245 research outputs found
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA SETTING KOOPERATIF BERDASARKAN TEOREMA BELAJAR BRUNER PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 1 BULUKUMBA
HASMIATI
SURADI TAHMIR
AWI DASSA
Abstract
The study aims producing Mathematics learning package of cooperative setting based on Bruner’s learning theorem on Circle learning material which is valid, practical and effective.
The Study is development research which focuses on the development of Mathematics learning package of cooperative setting based oj Bruner’s learning theorem on Circle learning material. The learning package which is produced in the study is a textbook, workbook, lesson plan, and the result of learning test on Circle material that the basic competence is to identify the element, circumference, and area of a circle. When developing the learning package, the instrument related to the learning package is also developed. The development model used in the study refers to Thiangarajan or 4-D model which consists of definition phase, design phase, development phase, and disseminaton phase.
The learning package produced in the study was valited by two experts that the evaluation was in the category of extremely valid, and could be used with minor revision. The tryout was conducted once in grade VIII2 at SMPN 1 Bulukumba. The result obtained from the tryout: (1) Mathematics learning package of cooperative setting based on Bruner’s learning theorem is practical; however, some suggestion are given from the observers to improve the practicality of the learning package, (2) Mathematics learning package of cooperative setting based on Bruner’s learning theorem on Circle learning material is already effective because it has met 3 out of 4 indicators of effectivieness, namely the classical mastery of the result of learning is in high category, and students’s response is in positive category. The conclusion of the study mathematics learning package of cooperative setting based on Bruner’s learning theorem on Chircle learning material has fulfilled the criteria of valid, practical, and effective
Meningkatkan kualitas pembelajaran matematika melalui penerapan pembelajaran kooperatif berbasis humanistik pada siswa kelas X Sains SMA YP-PGRI 2 Makassar
RUSLAN
AWI DASSA
ABDUL HAKIM JUNAID
ABSTRAK
Peningkatan kualitas pendidikan tidak lepas dari upaya peningkatan kualitas proses dan hasil pembelajaran peserta didik sehingga dapat berguna bagi bangsa dan negara ini. Berdasarkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui kualitas proses dan hasil pembelajaran matematika dengan menggunakan pembelajaran kooperatif berbasis humanistik pada siswa kelas X Sains SMA YP-PGRI 2 Makassar (2) Meningkatkan kualitas pembelajaran matematika melalui penerapan pembelajaran kooperatif berbasis humanistik pada siswa kelas X Sains SMA YP-PGRI 2 Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan secara bersiklus. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah (1) Lembar observasi (2) Tes hasil belajar (3) agenda harian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Pembelajaran matematika dengan penerapan model pembelajaran kooperatif berbasis humanistik pada siswa kelas X Sains SMA YP-PGRI 2 Makassar dari segi proses 100 % berhasil dan berkualitas sedangkan dari segi hasil 100% berhasil berdasarkan lembar pengamatan siswa yang dilakukan oleh observer (2) Pembelajaran matematika dengan penerapan model pembelajaran kooperatif berbasis humanistik pada pokok bahasan peluang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dengan rata-rata 86,33 dan ketuntasan klasikal 96,67%.
Kata Kunci:kualitas pembelajaran, pembelajaran humanistik, peningkatan kualita
Edith Blades - Winning the AWI $50 Scholarship
Handwritten Note - Speech - Mrs. Elizabeth L. Short to Edith Blades of Round Hill Women's Institute, on winning the AWI $50 Scholarship at the Vermillion School of Agriculture (2 pages)AWI Collectio
AWI - Plate Competition Design Contributors - 2
Notes - A list of entries in the plate competition. Page 2Alberta Women's Institutes; AWI Collectio
AWI - Plate Competition Design Contributors - 1
Notes - A list of entries in the plate competition. Page 1Alberta Women's Institutes; AWI Collectio
AWI Council June 1969-1971
Magazine Article - Western Producer photo. Alberta Women's Institute Council June 1969-1971.AWI Collection— Western Producer photo
A sudden thunder storm interrupted this photography session but it
would take more than a prairie wind to disturb anything but the hair
of this group of 1969- 71 AWI officers. Left to right*, front row, Mrs.
Chester Oxtoby, Olds, re- elected secretary; Mrs. C. L. Alexander, Cayley,
starting her first term as president; Mrs. J. T. Morrisroe, Red Deer,,
vice- president; Mrs. G. A. McMillan, Edmonton, re- elected treasurer.
Back row, district directors Mrs. H. Tattrie, Brownvale, No. 1; Mrs.
