186 research outputs found

    Formulasi Jelly Drink Ekstrak Daun Pohpohan (Pilea trinervia W.) sebagai Alternatif Pangan Fungsional

    No full text
    Pohpohan (Pilea trinervia W.) merupakan salah satu jenis sayuran lokal yang banyak tumbuh di Jawa Barat. Daun pohpohan mengandung zat gizi dan senyawa bioaktif berupa fenol, antioksidan, dan senyawa lainnya sehingga berpotensi untuk dijadikan pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan menyusun formulasi jelly drink dari ekstrak daun pohpohan (Pilea trinervia W.), menganalisis sifat organoleptik dan sifat kimia formula jelly drink, menentukan formula terbaik, dan menganalisis sifat fisikokimia formula terbaik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan berupa perbedaan konsentrasi ekstrak daun pohpohan yang terdiri dari tiga taraf (50% v/v, 75% v/v, 100% v/v). Formula terbaik ditentukan berdasarkan metode perbandingan eksponensial (MPE) dengan kriteria keputusan berupa hasil uji organoleptik (nilai kesukaan dan total penerimaan) dan hasil analisis sifat kimia (aktivitas antioksidan, total fenol, dan serat pangan). Jelly drink dengan penambahan 75% v/v ekstrak daun pohpohan terpilih sebagai formula terbaik dengan nilai kesukaan sebesar 5.33 (agak suka sampai suka), persentase penerimaan 67.75% (penerimaan sedang), aktivitas antioksidan 0.87 mg Ascorbic acid Equivalent Antioxidant Capacity (AEAC)/100 g, total fenol 16.84 mg Gallic Acid Equivalent (GAE)/100 g, dan serat pangan total 0.62%. Berdasarkan hasil analisis fisikokimia, formula terbaik memiliki kekuatan gel sebesar 14.28 g/mm2, aktivitas air (Aw) 0.97, pH 6.43, kadar air 87.01% (bb), abu 0.20% (bb), lemak 0.33% (bb), protein 0.08% (bb), karbohidrat 12.38% (bb), dan kalsium 23.83% (bb)

    Minuman Serbuk Tempe dengan Penambahan Susu Skim sebagai Makanan Tambahan untuk Ibu Hamil

    No full text
    Ibu hamil merupakan kelompok masyarakat yang rentan gizi. Defisiensi gizi pada usia kehamilan dapat berdampak negatif untuk ibu dan janin. Salah satu upaya peningkatan asupan gizi dan status gizi ibu hamil adalah dengan memberikan makanan tambahan. Makanan tambahan yang dapat diberikan yaitu minuman tempe. Tempe merupakan pangan lokal yang memiliki kandungan gizi yang lebih tersedia dibandingkan dengan sumber pangan protein nabati lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pembuatan dan formulasi minuman serbuk tempe dengan penambahan susu skim sebagai makanan tambahan untuk ibu hamil. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan perlakuan penambahan susu skim dalam 4 taraf, yaitu 0 g (F1), 50 g (F2), 100 g (F3), dan 150 g (F4). Penentuan formula terpilih didasarkan pada sifat organoleptik hedonik minuman dan kandungan gizi. Formula F4 dengan penambahan susu skim 150 g per 1 L formula merupakan formula terpilih berdasarkan hasil analisis uji sensori dengan skor penerimaan tertinggi dan kandungan gizi 4.5% (b/b) air, 5.4% (b/b) abu, 2.4% (b/b) lemak, 23.4% (b/b) protein, 64.3% (b/b) karbohidrat, 1167% (b/b) kalsium, 0.014% (b/b) besi, dan 0.03% (b/b) Zn. Minuman serbuk tempe tergolong kedalam minuman dengan pH berasam rendah cenderung netral yaitu 6.51 dan memiliki densitas kamba yang rendah yaitu 0.7g/mL. Konsumsi per sajian (30 g) minuman serbuk tempe mampu memenuhi 4.38% energi dan 9.3% protein harian ibu hamil

