30 research outputs found
Kesesuaian Metode Pembelajaran dengan Gaya Belajar Siswa: Studi pada MIN 18 Aceh Besar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian metode pembelajaran dengan gaya belajar siswa di MIN 18 Aceh Besar. Gaya belajar yang diteliti menggunakan model VAK (Visual, Auditory, Kinesthetic). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional, melibatkan 35 siswa kelas VI. Data diperoleh melalui angket gaya belajar, observasi, dan kuesioner motivasi belajar, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 42,9% siswa memiliki gaya belajar visual, 34,3% auditori, dan 22,8% kinestetik. Guru lebih dominan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, serta media visual sederhana. Sebanyak 57,1% siswa merasa metode pembelajaran sesuai dengan gaya belajarnya. Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara kesesuaian metode dengan motivasi belajar siswa (r = 0,59; p < 0,05)
“Tinjauan Hukum Islam Tentang Praktik Upah Pencabut Singkong (Studi Di Desa Kalicinta Kecamatan Kotabumi Utara Kabupaten Lampung Utara)
ABSTRAK
Kalicinta adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Kotabumi Utara
Kabupaten Lampung Utara. Mayoritas penduduk nya adalah seorang petani dan
buruh, dimana pemilik kebun singkong membutuhkan jasa orang lain untuk
membantu menanam,memberi pupuk, merawat, dan mencabut hasil panen
singkongnya. Pada akad diawal pemilik kebun memberikan upahnya setelah masa
panen, tetapi ia hanya memberikan upahnya dengan bon- bon an saja. Jika pekerja
pencabut singkong tidak mengajukan bon, maka pemilik kebun tidak memberikan
bon nya dan tidak semua bon yang diajukan oleh pekerja diberikan. Pada saat
panen pekerja pencabut singkong tidak mengetahui berapa banyak singkong yang
sudah dipanen karena pemilik kebun langsung membawa hasil panennya untuk
dijualkan ke lapak-lapak yang biasanya ia jualkan. Hal ini tentu menimbulkan
ketidakjelasan atas upah yang diberikan oleh pemilik kebun kepada pekerja
pencabut singkong dan tidak adanya keterbukaan atas hasil panen singkongnya.
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah Bagaimana
praktik pengupahan pekerja pencabut singkong di Desa Kalicinta Kecamatan
Kotabumi Utara Kabupaten Lampung Utara, dan Bagaimana tinjauan hukum
Islam tentang pengupahan pekerja pencabut singkong di Desa Kalicinta
Kecamatan Kotabumi Utara Kabupaten Lampung Utara. Adapun tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui praktik pengupahan pekerja pencabut singkong dan
untuk mengetahui tinjauan hukum Islam terhadap pelaksanaan upah pencabut
singkong.
Adapun metode yang dipakai dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan
pedekatan secara induktif. Penelitian ini berjenis Field Research (Penelitian
Lapangan) yaitu melakukan penelitian dilapangan untuk memperoleh data dan
informasi secara langsung yang dilakukan di Desa Kalicinta. Selain lapangan
penelitian ini juga menggunakan penelitian kepustakaan (library research) dengan
menggunakan literature yang ada di perpustakaan yang relevan. Tehnik
pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara yaitu metode
pengumpulan data dimana peneliti mengajukan suatu pertanyaan langsung kepada
responden. Tehnik pengumpulan data selanjutnya yaitu dengan dokumentasi
mengenai hal-hal atau variabel berdasarkan catatan, transip, foto, surat kabar,
majalah. Dokumen rapat dan agenda.
Berdasarkan hasil penelitian dapat di kemukakan bahwa praktik
pengupahan pekerja pencabut singkong di Desa Kalicinta mengandung unsur
ketidakjelasan terhadap nominal upah yang diberikan kepada pekerja pencabut
singkong dan tidak ada nya keterbukaan atas hasil panen singkong yang didapat.
