1,720,956 research outputs found
PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA DALAM MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK TAMAMI DESA KERATON KABUPATEN CIREBON
Darniah : Pengelolaan Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan
Perkembangan motorik Anak di TK Tamami Desa Keraton
Kabupaten Cirebon
Pengelolaan sarana dan prasarana merupakan proses kegiatan perencanaan,
penginventarisasian, pengadaan, penyimpanan, penggunaan, pengawasan dan
pertanggungjawaban dengan semua peralatan atau bahan pembelajaran yang
secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah.
Perkembangan fisik adalah sesuatu yang menjadi dasar bagi kemajuan
perkembangan berikutnya. Perkembangan fisik anak ditandai juga dengan
berkembangnya perkembangan motorik, baik motorik halus maupun motorik
kasar. Perkembangan motorik adalah proses seorang anak belajar untuk
terampil menggerakkan anggota tubuhnya. Tujuan peneliti ini untuk
menjelaskan (1) Pengelolaan sarana dan prasarana di TK Tamami, (2)
Perkembangan motorik siswa di TK Tamami, (3) Faktor pendukung dalam
Pengelolaan sarana dan prasarana peningkatan perkembangan motorik anak
di TK Tamami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.
Teknik pengumpulan data yang digunakan, meliputi; (1) Wawancara, (2)
Observasi, (3) Dokumentasi. Teknis analisis data menggunakan reduksi data,
penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:
(1) Pengelolaan saran dan prasarana di TK Tamami berjalan baik, (2)
Perkembangan motorik siswa di TK Tamami yaitu perkembangan motorik
kasar terdapat 75% anak yang berkembang baik, 20% anak yang cukup
berkembang dan 1% anak yang kurang berkembang. Sedangkan dari hasil
observasi perkembangan motorik halus pada anak terdapat 60% anak yang
berkembang baik dan 40% anak yang cukup berkembang baik serta tidak ada
anak yang kurang berkembang, serta (3) Faktor pendukung dalam
pengelolaan sarana dan prasarana dalam peningkatan perkembangan anak di
TK Tamami ialah memaksimalkan sarana prasarana di sekolah, menjaga alat
edukatif dan lainya.
Kata Kunci: Pengelolaan Sarana dan Prasarana Dalam Meningkatkan
Perkembangan Motorik Ana
PENGARUH BIMBINGAN KONSELING DAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PERKEMBANGAN KEJIWAAN SISWA DI SMP NEGERI 2 PATROL KABUPATEN INDRAMAYU
Darniah, : Pengaruh Bimbingan Konseling dan Teman Sebaya terhadap Perkembangan
Kejiwaan Siswa di SMP Negeri 2 Patrol Kabupaten Indramayu.
Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis yang dilakukan tidak hanya untuk
memanusiakan manusia tetapi juga agar manusia menyadari posisinya sebagai
khalifatullah fil ardhi, yang pada gilirannya akan semakin meningkatkan dirinya untuk
menjadi manusia yang bertakwa, beriman berilmu dan beramal saleh. Di dalam Islam,
manusia yang beriman, berilmu dan beramal saleh memang memiliki derajat yang tinggi.
Siswa SMPN 2 Patrol kabupaten Indramayu setiap tahun ada saja yang putus sekolah,
sementara pemerintah menganjurkan wajib belajar 9 tahun, setelah diamati siswa yang
putus sekolah itu lebih memilih menjadi Wanita Tuna Susila (WTS). Sebenarnya apa
penyebabnya siswa yang putus sekolah, kemudian memilih menjadi Wanita Tuna Susila
padahal kalau dilihat dari segi ekonomi, orang tua cukup.
Berdasarkan permasalahan penelitian yang telah dirumuskan, maka tujuan
penelitian adalah merumuskan pengaruh bimbingan konseling dan teman sebaya terhadap
perkembangan kejiwaan siswa di SMP Negeri 2 Patrol Kabupaten Indramayu. Secara
spesifik, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Sejauh mana pengaruh
bimbingan konseling terhadap perkembangan kejiwaan Siswa di SMP Negeri 2 Patrol
Kabupaten Indramayu. (2) Sejauh mana Pengaruh teman sebaya terhadap perkembangan
kejiwaan siswa di SMP Negeri 2 Patrol Kabupaten Indramayu. (3) Bagaimana pengaruh
bimbingan konseling dan teman sebaya terhadap perkembangan kejiwaan siswa di SMP
Negeri 2 Patrol Kabupaten Indramayu. (4) Bagaimana faktor pendukung dan penghambat
pelaksanaan bimbingan konseling dan kejiwaan siswa di SMP Negeri 2 Patrol Kabupaten
Indramayu.