    Pengaruh Intervensi Minuman Emulsi Ready to Drink Minyak Bekatul – Cokelat Terhadap Profil Lipid Mahasiswa Obes

    No full text
    Minyak bekatul telah dikenal memiliki efek hipokolesterolemik oleh karena kandungan -oryzanol di dalamnya dan dikembangkan menjadi minuman fungsional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari kebiasaan subyek mengonsumsi makanan sumber lemak, menganalisis kandungan asam lemak minuman ready to drink minyak bekatul-cokelat, serta efeknya terhadap profil lipid plasma pada mahasiswa obes. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental studi dengan one group pretest-posttest design menggunakan enam mahasiswa dan enam mahasiswi IPB. Setiap subyek diberikan dua gelas setiap harinya atau setara dengan 57.6 mg γ-oryzanol. Tidak terdapat perbedaan signifikan terhadap konsumsi kebiasaan makan sumber lemak subyek pada masa sebelum dan selama masa intervensi. Asam lemak dominan pada minuman emulsi ready to drink minyak bekatul-cokelat adalah asam oleat sebanyak 32.57%, asam linoleat sebanyak 28.44% dan asam palmitat sebanyak 17.51%. Kadar total kolesterol dan kolesterol LDL secara signifikan menurun sebesar 21.2 mg/dl and 18.7 mg/dl, sedangkan kadar kolesterol HDL dan trigliserida tidak mengalami perubahan signifikan. Secara umum minuman bermanfaat bagi kesehatan yaitu dengan cara menurunkan kadar kolesterol dan kolesterol-LDL plasma mahasiswa obes

    Pengaruh Pemberian Minyak Bekatul terhadap Kadar Glukosa Darah dan Profil Hematologi pada Tikus yang Diberi Pakan Tinggi Lemak

    No full text
    Konsumsi makanan tinggi lemak secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan, salah satunya menyebabkan kelebihan berat badan atau obes. Obesitas dapat memicu inflamasi dan kelainan metabolik sehingga terjadi stres oksidatif. Kandungan antioksidan tinggi dalam minyak bekatul, yaitu γ-oryzanol, dilaporkan dapat mengurangi risiko terjadinya gangguan metabolik pada kejadian obesitas. Penelitian bertujuan mengidentifikasi pengaruh pemberian minyak bekatul terhadap kadar glukosa darah dan profil hematologi pada tikus yang diberi pakan tinggi lemak. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri dari tiga kelompok pakan, yaitu standar (S) serta tinggi lemak (K dan B). Kelompok S, 10% lemak terdiri dari minyak kelapa sawit (5,6%) dan minyak kedelai (4,4%). Kelompok K, 45% lemak terdiri dari minyak kelapa sawit (39,4%) dan minyak kedelai (5,6%); kelompok B minyak kedelai diganti dengan minyak bekatul sama jumlahnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan selama 28 hari berpengaruh signifikan terhadap total konsumsi pakan (p0,05). Perlakuan jenis pakan juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar glukosa darah dan profil hematologi tikus (p>0,05). Perlakuan pakan tinggi lemak belum mampu menginduksi kejadian obesitas pada tikus. Penelitian ini menunjukkan bahwa minyak bekatul dan minyak kedelai diduga sama baiknya dalam mencegah gangguan metabolik terkait pemberian pakan tinggi lemak

    Mempelajari pengaruh lama fermentasi terhadap pengembangan pangan fungsional yogurt sinbiotik kacang merah dan kacang hijau.

