94 research outputs found

    Desi Febriani 175100042P

    No full text
    Hak cipta adalah hak dari pembuat sebuah ciptaan terhadap ciptaannya dan salinannya. Pembuat sebuah ciptaan memiliki hak penuh terhadap ciptaannya tersebut serta salinan dari ciptaannya tersebut. Hak-hak tersebut misalnya adalah hak-hak untuk membuat salinan dari ciptaannya tersebut, hak untuk membuat produk derivatif, dan hak-hak untuk menyerahkan hak-hak tersebut ke pihak lain. Hak cipta berlaku seketika setelah ciptaan tersebut dibuat. Hak cipta tidak perlu didaftarkan terlebih dahulu

    Desi Febriani 175100042p

    No full text
    Kemajuan teknologi informasi telah membawa peluang bagi bisnis untuk mengembangkan bisnisnya. Pengguna media. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk sosial yang semakin meningkat setiap tahunnya menjadikan media sosial menjadi tools perusahaan untuk melihat konsumennya. Perusahaan harus mengetahui analisis media sosial dengan cara yang tepat sesuai dengan rencana bisnis perusahaan. Pemakaian media sosial oleh pengguna telah menghasilkan data jejak keseharian individu dimana terdapat pandangan seseorang terhadap suatu obyek. Data yang terkumpul dengan ukuran yang besar dalam media sosial dan bersifat kompleks tersebut adalah big data. Pemanfaatan social computing dapat digunakan untuk menganalisis pola yang terdapat pada big data. Salah satu tool dari social computing yaitu Text Network Analysis (TNA) adalah teknik penelitian yang berfokus pada identifikasi dan membandingkan hubungan jaringan antara kata, kalimat dan sistem untuk memodelkan interaksi yang menghasilkan pengetahuan atau informasi yang baru. Dalam penelitian ini Text Network Analysis (TNA) akan menunjukkan asosiasi persepsi konsumen melalui customer feedback yang diberikannya pada media social terrhadap e- commerce Consumer to Consumer (C2C) terbesar di Indonesia yaitu Tokopedia dan Bukalapakmendeskripsikan karakteristik dari suatu objek, orang, grup, organisasi atau lingkungan yang menggambarkan situasi atau kejadian tertentu. Data pada penelitian ini yaitu data sekunder dengan cara crawling data pada media sosial Twitter dengan menggunakan metode analisis yaitu Text Network Analysis (TNA). Hasil asosiasi persepsi dari pengolahan data di media sosial melalui Text Network Analysis (TNA) dapat digunakan bisnis e-commerce sebagai marketing intelligence

    Desi Febriani 175100042P

    No full text
    Perlindungan hak kekayaan intelektual sangat penting bagi pembangunan yang sedang berlangsung di Indonesia. Hak atas kekayaan intelektual yang dilindungi di Indonesia bisa saja berupa merek, lisensi, hak cipta, paten maupun desain industri. Sedangkan Paten adalah hak khusus yang diberikan Negara kepada penemu atas hasil temuannya di bidang teknologi untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri penemuannya tersebut untuk memberikan persetujuannya kepada orang lain untuk melakukannya(UU No. 6 tahun 1989). Di Indonesia, Undang-undang yang melindungi karya cipta adalah Undang-undang nomor 6 tahun 1982 tentang hak cipta, dan telah melalui beberapa perubahan dan telah diundangkan Undang-Undang yang terbaru yaitu Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta yang mulai berlaku 12 (dua belas) bulan sejak diundangkan. Tidak hanya karya cipta, invensi di bidang teknologi (hak paten) dan kreasi tentang penggabungan antara unsur bentuk, warna, garis (desain produk industri) serta tanda yang digunakan untuk kegiatan perdagangan dan jasa (merek) juga perlu diakui dan dilindungi dibawah perlindungan hukum. Dengan kata lain Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) perlu didokumentasikan agar kemungkinan dihasilkannya teknologi atau karya lainnya yang sama dapat dihindari atau dicegah

    Desi Febriani 175100042P

    No full text
    Hak cipta adalah hak dari pembuat sebuah ciptaan terhadap ciptaannya dan salinannya. Pembuat sebuah ciptaan memiliki hak penuh terhadap ciptaannya tersebut serta salinan dari ciptaannya tersebut. Hak-hak tersebut misalnya adalah hak-hak untuk membuat salinan dari ciptaannya tersebut, hak untuk membuat produk derivatif, dan hak-hak untuk menyerahkan hak-hak tersebut ke pihak lain. Hak cipta berlaku seketika setelah ciptaan tersebut dibuat. Hak cipta tidak perlu didaftarkan terlebih dahulu

    Desi Febriani 175100042p

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh efektivitas internal fungsi audit pada kontrol kelemahan pengungkapan di kantor pusat BUMN di Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode asosiatif. Populasi penelitian ini adalah auditor internal yang berada di seluruh kantor pusat BUMN di Bandung, sedangkan untuk pengambilan sampel menggunakan iterasi sampel. Penelitian ini menggunakan data primer yang dikumpulkan dari kuesioner. Penelitian ini menggunakan korelasi statistik sederhana Rank Spearman dalam menganalisis data. Berdasarkan perhitungan analisis korelasi dengan bantuan perangkat lunak SPSS 20.0 for Windows, kuesioner yang dibagikan kepada 55 auditor internal di 5 kantor pusat BUMN di Bandung menunjukkan bahwa efektivitas fungsi audit internal berpengaruh positif terhadap pengungkapan kelemahan kontrol internal. Persentase pengaruh efektivitas fungsi audit internal terhadap pengungkapan kelemahan kontrol internal adalah 33,5% dan 66,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini

    PROTECTION RIGHTS FOR THE BRAND IN A PRODUCT (DESI FEBRIANI)

