3 research outputs found

    Hubungan antara Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Efikasi Diri Terhadap Stres dalam Menyusun Skripsi pada Mahasiswa Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Satika, Dea. 2013. Hubungan antara Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Efikasi Diri Terhadap Stres dalam Menyusun Skripsi pada Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Anies Syafitri S.Psi, M.Psi Psikolog,  (II) Diantini Ida Viatrie S.Psi, M.Si.   Kata Kunci: dukungan sosial teman sebaya, efikasi diri, stres dalam menyusun skripsi, mahasiswa.   Stres dalam menyusun skripsi adalah suatu tanggapan fisiologis maupun psikologis individu terhadap lingkungan yang menimbulkan persepsi ketakutan sehingga mengganggu fungsi emosi, proses berpikir, dan kondisi fisik yang merupakan akibat dari ketidakmampuan dalam menghadapi skripsi. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, di antaranya adalah dukungan sosial teman sebaya dan efikasi diri. Dukungan sosial teman sebaya adalah perhatian yang diberikan oleh teman sebaya yang berupa informasi atau nasehat verbal maupun non verbal, bantuan emosional, instrumental, dan finansial yang memberikan efek perilaku bagi pihak penerima. Efikasi diri adalah keyakinan diri individu terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan tugas secara efektif sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat dukungan sosial teman sebaya pada mahasiswa, (2) mengetahui tingkat efikasi diri pada mahasiswa, (3) mengetahui tingkat stres dalam menyusun skripsi pada mahasiswa, (4) mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan stres mahasiswa dalam menyusun skripsi, (5) mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan stres mahasiswa dalam menyusun skripsi, (6) mengetahui hubungan antara dukungan dukungan sosial teman sebaya dan efikasi diri terhadap stres mahasiswa dalam menyusun skripsi. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan incidental sampling. Subjek penelitian berjumlah 50 mahasiswa yang berusia 20-24 tahun. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala dukungan sosial teman sebaya, skala efikasi diri, dan skala stres dalam menyusun skripsi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi Product Moment dan teknik analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan (1) dukungan sosial teman sebaya pada mahasiswa berada pada kategori tinggi (50%), (2) efikasi diri pada mahasiswa berada pada kategori tinggi (56%), (3) stres dalam menyusun skripsi pada mahasiswa berada pada kategori rendah (42%), (4) ada hubungan negatif antara dukungan sosial teman sebaya dengan stres dalam menyusun skripsi, (5) ada hubungan negatif antara efikasi diri dengan stres dalam menyusun skripsi, dan (6) ada hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dan efikasi diri terhadap stres dalam menyusun skripsi. Disarankan (1) bagi mahasiswa hendaknya mempertahankan dukungan sosial teman sebaya dan efikasi diri yang dimiliki agar terhindar dari stres, (2) bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk menambah jumlah subjek dan memperhatikan faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap stres dalam menyusun skripsi