Sedangkan Tinjauan Hukum Islam perhadap praktik pengupahan pekerja pencabut
singkong salah satu syarat ujrah yaitu harus ada kerelaan antara kedua belah
pihak. Namun pekerja pencabut singkong tidak rela terhadap upah yang diberikan
oleh pemilik kebun, karena pemilik kebun tidak transparan terkait hasil panennya
Penggunaan Media Visual Oleh Guru Bahasa Indonesia Di SMK Kelas X Se-kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Tahun Pelajaran 2018/2019
This research is supported by the large number of internal teachers learning does not use more specialized media, only uses blackboard or white board which is the main means of learning. there are still many teachers in learning not to use more media specifically, only using a blackboard or white board which is a means principal in learning The purpose of this study is to describe, analyze, and interpret the use of visual media used by Indonesian language teachers in Class X vocational schools in Siak Hulu District Kampar Academic Year 2018/2019. This research methodology uses descriptive method with a quantitative approach, because the data are related with the use of analyzing the use of visual media used by Indonesian language teacher at SMK Siak Hulu District, Kampar Tahun Regency Doctrine 2018/2019 is data in the form of numbers and types of research are field research. The results of the study note that the use visual media by respondent 1 (teacher 1) was 73.80% or by category good enough, the use of visual media by respondent 2 (teacher 2) was 73.52% or with a good enough category, the use of visual media by respondents 3 (teacher 3) is 75.51% or in quite good category. Based on the results research, the conclusion of this study is the use of teacher's visual media Indonesian in SMK Class X in Siak Hulu District, Kampar Regency 2018/2019 Academic Year is quite good. This is known from the average 74.18% or with quite good category
Tanggapan konsumen terhadap tingkat kepentingan dan kepuasan jasa angkutan taksi CV. Deka Putra Banda Aceh
viii+54hlm.;29c
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN KERJASAMA SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS III SEKOLAH DASAR
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kerjasama siswa di kelas III Sekolah Dasar. Hal ini ditandai dengan sikap yang muncul pada pembelajaran yang bersifat cooperative. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh proses belajar yang masih berpusat pada guru dan kurangnya antusias siswa dalam pembelajaran secara berkelompok sehingga menyebabkan kurangnya kerjasama siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini mencoba menerapkan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) yaitu merupakan suatu model pembelajaran berkelompok yang setiap anggota kelompoknya bertanggung jawab atas tugas kelompoknya. Sehingga tidak ada pemisahan antara siswa yang satu dengan siswa yang lain dalam satu kelompok untuk saling memberi antara satu dengan yang lainnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Togethers dan peningkatan kerjasama siswa dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Togethers pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas III Sekolah Dasar. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi, yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IIIA di SD X berjumlah 38 siswa dengan laki-laki sebanyak 23 orang dan perempuan 15 orang. Hasil dari pengolahan data membuktikan bahwa persentase keterampilan kerjasama siswa pada siklus I sebesar 78% dan siklus II sebesar 95%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Togethers (NHT) dapat meningkatkan kerjasama siswa.
Kata kunci : Numbered Heads Together, Kerjasama
This research is motivated by the low level of student cooperation in the third grade of elementary school. It is characterized by an attitude that appears on cooperative learning. This is motivated by the learning process that is still centered on the teacher and the lack of enthusiasm of students in learning in groups, causing the lack of student cooperation in learning. This study attempt to apply cooperative learning type Numbered Heads Together (NHT) which is a model of learning in groups that each member of its group is responsible for the task of the group. So there is no separation between one student with another student in one group to give each other between one another.
The purpose of this study is to describe the application of cooperative learning type Numbered Heads Together and increase student cooperation by applying cooperative learning type Numbered Heads Together on Indonesian subjects in 3 grade of primary school. The learning model used in this research is a classroom action research model of Kemmis and Mc. Taggart consisting of planning, execution, observation and reflection, carried out in two cycles. The subjects of this study was class IIIA students in elementary school X amounted to 38 students. 23 girls and 15 people boy. The result of data processing proves that the percentage of student cooperation skill in cycle I is 78% and cycle II is 95%. Based on the results of this study can be concluded that the application of cooperative learning type Numbered Heads Together (NHT) can improve student co-operation.
Keywords: Numbered Heads Together, Cooperatio
Hubungan Pencemaran Karbon Monoksida dalam Rumah dengan Kejadian ISPA di Desa Sungai Alat Kabupaten Banjar
