5 research outputs found

    Pengembangan Sumber Belajar Matakuliah Sistem Cerdas Pada Metode Searching Untuk Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Rifandi, Davis. 2017. Pengembangan Sumber Belajar Mata Kuliah Sistem Cerdas pada Metode Searching untuk Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Eng. Anik Nur Handayani, S.T., M.T.;(2) Heru Wahyu Herwanto, S.T.,M.Kom.   Kata Kunci: Sumber Belajar, Sistem Cerdas, Metode Searching   Sistem Cerdas merupakan matakuliah wajib di Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang.Pada mata kuliah ini, mahasiswa dituntut untuk memahami dan mempelajari tentang kecerdasan buatan dan aplikasinya. Berdasarkan hasil wawancara dengan dosen pengampu mata kuliah tersebut, belum ada sumber belajar yang membantu proses pembelajaran pada metode searching. Hal ini berpengaruh kepada kemampuan mahasiswa untuk memahami materi tersebut. Sumber belajar yang dikembangkan sebagai pelengkap bahan pembelajaran yang sudah ada, untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa pada matakuliah sistem cerdas pada metode searching, khususnya di program studi S1 Pendidikan Teknik Elektro. Prosedur penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Sugiyono. Adapun langkah-langkahpenelitian dan pengembangan sebagaiberikut : (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk,  (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, (10) produksi masal. Dalam penelitian sumber belajar metode searching fokus terhadap pengembangan produk dan menguji kelayakan produk yang dikembangkan. Hasil dari pengembangan sumber belajar metode searching yaitu berupa sumber belajar matakuliah sistem cerdas pada metode searching yang telah dikembangkan dan divalidasi oleh dua ahli mendapat persentase 97,41% dan 96,21%, sertauji coba produk 89%, dan uji coba pemakaian 93%. Kesimpulan dari hasil validasi dan uji coba menyatakan: 1) modul dan jobsheet layak sehingga dapat digunakan sebagai sumber belajar dalam membantu proses pembelajaran matakuliah sistem cerdas pada metode searching, 2) pencapaian hasil uji coba menggunakan instrumen validasi dengan persentase 75,1%-100%  menyatakanbahwa modul yang dikembangkan “sangat layak”. Sehingga sumber belajar matakuliah sistem cerdas pada metode searching layak untuk pembelajaran mahasiswa di Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang.meningkatakan kompetensi menggambar mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro Universutas Negeri Malang

    The Development Of Makyong Acting Training Method For Environment Of Traditional Theater Courses

    Get PDF
    This study aims to develop a Makyong acting training method based on the Malay tradition for enrichment in the North Sumatra Traditional Theater course at the UNIMED Performing Arts Study Program. In particular, this study aims to: (1) be able to interpret Malay advice as spiritual values; (2) identifying Malay dance techniques to prepare for body movements; (3) Identifying the Malay pantun tradition as the improvisational power of makyong actors. This study was designed with a research and development approach. This research was followed up by developing methods and applying methods in training and performances. In analyzing the data the author uses qualitative analysis techniques. As a reference in preparing the training model, the author uses the folklore approach, actor dramaturgical theory from Eugenio Barba and Asrul Sani\u27s postcolonial acting approach as a reference in developing acting training methods

    Jam Dinding yang Berdengkang

    Get PDF
    Jam Dinding yang Berdengkang is a theatrical performance inspired by the drama Jam Dinding yang Berdetak by Nano Riantiarno. In writing this play, the writer applies a spin-off pattern so that the characters in the Jam Dinding yang Berdengkang are still the same characters with different points of view and problems. In creating the show Jam Dinding yang Berdengkang the author conducted research related to the problems in the show, namely the condition of poverty in Medan City. The creation of this show uses a qualitative approach in collecting data . ABSTRAKJam Dinding yang Berdengkang merupakan pertunjukan teater yang terinspirasi dari drama Jam Dinding yang Berdetak karya Nano Riantiarno. Dalam penulisan drama ini, penulis menerapkan pola spin-off sehingga karakter yang terdapat dalam Jam Dinding yang Berdengkang tetap tokoh yang sama dengan sudut pandang dan permasalahan yang berbeda. Dalam penciptaan pertunjukan Jam Dinding yang Berdengkang penulis melakukan penelitian terkait dengan permasalahan dalam pertunjukan yaitu kondisi kemiskinan di Kota Medan. Penciptaan pertunjukan ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam mengumpulkan data terkait tema pertunjukan dan metode planting dalam proses penciptaan

