1,720,988 research outputs found
MODEL KOMPUTASI TERHADAP PERUBAHAN GARIS PANTAI DAN SEDIMENTASI DI PESISIR PANTAI MARANGKAYU KALIMANTAN TIMUR
Garis pantai mengalami perubahan dari waktu ke waktu yang disebabkan oleh aktivitas gelombang, angin, pasang surut dan arus serta terbentuknya sedimentasi daerah delta sungai. Faktor dinamik seperti pergerakan arus, angin dan pasang surut merupakan variabel yang sangat dominan terhadap perubahan garis pantai yang dapat menyebabkan erosi, pengendapan sedimen dan pembentukan daerah delta di muara sungai. Model komputasi merupakan salah satu metode yang dapat memberikan penjelasan dan gambaran terhadap perubahan tersebut. Penyelesain model komputasi terhadap variabel pergerakan arus dengan menggunakan model hidrodimaka yaitu pada persamaan kontinuitas, pergerakan sedimen dengan menggunakan persamaan momentum, transpor sedimen, persamaan erosi dan deposisi sedimen. Selain itu faktor pasang surut juga sangat berpengaruh pada perubahan garis pantai. Dari model komputasi yang dikembangkan dari variabel-variabel tersebut di atas maka diperoleh pergerakan arus laut dan proses sedimentasi pada pesisir marangkayu umumnya dominan bergerak dari arah utara ke selatan pesisir pantai dengan laju arus antara 0,23 – 0,55 m/dt dengan energi gelombang yang ditimbulkannya sebesar 0,51-0,77 J/m2. Kondisi ini menyebabkan terjadinya akresi sedimen garis pantai dengan kecepatan yang bervariasi pada setiap titik garis pantai yang berkisar antara 0,45 – 2,75 m/tahun
Pemodelan Inversi Pada Suvei Magnetik Dalam Menentukan Clinker
Clinker adalah batuan (lempung) yang terbakar. Pembakaran lempung tersebut diakibatkan oleh terbakarnya batu bara spontan. Lempung yang terbakar ini mengalami perubahan suhu dari yang tinggi kemudian secara perlahan-lahan menurun sehingga suhunya normal kembali. Akibat proses ini maka sifat magnetik dari batuan yang terbakar ini (clinker) mengalami perubahan. Sifat magnetik clinker ini biasanya sampai 6000 kali lebih besar dari batuan asalnya. Survei magnetik yang menggunakan proton magnetometer model G-856 Geometris berfungsi untuk mendeteksi variasi medan magnetik lokal yang dilakukan dalam areal pertambangan PT. Berau Coal dengan tujuan untuk mengetahui kandungan clinker pada areal tersebut. Pengukuran dilakukan dengan membuat titik-titik observasi pada setiap lintasan dengan jarak antar titik 10 meter dan 20 meter tiap lintasan. Penyimpangan intensitas total magnetik secara signifikan pada setiap lintasan pengukuran memperlihatkan bahwa hal tersebut adalah batas dari sisi clinker. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software Gravmag 2-D Tamania dan penggunaan program inverse 3-D. Pada survai magnetik ini diketahui bahwa penyimpangan intensitas total anomaly magnetik pada cliker berkisar pada ratusan nanotesla (nT) dibanding batuan asalnya. Dari survai ini juga disimpulkan bahwa metode magnetik sangat efektif dan ekonomis dalam melakukan survai clincer
Sistem Informasi Akademik Berbasis Web SMP Negeri 4 Samarinda
Sistem Informasi Akademik Berbasis Web pada SMP Negeri 4 Samarinda merupakan suatu sistem yang memberikan informasi laporan keaktifan siswa secara online yang berupa laporan nilai serta laporan absensi siswa yang bersangkutan dengan berbasiskan web, sehingga membantu kecepatan dan kualitas dalam penyampaian informasi. Selain itu dengan berbasiskan web maka informasi data dapat diakses dengan waktu dan tempat yang tidak ditentukan. Pada sistem ini, menu hanya dapat diakses oleh user tertentu yaitu siswa, pengajar dan administrator. Pada hasil penelitian ini telah dikembangkan sebuah Sistem Informasi Akademik Berbasis Web dengan studi kasus pada SMP Negeri 4 Samarinda. Dimana dalam membangun sistem ini digunakan alat bantu pengembangan sistem yaitu Data Flow Diagram (DFD), Context Diagram, Entity Relationship Diagram (ERD) dan Flowchart serta dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan HTML dan MySQL sebagai databasenya
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
Sistem Informasi Penyewaan Dan Penjualan Pada Darmo Music Studio
Kebutuhan akan suatu sistem informasi mencangkup hampir di segala ruang lingkup kehidupan tidak terkecuali dalam industry Penyewaan Studio Musik. Setiap industri, instansi, organisasi maupun individu sangat membutuhkan informasi yang akurat, cepat, dan relevan. Darmo Music Studio (DMS) adalah salah satu usaha jasa yang bergerak dalam sektor penyewaan studio musik dan penjualan alat musik yang berada di kota Samarinda. Darmo Music Studio (DMS) berdiri pada tahun 2006. Tujuan dibuat sistem penjualan ini adalah agar penyewaan dan penjualan dapat dilakukan secara Realtime dengan memanfaatkan jaringan internet. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi yang dilakukan dengan mendatangi langsung Darmo Music Studio. Metode perancangan Sistem ini dibuat dengan metode waterfall, CD (Context Diagram), DFD (Data Flow Diagram) dan ERD (Entity Relationship Diagram) dengan menggunakan HTML dan framework Laravel yang merupakan framework berbasis PHP. Hasil dari penelitian ini adalah berupa Sistem Informasi penyewaan dan penjualan berbasis Web
- …