Abstract: Relationship of Carbon Monoxide Pollution in House With The Upper Respiratory Tract infection In Desa Sungai Alat Kabupaten Banjar. The data showed 64.2 % of households in South Kalimantan residents use charcoal and firewood for cooking, so the room in a house filled with smoke. In addition to the state of the smoke could also come from outside , because the habits of the people who set fire to dry land in the dry season. This phenomenon is predicted to be potential risk of respiratory tract infections. This study aims to determine the relationship of carbon monoxide pollution in homes with the upper respiratory tract infection in Desa Sungai Alat Kabupaten Banjar. Using cross sectional study design. The number of samples taken 28 infants in total population. Analysis used logistic regression. The results of the research data showed levels of CO in the average house of 0.42 mg / m3 in the range of 0.19 to 1.62 mg / m3 . The number of infants who suffer from respiratory 42.9 %. Houses that use firewood as much as 53.6 % , and home to the unhealthy category as much as 78.6 % . Temperatures in the average home 32.6 0C , and air humidity in the average home 71.41 %. Bivariate analysis using logistic regression, there was no significant association between levels of CO with the upper respiratory tract infection in infants ; similarly no significant association between the control variables with the dependent variable. To do a home assessment form should be conducted validity assessment. In further studies the expected number of samples propagated to the toddler . Keywords: pollution , carbon monoxide , upper respiratory tract infection
Tesis : Dosis PAC Dan TKK Untuk Menurunkan Kadar Besi Dan Kekeruhan Air Sumur Gali
Seiring dengan pertambahan penduduk yang makin pesat khususnya didaerah perkotaan yang padat penduduknya, sumber air bersih yang memenuhi syarat kesehatan semakin lama semakin sulit di peroleh. Hal ini menyebabkan orang menjadikan air tanah sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Pada umumnya kualitas air tanah masih mempunyai kadar besi (Fe ) dan kekeruhan yang masih tinggi.85 Hal : 29,7 x 21 c
Model Role Playing Sebagai Strategi Pembelajaran Inklusif
Penguasaan bahan pelajaran berdasarkan pada kreatifitas serta ekspresi siswa dalam meluapkan imajinasinya terkaid dengan bahan pelajaran yang ia dalami tanpa adanya keterbatasan kata dan gerak,namun tetap tidak keluar dari bahan ajar. Model role playing bertujuan membantu siwa dalam menentukan jati diri atau makna diri di dunia sosial dan memecahkan dengan bantuan kelompok. Artinya melalui bermain peran siswa belajar menggunakan konsep peran menyadari adanya peran-peran yang berbeda antara dirinya dengan teman-teman yang lain. Setiap anak sebenarnya memiliki kemampuan untuk memberikan respon dengan cara empati, tidak terkecuali anak berkebutuhan khusus. Anak berkebutuhan khusus yang kesulitan dalam mengembangan kemampuan empati, salah satunya yaitu anak tunalaras. Permasalahan rendahnya empati dimunculkan oleh anak tunalaras dari perilaku- perilakunnya. Hubungan pertemanan yang baik dapat diungkapkan dengan bersikap hangat terhadap orang lain. Metode role playing memiliki keunggulan guna meningkatkan kemampuan empati anak tunalaras, karena dalam kegiatan role playing terdapat peran-peran yang harus dimainkan oleh anak. Peran yang dimainkan diangkat dari permasalahan anak dengan lingkungan sekitar ana
Merubah Ancaman Bahaya Limbah Cair Industri Tahu Menjadi Peluang Ekonomi
Abstrak : Changing the Threat of tofu Wastewater Hazardous to be Economical Oppurtunities. Wastewater from Tahu industry known as “whey” are offensive and be able to cause negative impact to the environment. This problem is caused by the characteristic of whey which is hot, acid, and containing much organic material. Because of this characteristic, their dissolve oxygen is also zero ppm. Measurement of tahu and tempe wastewater in Semanan, Jakarta Barat showed that the whey contains 1.324 mg/l of BOD5, 6.698 mg/l of COD, 84,4 mg/l of NH4, 1,76 mg/l of nitrate and 0,17 mg/l of nitrite 1). The potential hazard of whey to aquatic life can be measured by counting the concentration of whey’s parameter which be able to cause the death of tilapia (LC50), that is from 3,80% up to 11,5% at 24 hours exposure; 3,67% up to 14,30% at 72 hours exposure; and 3,38% up to 12,10% at 72 hours exposure 2). On the other hand, Acetobacter can change sugar to be vinegar, with byproduct is film coat “nata” floating. Factors influencing Acetobacter growth are sources of Carbon and Nitrogen. Appropriate nutrient content will produce “rendemen nata” (de coco) maximum, that is up to 93,3% 3). This study aims to know does the whey which is added by Acetobacter xylinum can produce nata de soya?. The result gave information that if into the whey added the Acetobacter (made from ripe pineapple) as a starter, and urea in acidic condition, would produce rendemen nata approximately 30%–40%. 4). Keywords: wastewater of tahu industry; nata de soya of whe
Hubungan Jumlah Perenang dengan Sisa Klor di Kolam Renang Antasari Banjarbaru Tahun 2016
Abstract: The relationship of total swimmers with residual chlorine in the swimming pool. The swimming pool as a means of public that usually visited by the people can potentially become vehicles for spreading germs through water contaminated media pool so that sanitation should always be considered. This study aims to determine the number of swimmers in the Swimming Pool Antasari Banjarbaru, determine residual chlorine in Swimming Pool. This type of research was analytic research with cross sectional approach. The population is all water swimming pool which used by swimmers and all swimmers in the pool by sampling as much as 5 spots, using correlation analysis. The results showed the number of swimmers on average were 151 swimmers with the lowest number were 113 swimmers and the highest were 223 swimmers. Residual chlorine inside the water of swimming pool was an average of 0.73 mg/L, the standard deviation was 0.71 mg/L with the lowest number was 0.01 mg/L and the highest number was 1.49 mg / L. The results of the analysis did not prove statistically no relationship with the rest of the swimmers amount of chlorine in Swimming Pool because H0 (p = 0.679> value α = 0.05) and the value of r was -0.218 so that the relationship can not be seen. Efforts to do so that residual chlorine water in Swimming Pool in accordance with the requirements is to conduct regular inspections both manager pool and the relevant agencies, maintain the quality of residual chlorine by adding chlorine stabilizer isocyanuric, and perform administration disinfection according to the dosage required to obtain results corresponding residual chlorine required pursuant Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor: 416/Menkes/Per/IX/1990.
Keywords: Total swimmer; residual chlorine; swimming pool
