1 research outputs found
REPRESENTASI GURINDAM DUA BELAS PASAL KEEMPAT KARYA TARI “TEBIAT” DENGAN MENGGUNAKAN METODE PENCIPTAAN TARI MOVING FROM WITHIN ALMA M HAWKINS
ABSTRAK
Penciptaan karya tari “Tebiat” berpedoman pada syair
Gurindam dua belas pasal keempat, merupakan bentuk syair atau syair lama yang
pengarangnya adalah Raja Ali Haji dari Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Gurindam
merupakan pedoman bagi masyarakat melayu dalam menjalani kehidupan memuat
nasehat yang sangat bermanfaat dan memiliki makna mendalam bagi manusia.
Penciptaan karya tari “Tebiat” bertujuan untuk menyampaikan tentang tingkah
laku yang ada pada manusia, sebagaimana diketahui bahwa tingkah laku atau watak
adalah perangai, tabiat, tingkah laku, yang terkadang muncul dan dilakukan oleh
manusia sesuai dengan yang tertuang pada bab keempat puisi Gurindam, yang berkaitan
dengan nilai perilaku manusia sehingga tercipta karya tari tentang perilaku manusia.
Karya tari Tebiat mengacu pada metode penciptaan oleh Alma M. Hawkins
dalam bukunya Moving from Wihtin yang diterjemahkan oleh I Wayan Dibia, Bergerak
Menurut Hati melalui beberapa tahapan yaitu mengalami/mengungkapkan, melihat,
merasakan, membayangkan, mewujudkan dan membentuk. Proses penciptaan karya tari
ini meliputi Mencari Ide, Menentukan Tema, Menentukan Judul Membedah Puisi
Gurindam Keempat, Mencari Referensi Literatur, Wawancara, Eksplorasi, Improvisasi,
Formasi, Transfer Gerakan, Penyesuaian Gerak, Penyesuaian Musik, Pola Lantai, Rasa
Latihan, Teknik Gerakan, dan Komposisi. Desain Dramatik dan Mode Penyajian
Representasi Simbolik dipilih sebagai desain dan mode penyajian karya tari Tebiat.
Penciptaan karya tari Tebiat melibatkan dua orang penari sebagai gambaran sifat
manusia yang berpedoman pada bagian keempat dari puisi Gurindam Dua Belas. Sang
koreografer menggunakan gerak tradisional Melayu sebagai pijakan dengan
mengembangkan beberapa motif gerak seperti gerak lenggang, gerak memetik bunga
dan melompat, dikembangkan dengan gerak sehari-hari serta menggunakan teknik tari
kontemporer yang tentunya melibatkan proses eksplorasi, improvisasi dan
pembentukannya, untuk menciptakan suatu karya tari yang baru berangkat dari puisi
Dua Belas Gurindam bab keempat.
Kata kunci: Karya Tari, Gurindam, Karakter
************
ABSTRACT
The creation of the dance work "Tebiat" based on the
fourteenth chapter of the Gurindam poem, is an old verse or verse whose author is Raja
Ali Haji from Penyengat Island, Riau Archipelago. Gurindam is a guide for the Malay
community in living life containing advice that is very useful and has deep meaning for
humans.
The creation of the dance work "Tebiat" aims to convey about the behavior that
exists in humans, as it is known that behavior or character is temperament, character,
behavior, which sometimes appears and is carried out by humans by accordance with
what is stated in the fourth chapter of the Gurindam poem, which related to the value of
human behavior to create dance works about human behavior.
Tebiat's dance work refers to the method of creation by Alma M. Hawkins in his
book Bergerak Dari Dalam which is translated by I Wayan Dibia, Moving According to
the Heart through several stages, namely experiencing/expressing, seeing, feeling,
imagining, realizing and forming. The process of creating this dance work includes
Finding Ideas, Determining Themes, Determining Titles, Dissecting the Fourth
Gurindam Poetry, Finding Literature References, Interviews, Exploration,
Improvisation, Formation, Movement Transfer, Movement Adjustments, Music
Adjustments, Floor Patterns, Exercise Sense, Movement Techniques, and Composition.
Dramatic Design and Mode of Presentation of Symbolic Representation were chosen as
the design and mode of presentation of Tebiat dance works.
The creation of the Tebiat dance work involves two dancers as an illustration of
human nature based on the fourth part of the poem Gurindam Dua Belas. The
choreographer uses traditional Malay movements as a foothold by developing several
movement motifs such as the lenggang motion, the motion of picking flowers and
jumping, developed with daily movements and using contemporary dance techniques
which of course involve a process of exploration, improvisation and formation, to create
a dance work that is just departed from the fourth chapter of the poem Twelve
Gurindam.
Keywords: Dance Work, Gurindam, Characte
