1,720,963 research outputs found
Pentingnya Modul Kesehatan Reproduksi Remaja Berbasis Masalah (KRRBM) untuk Melatih dan Meningkatkan Keterampilan Hidup (Life Skills) dan Sikap Reproduksi Sehat Siswa SMP
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pentingnya mengembangkan Modul Kesehatan Reproduksi Remaja Berbasis Masalah (KRRBM) untuk melatih dan meningkatkan keterampilan hidup (life skills) dalam bidang kesehatan reproduksi dan meningkatkan sikap reproduksi sehat siswa SMP. Untuk mencapai target tersebut dilakukan penelitian pengembangan yang mengacu pada model Dick dan Carey. Prosedur penelitian meliputi lima tahap, yaitu: (1) penetapan mata pelajaran, (2) analisis kebutuhan, (3) pengembangan modul KRRBM, (4) penyusunan modul, dan (5) review dan uji coba modul KRRBM. Penelitian tahap pertama ini dilakukan analisis kebutuhan dan penyusunan prototipe modul KRRBM. Penelitian dilakukan di SMP Negeri dan Swasta di Kota Singaraja-Bali. Sekolah yang dilibatkan sebagai sampel ditentukan dengan teknik purposive random sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, angket, dan FGD, dengan melibatkan kepala sekolah, guru, dan siswa. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil yang diperoleh bahwa sebagian materi KRR sudah diberikan pada mata pelajaran IPA. Informasi KRR juga diberikan pada kegiatan ekstrakurikuler Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba, serta melalui ceramah dan poster. Strategi pembelajaran yang digunakan belum melatih keterampilan hidup terkait KRR dan belum membelajarkan sikap reproduksi sehat. Kendala yang dihadapi sekolah dalam PKRR adalah menentukan strategi pembelajaran yang sesuai untuk melatih keterampilan hidup dan pembelajaran sikap, buku sumber, waktu, dan biaya. Sekolah sangat setuju dikembangkan dan disusunnya modul KRRBM untuk membelajarkan siswa tentang KRR
Sistem Reproduksi Manusia
e-Book ini disusun untuk memberikan pengalaman belajar kepada setiap pembaca dalam memberikan pendidikan kesehatan remaja
Genetika
Perkembangan rekayasa genetika dalam bidang kesehatan, pertanian, dan peternakan dalam beberapa dasawarsa terakhir ini telah mengalami kemajuan yang sungguh luar biasa. Berbagai jenis tanaman dan hewan yang memiliki keunggulan tertentu telah berhasil dibentuk. Demikian pula halnya dengan penemuan vaksin dan hormon melalui rekayasa genetika memberikan kemajuan yang sangat pesat dalam bidang kesehatan
Developing Problem-Based Module to Train Life Skills in The Field of Adolescent Reproduction Health
ANALISIS KEBUTUHAN UNTUK PENGEMBANGAN MODUL INKUIRI BERBASIS PERTANYAAN (MIBP) DI SMP
melakukan analisis kebutuhan untuk pengembangan dan penyusunan modul inkuri berbasis pertanyaan (MIBP). MIBP disusun untuk memfasilitasi pembelajaran sains agar dapat meningkatkan penguasaan konsep biologi, keterampilan proses sains, dan kemampuan berpikir siswa SMP. Pengembangan MIBP menggunakan model ADDIE. Prosedur pengembangan terdiri dari 5 tahap, yaitu 1) Menganalisis, 2) Mendisain, 3) Mengembangkan dan produksi, 4) Mengimplementasikan, dan 5) Mengevaluasi. Penelitian dilakukan dalam waktu 3 tahun. Pada tahun pertama ini dilakukan analisis kebutuhan dan mendisain MIBP. Subjek penelitian adalah guru IPA SMP Negeri dan Swasta di Kecamatan Buleleng. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, penyebaran angket, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan interpretatif. Dari hasil analisis diperoleh bahwa kurikulum yang digunakan di SMPN 1,SMPN 2, dan SMPN 4 adalah kurikulum 2013, sedangkan di SMP lainnya masih menggunakan kurikulum 2006. Kemampuan guru bertanya untuk meningkatkan keterampilan proses sains, penguasaan konsep, dan kemampuan berpikir belum optimal. Hal ini ditunjukkan dari jenis pertanyaan yang diajukan guru 85,8 persen bersifat konvergen, dan 14,2 persen bersifat divergen. Berdasarkan pertanyaan menurut Taksonomi Bloom, pertanyaan yang diajukan guru 74,4 persen pertanyaan ingatan, 22,6 persen pemahaman, 2,68 persen aplikasi, dan 0,32 persen analisis. Salah satu yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan guru adalah memfasilitasi pembelajarannya dengan MIBP. Dari karakteristik perkembangan kognitifnya, siswa SMP dapat dibelajarkan dengan strategi inkuiri, dan guru setuju dengan pengembangan MIBP.