    No full text
    Yogurt sinbiotik kacang merah dan kacang hijau memiliki potensi sebagai pangan fungsional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh lama fermentasi terhadap pengembangan pangan fungsional yogurt sinbiotik kacang merah dan kacang hijau. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, yang terdiri dari dua tahap. Tahap pertama merupakan penelitian pendahuluan untuk mempelajari pembuatan sari kacang merah dan sari kacang hijau sebagai bahan dasar pembuatan yogurt sinbiotik. Tahap kedua merupakan penelitian utama untuk mempelajari pembuatan yoghurt sinbiotik kacang merah dan kacang hijau, selanjutnya dilakukan uji sifat fisik dan kimia, uji kandungan gizi, uji organoleptik, dan uji aktivitas antibakteri. Penelitian ini menggunakan desain pola faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu faktor jenis sari kacang dan lama fermentasi. Yogurt susu sapi digunakan sebagai yogurt kontrol. Hasil uji hedonik, sifat fisik dan kimia, dan aktivitas antibakteri menunjukkan perlakuan terbaik adalah yogurt sinbiotik sari kacang hijau dengan lama fermentasi 16 jam. Yogurt sinbiotik terbaik memiliki nilai pH terendah, nilai total asam tertitrasi dan viskositas tertinggi, serta nilai aktivitas antibakteri dengan aktivitas sedang yaitu sebesar 10.99 mm. Kandungan gizi pada yogurt terpilih meliputi kadar air 80.04%, abu 0.82%, protein 3.64%, kadar karbohidrat 15.09%, dan kadar serat kasar 0.237%. Yogurt sinbiotik ini memiliki kandungan lemak 0.42% sehingga dapat diklaim sebagai yogurt tanpa lemak

    Pola Konsumsi Pangan dan Pengaruh Minuman Minyak Bekatul- Cokelat terhadap Aktivitas Superoksida Dismutase Mahasiswa Obes

    No full text
    Rice bran oil and chocolate have been known for antioxidant capabilities from their bioactive compounds. Therefore, rice bran oil and chocolate were made as functional drink. The objectives of this research were to identify eating habits and to analyze the effect of rice bran oil-chocolate drink intervention on superoxide dismutase activity in obese college students. This research used a preexperimental design with one group pretest-posttest design, consisted of 12 obese IPB college students. Intervention was performed by giving two glasses of drink every day and equivalent to 57.2 mg of γ-oryzanol. Consumption of rice bran oilchocolate drink significantly increased intake vitamin E in obese college students (p0.05) but tends to decrease after the intervention and probably because of γ-oryzanol high protection capabilities againts oxidative stress, so it can decrease plasma superoxide dismutase activity of obese college students

    Pengaruh Perbandingan Sari Okra Hijau (Abelmoschus esculentus) dan Stroberi (Fragaria ananassa) terhadap Bioavailabilitas Kalsium dan Fosfor pada Minuman Jeli.

    No full text
    Minuman jeli okra merupakan pengembangan produk pangan dengan menggunakan gelling agent untuk membentuk tekstur jeli yang bisa dikonsumsi dengan sedotan. Penggunaan Okra dan Stroberi dalam pembuatan minuman jeli dapat meningkatkan kandungan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan sari okra hijau (Abelmoschus esculentus) dan stroberi (Fragaria ananassa) terhadap bioavailabilitas kalsium dan fosfor. Bioavailabilitas kalsium dan fosfor dianalisis secara in vitro. Hasil pembuatan minuman jeli menunjukkan rata-rata minuman jeli memiliki nilai pH asam yaitu 4.16. Rata-rata minuman jeli mengalami sineresis air sebesar 2.63% setelah penyimpanan 24 jam, 8.22% setelah penyimpanan 48 jam, dan 17.48% setelah penyimpanan 72 jam. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perlakuan berbagai perbandingan sari okra dan stroberi tidak mempengaruhi kandungan dan bioavailabilitas kalsium dalam minuman jeli okra hijau (p˃0.05). Adanya perlakuan berbagai perbandingan sari okra dan stroberi mempengaruhi kandungan dan bioavailabilitas fosfor dalam minuman jeli okra hijau (p˂0.05). Formula terpilih dari minuman jeli okra hijau yaitu F5 dengan perbandingan sari okra : sari stroberi yaitu 50:50. Formula ini menyumbang 0.28% kalsium dan 0.38% fosfor terhadap AKG

    Risk Factors of Breast Cancer in Patients with Breast Cancer Woman at Cancer Hospital Dharmais Jakarta.