Bimbingan dan konseling pada kejiwaan anak usia remaja merupakan untuk
mewujudkan generasi penerus bangsa yang berakhlak dan berbudi pekerti mulia,
sehingga dalam melakukan tindakan lebih memilih ke arah yang positif, sesuai dengan
norma-norma Agama.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian
kualitatif ini dengan cara observasi, wawancara, analisis dokumen, dan studi kasus yang
ada di lapanagan.
Hasil penelitian tersebut diperoleh kesimpulan, bahwa pengaruh bimbingan
konseling terhadap perkembangan kejiwaan pada siswa belum nampak secara optimal,
baru tercapai 5,6 % saja. Pengaruh teman sebaya terhadap perkembangan kejiwaan siswa,
belum mencapai ketuntasan dengan rincian pengaruh yang positif masih mencapai 60 %,
kategori yang tidak mendukung 40%. Pengaruh bimbingan konseling dan teman sebaya
terhadap perkembangan kejiwaaan belum signifikan karena pelayanan bimbingan
konseling tersebut belum sistematis, baru mencapai keberhasilan 45 %, sedangkan
pengaruh teman sebaya terhadap perkembangan kejiwaan pun ada dua faktor yang dapat
mempengaruhinya yaitu: Adanya faktor intern dan faktor ekstern sehingga tingkatan
pengaruhnya masih dinamis, namun temuan dari hasil observasi dan wawancara
menunjukan tingkat keberhasilannya baru mencapai 65 %. Faktor pendukung dan
penghambat pelaksanaan bimbingan konseling dan kejiwaan siswa: faktor pendung
mencapai 35 % sedangkan faktor penghambatnya 65 %
PENERAPAN METODE KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DALAM PEMBELAJARAN IPS EKONOMI HUBUNGANNYA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X DI SMK PERJUANGAN BANGSA KABUPATEN MAJALENGKA
LIA DARNIAH: “Penerapan Metode Kooperatif Tipe Think Pair Share Dalam Pembelajaran IPS Ekonomi Hubungannya Dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas X Di SMK Perjuangan Bangsa Kabupaten Majalengka”.
IPS merupakan pelajaran yang banyak sekali materinya dan mengharuskan siswa untuk menghapal. Kenyataan menunjukkan bahwa siswa merasa bosan dengan metode pembelajaran sekarang sehingga motivasi belajar siswanya kurang. Selain itu siswa kebanyakan lebih senang bermain daripada belajar. Hal ini mendorong penulis, ingin melakukan penelitian guna mengetahui seberapa besar keinginan siswa untuk belajar IPS bila menggunakan metode konvensional yakni dengan metode ceramah saja dengan metode kooperatif tipe think pair share.
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara metode pembelajaran dengan menggunakan metode tipe think pair share yang penulis terapkan dalam belajar IPS di kelas X dengan motivasi siswa dalam belajar pada pembelajaran IPS. Sehingga jika ada hubungan yang signifikan antara metode kooperatif tipe think pair share yang penlis terapkan kepada siswa kelas X di sekolah maka peneliian ini dinyatakan berhasil.
Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. TPS menghendaki siswa bekerja saling membantu dalam kelompok kecil. Dan motivasi adalah “keinginan untuk menggerakan atau mendorong seseorang atau diri sendiri untuk berbuat sesuatu. Adanya motivasi belajar dari diri sendiri dan dari orang lain membuat seseorang lebih semangat untuk belajar.
Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif atau berdasarkan angka (hitungan) yang didapat dari hasil jawaban angket siswa. Populasi seluruh siswa kelas X SMK Perjuangan Bangsa tahun ajaran 2011/2012 yang berjumlah empat kelas. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, wawancara, tes, dokumentasi dan angket. Hasil yang menggunakan metode tipe think pair share diperoleh hasil X2 hitung 5,89 dan X2 tabel 11,34 sehingga distribusi hasil tes kelas eksperimen berdistribusi normal karena X2 hitung < X2 tabel yaitu 5,89<11,34. Dan hasil angket siswa diperoleh X2 hitung 8,97 dan X2 tabel 11,34 X2 hitung < X2 tabel yaitu 8,97<11,34 maka disimpulkan data angket motivasi belajar siswa berdistribusi normal.
Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa antara Metode Kooperatif Tipe Think Pair Share dengan Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran IPS di SMK Perjuangan Bangsa terdapat hubungan karena dari hasil perhitungan yang didapatkan uji korelasi diperoleh hasilnya sebesar 0,49 termasuk dalam kategori sedang atau cukup. Adapun nilai perhitungan thitung 3,35 dengan ttabel 2,4993 Sehingga t(hitung) > t(tabel) (0,975) atau 3,35 > 2,4993 maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat hubungan atau korelasi antara metode kooperatif tipe think pair share dengan motivasi belajar siswa kelas X di SMK Perjuangan Bangsa Kabupaten Majalengka
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