Kata kunci: Kemampuan berpikir, keterampilan proses sains, Modul Inkuiri Berbasis Pertanyaan, penguasaan konsep
Pertanyaan, penguasaan konsep
Abstract
The purpose of this study was to analyze the need for the development and preparation of question-based inquiry module (QBIM). QBIM was designed conceiv to facilitate the learning of science in order to improve the students understanding of biological concept, science process skills, and the ability to think of junior high school students. The module development used ADDIE model. The procedure development consisted of 5 stages, namely 1) Analyze, 2) Design, 3) Develop and production, 4) Implement, and 5) Evaluate. The research carried out within 3 years. In the first year the need analysis and design QBIM were carried out. The subject of research were science teachers at goverment and private high schools in Buleleng District. Data were collected by interview, questionnaire, observation, and documentation. Data analysis was performed descriptively and interpretatively. From the analysis it was found that the curriculum used at junior high school 1, 2, and 4 is curriculum 2013, while in the other junior high school the curriculum in use is still curriculum 2006. The ability of teachers to question ask to improve science process skills, mastery of concepts, and the ability to think is not yet optimal. It is shown from the type of questions teachers performed that is convergent 85.8 percent, and 14.2 percent divergence. Based on the questions according to Bloom's Taxonomy, questions that should be proposed by teachers 74.4 percent retention, 22.6 percent understanding, 2.68 percent application, and 0.32 percent analysis. One think that can be done to improve the ability of the teacher is to facilitate learning by QBIM. From the characteristics of cognitive development , junior high school students can be taught with the strategy of inquiry, and the teachers agree with QBIM development.
Keywords: Ability to think, mastery of concepts, Questions-based Inquiry Module, science process skills
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN IPA SD BERBASIS EKSPERIMEN BAGI GURU GURU SD GUGUS VIII KECAMATAN KUBUTAMBAHAN
Guru-guru Sekolah Dasar (SD) sekolah mitra, yang tergabung dalam gugus VIII Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng yang terdiri dari lima SD, yaitu: SD 1 Pakisan 1, SD 2 Kelandis, SD 3 Pakisan 3, SD 4 Pakisan 2 dan SD 5 Mengandang mengalami permasalahan dalam pembelajaran IPA berbasis eksperimen sesuai dengan tuntutan stándar proses dan kurikulum. Berdasarkan hasil refleksi dan kajian mendalam terhadap permasalahan dan akar permasalahan bersama dengan guru mitra dan kepala sekolah, maka disepakati pemecahan masalah berupa kegiatan pelatihan dengan tujuan: (1) mengembangkan media pembelajaran IPA berbasis eksperimen yang dilengkapi perangkat pembelajaran seperti Lembar Kerja Siswa (LKS), pembuatan media pembelajan dan pedoman cara menggunakan media pembelajaran IPA SD yang dibuat, (2) meningkatkan keterampilan guru membuat media IPA berbasis eksperimen dan mengimplementasikannyadalam pembelajaran IPA. Target luaran pada kegiatan ini adalah: (1) Perangkat pendukung pembelajaran (RPP dan LKS) yang dilengkapi dengan media pembelajaran IPA SD berbasis eksperimen serta pedomannya untuk mendukung pembelajaran IPA SD, (3) Artikel pengembangan media pembelajaran IPA berbasis eksperimen.Untuk mencapai tujuan dan target tersebut, pendekatan yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan. Kegiatan pelatihan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru mitra dalam merancang dan membuat media pembelajaran IPA SD berbasis eksperimen. Kegiatan pendampingan dilakukan untuk membantu guru menyelesaikan produk yang menjadi target kegiatan ini dan dapat mengimplementasikannya di kelas. Kegiatan pelatihan dan pendampingan dilakukan secara bertahap dan terintegrasi.Produkutama dari kegiatan P2M ini adalah media pembelajaran IPA SD berupa LKS eksperimen sederhana berbasis pertanyaan. Hasil evaluasi pelaksanaan P2M ini menunjukkan bahwa P2M ini bermanfaat untuk menunjang proses pembelajaran IPA di SD.</jats:p