    No full text
    In the world, cancer is the second leading cause of death after cardiovascular disease. In Indonesia the disease is the leading cause of cancer death number five after cardiovascular, infections, respiratory, and gastrointestinal diseases. Breast cancer incidence in Indonesia at 26 per 100,000 women. In Indonesia in 2004 breast cancer inpatients 15.40%, in 2007 to 16.85%. This study aims to know the risk factors of breast cancer in patients with breast cancer woman at Cancer Hospital Dharmais Jakarta. This study is an observational analytic design with Hospital-Based Case Control Study. Analysis used in this study were univariate, bivariate, and multivariate. Bivariate analysis done by 2x2 table analysis and Chi-Square analysis. Multivariate analysis done by multiple logistic regression analysis. The research showed is no relationship between age, nutritional status, knowledge of nutrition, the consumption of fatty foods, consumption of vegetables, family history of breast cancer, age of menarche, duration of breastfeeding, extended use of hormonal contraceptives, duration of physical activity, and passive smokers against incidence of breast cancer. The result of bivariate analysis is high consumption of preserved and grill foods 9.308 times the risk of developing breast cancer (OR: 9.308 with 95% CI: 1.778-48.723) compared with low consumption of preserved and grill foods. Based on multivariate analysis no variable effect on the incidence of breast cancer.Kanker payudara adalah sekelompok sel tidak normal pada payudara yang terus tumbuh berlipat ganda. Pada akhirnya sel-sel ini menjadi bentuk benjolan di payudara. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui besar risiko usia, status gizi, pengetahuan gizi, konsumsi makanan berlemak, konsumsi makanan diawetkan dan dibakar, konsumsi sayur, konsumsi buah, riwayat kanker payudara pada keluarga, usia menstruasi pertama, usia menopause, lama menyusui, lama menggunakan alat kontrasepsi hormonal, lama melakukan aktivitas fisik, dan perokok pasif terhadap kejadian kanker payudara pada pasien kanker payudara wanita di Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD) Jakarta. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain Hospital Based Case Control Study. Populasi adalah pasien wanita rawat jalan yang datang ke Instalasi Radiodiagnostik RSKD. Contoh adalah pasien wanita rawat jalan yang datang ke Instalasi Radiodiagnostik pada tanggal 2 Agustus 2011 sampai dengan 19 Agustus 2011 yang bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini dan memenuhi kriteria untuk masing-masing kelompok. Contoh terbagi ke dalam kelompok kasus dan kelompok kontrol. Kriteria kelompok kasus adalah didiagnosis kanker payudara berdasarkan pemeriksaan USG Payudara/Mammografi dan pemeriksaan Hispatologi, wanita berusia di atas 20 tahun, bukan seorang vegetarian, dan bersedia menjadi responden. Kriteria kelompok kontrol adalah tidak terdiagnosis kanker payudara berdasarkan pemeriksaan USG Payudara/Mammografi, tidak menderita penyakit keganasan lain, wanita berusia di atas 20 tahun, dan bersedia menjadi responden. Data yang telah diperoleh diolah baik secara manual atau dengan menggunakan Microsoft Excel 2007 for Windows dan SPSS (Statistical Product and Service Solution) 16.0 for Windows. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat, bivariat, dan multivariat. Analisis univariat digunakan untuk memperoleh gambaran distribusi frekuensi dan proporsi dari berbagai variabel yang diteliti. Hasil disajikan dalam bentuk jumlah dan persentase. Analisis bivariat dilakukan dengan analisis tabel 2x2 dengan tujuan untuk menghitung nilai Odds Ratio (OR) dan analisis Chi-Square untuk menentukan variabel yang dapat masuk ke dalam analisis multivariat, selain itu digunakan juga untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi dengan kanker payudara. Analisis multivariat digunakan untuk menarik kesimpulan akhir suatu penelitian. Kriteria untuk dapat dilakukan analisis regresi logistik berganda yaitu faktor risiko yang memiliki p50 tahun, lama melakukan aktivitas fisik <30 menit/hari, dan perokok pasif banyak ditemukan pada kelompok kasus dibandingkan dengan kelompok kontrol. Berdasarkan hasil analisis bivariat, hanya konsumsi makanan diawetkan dan dibakar yang merupakan faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya kanker payudara, artinya tinggi konsumsi makanan diawetkan dan dibakar berisiko 9.308 kali terkena kanker payudara (OR=9.308 dengan 95% CI: 1.778-48.723) dibandingkan dengan rendah konsumsi makanan diawetkan dan dibakar. Setelah dilakukan analisis multivariat terhadap faktor risiko yang nilai p<0.05 (konsumsi makanan diawetkan dan dibakar dan usia menopause) diketahui bahwa konsumsi makanan diawetkan dan dibakar bukanlah faktor risiko yang dapat menyebabkan kanker payudara, OR: 0.107 (95% CI: 0.021-0.562). Hal ini dapat diartikan bahwa berdasarkan hasil analisis regresi logistik berganda, tidak ada faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya kanker payudara

