1,720,965 research outputs found
PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH SMAN 1 BUKIT SUNDI DAN SMAN 1 LEMBANG JAYA KABUPATEN SOLOK
IbM program aims to provide understanding to partners about the concept and implementation of library management in accordance with library management procedures. The targets to be achieved are as follows. 1) Improving the quality of library staff in managing the library through the manterhadap the nature of the library. A minimum of 75 training materials can be mastered by the trainees. 2) Produce school library management guidelines to facilitate library staff in managing the library. 3) Applying knowledge in school library management. Output target in the form of process is the occurrence of improvement of target audience ability in understanding understanding, concept and process of management and utilization of school library. Output target in the form of product is at least 75% of participants produce library materials that have been processed and at least 75% of participants generate library catalogs to facilitate the process of retrieval. The methods offered to solve the problem of library management are: through the creation of a library management module that contains the concepts of library management; socialization and training of school library management. Implementation of the activity begins with the preparation of training materials, copying, presenting the material, and training with individual guidance. To evaluate the achievement of objectives begins by measuring the candidate's initial capability, followed by an evaluation to measure participants' ability at each stage of the activity, and a final evaluation to measure achievement purpose of program activities. Training activities carried out smoothly in accordance with the expected objectives of this program activities. This activity received a positive response from various parties and trainees in the management of school libraries. So it is expected to provide better service and the existence of school library will be more real in the community
The Development of Information Literacy in Increasing the Quality of Higher Education Learning
PRESERVASI PENGETAHUAN TOR-TOR DALAM HORJA GODANG ADAT BATAK MANDAILING DI DESA SIMBOLON KEC. PADANG BOLAK KAB. PADANG LAWAS UTARA PROV. SUMATERA UTARA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kepedulian masyarakat Desa Simbolon, Kec. Padang Bolak, Kab. Padang Lawas Utara, Prov. Sumatera Utara, terhadap budaya lokal, khususnya tarian tor-tor. Penelitian ini bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan tarian tor-tor serta memperkenalkannya secara lebih mendalam kepada masyarakat Desa Simbolon, dengan harapan dapat meningkatkan kepedulian mereka terhadap budaya setempat.Penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan upaya preservasi pengetahuan tor-tor dalam Horja Godang Adat Batak Mandailing di Desa Simbolon menggunakan metode Nonaka (1995) Spiral of Knowledge. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) sosialisasi tor-tor di Desa Simbolon, terjadi melalui pertunjukan pada acara besar dan Horja Godang. Masyarakat belajar gerakan tarian tor-tor dari apa yang mereka saksikan, namun mereka hanya mengenal gerakannya tanpa memahami makna dan nilai budaya di baliknya. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pelatih khusus dan tidak adanya penerapan pembelajaran tor-tor di sekolah; (2) proses eksternalisasi di Desa Simbolon dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu dokumentasi oleh Hatobangon (tetua kampung) dan Rokkaya (anak boru roju) yang bertanggung jawab mendokumentasikan pertunjukan tor-tor dalam acara pernikahan dan kegiatan di Desa Simbolon, dan yang terakhir adalah melibatkan masyarakat dalam pembelajaran dan praktik tor-tor serta memanfaatkan Horja Godang sebagai platform untuk eksternalisasi. (3) kombinasi di Desa Simbolon, tidak terdapat proses kombinasi pengetahuan tor-tor yang terstruktur; (4) proses internalisasi dilakukan melalui dua pendekatan, yakni dari pertunjukan tor-tor dan dari media seperti video serta buku catatan yang digunakan untuk mendukung pemahaman masyarakat
Implementasi Program Buku Balega di Kabupaten Padang Pariaman (Studi pada Perpustakaan Nagari Toboh Gadang Timur, Taman Baca Nagari Sintuak, dan Perpustakaan Masjid Raya Gadur)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sejauh mana implementasi program Buku Balega di Kabupaten Padang Pariaman. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori implementasi George C Edward III. Hasil penelitian menunjukan bahwa Implementasi Program Buku Balega di Kabupaten Padang Pariaman masih belum optimal diantaranya dalam proses penyampaian informasi antar pelaksana kebijakan masih terdapat miss informasi, sumber daya berupa sarana dan prasarana serta sumber daya manusia yang belum memenuhi standar dalam pengelolaan perpustakaan. Selanjutnya struktur birokrasi dalam mekanisme pelaksanaan program belum adanya SOP dan petunjuk teknis sehingga mekanisme tidak sepenuhnya terdokumentasikan dan terstandarisasi. Sedangkan disposisi pengelola perpustakaan nagari, perpustakaan masjid, dan taman baca menunjukkan bahwa petugas memiliki semangat, antusiasme, dan tekad kuat dalam memanfaatkan Program Buku Balega ini. Sehingga disimpulkan bahwa impllementasI Program Buku Balega masih perlu ditinggkatkan lagi dalam penyampaian informasi, kesediaan sumber daya, dan menyediakan petunjuk teknis dan SOP agar kegiatan lebih terarah
Perilaku Pencarian Informasi Produk Skincare Melalui Media Sosial TikTok
