1,720,992 research outputs found

    Tema-tema Perdebatan Teologi Klasik dalam Pandangan Ulama Kontemporer (Studi atas Pemikiran Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya'rawi)

    No full text
    Tema-tema perdebatan teologi klasik dalam pandangan ulama kontemporer : studi atas pemikiran Syekh Muhammad Mutawalli asy-Sya'rawi. Pada mulanya, karya tafsir ini buakan merupakan karya yang sengaja dijadikan atau dibukukan sebagai kitab tafsir. Karya ini merupakan hasil dokumetasi yang ditulis dari hsil ceramah yang disampaikan oleh Syekh Mutawalli asy-Sya’rawi. Sebelum berbentuk karya tafsir, hasil rekapan ceramah al-Sya’rawi ini terlebih dahulu terbit di majalah al-liwa al-Islamy, yang pada selanjutnya dijadikan bentuk buku seri berjudul khawatiri hawl al-Qur’an al-Karim, yang diterbitkan oleh dar Mayu al-Wathaniyyah mulai tahun 1982

    Perempuan dan Politik Menurut Islam

    Full text link
    Al-Qur’an sebagai landasan utama ajaran Islam menempatkan perempuan pada tempat yang mulia, tidak membeda-bedakan antara laki-laki dan perempuan. Hal inilah yang diperaktekkan oleh Rasulullah saw., sehingga perempuan pada masanya banyak yang terlibat dalam berbagai kegiatan termasuk kegiatan politik Nabi, ditandai dengan ikut sertanya perempuan membantu dalam setiap peperangan yang dilakukan oleh kaum muslimin. Jadi, Islam datang mengubah nasib kaum perempuan dengan memberi hak, kehormatan, dan kewajiban sesuai dengan harkat dan martabat mereka, sebagai makhluk yang bertanggung jawab kepada Allah swt., baik terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakat maupun Negara

    FALSAFAH MANUSIA DALAM AL-QUR’AN

    Full text link
      It is interesting to examine about human including phylosophy and there various arguments about that. Human Philosophical study on the Qur’an is important to analyse human principles nad its related issue. This study aims to have significant contribution for philosophical science, particularly the concept of human. While the benefit of this study is to explore clearly about human for avoiding the evil doings for achieving a comprehensif person. Manusia merupakan masalah yang menarik untuk dikaji, karena disamping sebagai salah satu obyek kajian filsafat, juga dapat dilihat bahwa segala peristiwa yang terjadi di alam ini pada dasarnya berkaitan dengan manusia. Karena itulah lahir beraneka ragam pendapat. Kajian falsafah manusia dalam al-Qur'an merupakan anilisis terhadap diri manusia dari sudut filsafat guna menemukan hakekat manusia dan hal-hal yang terkait dengannya, sebagai sumber utama dalam pengkajian ajaran agama, sehingga tulisan ini dapat memberi sumbangan dan memperkaya khasanah keilmuan. Disamping untuk mengembangkan konsep tentang manusia. Adapun manfaat yang diharapkan adalah dengan mengetahui misteri manusia dengan jelas, maka dapat dijadikan dasar untuk lebih membersihkan diri dari akhlakul mazmumah dan mengisinya dengan akhlakul karimah, sehingga menjadi insan kamil

    Ilmu Kalam dari Khawarij Hingga Salafiyah

    No full text
    Buku Ilmu Kalam (Dari Khawarij Hingga Salafiyah), berisi tentang aliran-aliran yang ada dalam Ilmu Kalam dengan ajaranajaran mereka yang berbeda antara satu dengan yang lainnnya, akan tetapi pada dasarnya bertujuan untuk memurnikan akidah tauhid. Perbedaan tersebut sebagai akibat dari besar kecilnya peran yang diberikan kepada akal dalam menjelaskan ajaran agama yang berdasarkan al-Qur’an dan al-Hadi

    Gender, Sufism, and Qur’anic Exegesis: Perceptions of Women’s Leadership within Sufi Orders in South Sulawesi