Harold Hillaby, Camrose, No. 3; Mrs. Harold Lefsrud, Viking, No. 2;
Mrs. J. Holland, Lethbridge, No; 4. Mj2; J) aveSiIyer, Huxley^ No. 5, had
to leave early for her sonj pending: ^
AWI Members attending at the Alberta Provincial Legislature for the Ministerial Statement
Photograph - Members attending at the Alberta Provincial Legislature for the Ministerial Statement by Hon. Mr. Ed. Stelmach, February 18th, 1999.AWI Collectio
Pemecahan Masalah Matematika
Masalah matematika
adalah soal matematika tidak rutin atau belum pernah secara
eksplisit dipelajari dalam kelas dan memerlukan serangkaian
aturan atau penggabungan beberapa aturan yang digunakan
untuk memecahkan soal tersebut. Aturan-aturan yang
dirangkai/digabungkan itu telah dipelajari di kelas oleh siswa
yang bersangkutan. Sedangkan Pemecahan yang dibatasi pada
pemecahan masalah matematika adalah proses yang
dilakukan oleh siswa dalam memecahkan suatu masalah
matematika berdasarkan empat langkah Polya yaitu: (a)
memahami masalah (understand the problem), (b)
merencanakan pemecahan (devise a plan), (c) melaksanakan
rencana pemecahan (carry out the plan), dan (d) mengevaluasi
hasil pemecahan (look back)
Scaffolding Metakognitif
Scaffolding adalah pemberian
bantuan kepada siswa sesuai dengan tingkat kebutuhan siswa
untuk mengatasi hambatan yang dialami, namun bantuan itu
dikurangi atau dihentikan manakala siswa sudah mulai atau
sudah mampu melanjutkan tugas yang dikerjakan secara
mandiri. Sedangkan Metakognisi adalah berpikir tentang
berpikir (thinking about thinking) atau belajar bagaimana
belajar (learn how to learn) yang meliputi pengetahuan dan
kesadaran peserta didik dalam merancang (planning),
memantau (monitoring), dan mengevaluasi (evaluating)
proses dan hasil berpikirnya. Dengan rangkaian kedua kata
tersebut, maka Scaffolding metakognitif adalah scaffolding
yang diberikan oleh guru dalam rangka membantu peserta
didik melibatkan metakognisinya terhadap proses dan hasil
berpikirnya
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Himpunan Berbasis Quantum pada Siswa Kelas VII SMPIT Albiruni Makassar. (Dibimbing oleh Suradi Tahmir dan Awi Dassa).
ABSTRAK
Mansyur. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Himpunan Berbasis Quantum pada Siswa Kelas VII SMPIT Albiruni Makassar. (Dibimbing oleh Suradi Tahmir dan Awi Dassa).
Pembelajaran matematika tidak hanya berorientasi pada materi ajar, tetapi berorientasi pada kompetensi siswa yang meliputi penguasaan bahan ajar, aktivitas siswa dan respon siswa dalam proses pembelajaran tersebut. Artinya siswa dapat menjadi subjek belajar yang aktif dalam membangun atau mengkonstruksi sendiri ataupun berkelompok terhadap materi himpunan yang dipelajari. Walaupun dalam hal ini ada beberapa perangkat pembelajaran sebelumnya yang digunakan oleh guru seperti buku cetak siswa dan rencana pelaksanaan pembelajaran, namun terkadang siswa masih belum mampu membedakan atau mengoperasikan dengan jelas yang mana yang merupakan irisan, gabungan, selisih dan komplement. Terlebih lagi Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Albiruni merupakan sekolah full day yang proses pembelajarannya berlangsung cukup lama sehingga membutuhkan perangkat pembelajaran yang bagus untuk mendukung proses pembelajaran tersebut. Oleh sebab itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan perangkat pembelajaran himpunan yang berbasis quantum dalam matematika yang valid, praktis dan efektif.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (developmental research). Untuk mengembangkan perangkat pembelajaran himpunan berbasis quantum yang valid, praktis, dan efektif. Perangkat pembelajaran yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kegiatan Siswa (LKS), Buku teks pelajaran, dan Tes Hasil Belajar (THB). Proses pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model 4-D dari Thiagarajan yang terdiri dari 4 tahapan yaitu: (1) tahap pendefinisian, (2) tahap perancangan, (3) tahap pengembangan, (4) tahap penyebaran. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan divalidasi oleh dua orang ahli dengan nilai rata-rata keseluruhan dari tiap aspek perangkat pembelajaran himpunan berbasis quantum yang dihasilkan (buku teks pelajaran, rencana pelaksanaan pembelajaran, lembar kegiatan siswa dan tes hasil belajar) dinyatakan valid dan layak untuk diujicobakan. Uji coba dilakukan pada Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Albiruni Makassar dengan jumlah siswa sebanyak 26 orang. Dari hasil analisis keterlaksanaan perangkat menunjukkan bahwa keterlaksanaan perangkat pembelajaran himpunan berbasis quantum memenuhi kriteria praktis dan berada pada kategori sangat baik. Serta memenuhi kriteria efektif yaitu diperoleh respon siswa positif terhadap pembelajaran, aktifitas siswa berada pada kategori sangat aktif dan hasil belajar telah tuntas secara klasikal (84,7% siswa yang memperoleh nilai di atas 75 dari nilai ideal 100). Dengan demikian, perangkat pembelajaran himpunan berbasis quantum telah valid, praktis dan efektif
- …