Fenomena perilaku pencarian informasi produk skincare melalui media sosial TikTok telah menjadi fenomena yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Keberagaman informasi yang didapatkan menyebabkan kebingungan. Pemahaman yang lebih baik tentang perilaku pencarian informasi melalui media sosial TikTok merupakan suatu hal yang penting karena dapat membantu pencari informasi dalam membuat keputusan yang lebih relavan dalam memilih produk skincare sesuai dengan kebutuhannya. Penelitian dilakukan dengan metode survei dengan jenis penelitian kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) tingkat kesadaran pentingnya memenuhi kebutuhan informasi produk skincare melalui TikTok sangat tinggi, (2) tingkat kemampuan dalam mengidentifikasi dan memilih informasi produk skincare sangat baik, (3) tingkat kebingungan ketika menemukan informasi yang beragam sangat tinggi, namun (4) informasi yang diperoleh dianggap dapat menjawab ketidaktahuan dengan sangat baik, (5) kemampuan dalam mengumpulkan, menyeleksi serta mengevaluasi informasi dianggap sangat baik, dan (6) tingkat kepuasan, keyakinan, serta kesiapan terhadap informasi yang didapatkan sangat baik
ANALISIS PENERIMAAN APLIKASI ISUMBAR MAMBACO OLEH PEMUSTAKA DI DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN PROVINSI SUMATERA BARAT DENGAN PENDEKATAN TAM (TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL)
Penelitian ini mengkaji tentang penerimaan aplikasi Isumbar Mambaco oleh pengguna di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat dengan menggunakan model TAM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan aplikasi Isumbar Mambaco oleh pemustaka. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Jumlah populasi dan sampel pada penelitian ini tidak disebutkan dalam informasi yang diberikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat penerimaan aplikasi Isumbar Mambaco oleh pengguna di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat dengan tingkat penerimaan yang baik sesuai dengan lima indikator TAM. Adapun indikatornya antara lain (1) Perceived usefullness, pengguna menilai aplikasi sangat bermanfaat dengan skor rata-rata 3,29. (2) Perceived ease of use, pengguna menganggap aplikasi sangat mudah digunakan dengan skor rata-rata 3,29. (3) Attitude Toward Use, pengguna memiliki sikap yang sangat positif terhadap penggunaan aplikasi dengan skor rata-rata 3,27. (4) Behavioral intention to Use, pengguna menunjukkan niat penggunaan yang baik dengan skor rata-rata 3,09. (5) Actual system use, penggunaan aktual sistem mencapai tingkat yang baik dengan skor rata-rata 2,84
EVALUASI IMPLEMENTASI STANDAR NASIONAL PERPUSTAKAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS (SNP 12:2017) DI PERPUSTAKAAN SMKN 1 LEMBAH GUMANTI
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) implementasi Standar Nasional Perpustakaan (SNP 12:2017) di Perpustakaan SMKN 1 Lembah Gumanti; (2) evaluasi implementasi Standar Nasional Perpustakaan (SNP 12:2017) di Perpustakaan SMKN 1 Lembah Gumanti. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Informan dalam penelitian ini terdapat 3 orang yaitu kepala sekolah, kepala perpustakaan, dan pustakawan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dalam tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa. (1) implementasi standar nasional perpustakaan No.12 Tahun 2017 di SMKN 1 Lembah Gumanti menunjukan; (a) standar koleksi yang belum sesuai dengan (SNP) adalah jumlah koleksi, jenis koleksi perpustakaan, jumlah koleksi referensi tidak terpenuhi, perawatan bahan perpustakaan belum optimal sedangkan yang sudah memenuhi standar meliputi pengelolaan bahan perpustakaan, cacah ulang dan penyiangan; (b) standar sarana dan prasarana yang belum memenuhi SNP adalah gedung, area, dan sarana prasarana sedangkan yang sudah memenuhi (SNP) adalah lokasi perpustakaan (c) standar pelayanan yang belum sesuai standar yaitu jam layanan, jenis layanan serta tidak memiliki program seperti program wajib baca, literasi informasi, dan pendidikan pemustaka, sedangkan yang sudah sesuai stadar yaitu laporan, dan kerja sama. (d) standar tenaga perpustakaan yang belum sesuai dengan standar yaitu jumlah pustakawan hanya satu orang sedangkan yang sudah sesuai dengan standar yaitu kualifikasi tenaga pustakawan dan kualifikasi kepala perpustakaan. (e) standar penyelenggaraan belum sesuai dengan standar yaitu, pendirian perpustakaan, Nomor Pokok Perpustakaan, struktur ogranisasi, program kerja belum dibuat secara terlulis, sedangkan yang sudah sesuai standar adalah penyelenggaraan perpustakaan. (f) standar pengelolaan perpustakaan yang belum sesuai dengan standar yaitu belum memiliki visi dan misi perpustakaan, sedangkan yang sudah memenuhi yaitu tujuan, kebijakan, tugas, fungsi dan anggaran perpustakaan. (2) evaluasi impelementasi Standar Nasional Perpustakaan No.12 Tahun 2017 di SMKN 1 Lembah Gumanti menunjukan komponen SNP belum diterapkan dan sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan No.12 Tahun 2017
Penerapan Customer Relationship Management di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan Customer Relatinonship Management (CRM) di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat memahami penggunanya dengan membuat profil pengguna, (2) Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat mengembangkan layanan berbasis web site, membangun koleksi digital, sebagai pelengkap koleksi tercetak yang dimiliki perpustakaan, (3) Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat berinteraksi dengan pengguna melalui tatap muka dan media, (4) cara perpustakaan meraih pengguna melalui promosi dengan cara perpustakaan menawarkan produk dan jasa layanan yang beraneka ragam, sedangkan cara perpustakaan mempertahankan pengguna memberikan kemudahan pendaftaran anggota, kemudahan dalam memperoleh informasi dan kemudahan dalam prosedur peminjaman dan pengembalian bahan pustaka dan kemudahan dalam pelayanan informasi lainnya
Level Literacy of Information Technology Millennial Generation: A Case Study at Student Universitas Negeri Padang
- …