    Gabe Halak Batak; Batak Toba Ethnic Bodiedness Traditions as a Reference for Actor Training

    Get PDF
    Gabe Halak Batak is a term that was born from research on the bodiedness traditions of the Batak Toba people which means "Being a Batak Person". This research was conducted to take advantage of the bodiedness traditions of the Batak Toba Ethnic Community, one of which is Tortor. The author\u27s interest in the tortor is because there are basic techniques in the tortor which are named metaphorically and through this naming can be an \u27entrance\u27 for actors in the process of exploring their physiology. In this study, the authors implemented it for actors from the Aka Bodi Theatre group in Medan who came from three different ethnicities. This study uses ethnographic and autoethnographic approaches in collecting data and interrogating the process of physiological exploration applied to acting training at the Aka Bodi Theatre. The results obtained are that each actor who participates in the training process experiences a variety of sensitivities related to the Batak Toba ethnic culture and has visual references regarding the creation of actions in the training

    EARLY DETECTION OF CHILDREN WITH SPECIAL NEEDS AND ADAPTIVE LEARNING DESIGN PROGRAM ON EARLY CHILDHOOD EDUCATION

    Get PDF
    Abstrak: Realitas guru kerap kali dihadapkan dengan permasalahan anak yang tidak mampu mengikuti proses belajar mengajar dengan baik, adanya anak dengan gangguan inatensi dan hiperaktivitas, anak yang sangat dependen dengan guru, agresi/berperilaku impulsif hingga kondisi anak dengan lamban belajar, sulit mengikuti pembelajaran calistung dasar dan lain sejenisnya berimplikasi pada bertambahnya beban guru dalam mendidik anak-anak usia dini di sekolah. Minimnya sumber rujukan, informasi dan edukasi tentang perhatian terhadap sekelompok minoritas anak tersebut tidak jarang melahirkan stigma/label yang mengurangi konsep diri anak di masa depan. Anak kemudian di cap dengan ciri atau sebutan tertentu hanya karena paradigma yang keliru terhadap kebutuhan khusus anak. Bertolak dari gambaran permasalahan di atas, penulis berinisiatif untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan lembaga mitra sekolah TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) sekota Banjarmasin dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis tentang dunia pendidikan inklusi sebagai sebuah realitas yang semua guru tidak dapat lari darinya. Guru diorientasikan agar memiliki sikap yang positif terhadap keberadaan anak usia dini berkebutuhan khusus. Kegiatan ini akan mengajak 34 orang guru untuk belajar tentang materi pendidikan inklusi dengan metode sharing session, forum discussion group, refleksi dan evaluasi lingkungan belajar guna memetakan persoalan anak dengan indikasi kebutuhan khusus hingga tindakan investigasi dalam menyusun perencanaan pembelajaran yang tepat. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa guru memperoleh insight yang inklusif, adanya perubahan perilaku negatif ke arah yang lebih baik dalam merangkul, menerima dan melayani anak dengan kebutuhan khusus yang tersebar di sekolah masing-masing. Keberhasilan kegiatan diukur melalui tracing knowledge peserta sebelum dan sesudah kegiatan yang meningkat dari angka 65% menjadi 95 persen.Abstract: The reality of teachers often faced with the issues of students that unable to participate proficiently in learning process. There are students with attention deficit and hyperactivity disorder, highly dependent on a teacher, aggression or impulsive behavior, slow learner and other similar challenges. These issues result to increase a burden on teachers in educate early children at schools. The lack of references, information, and education about preference to these minority groups are often leads to stigmatization and labels that devaluate of children self-concept in the future. Children are sometimes labeled or identified based on misconceptions about their special needs. Based on the previous issues, the author took the initiative to engage in community services collaboration with Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) kindergarten in Banjarmasin with a purpose to improve critical thinking skill and a positive attitude that every teacher could not escape. As a result found that teachers gained inclusive insights and experienced a positive changes in behavior of embracing, accepting, and serving children with special needs through their schools. This activity will invite 34 teachers to learn about inclusive education within sharing sessions, forum discussion groups, reflection, and evaluation of learning environment. The aim is to map the issues faced by children with special needs and take investigative actions in developing appropriate lesson plans that measure through tracing knowledge participants before and after which increased from 65% to 95% succeed
    corecore