    Correlation among Energy and Nutrients Intake and Socioeconomic Status with Obesity of IPB employees.

    No full text
    Today, obesity has become a health and nutrition problems of the world, both in developed and developing countries. The purpose of this study was to analyze interrelated between energy and nutrients intake and socioeconomic condition with obesity status of IPB employees. Design of this study was cross sectional. The sample size of this study was 73, and have been choosen purposively. Data was collected by interview using questionnaire and measurement of body weight and height in order to get nutritional status of the samples. Correlation rank Spearman, and Pearson was used to analyze interrelated between two variables, and independent t-test was used to analyze differences between nutritional status. The result showed that there were a significant difference (p<0.05) on gender, level of education, and nutrition knowledge between the samples of normal nutritional status and obesity. There were significant and positive correlation between education level and the energy and carbohydrate intake; income of family with vitamin A and vitamin C intake; knowledge of nutrition with the intake of protein, fruit consumption habits and nutritional status. But, there was a significant and negative correlation between exercise habits with the fat intake

    Potensi Sari Mentimun (Cucumis sativus L) dan Seledri (Apium graveolens L) sebagai Minuman Pengendali Tekanan Darah Penderita Hipertensi.

    No full text
    Hipertensi merupakan faktor risiko utama kematian global di dunia akibat penyakit kardiovaskular. Pengobatan yang dilakukan agar tekanan darah kurang dari 140/90 mmHg terkait dengan penurunan komplikasi penyakit kardiovaskular. Terapi nonfarmakologi hipertensi dapat melalui pemanfatan bahan lokal yang memiliki khasiat terapeutik. Bahan pangan yang terjangkau dan telah dikenal baik memiliki khasiat dalam menurunkan tekanan darah tinggi diantaranya mentimun dan seledri. Studi yang terpublikasi mengenai pengaruh penggunaan tanaman mentimun dan seledri pada manusia masih kurang. Tujuan penelitian ini secara umum adalah menganalisis potensi sari mentimun (Cucumis sativus L) dan seledri (Apium graveolens L) sebagai minuman pengendali tekanan darah penderita hipertensi. Adapun tujuan khusus adalah formulasi minuman sari mentimun seledri (SMS), menganalisis kandungan gizi dan kapasitas antioksidan minuman SMS serta tingkat penerimaan panelis pada minuman SMS, menentukan formula terpilih, dan menganalisis pengaruh intervensi minuman SMS pada subjek hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dan uji klinis dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juni 2017. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive, yaitu di daerah Babakan Lebak, Babakan Lio, dan Babakan Raya, Kecamatan Darmaga, Kabupaten Bogor. Penelitian ini terdiri dari dua tahap, yaitu formulasi minuman SMS, analisis kandungan gizi, kapasitas antioksidan dan uji organoleptik minuman SMS serta penentuan formula terpilih; dan intervensi minuman SMS dan plasebo masing-masing diberikan kepada subjek hipertensi kelompok perlakuan dan kontrol. Intervensi minuman SMS dan plasebo dilakukan dengan frekuensi 2 kali/hari (2 x 200 