    No full text
    Protection of intellectual property rights is very important for ongoing development in Indonesia. Protected intellectual property rights in Indonesia may be brands, licenses, copyrights, patents or industrial designs. Whereas Patent is a special right granted by the State to the inventor for his findings in the field of technology for a certain period of time carrying out his own invention to give his consent to others to do so (Law No. 6 of 1989). In Indonesia, the rights of the brand were first applied to the Industriele Eigendom Kolonien Regulations in 1912, this provision was valid until 1961 (UUNo.21 about corporate and commercial brands). In 1992 there was only Law No. 19 and amended by Law No. 15 of 2001 According to Law No.15 of 2001 article 1 paragraph 1 the right of the brand is a sign in the form of images, names, words, letters, numbers, arrangement of colors, or a combination of elements elements that have distinguishing features and are used in the trading of goods or services. Keywords: Copyrights and Brands

    ASPEK HUKUM HAK PATEN DAN HAK CIPTA DALAM BISNIS Setion Class Desi Febriani

    No full text
    Perlindungan hak kekayaan intelektual sangat penting bagi pembangunan yang sedang berlangsung di Indonesia. Hak atas kekayaan intelektual yang dilindungi di Indonesia bisa saja berupa merek, lisensi, hak cipta, paten maupun desain industri. Sedangkan Paten adalah hak khusus yang diberikan Negara kepada penemu atas hasil temuannya di bidang teknologi untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri penemuannya tersebut untuk memberikan persetujuannya kepada orang lain untuk melakukannya(UU No. 6 tahun 1989). Di Indonesia, Undang-undang yang melindungi karya cipta adalah Undang-undang nomor 6 tahun 1982 tentang hak cipta, dan telah melalui beberapa perubahan dan telah diundangkan Undang-Undang yang terbaru yaitu Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta yang mulai berlaku 12 (dua belas) bulan sejak diundangkan. Tidak hanya karya cipta, invensi di bidang teknologi (hak paten) dan kreasi tentang penggabungan antara unsur bentuk, warna, garis (desain produk industri) serta tanda yang digunakan untuk kegiatan perdagangan dan jasa (merek) juga perlu diakui dan dilindungi dibawah perlindungan hukum. Dengan kata lain Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) perlu didokumentasikan agar kemungkinan dihasilkannya teknologi atau karya lainnya yang sama dapat dihindari atau dicegah. Kata Kunci : Hak Cipta dan Mere

    PEROLEHAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP SUATU PRODUK BERDASARKAN UU NO. 31 TAHUN 2000 (Desi Febriani)

    No full text
    Indonesia adalah salah satu anggota WTO (World Trade Organization) yang di dalamnya menyangkut TRIPs Agrement (Trade Relatred Aspects of Intellectual Property Rights Including Trade Inn Counterfied Goods), wajib mengharmoniskan sistem hukum Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dengan mematuhi standar-setndar internasional sesuai TRIPs. Salah satu kewajiban dalam TRIPs Agrement adalah indonesia harus memiliki peraturan dan ketentuan hukum yang dapat melindungi karya-karya di bidang desain industri. Maka di Indonesia pengaturan mengenai perlindungan desain industri diatur dalam UU No. 31 tahun 2000 tentang desain industri. Menurut ketentuan pasal 1 ayat (1) UU No. 31 tahun 2000 tentang desain industri yang dimaksud dengan desain Industri ialah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan. Merujuk pada definisi diatas maka, karakteristik desain industri itu ialah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna atau gabungan keduaya,bentuk konfigurasi atau komposisi tersebut harus berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi, bentuk tersebut harus pula memberikan kesan estetis, kesemuanya itu harus dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan Kata Kunci : UU No. 31 tahun 2000, Produk

    PROTECTION RIGHTS FOR THE BRAND IN A PRODUCT (DESI FEBRIANI) Quiz Selected Section Class

    No full text
    Protection of intellectual property rights is very important for ongoing development in Indonesia. Protected intellectual property rights in Indonesia may be brands, licenses, copyrights, patents or industrial designs. Whereas Patent is a special right granted by the State to the inventor for his findings in the field of technology for a certain period of time carrying out his own invention to give his consent to others to do so (Law No. 6 of 1989). In Indonesia, the rights of the brand were first applied to the Industriele Eigendom Kolonien Regulations in 1912, this provision was valid until 1961 (UUNo.21 about corporate and commercial brands). In 1992 there was only Law No. 19 and amended by Law No. 15 of 2001 According to Law No.15 of 2001 article 1 paragraph 1 the right of the brand is a sign in the form of images, names, words, letters, numbers, arrangement of colors, or a combination of elements elements that have distinguishing features and are used in the trading of goods or services. Keywords: Copyrights and Brands

    IMPLIKATUR DALAM NOVEL DEAR NATHAN KARYA ERISCA FEBRIANI (KAJIAN PRAGMATIK)

    No full text
    The utterances that occur in every dialogue in the novel often have various purposes or intentions that are certainly not the same as the real one. Likewise, conversations in novels cannot be separated from the power of imagination built by the author which makes the reader have to analyze the hidden meanings in each story. Thus, it can be said that the speech in every dialogue of the novel has an implied purpose. This research is an implicature study through the use of pragmatic studies which aims to describe the types of implicatures in the novel "Dear Nathan" by Erisca Febriani. This study uses a qualitative descriptive method. The subject of this research is the novel "Dear Nathan" by Erisca Febriani. Data is collected by analyzing, reviewing, and recording documents (content analysis), then processing the data objectively regarding the meaning and types of implicatures. The results obtained from this study include the types of implicatures in the novel "Dear Nathan" by Erisca Febriani, namely directive, representative, commissive, expressive, and declaration speech acts
    corecore