ANALISIS KEBUTUHAN UNTUK PENGEMBANGAN MODUL INKUIRI BERBASIS PERTANYAAN (MIBP) DI SMP
melakukan analisis kebutuhan untuk pengembangan dan penyusunan modul inkuri berbasis pertanyaan (MIBP). MIBP disusun untuk memfasilitasi pembelajaran sains agar dapat meningkatkan penguasaan konsep biologi, keterampilan proses sains, dan kemampuan berpikir siswa SMP. Pengembangan MIBP menggunakan model ADDIE. Prosedur pengembangan terdiri dari 5 tahap, yaitu 1) Menganalisis, 2) Mendisain, 3) Mengembangkan dan produksi, 4) Mengimplementasikan, dan 5) Mengevaluasi. Penelitian dilakukan dalam waktu 3 tahun. Pada tahun pertama ini dilakukan analisis kebutuhan dan mendisain MIBP. Subjek penelitian adalah guru IPA SMP Negeri dan Swasta di Kecamatan Buleleng. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, penyebaran angket, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan interpretatif. Dari hasil analisis diperoleh bahwa kurikulum yang digunakan di SMPN 1,SMPN 2, dan SMPN 4 adalah kurikulum 2013, sedangkan di SMP lainnya masih menggunakan kurikulum 2006. Kemampuan guru bertanya untuk meningkatkan keterampilan proses sains, penguasaan konsep, dan kemampuan berpikir belum optimal. Hal ini ditunjukkan dari jenis pertanyaan yang diajukan guru 85,8 persen bersifat konvergen, dan 14,2 persen bersifat divergen. Berdasarkan pertanyaan menurut Taksonomi Bloom, pertanyaan yang diajukan guru 74,4 persen pertanyaan ingatan, 22,6 persen pemahaman, 2,68 persen aplikasi, dan 0,32 persen analisis. Salah satu yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan guru adalah memfasilitasi pembelajarannya dengan MIBP. Dari karakteristik perkembangan kognitifnya, siswa SMP dapat dibelajarkan dengan strategi inkuiri, dan guru setuju dengan pengembangan MIBP.
Kata kunci: Kemampuan berpikir, keterampilan proses sains, Modul Inkuiri Berbasis Pertanyaan, penguasaan konsep

Pertanyaan, penguasaan konsep
Abstract
The purpose of this study was to analyze the need for the development and preparation of question-based inquiry module (QBIM). QBIM was designed conceiv to facilitate the learning of science in order to improve the students understanding of biological concept, science process skills, and the ability to think of junior high school students. The module development used ADDIE model. The procedure development consisted of 5 stages, namely 1) Analyze, 2) Design, 3) Develop and production, 4) Implement, and 5) Evaluate. The research carried out within 3 years. In the first year the need analysis and design QBIM were carried out. The subject of research were science teachers at goverment and private high schools in Buleleng District. Data were collected by interview, questionnaire, observation, and documentation. Data analysis was performed descriptively and interpretatively. From the analysis it was found that the curriculum used at junior high school 1, 2, and 4 is curriculum 2013, while in the other junior high school the curriculum in use is still curriculum 2006. The ability of teachers to question ask to improve science process skills, mastery of concepts, and the ability to think is not yet optimal. It is shown from the type of questions teachers performed that is convergent 85.8 percent, and 14.2 percent divergence. Based on the questions according to Bloom's Taxonomy, questions that should be proposed by teachers 74.4 percent retention, 22.6 percent understanding, 2.68 percent application, and 0.32 percent analysis. One think that can be done to improve the ability of the teacher is to facilitate learning by QBIM. From the characteristics of cognitive development , junior high school students can be taught with the strategy of inquiry, and the teachers agree with QBIM development.
Keywords: Ability to think, mastery of concepts, Questions-based Inquiry Module, science process skills.</jats:p
- …