mL) selama 14 hari. Subjek penelitian berjumlah 23 orang dan terdiri dari 2 kelompok, yaitu kelompok intervensi (12 orang) dan kelompok kontrol (11 orang). Kriteria inklusi adalah tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/ atau tekanan darah diastolik ≥ 90mmHg, menderita hipertensi esensial, umur 20-59 tahun, dan bersedia ikut serta dalam penelitian. Kriteria eksklusi adalah memiliki alergi mentimun dan/atau seledri, pernah atau memiliki penyakit komplikasi atau kronis, mendapatkan intervensi yang sejenis (herbal), mengkonsumsi suplemen, atau sedang hamil dan menyusui. Ada tiga formula (F1, F2, dan F3) minuman SMS yang dibuat dengan menggunakan bahan utama mentimun dan seledri. Perbandingan berat mentimun (g): berat seledri (g) pada F1, F2 dan F3 berturut-turut adalah 100:5, 100:10, dan 100:15. Kandungan gizi minuman SMS yang dianalisis adalah kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, dan mineral serta kapasitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi seledri terhadap mentimun berpengaruh nyata terhadap kapasitas antioksidan minuman SMS tetapi tidak pada kandungan zat gizi yang lain. Namun demikian dengan semakin banyak penambahan seledri, maka cenderung semakin tinggi kadar kalium dan kalsium minuman SMS. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa daya terima panelis terhadap warna, aroma, rasa dan kecerahan minuman SMS F1 adalah signifikan lebih tinggi (nilai median 4 = suka) daripada F2 dan F3 (masing-masing nilai median 3 = biasa). Hal ini mengindikasikan bahwa dengan semakin banyak penambahan seledri pada minuman SMS, maka semakin rendah penerimaannya. Dari tiga formula yang dibuat (F1, F2 dan F3) selanjutnya dipilih satu formula yang digunakan dalam intervensi. Dasar pemilihan formula adalah pertimbangan kapasitas antioksidan dengan bobot 40%, kandungan mineral kalium dan magnesium masing-masing dengan bobot 20%, serta tingkat kesukaan terhadap warna, rasa, aroma dan kecerahan minuman SMS masing-masing dengan bobot 5%. Berdasarkan hasil perhitungan maka formula terpilih adalah F3, yakni proporsi mentimun:seledri adalah 100g:15g. Minuman SMS F3 memiliki kapasitas antioksidan tertinggi dan kadar mineral kalium tertinggi Minuman SMS terpilih (F3) mengandung air 98.88%, abu 0.13%, protein 0.23%, lemak 0.48%, karbohidrat 0.28%, kalium 35.93%, magnesium 4.67%, natrium 3.23% dan kalsium 6.81%. Adapun kandungan energi per 100 g SMS adalah sebanyak 6.45 kkal dan kapasitas antioksidan SMS adalah sebesar 33.81% AEAC. Umur subjek pada kelompok intervensi dan kontrol adalah tidak berbeda signifikan (p>0.05) dan masing-masing berkisar antara 30-59 tahun dan 40-59 tahun. Demikian juga jenis kelamin, pekerjaan, status gizi serta riwayat hipertensi juga tidak berbeda signifikan (p>0.05) antara kelompok intervensi dengan kontrol. Rata-rata perubahan tekanan darah sistolik pada kedua kelompok setelah periode intervensi cenderung mengalami penurunan, tetapi perubahan lebih besar pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Rata-rata tekanan darah sistolik pada kelompok intervensi signifikan mengalami penurunan sebesar 12.5 mmHg (p<0.05). Hal ini menunjukkan bahwa intervensi SMS berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah sistolik pada subjek hipertensi
    corecore