penelitian ini adalah Mahasiswa diploma 3 tata busana Universitas Negeri Malang angkatan 2011-2012 memiliki kesiapan dalam membuka usaha butik, pada delapan aspek kesiapan, yaitu: (1) kemampuan membuat desain sketsa (72%), (2) kemampuan membuat pola konstruksi (80%), (3) kemampuan membuat pola drapping (59%), (4) kemampuan membuat dan memilih pelengkap busana (70%), (5) kemampuan membuat busana dengan teknik penyelesaian adibusana (70%), (6) perencanaan usaha (56%), (7) pelaksanaan usaha (61%), serta (8) pengawasan dan pengendalian usaha (54%). Selain itu, didukung dengan hasil studi matakuliah praktik dan teori yang terkait dengan kesiapan membuka usaha butik mahasiswa diploma 3 tata busana Universitas Negeri Malang angkatan 2011-2012 rata-rata memperoleh nilai B yang menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kesiapan dalam membuka usaha butik.Saran bagi jurusan tata busana diharapkan menyediakan fasilitas seperti tempat usaha busana sebagai sarana untuk mengimplementasikan pembelajaran kewirausahaan, manajemen pemasaran, serta Manajemen Usaha Busana (MUB).Bagi mahasiswa diploma 3 tata busana hendaknya terus meningkatkan dan mendalami kemampuan dalam mempelajari materi kewirausahan dan Manajemen Usaha Busana (MUB), dengan menggali wawasan dan mengembangkan pengetahuan tentang usaha butik.Bagi penelitian selanjutnya penelitian ini dapat dikembangkan dengan mengangkat masalah serupa yang terkait dengan kesiapan membuka usaha busana dengan pengkajian lebih dalam seperti pelaksanaan pembelajaran Manajemen Usaha Busana, aspek yang mempengaruhi kesiapan mahasiswa dalam mengelola usaha butik, dengan memperluas variabel tentang manajemen pemasaran, manajemen produksi, faktor minat membuka usaha butik, bakat dan motivasi yang dimiliki mahasiswa untuk mengelola usaha butik.ABSTRACT Handayani, Devi Firda. 2016. A Study About The Preparation Of Diploma 3 Students Of Fashion State University Of Malang In Starting Boutique Business (Case Study Of Students Grade 2011-2012). Thesis, Program S1 Fashion Education, Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering, State University of Malang. (1) Dra. Esin Sintawati, M. Pd. (2) Dra. Idah Hadijah, M.Pd.Keywords: Preparation student, diploma 3, a boutique businessGraduates Diploma 3 students of fashion State University of Malang graduates prepared to become competent in entrepreneurship. Graduates Diploma 3 of fashion expected to be ready to work and be able to develop the knowledge, skills, and technologies acquired during their studies, thus becoming graduates are intelligent, creative, innovative, independent, and able create jobs employment or entrepreneurship that are relevant in the field of fashion. However, in fact, based on research results and observations on the alumni students of Diploma 3 only a small portion boutique entrepreneurship, due to limited working capital, and feel less equipped to manage the boutique business, so they prefer entrepreneurship couturier and choose to work as an employee. This shows that the 3 Diploma students are not ready to open and manage a boutique business. Therefore, research is needed to examine how student readiness 3 Diploma in opening a boutique business. Due to open and manage a boutique business is one of 3 Diploma Students graduate competency.The purpose of research is to determine the readiness of students of diploma 3 of fashion in opening a boutique business. Judging from the formulation of the problem, this research uses descriptive research design with quantitative data analysis approach. The population in this study were all students of Diploma 3 of fashion State University of Malang force 2011/2012 and 2012/2013, which has conducted courses MUB (Clothing Business Management) and is still active as a student that is numbered 15 students. This study using the instrument in the form of a questionnaire questionnaire. The scale of measurement instruments used in the study are using Guttman scale. In a test of the validity of this instrument using the formula Product Moment. In this study, the reliability of the instrument is done by using the formula KR (Kuder Richardson) 20. Data were analyzed using percentages.The conclusion of this study is the diploma 3 students of fashion State University of Malang force readiness in 2011-2012 has opened a boutique, on eight aspects of preparedness, namely: (1) the ability to make design sketch (72%), (2) ability to create patterns of construction ( 80%), (3) ability to create patterns drapping (59%), (4) the ability to create and choose a complementary fashion (70%), (5) the ability to make clothes with solving techniques couture (70%), (6) the business plan (56%), (7) the implementation of business (61%), and (8) the supervision and control of the business (54%). In addition, the study was supported by the results of course practice and theory associated with readiness to open a business boutique fashion diploma 3 University of Malang force from 2011 to 2012 the average gain value B indicating that students have the readiness to open a boutique business. Suggestions for fashion study department is expected to provide facilities like a fashion business as a means to implement entrepreneurial learning, marketing management, as well as Business Management Dress (MUB). For diploma 3 of fashion should continue to improve and deepen skills in entrepreneurship and study material Business Management Clothing (MUB), by digging insight and develop knowledge of the business boutique. For further research this study can be developed with raised similar issues related to the readiness of opening a business outfit with a deeper assessment as learning implementation Clothing Business Management, aspects that affect a student's readiness to manage boutique business, by expanding the variables of marketing management, production management, interest factor opened a boutique, talent and motivation of students to manage the boutique busi

    LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK LAPANGAN TERBIMBING (PLT)

    Get PDF
    Magang III terintegrasi dengan mata kuliah Praktik Lapangan Terbimbing (PLT) mempunyai kegiatan yang terkait dengan pembelajaran maupun kegiatan yang mendukung berlangsungnya pembelajaran. Mata kuliah PLT diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa, terutama dalam hal pengalaman mengajar, memperluas wawasan, pelatihan dan pengembangan kompetensi yang diperlukan dalam bidangnya, peningkatan keterampilan, kemandirian, tanggung jawab, dan kemampuan dalam memecahkan masalah. Secara umum, pelaksanaan PLT meliputi empat tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan penyusunan laporan. Tahapan pelaksanaan PLT meliputi tahap pembekalan, penerjunan, dan praktik mengajar. Pelaksanaan program PLT dimulai dari tanggal 15 September 2017 sampai dengan 15 November 2017 yang diisi dengan observasi kelas dan lembaga, konsultasi, pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, pembuatan materi ajar dan media pembelajaran, praktik mengajar, dan evaluasi. Dalam praktik mengajar, kelas yang diampu adalah kelas X Teknik Pemesinan 1 dan X Teknik Pemesinan 2. Mata pelajaran yang diampu adalah teknologi mekanik dan praktik kerja bangku. Penyelenggaraan PLT untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa sebagai calon guru atau tenaga pendidik. Melalui program ini, praktikan diharapkan memiliki keterampilan dalam mengelola kelas sehingga kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan lulusan yang berkompeten. Pelaksanaan PLT di SMK Muhammadiyah 1 Bantul ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu fungsi kehumasan mahasiswa sehingga sekolah dapat menjadi mitra Universitas Negeri Yogyakarta untuk melaksanakan PLT tahun berikutnya
    corecore