    Full text link
    This study focuses on two key areas: the interpretation of Qur’anic verses regarding women’s leadership and its implementation within Sufi orders (tariqa) in South Sulawesi. The central question explored is how Sufi orders interpret these verses through a gender lens. To answer this question, a qualitative methodology employing interpretive and gender studies approaches was used. Data were collected through interview and literature review. The results of the research show that the perceptions of tarekat followers in South Sulawesi regarding the interpretation of verses regarding women's leadership in the public sphere. Some interpretations, based on Surah At-Tawbah [9:71], allow for women’s leadership by defining “awliya” as leaders, allies, and advisors, suggesting that both men and women can assume leadership roles if they possess the necessary competencies. Conversely, others, citing Surah An-Nisa’ [4:34], restrict women’s leadership. However, a closer examination indicates that Surah At-Tawbah [9:71] is a more general verse, while Surah An-Nisa’ [4:34] is context-specific, referring primarily to domestic matters. The implementation of leadership within Sufi orders is generally not at odds with these interpretations. In the public sphere, women have equal rights to men, including the right to vote and be elected. Moreover, there is no gender distinction in the concept of becoming a waliyullah, as exemplified by Rabi’ah al-Adawiyah. However, women have not yet assumed the role of murshid (spiritual guide) within Sufi orders due to several factors, including the historical precedent of male prophets and the physical and spiritual demands of the role. However, from a gender perspective, women often hold the position of khalifah (spiritual deputy) assisting the murshid in teaching and even coordinating regional activities

    Pembinaan Akhlak dalam Tarekat (Kajian Terhadap Ajaran Tarekat Muktabarah di Kota Makassar)

    No full text
    Buku sederhana ini adalah hasil penulisan dari sebuah riset lapang terhadap komunitas tarekat Muktabarah di kota Makassar. Buku ini mengandung hal-hal yang bagi penulis cukup menarik untuk dibagikan kepada pembaca, terutama pada aspek pembinaan moral. Issu ini menjadi menarik di tengah gempuran informasi, pengetahuan dan gaya hidup barat ke tengah kehidupan kita umat islam dewasa ini. Diperlukan berbagai alternatif untuk mencarikan jalan perbaikan kualitas hidup kita, termasuk di dalamnya adalah alternatif yang diberikan oleh ajaran tarekat muktabarah di kota Makassar sebagaimana diulas oleh buku sederhana ini. Sebagai buku yang berasal dari riset lapang tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Di antara kelebihannya, bagi penulis, adalah kompleksitas tawarannya yang bersumber terutama dari kenyataan empiris. Kenyataan empiris selalu jauh lebih kaya dan bisa terus digali dibanding konsep yang kadangkadang tak bertumpu di bumi

    Bukti Dukung Uji Kompetensi

    Full text link

    KAIDAH QIRA'AH ABU AL-HASAN AL-KISA'I

    Full text link
    Hamzah ibnu Habib al-Zayyat dan al-Kisa'i merupakan salah seorang Imam qira'ah sab’ah yang fasih dan dabit, berasal dari Kufah. Periwayatnya ada dua: Pertama, Abu al-Haris. Ia terpercaya, cerdas, teliti, dabit, tsiqah dan menguasai bacaan al-Kisa'i. Kedua Al-Dūri. Ia terpercaya dalam qira’ah, konsisten dan akurat, akan tetapi tidak hanya berguru pada al-Kisa'i, melainkan juga kepada yang lain yakni ‘Abu ‘Amr, sehingga bacaannya terkadang berbeda dengan al-Kisa'i. Penerapan Qira'ah al-Kisa'i dalam al-Qur’an secara garis besar terlihat pada kaidah umum dan kaidah khusus. Kaidah umum meliputi mim jama’, ha kinayah, izhar dan idgam serta imalah kubra. Sedang kaidah khusus meliputi farsy al-hurup

    AL-MAHABBAH DALAM PANDANGAN SUFI

    Full text link
    Al-Mahabbah merupakan keinginan kuat untuk bertemu dengan kekasih yang sangat dirindukan, dalam pandangan kaum sufí adalah Allah swt., sehingga dibutuhkan usaha yang keras untuk mencapainya, yaitu; dengan membersihkan diri dari segala bentuk dosa dan noda melalui maqam-maqam dan hal yang telah ditetapkan, sekalipun membutuhkan pengorbanan. Keinginan tersebut dapat tercapai jika Allah swt. menghendaki, karena al-mahabbah merupakan anugerah Allah swt. kepada hamba-Nya yang dikehendaki

    ANALISIS TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL MAKNA ISTIQAMAH DARI PERSPEKTIF HADIS

    Full text link
    Istiqāmah merupakan sikap teguh dan konsiten pada ajaran agama, tidak ada kecenderungan untuk berpaling atau meninggalkannya sampai akhir hayat. Seperti istiqāmah terhadap iman kepada Allah swt., harus dibuktikan dalam perbuatan, menjauhi  semua larangan-Nya dan mengerjakan seluruh perintah-Nya secara sungguh-sungguh. Dengan kata lain adanya kesesuaian antara niat, ucapan, dan perbuatan. Orang yang istiqāmah terhadap ajaran agama, akan mendapat kecintaan Allah swt., karena segala perbuatan yang dilakukan senantiasa berada dalam rida-Nya, selalu dalam pengampunanNya yang akan membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.
    corecore