    The Concept of Modern Human Beings in the View of Erich Fromm: Love: Summary

    No full text
    Mairita Satika continues her discussion of Fromm by focusing on the theme of love in her article “The Concept of Modern Human Beings in the View of Erich Fromm: Love”. She looks at Fromm’s view of the duality of human nature, focusing on the solutions that the author proposes, which would also be useful for the modern man: how to recognise, develop and experience productive character orientations, how to overcome difference and achieve unity. The article describes forms of love and pseudo-love, it also discusses Fromm’s practice of the art of love in comparison with mindfulness practices. Fromm is convinced that love is an attitude, an orientation of character, the conscious living of which makes it possible to experience unity and connection with oneself, with the object of love, and simultaneously with the world as a whole. He describes the most common forms of love as: maternal, fraternal and erotic love. In order to grasp the variety of possible models of child-parent relationships, Fromm also discusses forms of neurotic love that have a negative impact on a child’s personality development and, consequently, on their future relationships, such as a boy’s attachment to his mother in a manner that is inappropriate for his age or an exaggerated attachment to his father. Erotic love can also be inadequate – impulsive indulgence in experience of “falling in love”, superficiality of the relationship, deliberate unwillingness to get to know the partner, which inevitably contributes to transience of the experience. Elmo-love and sentimental love are forms of pseudo-love rooted in immature personality’s perception of the world. Fromm sees God’s love as a special form of love. Beyond the pleasant states that mindfulness practice can foster, the most valuable benefit is the transformed character qualities that have a significant and beneficial impact on our daily lives – the relationship with ourselves and others. Spontaneous realisation of one’s true self enables one to experience oneness with the world, which is expressed in oneness with other people, with nature and also with oneself. Love and work, on the other hand, are an essential part of spontaneity. Mature love, which strives for unity without losing the individuality of the parties involved, and work as a creative process through which unity is experienced.Mairita Satika rakstā “Mūsdienu cilvēks Ēriha Fromma skatījumā: mīlestība” pievēršas mīlestības tēmai. Viņa aplūko Ēriha Fromma skatījumu uz cilvēka dabas dualitāti, pievēršot uzmanību autora piedāvātajiem risinājumiem, kuri būtu noderīgi arī mūsdienu cilvēkam, – kā atpazīt, attīstīt un piedzīvot produktīvas rakstura orientācijas, kā pārvarēt atšķirtību un sasniegt vienotību. Rakstā tiek pētītas mīlestības formas un pseidomīlestības izpausmes, kā arī raksturota Fromma mīlestības mākslas prakse, salīdzinot ar apzinātības praksēm

    Modifikasi Suhu, Waktu, dan Jumlah Ekstraksi dalam Proses Purifikasi Glukomanan dari Tepung Porang (Amorphopallus muelleri Blume)

    No full text
    Umbi porang (Amorphophallus muelleri Blume) merupakan salah satu umbi di Indonesia yang mengandung glukomanan tinggi. Tepung porang mengandung glukomanan sebesar 43,98% dan setelah dimurnikan kadarnya meningkat menjadi 80%. Glukomanan dimanfaatkan sebagai bahan baku industri seperti food stabilizer, gelling agent dan suplemen. Penelitian mengenai purifikasi glukomanan umumnya berasal dari umbi konjac (Amorophophallus Konjac), sedangkan penelitian dari umbi porang masih belum optimal serta menghasilkan kualitas dibawah standar glukomanan komersil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari proses yang paling optimal dalam purifikasi glukomanan porang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Box-Behnken Design dengan faktor suhu proses pembuatan larutan tepung porang (25oC - 75oC), lama waktu pembuatan larutan porang (15 menit - 45 menit), serta proses ekstraksi glukomanan (1kali - 3 kali). Respon yang diamati adalah rendemen (%), viskositas (cps). Hasil optimasi dengan RSM menujukkan bahwa kondisi optimum adalah suhu 53,640C selama 34,38 menit pada proses pembuatan larutan tepung porang, dan proses ekstraksi sebanyak 2 kali dengan hasil rendemen sebesar 73,09% dan viskositas 28.089cps dan menunjukkan perbedaan yang tidak nyata antara prediksi dan verifikasi pada α=0,05. Glukomanan porang hasil optimasi dan verifikasi kemudian dilakukan karakterisasi sifat fisiokimia serta dibandingkan dengan glukomanan komersil. Berdasarkan analisa paired T-test, glukomanan porang tidak berbeda signifikan (α=0.05) pada kadar glukomanan 85,39%, kadar kalsium oksalat 0,15%, kadar lemak 0,35%, kadar air 9,97%, dan viskositas 28.917cps. Namun berbeda signifikan (α=0.05) pada uji solubility 89,15%, kadar protein 1,52%, kadar abu 0,71%, kecerahan warna 72,26 α=0,05 dengan glukomanan komersil. Keseluruhan hasil uji masih sesuai dengan standart. Uji morfologi SEM pada glukomanan porang tidak terlihat jarum oksalat, distribusi partikel 90% memiliki diameter 161,85 μm serta hasil uji XRD dan DSC menunjukkan struktur amorph glukomanan
    corecore